RUNTUH

RUNTUH
Kedatangan Kimberlly


__ADS_3

Saat ini di halaman belakang rumah baru Arkhan,Arkhan sedang di hadapkan dengan nasehat-nasehat dari Kaivano selaku sahabat Zee dan juga Delice sang adik yang nyatanya lebih memihak Zee dan turut mengomeli dirinya karena kejadian beberapa saat lalu.


"Lo denger kan bang,Kai tadi ngomong apa?"


Tanya Delice untuk yang kesekian kalinya.


Arkhan mencebikkan bibirnya dengan raut wajah tengil,refleks Delice mencubit perut Arkhan dengan kuat.


"Awhh. Sakit bego!!" Arkhan menepis kasar tangan adiknya itu.


"Makanya jangan tengil. Lo denger gak tadi Kai bilang apa? Denger gak??"


"Denger Delice!!"


"Apa??"


"Kalau mau baikkan sama Zee itu jangan pake otak tapi pake otot." Ujar Arkhan makin menyebalkan.


Kali ini bukan cuma Delice yang emosi,Kai yang di kenal paling dingin dan jarang menunjukkan emosinya pun jadi ikut-ikutan panas menghadapi ketengilan Arkhan.


"Lo mau di bantu gak sih?? Masih mau balikkan sama Zee gak??" Tanya Kaivan serius.


Arkhan mengangguk cepat. "Mau lah!!"


"Makanya serius Ar. Gue gak suka cara becanda lo yang gak ngeliat situasi gini. Bisa serius kan?" Nada bicara Kaivan terdengar mengintimidasi.


Arkhan mengangguk lemah.


"Habisnya,gue frustasi Kai. Baru kali ini gue sama Zee ribut besar,lalu gue harus gimana? Di satu sisi gue memang gak ngerasa sepenuhnya ini salah gue,Zee juga yang langsung pergi hari itu tanpa mau dengerin penjelasa gue."


"Sampe Zee mutusin lo. Itu artinya kesalahan lo fatal Arkhan. Jangan egois gini,tekan ego lo kalau mau baikkan sama Zee."


"Sekarang gini,gue tanya sama lo. Kalau kondisinya di balik. Lo ada di posisi Zee,gue dan lo kecelakaan terus Zee milih nyelamatin gue duluan ketimbang lo. Marah gak lo?"


"Begitupun dengan kejadian-kejadian sebelumnya. Secara gak sengaja ataupun di sengaja,setiap harinya gue deketin Zee,cari-cari kesempatan buat selalu bareng sama Zee,kira-kira lo bakalan cemburu gak??"


Bukannya paham dengan perumpamaan yang di berikan Kaivan,Arkhan malah terpancing cemburu. Ia merasa ucapan Kaivan barusan seperti sengaja mengingatkan tentang kedekatan Kaivan dengan Zee dulu.


"Lo ngomong gini sengaja ya? Sengaja buat ngingetin gue kalau lo lebih dulu deket sama Zee di banding gue? Gitu maksud lo?"


Kaivan mengusap wajahnya dengan kasar.


"Astaga Ar. Otak lo taruh di mana sih?? Maksud gue itu 'misalnya' Ar 'misal. Bisa gak otak lo disinkronin dikit biar gak salah tangkap terus."

__ADS_1


"Ya terus,gimana maksud lo?"


"Ya gak gimana-gimana. Gini loh Ar,hubungan lo sama Zee udah berakhir. Udah gak ada yang bisa lo pertahanin lagi kan? Tapi gue rasa lo bisa coba untuk menarik simpati Zee lagi."


"Dari yang gue liat kepercayaan Zee sama lo udah hilang,mungkin belum sepenuhnya hilang dan gue rasa yang harus lo lakuin cuma satu. Kembalikan kepercayaan Zee lagi,kalau emang gak bisa ya mau gak mau lo harus relain Zee. Gue gak ada saran lain."


Arkhan menggeram frustasi. Ia sudah mencoba cara itu dan belum membuahkan hasil. Lalu harus di coba lagi? Begitu?


"Lo berdua kan sahabat Zee,gak bisa apa,bantu gue bujukin Zee secara langsung. Bisa kan?"


"Gak." Jawab Delice cepat. "Lo yang buat masalah,ya lo lah yang selesain sendiri."


Kaivan mengangguk setuju. "Delice benar. Gue sama Elis gak bisa bantu lo,kalau kita bantu lo. Kemungkinan hubungan persahabatan antara kita dan Zee bisa ikutan renggang." Jawab Kai logis.


