RUNTUH

RUNTUH
Orang Keempat


__ADS_3

"PERMISI PAKET!!!"


Diana dan Zee kembali saling bertatapan heran mendengar suara asing tersebut. Bukan cuma itu yang membuat mereka heran,secara posisi mansion induk milik William ini letaknya di belakang paviliun di mana tidak ada seorangpun yang bisa sampai ke depan pintu utama sebelum ada pelayan yang melaporkan dan meminta izin pada kepala pelayan atapun pemilik mansion.


Jadi pertanyaannya...


"Kok bisa sih ma? Ada kang paket nyasar di depan pintu rumah kita?" Celetuk Zee dengan tampang bingung.


Diana yang juga bingung hanya bisa mengangkat bahunya kemudian beranjak dari sofa dan berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa gerangan kang paket tersebut.


"Eh!!" Kaget Diana saat membuka pintu dan melihat pemandangan tak lazim di hadapannya.


Bukan orang yang ia lihat ketika pintu terbuka. Tapi sebuah boneka doraemon dengan ukuran super jumbo,tingginya mungkin sekitar dua meter dengan ukuran bonekanya juga sangat besar hingga hampir memenuhi permukaan pintu.


"Siapa ma?? Beneran kang paket??" Suara Zee terdengar berteriak dari ruang tengah.


"Sebentar Zee!!" Balas Diana ikut berteriak.


"Eh kamu!!" Tegur Diana sedikit membentak pada sosok doraemon besar yang tak kelihatan pemiliknya itu.


"Dor!!"


"Monyong!!"


Teriak Diana kaget saat sesosok remaja laki-laki berwajah imut dengan mata biru ke abu-abuan keluar dari balik boneka tersebur.


"Arrel!! Ternyata kamu!!" Diana kembali membentak setelah tahu siapa pelaku yang hampir membuatnya jantungan itu.


"Hehe,maaf ya udah bikin tante cantik kaget." Ujar pria itu sambil cengar-cengir tak jelas di depan Diana.


Boneka doraemon dari bahan busa tadi masih ia sandarkan dengan sebelah lengannya.


"Ih!! Kalau tadi tante jantungan,kamu bisa di gantung sama anak dan suami tante. Dasar!!" Geram Diana lagi.


"Hehe,ya maaf tan. Abis niatnya Arrel bercanda,Arrel mau balas dendam sama pelayan di rumah ini. Abis mereka hampir bikin Arrel gak bisa masuk ke sini,katanya Arrek gak boleh masuk karena tidak ada pemberitahuan janji temu sama tante."


"Tadi Arrel kita yang bakal buka pintu pelayan juga. Makanya Arrel siap-siap buat kagetin,eh ternyata yang buka tante. Ya udah sekalian Arrel kagetin juga hahahaha.."


Bukannya minta maaf dengan benar,Arrel malah memamerkan kejahilannya dengan polos membuat Diana geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Ya sudah deh terserah kamu. Lebih baik sekarang masuk,ikutan tante. Tante mau ngenalin kamu sama anak tante."


Ujar Diana sambil berbalik untuk masuk kembali ke dalam rumah. Arrel menyusul dengan sedikit kesusahan karena ada boneka besar yang tengah ia gendong saat ini.


"Sii..aapa.." Ucapan Zee terbata-bata saat melihat seorang pria remaja masuk mengikuti Diana sambil menggendong moyangnya doraemon.


"Mam? What happened?" Tanya Zee bingung.


"Hallo kakak-nona muda Michelle William." Sapa pria remaja tersebut sambil menyandarkan boneka doraemonnya ke sisi sofa dan berlari menyalami Zee.


Zee melongo bak orang bodoh ketika tangannya di sambar oleh sosok laki-laki imut bermata biru tersebut.


"Salam kenal calon pacar pura-pura,gue Arrel Sagara William. Calon pacar pura-pura kak Zee."


Zee yang tadi melongo kita malah melotot setelah mendengar kalimat yang keluar dari mulut pria imut yang ia pastikan masih duduk di bangku SMA tersebut.


"Ngomong apaan sih lo?!" Bentak Zee sambil menarik cepat tangannya dari genggaman Arrel.


Arrel yang terkejut dengan bentakan Zee langsung mundur dua langkah hingga punggungnya membentur meja membuatnya mengaduh.


"Aduhh..,punggung Arrel cedera tante. Anak tante galak banget sih! Masa cowo seganteng Arrel di bentak,ihh!!"


Adu Arrel pada Diana dengan mulut mengerucut.


