
Acara masak berdua versi Kimberlly vs Azellea malam itu berjalan dengan cukup baik,Zee dan Kimberlly sama-sama ahli dan cekatan dalam hal memotong sayur,meracik bumbu bahkan saat memasak pun mereka berdua seperti tengah berlomba untuk menyelesaikan masakannya masing-masing.
Ada sekitar tiga menu yang sudah Zee selesai,sedangkan Kimberlly sudah menyelesaikan dus menu yang artinya masih ada satu menu lagi yang akan mereka masak.
Zee berniat mengambil alih untuk memasak menu terakhir,namun saat tangannya hendak mengambil wajan dan spatula baru. Kim menghentikannya.
"Azellea stop,biar aku aja." Ucap Kimberlly sambil menahan tangan Zee dan mengambil alih wajan dan spatula di tangan Zee.
Zee yang tak mau banyak bacot pun memilih mengiyakan dalam diam dengan menyerahkan wajan dan spatula tersebut tanpa paksaan kepada Kimberlly yang sepertinya tengah mencari perhatian.
"Azellea,sebaiknya kamu duluan taruh makanan-makanan ini ke meja makan deh. Masskan kamu kan udah semua,daripada di taruh di sini lebih baik langsung ke meja makan."
Usul Kimberlly pada Zee yang lagi-lagi hanya di angguki oleh Zee tanpa tambahan lain.
"Dasar bisu!" Batin Kimberlly geram dengan sikap dingin Zee. "Dia ini manusia,tapi aku merasa berdekatan dengan balok es. Benda mati yang dingin dan tidak bisa bersuara." Batin Kim lagi sambil menatap sinis ke arah Zee yang tengah memindahkan menu makanan dari wajan ke dalam mangkuk kaca bening.
Setelah selesai memindahkan masing-masing makanan ke dalam mangkuk,Zee pun mulai membawa satu persatu mangkut tadi menuju ruang makan. Aktivitas tersebut ia lakukan berulang hingga hanya tersisa satu mangkuk lagi yang harus ia bawa yaitu mangkuk yang berisi sup tulang buatannya tadi.
Hawa panas yang masih mengepul dari dalam sup tulang tadi membuat Zee harus membawanya dengan ekstra hati-hati.
Di sisi lain Zee harus melewati Kimberlly yang saat ini tengah mencuci peralatan masak kotor di wastafel,posisi kabinet yang bersebelahan dengan wastafel membuat Zee harus lewat dari belakang tubuh Kimberlly.
"Anjir!!" Pekik Zee saat merasakan licin di lantai tempatnya berpijak
Tanpa sempat mengelak,Zee kehilangan keseimbangan dan..
"Prang!!"
Mangkuk kaca tersebut melayang dari tangan Zee dengan kuah yang sudah terlempar mengenai bagian belakang tubuh Kimberlly membuat gadis itu menjerit sedangkan Zee terdiam merasakan shock sekaligus sakit karena telapak kakinya tertancap beling pecah.
"ASTAGA ZEE,KIMBERLLY!!" Teriak bunda dengan kaget begitu masuk ke dapur dan melihat kedua gadis itu sudah terletak masing-masing dengan kondisi mengenaskan,yang paling parah adalah Kimberlly saat ini terlihat tergeletak tak sadarkan diri.
"Arkhan,ayah!!" Teriak bunda sekencang-kencangnya.
Sontak semua yang berada di ruang makan berlari menuju dapur.
"Astaga,kenapa ini?" Tanya ayah panik.
__ADS_1
Bunda mengeleng tidak mengerti.
"Bunda gak tau ayah,tapi Kimberlly pingsan." Ujar bunda dengan lutut gemetaran.
Arkhan yang baru menyusul ke dapur pun ikutan panik dan berlari ke arah dua gadis itu.
Zee melihat kedatangan Arkhan sedikit lega karena akan ada yang membantunya berdiri.
Namun di luar dugaan Arkhan malah berlari ke arah Kimberlly dan menggendong gadis itu menuju ke luar.
"Ayah siapin mobil,kita harus ke rumah sakit." Teriak Arkhan sambil terus berlari ke luar membawa tubuh pingsan Kimberlly.
Tanpa di panggil dua kali,ayah segera menyusul Arkhan diikuti bunda juga dari belakang. Ketiga orang itu pergi tanpa mempedulikan satu sosok yang terlihat shock dengan tatapan kosong karena tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
"Zee,luka lo gede! Ayo kita ke rumah sakit!" Pekikan Delice membuat lamunan Zee terbuyarkan.
