
Judul babnya kayak sinetron ikan terbang ygy
ππ
β‘β‘β‘
Waktu menunjukkan pukul tiga sore,Zee tampak sudah bersiap-siap di depan pintu rumahnya dengan style kasualnya.
Hari ini Arkhan akan menjemputnya untuk jalan-jalan sesuai janji mereka kemarin. Jadi Zee meminta izin pulang kerja awal dan sisa pekerjaannya di handle oleh Bella,Jessie dan Sandra selaku asisten pribadinya.
Sebuah mobil tampak memasuki gerbang rumah namun belum membuat ekspresi datar Zee berubah karena ia mengenali pemilik mobil itu.
Benar saja,Davian dan Clara lah yang datang karena itu Zee tak merasa perlu menyambut. Keduanya tidak terlalu penting saat ini.
"Buset!! Mau kemana lo?" Tanya bapak satu anak itu dengan raut heran melihat penampilan santai sang adik.
"Kepo!" Balas Zee ketus membuat Davian mengusap dadanya.
"Dasar adik durhaka. Di tanya beneran juga,mau gue sleding pala lo? Sama abang gak ada sopannya." Davian malah mengomel membuat Zee makin-makin malas.
"mang onty au temana tih?" Claudia Aldebaran Rayanza William, anak Davian dan Clara terdengar ikut bertanya dengan suara cadelnya.
Zee berjongkok di hadapan keponakannya yang baru turun dari mobil itu.
Bocah berusia hampir empat tahun itu memang di kenal sangat cerdas dan sudah mengerti banyak hal dan hanya kepada anak kecil satu itulah sikap dingin Zee menghangat.
"Onty mau jalan,sama om Ar. Cla mau onty beliin sesuatu?"
"Es kim boyeh?"
"Boleh. Tapi tos dulu."
Zee menyodorkan telapak tangannya ke depan telapak tangan munggil sang keponakan dan keduanya pun bertos ria mengabaikan keberadaan Davian dan Clara.
Tak lama sebuah mobil lain masuk ke dalam gerbang,Zee yang tadi berjongkok memilih meraih keponakan perempuannya itu dan menggendongnya sambil menunggu sang pemilik mobil keluar.
Senyum di wajah Zee perlahan terukir saat melihat Arkhan keluar dari dalam mobil. Pria yang sudah ia tunggu sejak tadi akhirnya datang juga. Senangnya. Batin Zee masih dengan senyumnya.
Davian kembali iseng dengan menempelkan punggung tangannya ke jidat Zee.
"Gak panas. Tapi senyum-senyum sendiri,gawat adek gue. Udah gak waras." Celetuk Davian asal membuat Zee melotot.
"Sembarangan." Zee menepis tangan Davian dari jidatnya.
"Clar,bawa suami lo masuk. Ganggu tau." Suruh Zee dingin pada kakak iparnya yang juga cengar-cengir melihat dirinya di jahili sang abang.
"Dih,mentang-mentang calon misua datang. Saudara sendiri aja di usir ya yank? Berasa ngontrak deh kita." Clara berkata dengan nada meledek sambil mengambil Claudia dari gendongan Zee.
"Udah sana kencan. Kita mau masuk nih,mau ngabisin masakan mama. Gak usah deh nibggalin buat lo,lo kan udah di jemput sama your baby." Ledek Clara sambil menarik suaminya untuk masuk ke dalam.
__ADS_1
Arkhan sampai di hadapan keempat orang itu dengan senyuman hangatnya.
"Sorry ya nunggu lama. Agak macet tadi,kamu gak marah kan?" Tanya Arkhan pada Zee begitu sampai di depan Zee.
Davian yang tadinya mau masuk ke dalam rumah malah berbalik menyoraki sang adik.
"Huu....,lebay!!" Davian mencibir kelakuan dua manusia bucin itu dengan nada jengkel.
"Sirik aja si Vian. Ngomong-ngomong ini adek lu mau gue ajak jalan,kemarin udah izin sekarang izin lagi. Boleh gak?" Tanya Arkhan pada calon kakak ipar sekaligus sahabatnya itu.
Davian membalikkan badannya dengan tangan bersedikap di dada.
"Jaminannya apa nih?" Tanya Davian iseng-iseng menggoda Arkhan.
"Gue buat senyum sepanjang kencan bahkan sampai gue anter pulang nanti. Adik kesayangan babang Vian ini di jamin akan pulang dengan kondisi sehat plus senyuman tanpa kurang satu apapun. Gue janji."
Arkhan berkata mantap membuat Davian mengacungkan jempolnya.
"Ingat juga lo sama janji lo tiga tahun lalu. Gue kira selama di New York lu udah lupa sama adik gue,ternyata si playboy Arkhan sudah bertobat."
