
Pernikahan yang bahagia. Hari hari yang menyenangkan sebagai seorang istri tiba tiba hancur seketika. Ketika kebohongan suami ku terungkap. Dia yang ku cintai suamiku berkhianat dengan sahabatku sendiri.
Cinta dan kasih sayang nya kepada ku ternyata hanya lah topeng untuk menutupi kesalahan nya.
Ku pikir aku adalah perempuan yang beruntung karena pada akhirnya dinikahi oleh pria pujaan hatiku.
Oh iya.... Aku adalah Mentari Larasati. Keluarga dan sahabatku memanggilku Tari.
Sebenarnya ini kisah ku, kisah yang bermula dari bangku SMA... Tentang kisah ku yang di nikahi oleh pria kesukaan ku. Pria yang merupakan Kakak kelas pujaan ku waktu itu.
Anton Wijaya namanya...
Anton merupakan pria yang sangat menarik... Pria berkulit sawo matang dengan postur tubuh tegap dan tinggi.
Terlihat sangat manis saat ia tersenyum, Anton merupakan salah satu anggota OSIS pada saat itu. Membuat nya terbiasa bertegur sapa dengan orang lain secara ramah.
Setelah lulus di bangku SMA dia melanjutkan kuliah di luar kota. Dia sangat pandai, hingga ia mampu mendapatkan beasiswa kuliah di Universitas ternama di Ibu kota. Sedangkan aku yang berbeda satu tahun angkatan dengan nya hanya bisa menahan rasa ku saat itu.
Setelah aku lulus aku hanya kuliah di tempat yang tak jauh dari tempat ku berada.
Setelah Anton lulus dia pun bekerja di ibu kota. Merantau di ibu kota.
__ADS_1
Sebenarnya aku penasaran dengan kehidupan nya. Aku mulai mencari nya di jejaring sosial.
Dan kami mulai bertukar pesan. Senangnya aku saat itu, dia merespon pesan ku.
"Apa kabar, dek....??? " ucap nya.
"Baik, kak...!!!"
"Kakak masih ingat aku ? " balas ku lagi.
"Bagaimana aku lupa sama kamu yang sering lihat aku pas main basket." sambung nya.
"ih... Jadi malu. Ketahuan"
" Gk papa ko, santai aja." balas nya
"Kamu masih tinggal di situ ?"
" di perumahan itu kan.... Rumah kamu yang banyak taman... Yang banyak bunga nya. Pagar putih pintu gerbangnya hitam " tanya nya.
Ko dia tahu ... Gumam ku dalam hati sambil terus melihat layar hand phone ku.
__ADS_1
"iya... " balas ku singkat..
"ko tahu...?" tanya ku kembali
"sebenar nya aku juga sering lihatin kamu...hehe " katanya.
Singkat cerita kami pun mulai sering bertukar pesan dan bertukar nomor Hand phone.
Hari demi hari kami makin dekat. Makin banyak percakapan yang kami obrolkan. Mulai dari hobi, pekerjaan dan lain nya.
Setelah semua itu dia memustuskan untuk menemui ku. Aku yang di ajak ketemu langsung menyetujui nya. Siapa juga yang akan menolak permintaan bertemu dari orang yang di sukai..
Iya kan...???
Tanpa pernah aku duga.. Tanpa pernah aku pikirkan sebelumnya. Bahwa ternyata pertemuan ku dengan nya akan membuatku terluka pada akhirnya.
Membuat ku kehilangan rasa percayaku. Di saat hati mu runtuh oleh dia yang kau cintai, akan kah kamu bertahan dengan pengkhianatan nya.....?
Atau melupakan rasa cinta mu pada nya dan memilih untuk pergi ....?
Jika saja pilihan untuk pergi semudah itu... Mungkin aku akan memilih untuk pergi. Tapi bagaimana dengan bayi yang tak berdosa yang telah hadir di perut ku...? Harus kah ia menderita hidup tanpa ayah nya karena ke egoisan ku yang tak ingin memaafkannya...???
__ADS_1