RUNTUH

RUNTUH
Menunggu Penjelasan


__ADS_3

Jessie salah satu asisten Zee baru saja melaporkan jika Arkhan datang ke kantornya pagi ini dan sedang menuggu dirinya di ruang tamu kantor Zee.


Zee akhirnya keluar dari ruang kerjanya dan masuk ke ruang yang biasanya di khususkan untuk para klien yang menunggu jika ingin bertemu dengannya.


Begitu masuk ke dalam,Zee bisa melihat Arkhan tengah duduk di sofa sambil menulis-nulis menggunakan pen digital miliknya ke layar tablet yang tengah ia pegang.


Tanpa menyapa,Zee langsung duduk di depan sofa tunggal yang ada di hadapan Arkhan.


Arkhan akhirnya sadar dengan kehadiran Zee setelah melihat kaki gadis itu.


"Zee." Panggilnya menyapa duluan dengan raut agak takut.


Zee mengangguk. "Kenapa?"


"Kamu marah?" Tanya Arkhan dengan nada khawatir.


"Marah kenapa?" Tanya Zee masih dengan raut datarnya.


Arkhan menatap Zee menyelidik. Ia bisa merasakan ada aura kemarahan yang saat ini tengah Zee pendam.


"Pagi tadi aku agak telat berangkat dari rumah. Terus kejebak macet,pas sampai di rumah kamu. Bibi yang bukain pintu bilang kamu udah berangkat kerja. Orangtua kamu juga udah berangkat kerja,makanya aku susulin kamu ke sini,aku mau jelasin kalau aku gak niat ingkar janji,cuma ya itu. Tadi pagi macet." Jelas Arkhan pada Zee.


Zee mengangguk dengan raut datar dan semakim menatap Arkhan dengan tatapan dingin. Dari sekian banyak kata yang keluar dari mulut Arkhan pagi ini,tidak ada satupun yang menarik bagi Zee.

__ADS_1


Bukan ini yang mau Zee dengar. Ia mau Arkhan menjelaskan ada kejadian apa saja semalam dan tadi pagi. Terutama kejadian tadi pagi di depan gerbang rumahnya Arkhan,ia melihat hal itu dan ia mau Arkhan menjelaskan tanpa ia tanya. Ia mau melihat sampai di mana keterbukaan Arkhan padanya,tapi sepertinya Arkhan sengaja menutupinya dari Zee dan itu membuat Zee marah. Ia merasa di khianati.


"Zee,kenapa kamu diam aja? Kamu beneran marah?" Tanya Arkhan lagi.


Zee menggeleng sembari menarik napasnya dengan malas.


"Fyuhh..,buat apa aku marah cuma perihal kamu gak jemput? Selama ini aku juga sering nyetir sendiri. Aku juga gak maksa di jemput ataupun di antar,kamu sendiri yang menawarkan diri. Ya kalau kamu merasa itu janji,ya tepati tapi kalau kamu gak bisa nepati ya gak rugi juga buat aku. Aku gak minta kan?" Zee berkata dengan nada serendah mungkin,berusaha menetralkan amarahnya.


Ia masih berharap Arkhan jujur. Mungkin besok,atau lusa. Atau jika ke depannya hal itu terjadi lagi,Zee berharap Arkhan jujur. Ia masih ingin memberi pria itu kesempatan.


"Kamu gak marah Zee. Tapi raut wajah sama nada bicara kamu beda. Kamu kayak orang lagi marah,aku ada buat salah lagi? Atau ada yang gak suka?" Tanya Arkhan kembali.


Zee kembali menggeleng. "Aku gak marah. Kalau pun aku marah,kamu gak perlu nanya kenapa. Ingat-ingat aja dulu,siapa tau ada hal yang kamu lakuin tanpa sepengetahuan aku dan mungkin aja aku diam-diam tau. Tapi aku gak ngomong,nunggu kamu jelasin sendiri. Itupun kalau kamu mau. Kalau gak,ya udah."


Arkhan menatap Zee heran. Ia seperti merasakan ada kecemburuan dari nada bicara Zee. Sepertinya Arkhan mulai paham situasi ssat ini.


"Zee,aku mau nanya. Apa kamu udah tau,kalau Kim sekarang jadi tetangga aku?"