"Kalau lo mau dapat kepercayaan Zee lagi,lo harus kasih dia bukti. Gak usah kebanyakan ngomong,Zee gak butuh itu. Lo harus buktiin kalau lo emang pantes dapat kepercayaan dia lagi lewat tindakan lo." Nasehat Delice bijak.


Arkhan menggaruk-garuk kepalanya dengan tampang sebal.


"Sip Liz. Paham gue sekarang." Sahut Arkhan sambil beranjak dari duduknya.


"Mau kemana lagi lo?"


Tanya Delice heran.


"Gue mau ke rumah Zee lah. Lo berdua bilang gue harus berjuang buat dapetin kepercayaan Zee lagi,ini gue mau coba."


Jawab Arkhan polos.


Delice menepuk jidatnya dengan raut frustasi. "Astaga Geblek. Ya gak sekarang jugalah. Kalau lo ke sana sekarang,lo bukannya baikkan sama Zee tapi malah ribut sama abangnya Zee. Lo lupa kalau di sana lagi ada Davian hah? Mau berantem lagi lo sama dia?"


"Gampang itu. Gue gak takut sama dia."


"Pletak."


Sepotong kue kering mendarat di kening Arkhan. Delice melemparinya dengan kue kering yang ada di dalam toples di hadapannya saat ini.


"Lo kalau bodoh kira-kira dong. Gercep sih gercep,tapi kalau gini namanya bukan gercep tapi goblok. Mending sekarang lo duduk,lo pikirin besok lo harus ngelakuin perbuatan apa yang sekiranya bikin Zee terkesan,duduk lo sekarang."


Perintah Delice tegas.


Arkhan menggeleng. "Tapi Liz,gue.."


Belum selesai ia berbicara. Terdengar bunyi bel dari depan pintu rumah membuat ketiga orang itu menoleh.

__ADS_1


"Bentar,gue buka pintu dulu." Ujar Arkhan sambil melangkahkan kakinya masuk lagi ke dalam rumah karena saat ini mereka sedang berada di halaman belakang.


Delice ikut berdiri dan langsunt membuntuti Arkhan.


"Gue ikut. Gue mau liat siapa yang datang." Ujar Delice sambil berjalan.


Mau tak mau,Kaivab ikut berdiri juga karena ia malas di tinggal sendiri di halaman belakang.


"Klek." Pintu di buka.


Arkhan langsung memasang raut wajah bingung saat melihat sosok di depan pintu rumahnya ini.


"Kim? N..ngapain di sini? Tau alamat rumah gue dari siapa?" Tanya Arkhan beruntun.


Bukannya menjawab Kimberlly malah tersenyum lebar. "Aku boleh masuk gak?" Tanyanya tak tau malu.


"GAK BOLEH!!" Bukan Arkhan yang menjawab,tapi Delice yang kini sudah muncul dari balik belakang Arkhan.


"Siapa sih yang nyuruh lo ke sini?" Tanya Delice sinis membuat Arkhan merasa tidak enak dan langsung menyikut lengan Delice dengan pelan.


"Apa sih bang? Gak terima TEMAN lo ini gue bentak?"


"Gak gitu dek. Udah sekarang mending lo masuk deh. Biar gue ngomong sama Kim dulu."


"Kai,bawa adek gue masuk ke dalam." Pinta Arkhan pada Kai yang langsung di angguki oleh Kai walaupun Delice keberatan.


Setelah Delice masuk ke dalam dengan bantuan Kaivan. Kini tinggallah Kimberlly dan Arkhan yang masih saling tatap dengan Kimberlly yang terus memasang senyum lebarnya.


"Boleh masuk gak?" Tanya Kimberlly lagi.


Arkhan dengan cepat menggeleng.


"Sebaiknya gak perlu masuk Kim. Kita cari tempat ngobrol di luar aja. Kebetulan ada sesuatu yang pengen gue omongin sama lo."


Ujar Arkhan dengan raut serius.


Kimberlly mengangguk paham. "Ya udah,kalau gitu kita keluar. Kebetulan ada hal juga yang pengen aku omongin sama kamu."


"Ya udah. Kalau gitu,gue ambil kunci mobil dulu,lo tunggu di sini."


Arkhan masuk ke dalam rumah dan tak lama setelahnya ia kembali lagi keluar dan keduanya langsung berangkat menggunakan mobil Arkhan.


♡♡♡

__ADS_1


Like vote komen.


__ADS_2