RUNTUH

RUNTUH
Puas Lo!!


__ADS_3

#Flashback on


Beberapa saat setelah kepergian Arkhan dan Kimberlly tadi,Delice merengek pada Kaivan agar bisa menyusul keduanya orang itu karena ia curiga jika Kimberlly akan membuat masalah baru.


Sebelum berangkat untuk menyusul Arkhan,Delice memaksa masuk ke rumah Zee untuk membawa gadis itu ikur serta karena ia merasa bahwa Zee berhak ikut campur kali ini.


"Zee,keluar bentar!!" Teriak Delice dari ambang pintu rumah Zee membuat semua yang ada di ruang tamu itu menoleh termasuk Arrel yang masih di introgasi oleh Davian.


"Kenapa Liz?" Tanya Zee dengan nada datarnya.


"Lo harus ikut gue."


Delice nyelonong masuk dan langsung meraih tangan Zee tanpa mempedulikan tatapan tak suka dari Davian dan wajah penasaran Arrel.


"Mau kemana emang kak? Arrel ikut dong." Pria imut satu itu mengungkapkan rasa penasarannya dengan raut polos membuat Davian langsung menjewer telinganya.


"Enggak ada ikur-ikut. Lo masih ada urusan sama gue,daripada ikut sama mereka. Mending lo ikut sama gue,dan lo Zee. Karena di sini ada Kaivan sahabat lo sedari kecil,lo boleh ikut sama mereka dengan syarat lo balik tanpa nambah lecet ataupun luka baru. Ingat kaki lo belum sembuh."


"Dan lo Kai. Jaga adek gue,sampe dia kenapa-napa lagi gara-gara tuh cowok playboy. Liat aja,bukan cuma Arkhan. Lo,sama pacar lo ini juga bakalan gue habisin sampe ke akar-akarnya. Paham lo berdua??" Davian berlagak sok garang membuat Kaivan berdecih sinis.


"Hm."


Jawab Kaivan singkat yang tak di tanggapi oleh Arkhan karena ia sudah lebih dulu pergi menuju pintu belakang sambil menyeret Arrel.


♡♡♡


"Ini sebenarnya kita mau kemana sih?" Tanya Zee heran. Namun tak ada sahutan dari Delice.


Saat ini ia sudah di bawa paksa oleh bujukan Delice hingga akhirnya mau masuk ke dalam mobil dan di bawa ke tempat yang belum ia tau mana arahnya..


Beberapa saat kemudian....


"Cafe Amora?" Tanya Zee lagi,saat mobil mereka berhenti di depan cafe yang dulu pernah menjadi cafe favoritnya.


"Ngapain kita ke sini?"


"Banyak tanya deh lo." Delice protes sambil membuka sabuk pengaman dan menuntun Zee  turun dengan hati-hati karena sepertinya luka di kaki Zee masih cukup rawan dan bisa terbuka jika terlalu banyak bergerak.


"Ayo masuk ke dalam,ada yang harus kita pastiin." Perintah Delice sambil kembali menuntun Zee untuk memasuki cafe Amora.


Baru di ambang pintu,ketiga orang itu langsung di sambut oleh pemandangan spektakuler yang berhasil membuat Zee naik darah dan langsung berbalik badan.


"ZEE!!" Teriak sosok itu kaget,membuat Zee segera berlari menjauh.


#Flahsback Off


♡♡♡


"Zee berhenti!!" Teriak Arkhan sambil menahan tangan Zee seerat mungkin. Ia berhasil mengejar Zee karena gadis itu berlari tertatih,jadi langkahnya masih mampu di susul oleh Arkhan.

__ADS_1


"Lepas!!" Zee memberontak berusaha melepaskan cengkeraman Arkhan namun sia-sia karena kini sebelah tangan Arkhan berhasil memeluk perut Zee dengan cukup kuat sehingga gadis itu kesulitan meronta.


"Ar,lepasin Zee!!" Kaivan datang dari arah belakang dan langsung membantu Zee.


Namun sayangnya pelukan Arkhan kelewat erat sehingga sulit di lepaskan.


"Tolong jangan ganggu dulu Kai. Ini urusan gue sama Zee." Pinta Arkhan sambil menjauhkan tubuhnya dan Zee beberapa langkah dari tempat Kai dan Delice berdiri.


Kaivan menurut dan segera memundurkan langkahnya,sebelah tangannya juga menahan Delice yang tampak ingin maju mendekati abangnya itu.


"Bisa kita bisa sebentar?" Tanya Arkhan selembut mungkin pada Zee.