Entah ada dorongan apa,tapi Arkhan punya firasat jika sikap dingin Zee ini ada hubungannya dengan Kim. Zee kan punya mata di mana-mana,termasuk adiknya di rumah sana. Pasti gadis itu sudah melaporkan apa yang ia lihat kemarin pada Zee,ya Arkhan yakin itu.


Sementara itu,perasaan Zee terasa lega setelah apa yang ingin ia dengar dari mulut Arkhan akhirnya keluar. Wajahnya yang tadi kaku,kini mulai terlihat melemas.


"Jadi kamu beneran udah tau?" Sekali lagi Arkhan bertanya untuk memastikan. Ia bisa melihat jika raut wajah Zee sudah berubah. Dugaan Arkhan benar artinya.

__ADS_1


Zee masih bungkam dengan raut datarnya. Entah kenapa ia enggan menjawab pertanyaan Arkhan. Ia hanya mau mendengar kelanjutan dari penjelasan Arkhan. Terutama tentang kejadian tadi pagi,ia melihat dengan jelas jika Kimberlly memberikan Arkhan dua buah papper bag dan ia mau Arkhan menceritakan hal itu padanya.


"Zee,kenapa kamu diam aja? Aku masih ada salah sama kamu?" Arkhan kembali bertanya dengan raut frustasi.


"Zee dengerin aku. Aku tau kamu mungkin masih kecewa karena kejadian di bandara,di cafe Amora terlebih kejadian Kimberlly yang mendadak jadi tetangga aku. Aku tau kamu nganggap hal itu gak logis,tapi itu semua bukan kemauan aku Zee."


"Aku gak pernah minta dia pulang ke Indo bareng aku,aku juga gak tau kalau hari itu dia bakalan ada di cafe Amora,terlebih masalah satu ini. Kim mendadak jadi tetangga aku,aku gak tau soal itu. Kamu mau marah tentang ini ke aku?"


Tak ada jawaban Zee masih tetap bungkam bahkan kini membuang mukanya ke arah lain.


"Zee! Please jangan kayak gini! Aku gak ada sedikit pun niat buat nyelingkuhin kamu,apalagi ngehianatin kamu dengan ngehadirin orang ke tiga di hubungan kita. Tolong buat rasa curiga berlebihan kamu,Kim cuma teman aku,kita menang udah kenal selama dua tahun lebih selama aku di New York. Tapi kamu bisa lihat sendiri kan? Aku masih balik ke sini,sama kamu buat kamu juga."


Ucapan Arkhan kali ini berhasil membuat Zee buka suara.


"Aku gak salah dengar Ar? Kamu balik ke sini buat aku? Berlebihan Ar,kamu balik ke sini karna memang di sini tanah kelahiran kamu,ada orangtua kamu di sini. Gak sepenuhunya buat aku,satu lagi kamu datang barengan sama Kimberlly. Oke fine,aku bisa terima penjelasan kamu waktu itu,kamu bilang kalian gak sengaja ketemu,terus lagi di cafe Amora,kamu bilang itu kebetulan. Aku masih berusaha terima,dan sekarang dia mendadak jadi tetangga kamu. Satu lagi,jangan kamu kira aku gak tau kalau ternyata ruko tempat dia buka toko kue itu ada di dekat kantor kamu."


"Udah jelas Ar,dari semua yang terjadi di sini. Kamu masih bisa bilang ini kebetulan? Gak di sengaja? Itu terlalu mulus buat sesuatu yang di sebut kebetulan Ar."


"Aku paham Zee. Aku tau! Aku tau kalau ini emang kedengaran ganjil. Tapi mau gimana lagi? Aku gak minta kan? Lagian udahlah Zee,aku sama dia cuma temenen,gak lebih. Aku juga gak pernah tuh nyamperin dia ke rumah walaupun kita tetanggaan,aku juga gak berangkat kerja sama dia. Aku berusaha jaga jarak Zee."


"Kamu yang jaga jarak. Lalu dia? Kamu yakin dia mau jaga jarak dari kamu? Kamu mau belain dia karena dia teman kamu? Apa gak bisa sedikitpun kamu naruh curiga kalau dia sengaja ngikutin kamu karna dia suka sama kamu!!"


♡♡♡

__ADS_1


Like vote komen...


__ADS_2