Zee menoleh ke arah kakinya yang tampak mengeluarkan cukup banyak darah. Seolah tak merasakan sakit,Zee langsung mencabut beling yang tertancap di sana tanpa sedikitpun ekspresi.
Setelah itu,dengan sedikit tertatih Zee beranjak berdiri dan terlihat mencoba berjalan.
Agatha menahan pundak Zee yang sepertinya akan pergi dari sana.
Zee menggeleng. "Luka gue gak sakit sama sekali. Gue bisa pulang sendiri tanpa bantuan siapapun." Jawab Zee dingin tanpa ekspresi.
Setelah mengatakan kalimat itu Zee langsung menepis kasar lengan Agatha dan mendorong Clara yang mencoba mengentikan langkahnya.
"Zee,biar gue anter!" Ujar Clara berusaha mencegah kepergian Zee.
"Gak perlu!" Tolak Zee cepat.
"Dan sebaiknya kalian ke rumah sakit. Susul Kimberlly,sampaikan permintaan maaf gue kalau dia udah sadar." Ucap Zee tanpa menoleh pada ketiga sahabatnya.
Dengan langkah yang benar-benar tertatih Zee akhirnya pergi meninggalkan ketiga temannya yang tampak terdiam karena shock mendengar ucapan terakhir Zee.
Sekarang mereka paham kenapa Zee jadi sedingin itu pada mereka.
"Dasar siluman Arkhana gila!!" Pekik Delice geram setengah mati setelah sadar jika penyebab kemarahan Zee adalah sikap Arkhan beberapa saat lalu.
__ADS_1
Kekasih mana yang tak kecewa saat orang yang di cintainya malah lebih mementingkan orang lain.
"Gue harus susul bang Ar. Lo berdua pulang aja dulu,sorry ya acara makan malamnya harus gagal gini." Ujar Delice merasa tidak enak pada kedua sahabatnya ini.
Agatha dan Clara mengangguk setuju. Keduanya langsung menuju lantai atas untuk membawa pulang kedua anaknya yang tadi kembali di bawa ke atas oleh pengasuhnya.
Sedangkan Delice,gadis itu langsung keluar mencari keberadaan sopirnya untuk mengantarkannya ke rumah sakit.
Sebelum berangkat,Delice menyempatkan dirinya untuk menghubungi kekasihnya Kaivano agar melacak keberadaan Zee sekaligus menyusulnya.
Ia khawatir pada Zee karens tadi Zee pergi dalam keadaan emosi. Ia takut gadis itu kenapa-napa.
♡♡♡
Dua puluh menit kemudian...
Sebuah mobil Aston Martin Vantage tampak melaju dengan kecepatan di atas rata-rata. Pengemudi mobil yang adalah Zee itu seolah tidak mempedulikan nyawanya lagi.
Ia menyalip puluhan kendaraan di depannya dengan cara memotong jalan mereka hingga berbagai umpatan terucap dari bibir masing-masing pengendara yang geran dengan ulah Zee.
Mobil Zee masih terus melaju dengan kencang hingga sampai di perempatan jalan yang cukup sepi sebuah mobil Buggati Divo tampak mengejar mobil Zee dengan kecepatan tinggi hingga dalam selang beberapa detik mobil tersebut berhasil memotong jalan mobil Zee.
Zee yang tak siap sekaligus kaget terpaksa harus menginjak paksa rem dan membanting stir membuat mobil miliknya berputar-putar beberapa saat hingga pinggirannya menabrak trotoar jalan dan...
"Brukk..."
Mobil Zee terhenti dengan sisi yang penyok dan belakang mobilnya mengeluarksn banyak asap yang mengepul.
Untung sabung pengaman yang Zee kenakan mampu menahan badannya hingga tidak terlempar keluar karena memang atap mobil ia buka.
Dari dalam mobil Buggati Divo,tampak seorang pria turun dengan raut wajah penuh emosi dan langsung berlari menuju ke tempat mobil Zee berada.
Sekilas Zee mendengar ada suara yang ia kenal memanggil namanya,namun hanya sesaat karena setelahnya semua berubah jadi gelap.
♡♡♡
Jangan lupa tinggalkan jejakmu kawan...
__ADS_1