"Zee,anak mama yang paling cantik. Dengerin mama ya,ini Arrel. Cowok yang mama maksud semalam,cowok yang bakalan bantuin kamu buat manas-manasin Arkhan. Jadi jangan di bentak-bentak dong,kamu sama Arrel harus jaga chemistry biar nanti aktingnya dapat. Ngerti kan sayang?"


Diana membujuk Zee dengan ucapan yang begitu lemah lembut membuat sosok Arrel terksima dengan sikap berlawan antara ibu dan anak tersebut.


"Are kidding me? Mom? Dia? Yang bakalan mama jadiin umpan buat manas-manasin Arkhan?" Tanya Zee memastikan.


Diana mengangguk yakin membuat Zee makin membesarkan bola mata birunya itu.


"Heh bocah. Berapa sih umur lo? Sampe PD banget buat nerima tawaran mama,lo tau siapa gue?" Tanya Zee dengan arogannya pada sosok pria imut yang sedari tadi menatapnya dengan mata berbinar.


"Umur Arrel 19 tahun kak. Masih kuliah semester dua,dan Arrrel yakin Arrel bisa bantu kakak buat bikin pacar kakak itu nyesal senyesal nyesalnya karena udah nyakitin kakak. Percaya sama Arrel kak." Jawab pria itu yakin.


"Dan satu lagi,Arrel tau siapa kakak. Kakak itu Nona muda di keluarga William,nama kakak Azellea William Michelle. Umur 21 tahun,sedang kuliah di semester tujuh dan mulai masuk tahap skripsi.


Kakak dua tahun yang lalu di angkat menjadi CEO di perusahaan milik papa kakak dengan setengah saham perusahaan di pindahkan atas nama kakak. Asal kakak tau,itu alasan terkuat kenapa Arrel mau bantuin kakak,karena kakak orang kayak yang mungkin aja suatu saat bisa bantu wujudtin keinginan terpendam Arrel."

__ADS_1


Arrel menjelaskan dengan mata berbinar dan nada menggebu-gebu.


Zee semakin bergidik ngeri mendengar jawaban Arrel. Umur Arrel memang bisa di bilang tidak terlalu jauh bedanya dari umur Zee,tapi tingkahnya itu loh yang membuat Zee ngeri.


"Umur sembilan belas tahun tapi kelakuan mirip bocil sembilan tahun. Sok-sok-an mau bantuin gue bikin kesel Arkhan,lo pikir lo bisa?" Tanya Zee remeh.


Sekali lagi Arrel mengangguk tanpa ada keraguan di wajahnya.


"Bisa! Arrel ganteng,baik,perhatian dan pastinya nanti bakalan sayang sama kak Zee. Jadi pasti bang Arkhan pacar kakak itu bakalan cemburu sama Arrel. Iya kan tante Ana?"


Arrel berbalik meminta dukungan pada Diana dan di balas Diana dengan ancungan jempolnya.


"Hah! Asal lo tau ya dedek Arrel,ketimbang jadi pacar gur,lo lebih cocok jadi anak gue sama Arkhan anjir!!" Ucap Zee sambil bergidik kembali.


Entah sadar atau tidak,sikap Zee pada Arrel ini mirip dengan sikapnya pada Kaivan dan Davian. Ia tanpa sadar menunjukkan sifat egois dan kekanak-kanakkannya tanpa menjaga image sedikitpun. Padahal dari yang orang lain kenal di luar sana,Zee ini merupakan sosok yang dingin dan tegas.


Ia hanya hangat pada orang yang ia sayang dan ia anggap sebagai keluarganya.


"Arrel gak mau jadi anak kak Zee. Arrel maunya jadi adik kak Zee aja,soalnya bola mata Arrel mirip sama kak Zee,bahkan warna rambut Arrel dan nama Arrel aja hampir mirip sama kak Zee. Jangan-jangan kita saudara yang kepisah kak?"


"Enak aja!! Gue ogah saudaraan sama lo!!" Bentak Zee lagi.


"Ihh,becanda kakak cantik!! Daripada marah-marah terus,mending kita jalan-jalan keluar. Biar Arrel buktiin kalau Arrel bisa jadi pacar pura-pura yang baik untuk kak Zee."


"Ogah!!"


♡♡♡


Jangan lupa apa guys??


Tinggalkan jejakmu!!


Side story : Niatnya otor tuh pengen datangin cowok yang gentle dan gimana gitu...


Tapi sama mama Diana,malah di datangin cowo gemoy...


He'eleh..


Ini mau nyari pacar pura-pura apa mau nyari adik angkat sih ma?

__ADS_1


Diana : Kamu nanyeakkk??


Me : Skip!!


__ADS_2