
Bagi Zee dan Arkhan pernikahan impian bukanlah pernikahan yang harus di rayakan dengan spektakuler dan penuh kemewahan.
Cukup pernikahan sederhana,dengan dihadiri keluarga besar dan teman-teman terdekatnya. Itu sudah lebih dari cukup.
Bukan tentang pelit ataupun perhitungan,Zee dan Arkhan mampu bahkan sangat mampu untuk membuat pernikahan yang mewah dan megah jika mereka mau.
Namun untuk kali ini dan untuk sesuatu yang di lakukan sekali seumur hidup. Zee dan Arkhan ingin membuat cerita baru di lembaran yang baru.
Dengan menghadirkan orang-orang terdekat mereka,untuk menjadi saksi di hari mereka mengikat sebuah janji suci.
Hari ini, Zee dan Arkhan akan mewujudkan impian sederhana mereka.
Hidup bahagia dengan satu ikatan cinta,menjalani hidup bersama dalam susah maupun senang,saling menjaga sampai maut memisahkan,dan punya anak-anak yang lucu dan menggemaskan.
Itulah cita-cita mereka. Bahkan setelah menikah nanti,kemungkinan Zee tidak akan bekerja lagi. Ia dan Arkhan akan pindah ke sebuah tempat impian mereka.
Ke salah satu kota kecil yang ada di Swiss,menetap di sana dan hidup bahagia dengan segala kesederhanaan yang ada. Baik Zee dan Arkhan mau sama-sama melepas kemewahan yang selama ini mereka dapatkan.
Mereka sudah menyiapkan sedikit bisnis kecil di sana,dan sebuah rumah sederhana yang nanti akan menjadi tempat untuk berteduh bagi keluarga kecil mereka. Dan beruntungnya,kedua keluarga besar mereka mendukung sepenuhnya.
♡♡♡
The wedding.
Zee tampak menuruni anak tangga rumah Arkhan dengan balutan gaun putih panjangnya. Dandanan natural yang memoles wajahnya,menambah kesan sempurna bagi gadis cantik yang sebentar lagi akan menyandang gelar istri tersebut.
Di belakang Zee,tampak ada kedua orangtua Zee. Diana dan William,lalu ada Davian,Clara dan putri mereka,Sassya,Aska dan putra mereka,Agatha,Nathan dan putri mereka,Arrel dan Melissa,dan yang terakhir tuan Sagara dan Nyonya Laras yang juga sudah menjadi bagian dari keluarga William.
Mereka semua berjalan di belakang Zee untuk mengantarkan Zee sampai ke hadalan Arkhan.
Acara pernikahan sederhana tersebut memang diadakan di mansion keluarga Ivander,tepatnya di halaman belakang rumah keluarga Ivander.
Zee sampai ke hadapan Arkhan dengan jantung berdebar kencang. Ia grogi.
Arkhan menyambut kedatangan Zee dengan senyuman hangatnya dan dengan tangan sedikit gemetar,ia meraih tangan Zee untuk di bawa berjalan menuju kepada pemuka agama yang akan menikahkan keduanya.
Dengan perasaan yang sama-sama berdebar,keduanya beriringan menuju ke tempat yang sudah di sediakan untuk keduanya mengikat janji suci.
__ADS_1
Prosesi pun di mulai. Arkhan dan Zee mengikat janji pernikahan mereka disaksikan oleh kedua pihak kelurga dan seluruh kerabat terdekat yang ada di sana.
Acara terus berlanjut,hingga sampai lah mereka pada prosesi terkahir dimana para tamu undangan akan memberikan ucapan selamat pada pasangan pengantin yang baru saja diresmikan itu.
Kaivan dan Delice adalah orang yang berjalan di urutan paling depan untuk memberikan ucapan selamat.
Delice terlihat memeluk Zee penuh keharuan.
"Akhirnya ya Zee,setelah melewati perjalanan panjang. Lo sama abang gue kawin juga,lo tau Zee. Gue senengggggggg,banget!!"
Delice terlihat menunjukkan ekspresi bahagianya,namun bukannya di balas dengan ucapan terimakasih,ia justru mendapat dua toyoran sekaligus di kepalanya.
"Nikah bego! Nikah! Kawinnya belum,nanti malam mungkin." Goda Arkhan.
"Ar!" Zee terlihat menatap tajam pada Arkhan mendengar ucapan frontal pria itu.
"Becanda sayang." Bisik Arkhan lagi.
Zee memilih tak menyahut,dan mengalihkan perhatiannya pada Kaivan yang seperti biasanya selalu berwajah datar.
"Gak mau ngucapin selamat?" Pancing Zee pada orang yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri itu.
"GAK USAH MACAM-MACAM!!" Bentak Delice dan Arkhan berbarengan membuat Kaivan tersenyum miring.
"Gue cuma mau betulin sanggulannya Zee,kayaknya miring." Elak Kaivan dengan santainya.
