
Amora Cafe
Jam menunjukkan pukul setengah dua siang,Arkhan memarkirkan mobil miliknya di parkiran cafe Amora tempat ia biasa bersantai dengan Zee dulu.
Sengaja ia mengajak Kim ke sini karena memang ingin mengobrol serius dengan gadis itu dan jika tadi ia memaksakan mengobrol di rumah pasti urusannya takkan selesai karena ada Delice.
"Duduk Kim,pesen minuman dulu." Suruh Arkhan saat keduanya sudah memasuki cafe dan memilih tempat duduk di sudut ruangan.
Kim mengangguk singkat dan langsung menyebutkan pesanannya pada pelayan yang bertugas.
Sambil menunggu pesanan datang,keduanya sedikit mengobrol.
"Gimana keadaan lo?" Tanya Arkhan membuka obrolan.
Kimberlly meletakkan tangannya di atas meja kemudian menjawab dengan kalem.
"Aku baik. Seperti yang kamu liat,aku hanya di rawat semalam di rumah sakit. Berhubung kulitnya tidak terlalu melepuh,aku hanya di berikan beberapa salep dan besoknya sudah pulang." Jelas Kim panjang lebar.
"Syukurlah." Jawab Arkhan singkat.
"Sorry sebelumnya,kemarin gue gak sempetin buat jenguk lo,karena ternyata Zee juga di bawa ke rumah sakit. Kaki dia juga luka kena pecahan beling." Jelas Arkhan lebih lanjut.
Kimberlly memasang wajah kaget. "Oh iya?? Terus gimana? Parah gak lukanya? Atau sekarang masih di rumah sakit?" Tanya Kimberlly masih dengan wajah kaget campur khawatir,entah beneran atau hanya di buat-buat.
"Lukanya gak terlalu parah,cuma memang sedikit dalam dan kabar baiknnya dia gak sampe di rawat."
Arkhan menjeda ucapannya sebentar untuk mengambil minuman yang di berikan pelayan padanya.
"Tapi setelah ngeliat Zee masuk rumah sakit kemarin,jujur aja Kim. Gue mau lo ralat ucapan lo tentang Zee yang kata lo sengaja numpahin kuah sayur malam itu. Gue yakin itu semua gak sengaja Kim. Percaya sama gue."
Raut wajah Kimberlly berubah mendung mendengar pernyataan Arkhan barusan.
"Jadi..,maksud kamu aku bohong? Kamu mau nuduh aku fitnah Zee dan teman-temannya,gitu kan maksud kamu?" Tanya Kimberlly dengan nada tersinggung.
Arkhan menggeleng,masih mencoba menjawab ucapan Kimberlly setenang mungkin.
__ADS_1
"Gue gak nuduh lo yang enggak-enggak Kim. Tapi gue bicarain fakta,gue kenal Zee udah dari lama,terlepas dia pacar gue atau bukan tapi sedari awal lo harus tau kalau Zee bukan tipe pengecut yang akan nyerang dari belakang. Itu bukan sifat dia."
Arkhan berusaha menjelaskan dengan penuh penekanan.
Kimberlly tampak tidak terima dengan ucapan Arkhan dan berusaha menapik dengan sanggahan.
"Tapi buktinya dia nyiram kuah sop panas itu ke belakang aku Ar,adik kamu juga dan teman-temannya itu. Aku yakin mereka semua sengaja ngerjain aku karena mereka benci sama aku."
"Mereka mungkin gak benci sama lo Kim. Tapi coba lo ingat-ingat lagi,ada gak hal yang lo lakuin yang mungkin gak mereka suka."
"Sekarang gini,gue mau tanya satu hal serius sama lo. Bener gak lo nganggap gue sahabat? Atau mungkin ada perasaan lain yang saat ini tumbuh di hati lo."
"Soryy bukan maksud gue kepedean atau gimana Kim. Tapi gue ngerasa sikap lo ke gue semenjak kita di Indonesia itu beda,beda dengan kita dua tahun yang lalu."
"Lo beneran suka sama gue?"
Kimberlly tercekat kaget mendengar pernyataan sekaligus pertanyaan yang Arkhan lontarkan barusan. Bagai terhantam bom waktu,untuk sesaat Kimberlly tidak bisa berkata apapun sampai Arkhan kembali berbicara.
