
Ivander's Hospital
Mata seorang gadis yang sedari setengah jam yang lalu tidak sadarkan diri di atas ranjang pasien akhirnya mengerjab.
Begitu matanya terbuka,yang pertama kali ia lihat adalah sosok wanita paruh baya yang biasa ia panggil grandma.
"Grandma,what going on? (nenek,apa yang terhadi?)" Tanya gadis tersebut dengan nada bingung saat memperhartikan keadaan sekitar dan sadar ternyata dirinya berada di ranjang pasien.
Wanita paruh baya yang ia panggil grandma tadi juga tampak menggeleng tak mengerti.
"Nenek belum tau pasti,tadi nenek di hubungi orangtua Arkhan agar menyusul ke rumah sakit karena katanya kamu pingsan akibat tersiram air panas. Harusnya nenek yang bertanya,sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kamu sampai tersiram air panas?"
Tanya Grandma dengan ekspresi menuntut.
Kimberlly terdiam sebentar mendengar pernyataan sang nenek. Setelah beberapa saat terdiam,Kim kembali buka suara.
"Grandma,bisakah Grandma panggilkan Arkhan ke sini sebentar? Ada hal yang mau Kim pastikan dulu,nanti setelahnya baru Kim jelaskan pada Grandma apa yang sebenarnya terjadi." Pinta Kimberlly pada sang nenek.
Tanpa banyak bertanya lagi,Grandma berjalan ke luar kamar meninggalkan Kimberlly yang tampak tersenyum puas.
"Sepertinya rencana ku berhasil. Buktinya Arkhan ada di sini. Satu kosong Azellea,kamu sepertinya tersingkirkan olehku. " Batin Kimberlly bersorak senang.
Tak lama setelahnya pintu terbuka menampakkan Arkhan yang berjalan masuk ke dalam kamar tempat Kim di rawat.
"Ada yang bisa gue bantu?" Tanya Ar sekenanya.
Arkhan menatap Kim sebentar sebelum akhirnya membuang muka ke arah lain. Ada perasaan bersalah yang mendadak melingkupi perasaannya saat teringat Zee di rumah.
Tadi sebenarnya Arkhan berniat kembali ke rumah setelah mengantarkan Kimberlly ke rumah sakit. Namun di cegah oleh bunda dengan alasan Zee masih sadarkan diri dan di sana ada Delice dan teman-temanya. Dengan terpaksa Arkhan akhirnya menurut.
"Arkhan!! Bisa kita bicara sebentar? Tanya Kim beberapa saat setelah keduanya saling hening.
"Apa?" Jawab Arkhan singkat tanpa memandang ke arah Kimberlly.
"Ar,aku tau kamu mungkin pengen ngejauh dari aku untuk menjaga perasaan Zee. Tapi ada satu hal yang harus aku sampaikan soal kejadian tadi sore."
__ADS_1
Kimberlly menjeda ucapannya sejenak menunggu respon Arkhan,namun nihil. Membuat Kimberlly terpaksa melanjutkan ucapannya tanpa respon.
"Maaf sebelumnya Ar,tapi menurut aku kejadian tadi sore di mana aku ketumpahan kuah sayur itu sepertinya sudah di rencanakan. Zee gak mungkin tiba-tiba kepleset,aku ngerasa dia sengaja ngelakuin hal itu karena dia cemburu,dia.."
"Jangan ngomong sembarangan Kim,Zee gak mungkin sengaja nyelakain lo!!" Potong Arkhan setengah membentak.
"Aku tau Ar,aku tau kalau kamu gak akan percaya semudah itu sama aku. Tapi asal kamu tau,banyak orang di sekitaran kamu yang gak suka sama aku termasuk adik kamu dan teman-temannya. Aku tau kamu pasti sudah mendengar cerita jika kemarin aku di kerjai oleh adikmu dan teman-temannya kan?"
Arkhan mengangguk.
"Kamu tau Ar,saat mereka mengerjaiku mereka meminta aku untuk menjauhi kamu dengan alasan kamu punya pacar. Aku tau kalau aku salah karena terlalu dekat dengan pacar orang,tapi aku melakukan itu karena aku cuma punya satu teman di sini dan itu kamu.
Aku mau berteman sama adik kamu dan teman-temannya tapi belum apa-apa mereka sudah menolak kehadiranku.
Dan sekarang,terserah kamu mau percaya atau tidak dengan ucapan ku di awal tadi. Tapi asal kamu tau,aku tidak berbohong soal kejadian tadi sore. Zee tiba menumpahkan kuah sayur di belakangku,entah sengaja atau tidak aku tidak tau yang jelas aku rasa dia cemburu padaku dan mungkin saja karena kecemburuannya dia melakukan hal di luar kendalinya.
