
Sebelumnya ada sedikit pemberitahuan,yaitu :
Novel ini akan tamat sebentar lagi. Mungkin kurang lebih empat - enam bab lagi.
Itu doang sih wkwkw...
♡♡♡
Hari ulang tahun Zee tiba,saat ini Zee sedang bekerja saat sebuah notif terdengar masuk ke handponenya. Zee menghentikan kegiatannya sejenak dan meraih benda pipih tersebut untuk melihat siapa yang mengirim pesan padanya.
Ternyata dari grup yang dibuat oleh Delice khusus untuk Zee dan para sahabat perempuannya,di sana Delice mengirim chat berupa emoticon kue ulang tahun lengkap dengan ucapannya.
Tak lama setelahnya,menyusul ucapan dari Sassya,Agatha,Sandra,dan Clara kakak iparnya.
Zee membalas pesan tersebut dengan singkat.
"Thx."
Seperti biasanya,Zee tidak pernah berminat merayakan ulang tahunnya dan tidak merasa terkesan walaupun ada yang memberinya ucapan selamat. Bukannya senang,hal itu terkadang malah membuat Zee ingin marah namun sekuat mungkin ia menahannya.
Saat ada orang lain yang mengucapkan selamat ulang tahun pada Zee,Zee selalu merasa di lukai secara tidak langsung.
Kenangan masa lalu masih bersarang lekat di ingatan Zee dan karena hal itulah Zee tidak mau merayakan hari ulang tahunnya,keluarga Zee semuanya mengerti dengan perasaan Zee dan mereka tidak mau memaksakannya maka dari itu,tak heran bila ulang tahun Zee tidak pernah di rayakan setiap tahunnya.
♡♡♡
Zee mematikan komputernya kemudian membereskan beberapa dokumen yang berserakan di atas meja kerjanya. Setelah itu,Zee bangun dari kursinya,meraih handbag-nya dan bersiap untuk pulang.
Baru dua langkah berjalan,telepon Zee kembali berdering. Zee lagi-lagi harus mengeluarkan ponselnya untuk mengangkat panggilan tersebut.
Ternyata dari Arkhan. Pria itu melakukan vidio call padanya membuat Zee harus segera mengangkatnya.
"Hai.." Sapa Zee dengan datar seperti biasanya.
Arkhan tampak tengah bersandar di headboard putih,sepertinya pria itu tidak berada di kamar rumahnya. Zee yang penasaran pun lantas bertanya.
"Lagi dimana?"
Tampak Arkhan tertunduk lemas. "Bandung. Kan kemarin aku udah ngabarin kalau aku ada kerjaan di Bandung." Suara Arkhan terdengar lesu.
Perlahan kepalanya kembali mendongak.
"Selamat ulang tahun pacarnya Arkhan. Maaf ya,gue gak bisa ke rumah lo buat kasih kado atapun suprise lainnya. Kerjaan gue masih banyak,mungkin lusa baru pulang."
Pria itu semakin merasa bersalah.
Wajah Zee tampak biasa saja mendengar ucapan Arkhan,sama sekali tak ada rasa kecewa yang tergambar di sana.
"Gak usah mikirin suprise. Fokus aja sama kerjaan lo,lagian gue juga gak suka kalau ada yang ngerayain hari ultah gue,lo pun tau alasannya."
Arkhan mengangguk namun wajahnya masih lesu.
"Iya Zee,gue paham. Tapi kan kita pacaran udah empat tahun,gue pengen kali sesekali ngasih lo kejutan di hari spesial lo,gue.."
"Gak ada yang spesial Arkhan. Hari ulang tahun gue itu sebuah musibah yang gak seharusnya di rayakan. Lo gak perlu merasa bersalah."
"Sekarang lebih baik lo fokus sama kerjaan lo di sana,karena gue juga mau balik ke rumah. Udah jam tiga,udah waktunya gue pulang. Gue lagi capek banget hari,jadi gue rasa ada baiknya kita lanjutin besok aja obrolannya. Bye Ar."
__ADS_1
Panggilan telepon di putus sepihak oleh Zee tanpa ucapan manis apapun.
Arkhan jadi semakin merasa bersalah pada Zee.
"Maafin gue,Zee."
♡♡♡
Pagi hari pun tiba,Zee turun dari lantai atas hendak menuju ruang makan,namun saat pintu lift yang menurunkannya dari lantai tiga terbuka. Wajah Arrel tampak berdiri di depan sana sambil membawa sebuah box berwarna biru.
"Mau kemana?" Tanya Zee heran.
"Nyusulin lo." Jawab pria yang berstatus adik barunya itu sambil cengar-cengir.
"Buat?" Zee bertanya lagi dengan nada heran.
"Ngasih ini." Arrel menyodorkan kotak persegi tersebut ke tangan Zee,lantas ia berbalik hendak pergi.
Buru-buru Zee menyusul langkah Arrel dan mencegatnya.
"Eh,main pergi aja. Jelasin dulu,ini apaan?"
"Elah,buka aja sih. Lo kira gue semut yang bisa nembus tuh kotak lewat selah-selahnya? Gue aja belum buka,gimana ceritanya mau tau itu kotak isinya apa."
Arrel malah ngegas.
Zee mendengus kesal,dengan langkah gontai ia berjalan membawa kotak tersebut ke meja makan,mengambil cutter dan mulai membuka isolasi kardus tersebut.