"Kenapa lo diam Kim? Apa jangan-jangan semua ucapan adik gue,Clara,Agatha dan Zee tentang lo yang punya perasaan lebih sama gue itu benar? Lo juga deketin bunda gue karena ingin dapat perhatian dari gue,iya?" Tanya Arkhan to the point.
"KIMBERLLY JAWAB!!" Bentak Arkhan geram.
Bentakan Arkhan berhasil membuat Kimberlly kaget sekaligus marah. Baru kali ini Arkhan membentaknya seumur mereka berteman dan itu berhasil membuat Kim semakin benci pada Zee. Gadis yang sudah merampas Arkhan-nya.
Kimberlly bangkit dari duduknya dan menatap Arkhan nyalang.
"Iya Arkhan. Iya. Aku suka sama kamu,sedari awal aku memang gak pernah menganggap kamu sahabat,kamu itu spesial buat aku dan aku gak mau perhatian kamu terbagi karena kehadiran Azellea."
Arkhan ikut berdiri dengan raut penuh emosi.
"Lancang mulut lo Kim. Sedari awal gue gak pernah berbagi perhatian sama siapapun,Zee memang pacar gue dan dia pantes gue perhatian. Lo terlalu menganggap lebih perhatian gue padahal lo sendiri tau kalau sedari awal gue baik sama lo karena memang gue anggap lo teman. Zee itu lebih dulu hadir di hidup gue ketimbang elo,dia gak ngerebut apapun. Kepercayaan diri lo yang berlebihan itu yang bikin lo ngerasa kehilangan dan tersaingi."
"Satu lagi Kim,gue gak suka sikap lo yang sok perhatian dan berusaha ngedeketin bunda gue. Gue peringatin sama lo,apapun yang lo lakuin itu gak akan membuahkan hasil karena hati gue cuma buat Zee."
"Terserah lo mau anggap gue kejam atau jahat,lo mau anggap gue semena-mena atau apapun itu,tapi sedari sekarang gue ingetin berhenti temuin gue kalau perasaan lo masih egois dan berniat ngehancurin hubungan gue dan Zee."
__ADS_1
"Cukup kemarin-kemarin gue baikin lo Kim. Gue kira lo memang tulus mau temenen sama gue,tapi setelah gue pikir-pikir ulang sampai di mana lo fitnah Zee,Delice dan teman-temannya. Semua kepercayaan gue sama lo hilang."
"Sekarang terserah lo. Mau lo masih anggap gue teman atau lo benci sama gue,itu urusan lo. Intinya gue minta,mulai sekarang berhenti temuin gue dan kalau bisa sekalian lo cari tempat baru yang jauh dari rumah orangtua gue. Gue gak suka lo ngusik bunda atapun Delice. Paham?"
Kimberlly menatap Arkhan dengan mata berkaca-kaca tak percaya. Arkhan tidak peduli,ia hendak berlalu namun tangannya di cekal oleh Kimberlly.
"Ar,tunggu. kita masih perlu bicara,aku mau minta maaf dan please dengerin aku dulu."
Pinta Kimberlly memohon.
Arkhan menatap ke sekeliling,beberapa pasang mata tampang memperhatikan keduanya.
"Kim,lepas. Gue gak ada urusan lagi sama lo."
Pinta Arkhan penuh penekanan.
Kimberlly menggeleng.
"Aku tau kalau kamu sama Azellea udah putus. Maka dari itu please kasih aku kesempatan,aku suka sama kamu." Lirih Kimberlly.
Dan setelahnya,Kimberlly tanpa malu memeluk Arkhan dari belakang membuat ketiga orang yang baru akan memasuki cafe tampak terdiam mematung.
Bukan hanya ketiga orang itu yang kaget,Arkhan pun tampak tak percaya dengan penglihatannya saat ini.
"ZEE!!" Panggil Arkhan kaget sambil melepaskan pelukan Kimberlly dengan kasar dan berlari keluar mengejar Zee yang sudah berbalik badan meninggalkan pintu cafe.
♡♡♡
Sebenarnya aku gk sempat ngetik guys...
Aku sibuk banget hari ini,but aku sempet-sempetin karena takutnya kalian nunggu..
Hehe..
Jangan lupa...
__ADS_1
Like vote komen...