Plok...plokk...
Davian bertepuk tangan kagum.
"Ya udah kalau gitu gue jalan nih ya sama tuan putri gue. Takutnya pulang kemalaman. Ntar gue khilaf lagi." Celetuk Arkhan asal membuat Zee,Davian dan Clara melotot.
"Jangan macam-macam lo! Gue gorok lo sampe adek gue lo apa-apain." Ancam Davian dengan wajah garangnya.
Arkhan mendengus malas melihat reaksi berlebihan Davian dan memilih menggandeng tangan Zee untuk di bawa pergi.
Cafe Amora sudah menunggu untuk di kunjungi kembali. Hari ini Arkhan berjanji akan membuat Zee bahagia dengan bernostalgia di tempat-tempat indah mereka dulu.
"Siap? Sabuk pengamannya udah?" Tanya Arkhan yang kini sudah menyusul masuk setelah tadi membukakan pintu mobil untuk Zee.
Zee mengangguk."Siap. Mari kita let's go!!" Zee menjawab dengan semangat.
Mobil Arkhan akhirnya berlalu meninggalkan halaman rumah Zee menuju cafe Amora.
β‘β‘β‘
Suasana Cafe Amora sore itu tampak cukup ramai. Zee dan Arkhan melangkah masuk ke dalam dengan senyuman cerah yang terpancar dari wajah keduanya.
"Kita mau makan di sini atau di rooftop?" Tanya Arkhan sambil menaik turunkan kedua alisnya saat menyebut rooftop membuat pipi Zee memerah.
"Rooftop aja." Jawab Zee akhirnya. Ia benar-benar ingin bernostalgia sampai nanti malam di sana.
Arkhan mengangguk. "Tapi kita pesan makanan dulu ya." Pinta Arkhan yang di angguki oleh Zee.
Keduanya berjalan menuju meja kasir untuk memesan serta membayar makanan. Namun belum sampai ke tempat tujuan,bahu Arkhan bersenggolan dengan seseorang yang membuat orang itu hampir jatuh jika saja Arkhan tak menahan pinggangnya.
__ADS_1
"Arkhan?"
"Kim?"
Kedua orang yang saling mengenal itu akhirnya saling tunjuk.
Zee mengernyitkan dahinya. Ia ingat manusia di depannya ini.
"God?" Batin Zee. "Jangan bilang kalau ini kebetulan lagi? Gak lucu loh." Batin Zee melanjutkan aksi protes.
Kedua orang di depan Zee itu masih saling bersentuhan tanpa memikirkan ada manusia lain di antara mereka.
"Ekhmm!!" Zee berdehem dengan nyaring membuat beberapa orang menoleh termasuk Arkhan dan Kimberlly yang juga di buat tersadar oleh deheman Zee.
"Ayo pesan makanan." Zee mengingatkan tujuan mereka tanpa berniat menyapa Kimberlly.
Kimberlly tampak menunduk,"Sorry." Ujarnya dengan raut bersalah.
Arkhan mengangguk. "Gak papa." Jawab Arkhan membuat Zee tersenyum miring.
Tanpa memberi respon apapun,Zee berlalu menuju meja kasir dan menyebutkan pesanannya dan Arkhan kemudian membayarnya tanpa menunggu Arkhan.
Arkhan yang tau jika suasan hati Zee memburuk buru-buru menyusul langkah Zee.
Di luar dugaan,Kimberlly malah mengikuti keduanya.
"Zee tunggu!!" Arkhan menghentikan langkah Zee yang tengah menaiki tangga cafe menuju rooftop.
Zee tak bergeming dan tetap melanjutkan langkahnya hingga sampai di rooftop. Arkhan tampak memegang pergelangan tangannya dengan erat.
"Kamu marah?" Tanya Arkhan membuat Zee berbalik dengan raut wajah sinisnya.
"Menurut kamu aja Ar. Kita datang ke sini mau apa? Kencan? Jalan-jalan berdua kan kata kamu? Mau nostalgia Ar, Terus kenapa dia ikut? Kita mau kencan berdua apa mau kencan bertiga sih?"
β‘β‘β‘
Slebewwww juga bah tuh takdir...
Suka banget mainin Zee,apakah abis ini Zee dan Ar bakalan berantem hebat?
Apa kalian jengkel sama Kimberlly?
Apakah Kimberlly salah? Dia kan gak sengaja?
Tapi egois gak sih kalau Zee cemburu?
Terus Arkhan kudu gimana gesss?
Like vote komen ya buat jawab pertanyaan aku dan dukung cerita aku...
__ADS_1
Sayang kalian....
Muachhhhπππ