Pikirkan lagi Ar ucapanku. Aku berkata begini bukan karena aku menginginkan kalian putus,hanya saja aku merasa terancam dengan sikap mereka. Aku ini teman kamu Ar,tidak seharusnya mereka berlaku begitu. Padahal seharusnya kami juga bisa berteman.
Tolong juga sampaikan pada mereka permintaan maaf ku. Maaf karena sudah membuat mereka terganggu dengan kehadiranku."
Arkhan tertegun dengan setiap kalimat yang Kim ucapkan. Di satu sisi ia tak percaya tentang tuduhan Kim pada Zee karena ia tau Zee bukan gadis yang suka cara licik. Tapi di sisi lain ia iba dan sedikit terusik juga dengan kalimat Kimberlly.
♡♡♡
Setelah percakapan singkat antara Arkhan dan Kimberlly barusan,kini Arkhan tampak berjalan ke luar kamar dengan gontai.
Baru saja ia mau duduk di kursi dekat kedua orangtuanya,dari ujung lorong tampak adiknya Delice datang dengan raut wajah penuh emosi.
"Mana abang?? Mana?" Tanya Delice pada Zergan yang tampak berusaha menahan langkah adiknya dari belakang.
"Liz.." Arkhan berdiri dari duduknya seraya menghampiri kedua saudaranya itu. Begitupun dengan kedua orangtua Arkhan.
"Dek,gimana keadaan Zee??"
"Plak!!"
__ADS_1
Satu tamparan dari Delice mendarat di pipi Arkhan tepat setelah Arkhan menyelesaikan pertanyaannya.
"Lo pikir masih pantas lo nanya kayak gitu? Kemana aja lo dari tadi hah?? Pacar lo kakinya luka,ngeluarin banyak darah. Gue gak habis pikir sama lo bang,kemana naluri lo sebagai pacar Zee? Lebih penting pencokor itu daripada pacar lo hah?? Otak lo taruh mana?"
Delice benar-benar mengeluarkan unek-unek kekesalannya tanpa mempedulikan keberadaan nenek Kimberlly yang ada di situ juga kedua orangtuanya.
"Liz,tenang dulu." Bunda berusaha meraih tangan putrinya untuk menenangkannya,namun segera di tepis oleh Delice.
"Bunda juga. Gak usah sok-sok nasehatin Delice,lebih baik bunda introspeksi diri,kalau bunda gak kasih celah buat si kikim itu dia gak bakalan terus-terusan datang ke rumah dan buat kericuhan di hubungan bang Ar sama Zee,bunda sama abang sama aja.
Kalau Delice jadi Zee,Delice juga kecewa,Zee itu orang yang udah kita kenal dari lama. Secepat itu posisinya tergantikan sama orang baru,dan sekarang Delice yakin Zee pasti kecewa banget sama lo,dan juga bunda. Jangan salahin Zee kalau nanti sulit buat maafin lo. Siap-siap aja lo bang!"
Ucapan Delice benar-benar terdengar penuh ancaman.
Baru Arkhan akan menyahuti setiap ucapan Delice,sebuah brankar tampak di dorong dari ujung lorong dan dari kejauhan tampak seseorang yang mereka kenal di antara para perawat itu.
"Kaivano?" Batin Arkhan dan Delice berbarengan.
"Kai!!" Teriak Delice begitu jarak antara mereka dan brankar mendekat.
Kai menoleh dan sorot matanya langsung menajam melihat keberadaan Arkhan di antara mereka.
"Sus,bawa pasien ini ke ruang VVIP. Kasih dia perawatan terbaik,administrasinya akan saya urus. Saya ada urusan sebentar." Ujar Kaivan dengan nada dingin penuh penekanan.
Setelah mengatakan hal itu,Kaivan pun melangkah menuju ke mana targetnya berada dan begitu sampai di depan Arkhan,Kaivan langsung menarik kerah baju Arkhan.
"Bugh.."
"Bangsat!! Gak pantes lo jadi pacar Michelle!! Anj***!!"
♡♡♡
Yang mau marah silahkan marah sama Arkhan...
Nanti sekalian aku hadiran orang ketiga buat Zee biar Arkhan mangap-mangap...
__ADS_1
Hayuk yang punya pentungan di rumah mangga Arkhannya di gebukin,bantuin Kai gebukin bang Ar,biar bonyok...
Jangan lupa like vote komen tapi..