RUNTUH

RUNTUH
Rela Tak Rela


__ADS_3

"Ar! Jawab aku!" Bentak Kimberlly lagi.


Arkhan mengusap wajahnya frustasi.


"Gue harus jawab gimana lagi Kim? Gue udah berusaha kasih pengertian ke lo. Lantas bagian mana lagi yang gak lo pahami dan apa lagi yang mesti gue jelasin. Sedangkan semuanya...,lo bisa liat sendiri. Semuanya udah jelas."


"We,Just Friend."


Arkhan menegaskan sekali lagi pada Kimberlly tentang hubungan keduanya.


Kimberlly bergeming. "Just friend? Really?"


"Dua tahun Ar. Aku yakin pasti ada sedikit rasa dan tidak masalah jika mau bersedia untuk memupuknya. Aku akan membantu."


"Jangan gila Kim. Gue udah bilang,cuma ada Zee di hati atau pun pikiran gue. Kenapa sesulit ini sih buat lo ngertiin posisi kita?"


"Aku benar-benar tidak bisa menerima ucapanmu barusan Ar. Sekarang coba tatap aku."


Kimberlly berdiri dari tempatnya lalu menangkup wajah Arkhan.


"Bilang padaku kalau kau juga menyukaiku!" Paksa Kimberlly.


Arkhan menepis kasar tangan Kimberlly. "Don't touch me,Kimberlly!!"


Arkhan memperingati Kim dengan nada tegas.


Bukan main kecewanya Kimberlly. Ia makin-makin merasa benci pada keadaannya saat ini. Dulu di Amerika ia bebas menggandeng Arkhan bahkan merangkul lengannya saat mereka berjalan.


Tapi sekarang lihatlah,bahkan di sentuh pun Arkhan tak mau.


"Ar? Apa aku benar-benar seburuk itu?"


Tanya Kimberlly lirih.


Arkhan menggeleng. "Gak ada yang ngomong kayak gitu."


"Tapi kenapa sikap kamu menunjukkan jika kamu membenciku. Kamu benar-benar hanya menganggap aku teman?"


Tanya Kim memastikan sekali lagi.


Arkhan kembali menghela napas kemudian menatap tajam wajah Kimberlly.


"Lantas gimana lagi Kim? Emang lo mau gue anggap musuh?"


Astaga...


Kimberlly mendongak tak percaya dengan jawaban konyol Arkhan barusan. Bukan itu maksud dia.


"Bukan itu maksud ku Arkhan. Sekarang begini."

__ADS_1


"You think i,m pretty?"


Arkhan mengangkat sebelah alisnya,sambil menatap lekat wajah Kimberlly.


"Iya." Jawab Arkhan tak berbohong.


"I,m sexy?"


"Yes." Jawab Arkhan lagi.


Kimberlly nyaris bersorak senang mendengar jawaban Arkhan. Namun sayang seribu sayang. Ternyata kalimat Arkhan masih ada lanjutannya.


"Semua gadis di dunia ini cantik Kim. Termasuk lo. Tapi mau bagaimanapun juga,hanya Zee wanita yang akan menjadi pendamping hidupku juga ibu dari anak-anakku kelak."


"Dia wanita spesial,sama seperti bunda dan Delice. Mereka bertiga permata berharga bagi hidup gue. Dan untuk Zee,setelah menikah nanti,dia adalah prioritas gue,tempat dia lebih istimewa dari gadis manapun yang pernah singgah di hidup gue."


"Lo ataupun orang lain udah gak bisa gantiin posisi dia,lo tau kenapa? Karena seluruh sisa hidup gue dan seluruh rasa cinta gue udah di ambil alih semuanya dengan keberadaan Zee. Sampai sini gue harap lo paham Kim."


Arkhan berniat mengakhiri pertemuan yang sepertinya tak berfaedah ini. Ia berdiri dari duduknya,namun saat akan beranjak pergi Kimberlly kembali menahan tangannya. Membuat Arkhan harus kembali berhenti.


"Kenapa lagi?" Tanya Arkhan agak emosi.


"Apa tidak keunikan sedikit pun dari diriku yang membuat kamu tertarik,Arkhan?"


"Aku jago memasak. Apa itu tidak membuatmu terkesan?"


Kimberlly bertanya penuh harap.


Arkhan melepaskan tangan Kim dari pergelangannya dan segera melanjutkan langkahnya.


