RUNTUH

RUNTUH
Berbelit Belit


__ADS_3

"Ar,tadi kata Delice Kim datang ke rumah lo buat masak sama bunda. Dia masih di sana?" Tanya Sandra penasaran.


Dan tanpa Sandra sadari,pertanyaannya membuat Arkhan panik sedangkan Zee dan Zergan langsung memasang raut dinginnya.


"Mampus!! Mati aja lo San." Batin Arkhan sambil memeloti Sandra.


Tanpa aba-aba,Arkhan langsung mematikan sambungan telepon dengan Sandra sehingga yang tersisa hanya dirinya dan Zee saja.


"Hehe,Zee. Sayang. Ka..,kamu mau denger penjelasan aku dulu kan?" Tanya Arkhan antisipasi saat melihat raut wajah Zee yang menyeramkan.


" Jelasin sepuluh menit dari sekarang." Pinta Zee tanpa nada,tanpa titik,koma ataupun tanda seru. Benar-benar datar dan lurus seperti papan setrika.


Arkhan meneguk ludahnya beberapa kali,sebelum akhirnya menghela napas panjang-panjang untuk mengurangi rasa tegang di antara mereka.


"My boo,honey bunny,sweetie."


"Sembilan menit!" Potong Zee dengan wajah penuh emosi.


Mendadak napas Arkhan tercekat di tenggorokan akibat ekspresi marah Zee.


"Oke,oke. Aku minta maaf. Aku mau jelasin."


Ujar Arkhan lagi dengan ekspresi yang serius.


"Sebenarnya gini,tadi pas aku datang ke rumah. Makan malam di rumah udah selesai,di ruang makan cuma ada bunda sama ayah. Aku jelasin dari awal ya kronologinya." Ujar Arkhan selayak pelaku maling kambing yang tengah di introgasi.


"Aku pulang nih tadi dari rumah kamu jam setengah tujuh. Nyampe rumah jam tujuh dua puluh,terus aku klakson,pak Budi bukain aku pagar,terus aku bawa mobil masuk. Aku parkirin,habis itu aku turun dari mobil,jalan sampai ke depan pintu,terus aku ketuk pintu. Bik Nani bukain aku pintu,aku masuk ke dalam rumah dan ruang tamu gak ada orang."


"Karena gak ada orang,aku lanjut jalan sampe ke ruang makan. Sekalian mau naruh kue yang di kasih mama tadi ke kulkas. Tapi ternyata,pas sampe ke ruang makan. Ayah sama bunda ada di sana,karena di sana ada bonyok aku otomatis aku sungkem dulu dong. Abis sungkem,aku duduk. Bunda nawarin aku makan,aku bilang aku udah makan di rumah kamu. Abis itu kamu mau tau gimana kelanjutannya?"


Arkhan malah menyempatkan dirinya untuk cari mati membuat Zee geram.


"Buruan Siluman Arkhana!! Waktu lo tinggal tiga menit!" Desak Zee dengan gigi gemeretak.


Bukannya takut,Arkhan malah tersenyum lebar sambil melanjutkan penjelasannya yang berbelit itu.


"Kelanjutannya adalah...." Arkhan menghentikan ucapannya.


Zee memutar bola matanya malas,hampir saja ia mematikan panggilan vidio tersebut. Namun masih bisa ia tahan saat Arkhan kembali berbicara.


"Aku gak liat ada Delice di ruang makan,aku tanya dong sama bunda. Aku tanya gini, 'Bun,Delice mana? Gak makan malam?' Gitu kan aku tanya sama bunda. Terus bunda jawab kayak gini. 'Elis makan malam kok. Cuma kayaknya masih ngambek,makanya naik duluan.' Gitu bunda jawabnya,terus aku tanya lagi. 'Ngambek kenapa?' dan kamu mau tau dia ngambek kenapa?"


Arkhan kembali mengulur waktu,membuat Zee benar-benar geram.


"Tut!!" Sambungan telepon mati.

__ADS_1


Zee mematikan sambungan telepon secara sepihak membuat Arkhan gelagapan.


Buru-buru Arkhan melakukan panggilan ulang,namun sayangnya telepon Zee sudah tidak aktif membuat Arkhan panik bukan main.


"Sial. Kenapa jadi gini sih. Niatnya kan gue pengen ngelawak biar Zee senang,kenapa malah ngambek beneran ini cewek. Alamak!!"


Arkhan yang panik langsung berlari keluar kamar sambil ngedumbel.


Tak kehabisan akal,Arkhan berlari ke ruang tamu dan meraib telepon rumahnya untuk melakukan panggilan ke rumah Zee.


Beberapa kali terdengar nada tunggu,hingga tak lama setelahnya panggilan terhubung. Terdengar suara perempuan di sebelah sana.


"Halo,dengan saya bi Ijah di kediaman keluarga William. Ada yang bisa saya bantu?"


Tanya suara tersebut,yang ternyata adalah bi Ijah salah satu pelayan di rumah Zee.