Arkhan dan Delice tampak masih menatap Kaivan dengan tatapan curiga. Detik berikutnya Arkhan dan Delice hanya bisa melongo saat melihat Zee nyosor memeluk Kaivan.
"Thanks Kai,untuk bantuan lo selama ini,untuk perhatian lo,untuk ketulusan lo dan terutama perlindungan yang selalu lo kasih ke gue sedari gue kecil dulu. Lo sahabat sekaligus abang terbaik buat gue. Makasih.."
Zee mengungkapkan ucapan terimakasihnya pada Kai dengan sangat lantang,di hadapan sang suami dan seluruh keluarganya. Ia ingin mereka tau seberapa beratinya peran Kaivan bagi hidupnya selama ini.
Kaivan terlihat melepas pelukannya dari Zee dan mengusap pelan puncak kepala Zee.
"Sama-sama." Balasnya singkat namun dengan sebuah senyuman hangat,dimana hal itu adalah hal terlangka yang pernah Kaivan lakukan. Mengingat pria itu selalu berwajah datar.
Kaivan kemudian beralih pada Arkhan dan menepuk bahu pria itu sebanyak tiga kali.
__ADS_1
"Jagain adek gue baik-baik. Pake nyawa lo sendiri,sampai gue denger lo nyakitin dia. Tamat riwayat lo."
Kaivan berbicara dengan nada dan ekspresi yang sangat mengancam dan itu berhasil membuat Arkhan meneguk salivanya berkali-kali.
Namun ketakutan Arkhan sedikit memudar saat ia teringat dengan satu senjatanya.
"Gak usah sok ngancem gue,ingat cewek di samping lo itu adek gue. Gue bisa jagain Zee tanpa lo suruh,tapi lo..,gue bahkan ragu nitipin adek gue buat pria datar kayak lo. Ingat ya Kai,sampai lo ngapa-ngapain Elis dan bikin dia nangis. Jangan harap esoknya lo bisa lihat matahari terbit,cam-kan itu!"
Arkhan malah mengancam balik dengan raut tengilnya.
Kaivan terlihat biasa saja dengan ancaman Arkhan.
"Kita liat aja nanti." Balas Kaivan santai sambil menggandeng Delice untuk dibawa kembali ke aula pesta.
Selepas kepergian Kaivan dan Delice,kini giliran Davian,Clara,dan Claudia putri mereka yang ikut memnberi ucapan pada Arkhan dan Zee.
Belum juga kalimat ucapan terucap,Davian dan Arkhan tampak sudah perang mata.
"Apa?!" Bentak Davian dengan nada pelan tertahan. "Senang kan lo,bisa married sama adek gue?" Davian bertanya dengan nada sensinya.
Arkhan tampak membusungkan dadanya dengan ekspresi tengil. "Of course lah brother! Masa enggak!" Jawab Arkhan dengan sombong yang membuatnya langsung dapat pitingan di kepalanya.
Kejadian di depan pelaminan tersebut tentu mengundang tawa para tamu undangan yang sudah tau betul kalau Arkhan dan Davian memang tak pernah akur.
Clara dan Zee sebagai para istri,bertugas melerai keduanya. Clara bahkan harus melewatkan sesi bersalamannya untuk mengamankan Davian dengan cara membawanya pergi sebelum kegilaannya dan Arkhan membuat kehebohan di sana.
Usai kepergian Davian dan Clara,kini giliran pihak keluarga lainnya. Seperti Sandra dan Zergan,William dan Diana,Melissa dan Arrel,kedua orangtua Arkhan,lalu Nathan dan Agatha,Aska dan Sassya,kedua orangtua angkat Arrel,dan beberapa anak-anak Dark Night yang juga turut di undang. Dan diurutan terakhir,ada dua sosok yang datang dengan bergandengan membuat Zee sempat melongo tak percaya.
"Kim? Raynand?" Sapa Zee dengan sedikit canggung bercampur kaget.
Kedua orang itu terlihat memgembangkan senyuman hangatnya.
"Selamat Azellea,akhirnya kamu dan Arkhan sampai di titik ini. Setelah banyaknya masalah yang kalian hadapi di hubungan kalian,akhirnya pernikahanlah yang menjadi jawaban dari kebahgiaan kalian. Aku tau aku punya banyak kesalahan dan pernah menjadi seorang penggangu dalam hubungan kalian,tapi satu yang harus kalian tau. Tidak bisa dipungkiri,aku senang akhirnya kalian bersatu. Dan untukmu Azellea,aku juga mau berterimakasih,untuk satu sosok yang sudah hadir dalam.hidupku atas bantuanmu. Dia adalah Raynand Ghatama. Sekali lagi Terimakasih Zee."
Sebuah kalimat yang begitu panjang dengan diakhiri sebuah pelukan hangat dari Kimberlly yang membuat Zee tidak bisa mengatakan apapun selain membalas pelukan Kimberlly dengan tak kalah erat juga.
"Ditunggu undangannya Kim." Bisik Zee di sela-sela pelukannya.
__ADS_1
♡♡♡