"Ar. Tunggu."


Kini Kimberlly menghadang di depan Arkhan.


"Aku cantik,aku sexy,aku jago memasak,aku tidak manja,aku mandiri dan pekerja keras. Lantas di mana kekuranganku dan bagaimana caranya agar aku bisa menyamai posisi Azellea di hati kamu?"


"Mata Arkhan seketika melotot penuh emosi.


"Kim cukup. Gue bilang cukup dan berhenti bandingin diri lo sama Zee. Gak guna,asal lo tahu!!"


"Lo adalah lo dan Zee adalah Zee. Lo gak bisa jadi Zee begitupun sebaliknya. Lo mungkin unik,tapi Zee juga punya keunikan tersendiri,lo memang cantik tapi sayangnya di mata gue kecantikan seorang Zee saja sudah cukup. Lo memang sexy dan feminin,tapi justru sifat tomboy dan gemesnya Zee saat mengenakan kostum doraemon jauh lebih menarik buat gue. Lo memang jago masak dan mandiri,lo juga bilang diri lo gak manja. Tapi satu yang harus lo ingat."


"Lo ceroboh Kim! Saking cerobohnya,lo sampai ngotot suka sama orang yang jelas-jelas lo udah tau kalau orang itu gak bakalan suka sama lo. Dan satu lagi!! Jangan pernah menilai Zee dengan sembarangan."


"Lo gak tau siapa dia sebenarnya. Lo cuma liat casing dia sebagai tuan putri yang lahir di keluarga kaya dan gadis paling beruntung."


"Tanpa lo tau. Dugaan lo tentang kehidupan mudah Zee itu semuanya salah. Lo gak tau apa-apa tentang Zee Kim. Jadi berhenti mencoba jadi Zee dan lanjutin hidup lo tanpa menjadi siapapun. Be your self. Lo terlalu berharga untuk menduplikat orang lain."


"Jangan bodoh karena obsesi Kimberlly!"

__ADS_1


Arkhan mengatakan kalimat barusan sebagai kalimat terakhirnya. Setelah itu,tanpa belas kasihan lagi,Arkhan mendorong tubuh Kimberlly agar menyingkir dari hadapannya dan ia meninggalkan Kimberlly yang kini hanya bisa terdiam dengan tatapan kosongnya.


♡♡♡


"Grep.."


Sebuah pelukan hangat bersarang tiba-tiba di tubuh Arkhan begitu ia memasuki mobilnya.


Arkhan awalnya merasa heran,namun karena yang memeluknya adalah Zee ia pun membalasnya sambil mengusap-usap kepala Zee.


"Are you okay?" Tanya Arkhan memastikan.


Zee mengangguk. "Ya. I,m okay." Jawab Zee sambil melepaskan pelukannya dari Arkhan. Zee membetulkan kembali posisi duduknya lalu memasang sabuk pengaman.


Ekspresi Zee kembali datar membuat Arkhan heran sendiri.


"Kenapa lagi Zee? Lo cemburu?"


Zee menggeleng. "Gue denger semuanya. Thanks udah perjuangin gue." Sahut Zee tanpa menoleh karena ia saat ini tengah menahan malu.


"Lo denger semuanya? Kok bisa?" Tanya Arkhan heran.


Zee terkikik kecil kemudian memperlihatkan layar handphonenya pada Arkhan.


"Sial. Ternyata lo nyadap lewat handphone gue. Dasar.."


Arkhan mengacak-acak rambut Zee dengan gemes.


"Calon isti gue emang terlalu cerdas." Pujinya setengah Tulus setengah Vicky Prasetyo (gombal maksudnya!)


Zee memilih abai dengan pujian sekaligus gombalan Arkhan barusan dan justru memberi perintah baru pada Arkhan.


"Kita jangan pulang dulu Ar. Bang Vian barusan chat gue dan minta di temuin di Ivander's Hospital. Ada yang mau di kasih tau katanya."


Raut wajah Zee perlahan berubah setelah membaca pesan selanjutnya dari Davian.


"Ar...,perasaan gue mendadak gak enak..!"


♡♡♡


Singkat padat membagongkan...


Apakah kalian merasa di gantung?


Taukah apa yang akan terjadi di part berikutnya??


Jika tidak...,maka selamat....


Kita sama-sama saling tebak

__ADS_1


Yeaayyh.....


__ADS_2