"Halo bi Ijah," balas Arkhan. "Bi,ini Ar. Bi tolong panggilin Zee dong,suruh dia turun buat angkat telepon. Tapi jangan bilang kalau Ar yang nelpon ya. Bilang aja ada telepon dari Sandra atau siapa gitu bi,yang penting jangan bilang itu dari Ar sebelum Zee yang angkat teleponnya. Please ya bi." Pinta Arkhan pada bibi dengan penjelasan panjang lebar.


Bibi sempat terdiam sebentar,guna mencerna perintah Arkhan. Namun detik berikutnya ia pun mengerti.


"Baik den Ar. Tunggu sebentar ya,bibi ke kamar non Zee dulu." Ujar bi Ijah yang di angguki oleh Arkhan di sebelah sana.


Padahal jelas si bibi takkan bisa melihat anggukan kepala Ar,tapi bodo amatlah batin Ar. Yang penting ia bisa bicara dengan Zee lagi.


Bibi pun segera beranjak dari tempatnya berdiri dan naik ke lantai tiga menggunakan lift,menuju ke kamar Zee.


Tak sampai dua menit,pintu akhirnya di buka.


Tampak Zee keluar dengan stelan doraemon lengkap dari ujung kuku kaki sampai ujung ubun-ubunnya.


Gadis itu tampak menatap bi Ijah heran.


"Kenapa bi Ijah? Bukannya makan malam udah selesai tadi?" Tanya Zee heran. Tak biasanya pembantunya ini ke kamar jika tak ada kepentingan.


Bi Ijah tampak agak gugip dengan tatapan dingin Zee.


"A..,anu non. Di bawah ada telepon dari non Sandra. Mau ngomongin masalah kerjaan katanya." Ujar bi Ijah berbohong dengan sangat mulus.


Zee menatap bi Ijah curiga. "Kenapa Sandra gak nelpon ke nomor aku?" Selidik Zee.


Bi Ijah sempat gelagapan sebentar,namun setelahnya ia kembali berkata. "Anu non,HP non tadi gak bisa di telpon. Iya gak bisa telpon,gitu katanya." Bi Ijah kembali berbohong dengan mulus.


Kali ini,saking mulusnya. Zee bahkan langsung percaya.


Setelah menutup pintu,Zee pun berjalan mendahului bi Ijah tanpa bertanya apapun lagi.

__ADS_1


Bi Ijah menghela napas lega.


"Untung nona muda gak curiga." Batinnya.


♡♡♡


Di bawah,Zee langsung meraih gagang telepon dan ternyata panggilan masih tersambung.


"Halo Sand." Sapa Zee polos,sepolos anak kecil gak pake baju.


Di seberang sana Arkhan melompat senang.


"Sayang,halo!! Halo! Jangan di matiin ya teleponnya. Kali ini aku gak bakalan main-main lagi. Aku sungguh-sungguh mau jelasinnya." Arkhan langsung nyerocos tanpa membiarkan Zee menyahut apapun lagi.


Zee saja sampai shock,saking shocknya Zee tidak berkata apapun sampai Arkhan terdengar kembali melanjutkan kalimatnya.


"Tadi obrolan kita sampai di 'kenapa Delice ngambek kan?' "


Arkhan belum melanjutkan ucapnnya,menunggu respon Zee. Namun tak ada suara apapun. Walaupun begitu,telepon masih terhubung. Zee hanya tak berbicara membuat Arkhan harus tetap melanjutkan penjelasannya tanpa menunggu respon Zee.


"Delice ngambek karena di marahin bunda. Kamu tau kenapa bunda marahin dia? Itu semua karena dia,Clara dan Agatha abis ngerjain Kim abis-abisan kemarin. Ya aku belum tau jelas sih,gimana cara mereka ngerjain Kim. Tapi dari raut wajah bunda tadi,aku tebak kalau kelakuan mereka parah banget."


"Kalau kamu mau tau lebih jelas,besok kamu ke rumah aku. Ajak Clara sama Agatha sekalian,besok kita tanya langsung kronologi ceritanya sama mereka. Kamu mau kan?"


Tanya Arkhan memastikan setelah penjelasan panjangnya.


Terdengar helaan napas sebentar sebelum akhirnya Zee buka suara.


"Besok,sepulang kerja gue ke rumah lo."


Jawab Zee sambil mematikan sambungan telepon.


Ia masih marah,namun di seberang sana Arkhan cukup bisa bernapas lega karena Zee masih mau buka suara.


♡♡♡


Next...,masih slow ya...


Belum konflik puncak.


Calm down,aku sengaja pelanin ritme cerita sambil menunggu sesuatu.


Jadi harap bersabar...


Jangan lupa juga untuk meninggalkan like vote dan komen dan kalau kalian tidak keberatan,bisa bagikan cerita ini di SW,SG dll untuk membantu agar cerita ini di kenal banyak orang..

__ADS_1


Sekian permintaan Azel,kurang lebihnya boleh di kembalikan...



__ADS_2