Zee menggeleng. "Gak ada yang perlu di bicarain." Balas gadis itu dingin sambil terus berusaha lepas dari cengkraman Arkhan.


"Ada." Arkhan menjawab dengan kekeh.


"Ikut aku!!" Perintah Arkhan mutlak sambil menggendong Zee bak karung beras dan kali ini Zee tidak meronta karena matanya sedang fokus memperhatikan Kimberlly yang berlari ke arah mereka.


"Eh,eh!! Mau kemana lo?"


Delice menahan tangan Kimberlly yang sepertinya akan mengejar Arkhan.


"Di sini ada. Jangan coba-coba ganggu abang gue!!" Bentak Kimberlly dengan raut bengis.


"Delice,apaan sih?? Lepas!! Tangan aku sakit!"


Kimberlly meronta-ronta dari cengkraman Delice.


Namun pria itu bersikap pura-pura tuli dan mengabaikan Kimberlly dengan membawa Zee masuk ke dalam mobilnya.


Di dalam mobil,Arkhan memasangkan sabuk pengaman untuk Zee. Tidak perlawanan dari Zee,dan tidak ada pergerakan juga. Gadis itu kembali meng-cosplay menjadi batu bernapas.


"Apa yang kamu liat tadi,gak seperti yang kamu pikirin Zee."


Arkhan tiba-tiba membuka pembicaraan di tengah-tengah keheningan.


Zee menoleh sebentar sambil mengangkat sebelah alisnya,hanya sebentar dan setelahnya Zee mendengus sambil membuang pandangannya keluar jendela.


Arkhan menghela napas berat melihat tingkah Zee yang selalu sama jika sedang marah.


"Kamu cemburu?" Tanya Arkhan dengan PD.


Spontan Zee melotot. "Gak!" Elaknya cepat sambil berusaha mengontrol nada suaranya setenang mungkin.


"Masa??"


Arkhan menepikan mobilnya di pinggiran jalan yang agak sepi kemudian melepaskan sabuk pengamannya dan dengan cepat ia mencondongkan badannya dengan posisi mengukung tubuh munggil Zee.


"Beneran gak cemburu?" Tanya Arkhan lagi,kali ini dengan lirih,namun jaraknya yang dekat membuat deru napas Arkhan menyapu permukaan kulit Zee.

__ADS_1


"A..apaan sih." Zee berusaha mendorong dada Arkhan dengan kedua tangannya,namun Arkhan bertindak cepat dengan mengunci tangan Zee dan membawa tangan Zee ke atas kepalanya.


"Arkhan,jangan macam-macam!" Zee membentak dengan raut wajah panik.


Arkhan senyum-senyum sendiri melihat raut panik Zee. Ia semakin gencar menggoda Zee dengan mendekatkam wajahnya seolah ingin mencium Zee.


Zee memejamkan matanya dengan dahi berkerut.


"Pletak." Arkhan menyentil dahi Zee dengan pelan membuat Zee membuka matanya dan langsung melotot.


"Mikir apa lo? Mau di cium?" Goda Arkhan dengan tampang menyebalkannya.


Zee melotot. "Enak aja!" Bentak Zee.


"Jangan galak-galak." Goda Arkhan lagi sambil tersenyum-senyum.


Tidak mau membuat Zee makin marah,Arkhan melepaskan kungkungannya dari Zee dan kembali ke tempat duduknya sambil tersenyum-senyum.


"Ngapain senyum-senyum gitu?" Tanya Zee masih dengan nada kesal.


"Mau aja. Kenapa? Gak boleh?" Tanya Arkhan makin menyebalkan.


"Gak boleh."


"Kenapa gak boleh? Bibir-bibir gue yang senyum. Suka-suka gue lah." 


"Dih."


Zee melepas sabuk pengamannya dan mencoba keluar dari mobil,namun sayangnya pintu mobil di kunci oleh Arkhan.


"Buka Ar. Gue mau pulang."


"Gak boleh,kita kencan sampai nanti malam. Siapa suruh tadi acara kita di ganggu sama bocil dan abang kamu yang nyebelin itu."


Gerutu Arkhan.


"Jangan ngatain Arrel dan abang gue. Gue gak suka." Zee menatap tajam Arkhan.


Kini giliran Arkhan yang terbakar cemburu mendengar Zee membela Arrel.


"Kamu kok belain Arrel? Kamu suka sama dia?" Tanya Arkhan cemburu.


Zee mengangguk cepat.


"Iya,gue suka sama Arrel. Puas lo!!"


♡♡♡


Jangan lupa,Like vote komen...

__ADS_1


Beberapa belas bab lagi...


__ADS_2