Mata Zee mengerut,tidak ada kado apapun seperti bayangannya. Jangankan Zee,Arrel saja melongo melihat kardus sebesar itu ternyata tak berisi.
Tangan Arrel tergerak untuk membuang kardus tersebut,namun di cegah oleh Zee saat matanya menangkap ada selembar kertas yang di tempel di dasar kotak itu.
Tampak kertas tersebut adalah sobekan dari buku diary bermotif doraemon yang di dalamnya terdapat sejumlah angka kombinasi 0 dan 1 yang membuat kepala Zee migran seketika.
Tidak hanya Zee,Arrel yang ikut mengintip juga merasakan matanya perlahan berkunang-kunang. Buru-buru Arrel memutar kepalanya ke arah lain sambil mengomel.
"Apaan sih? Bahasa planet mana tuh? Bikin pusing aja." Celetuk Arrel sebodoh-bodohnya.
Matematika dasar saja sudah membuatnya benci,apalagi melihat kode biner kampret itu.
"Buang aja lah kak. Orang gila ini mah yang ngirim."
Celetuk Arrel membuat Zee menggeleng tak suka.
"Ini tulisan ada artinya bego." Sentak Zee sambil mengeluarkan handphonenya dan mulai menulis kode tersebut di mesin pencarian.
01000100011010010110000101101101011011110110111001100100010001101100001011100110111010001101100 011001010100001001101001 0110111101110011011010110110111101110000
(otornya mumet...😇🤮🤯)
"Diamond Castle Bioskop." Zee membaca arti dari deretan angka tersebut dengan kedua alis bertautan.
"Maksudnya?" Zee bergumam dengan nada lirih.
Tak lama setelahnya Diana masuk ke ruang makan sembari membawa box lagi yang berukuran sama dengan box tadi.
"Nih,katanya buat kamu." Ujar Diana sambil meletakkan box barusan ke hadapan Zee.
Zee menatap mamanya dengan bingung.
"Kali ini dari siapa ma?" Tanya Zee penasaran juga akhirnya.
__ADS_1
Diana menggeleng. "Mana mama tau,kata satpam tadi ada yang bunyiin bel gerbang eh pas di buka ada paket di sana tapi yang nganterin main pergi aja pake motor. Gak ngomong apa-apa. Mama jadi parno deh."
Wanita itu bergidik ngeri.
Zee mengabaikan ucapan sang mama yang terlihat ketakutan. Ia membuka box tersebut dan kali ini Zee mendapatkan sesuatu yang berbeda.
Ada sebuah gaun berwarna biru muda dengan dominasi warna galaxi di bagian punggung hingga ke ujung bawahnya yang membuat gaun tersebut tampak menawan.
Zee mengangkat perlahan gaun tersebut dan menemukan selembar kertas terselip diantaranya.
Zee mengambil kertas tersebut dan membacanya.
"GAUN INI UNTUK DIPAKAI!!!"
Sebuah perintah dengan tiga tanda seru yang membuat Zee geleng-geleng kepala.
Arrel dan Diana menatap ke arah Zee dengan ekspresi bingung.
"Kamu punya penggemar rahasia Zee?" Tanya Diana penasaran.
Zee menggeleng. "Bukan dari penggemar rahasia deh ma,kayaknya ada yang mau ngajak Zee ketemuan." Jawab Zee seolah sudah menebak apa maksud dari barang dan kode yang barusan ia dapat.
"Ngajak ketemuan? Bang Ar maksudnya?" Tanya Arrel penasaran.
Seketika Zee tertegun. "Bukannya Arkhan masih di bandung?" Batin Zee.
Mengingat keberadaan sang pacar yang masih di bandung,Zee seketika ikutan parno.
Ia berniat menyuruh Arrel membuang kotak-kotak tersebut. Namun belum sempat mulut Zee berbicara William tiba-tiba masuk ke dalam sambil membawa kotak juga yang membuat Zee menatap horror pada sang papa.
"Papa bawa kotak juga?" Tanya Zee tak percaya.
William mengangguk. "Iya nih,kata bi Siti ini dari kurir paket buat kamu. Berhubung papa mau ke sini ya sekalian saja papa bawakan. Memangnya barang apa yang kamu pesan?" Tanya William kepo.
Zee tidak menyahut hanya mengangkat bahunya saja.
Ia pun membuka box ke tiga itu dengan cara di robek karena sudah merasa kesal dengan deretan kotak yang datang kepadanya sepagi ini.
Box terbuka. Zee semakin tak paham dengan maksud isi di dalamnya,di sana ada sebuah jam weker berbentuk doraemon. Hanya itu saja. Tanpa kertas,tanpa petunjuk apapun.
Tanpa sadar tangan Zee terkepal dan brak...
Zee meninju meja dengan keras
"Apa ini woi!!!!!!"
♡♡♡
Guys...
Azell mau curhat😂
Masa kan Azell pusing2 bikin binarry code nya dengan cara nerjemahin satu persatu huruf. Kebayang kan gimana pusingnya. Nah sialnya pas otor udah selesai tuh bikin semua terjemahannya.
Otor nonton utub tentang binarry code. Ada salah stau channel yang bikin konten binarry code pakai app.
Kebayang guys...,kesalnya otor sampe gigit bantal...
Kalau otor tau ada app yg bisa nerjemahin tuh barang,gak bakalan otor repot2,nerjemahin satu persatu..
Pusing njir....,kesal ih!!!
__ADS_1