RUNTUH

RUNTUH
Paket Misterius


__ADS_3

Zee menguap lebar,menyambut cahaya matahari pagi yang masuk ke kamar lewat celah-celah gorden kamarnya.


Sambil berusaha menegakkan badan sekaligus mengumpulkan nyawa yang masih bertebaran,Zee turun dari kasur dengan kedua tangan di regangkan ke atas.


"Hoaamm.."


Sekali lagi Zee menguap dengan lebar.


Setelah kesadarannya pulih seutuhnya,Zee pun menyambar handuk dan pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi,mencuci muka dan pastinya mandi juga.


Pagi ini dirinya berniat untuk kembali bekerja karena luka di kakinya sudah hampir kering. Jadi tidak ada alasan lagi baginya untuk memperpanjang libur,apalagi ia malas berada di rumah sepanjang hari. Karena ada Arkhan yang mungkin akan mengganggunya sepanjang hari.


Apalagi semalam Arkhan dengan konyolnya memberikan Zee suprise dengan mempersembahkan para akrobatik yang bukannya membuat Zee senang,malah membuat Zee lari tunggang langgang karena ia takut pada badutnya.


Dan kejadian semalam cukup membuat Zee jera untuk menerima suprise dari Arkhan di lain waktu.


♡♡♡


Lima belas menit berlalu,Zee keluar dari kamar mandi dengan masih mengenakan bathrobe.


Baru saja ia hendak mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambut. Tiba-tiba pintu kamarya di ketuk,dan Zee yakin itu pasti mamanya.


Zee mengurungkan niatnya untuk mengambil hair dryer dan memilih membukakan pintu terlebih dahulu.


"Pagi mom." Sapa Zee pada Diana.


"Pagi." Jawab Diana sok jutek membuat Zee memutar bola mata malas.


Zee pun membuka pintu lebih lebar untuk memberikan akses masuk bagi Diana.


Diana nyelonong masuk ke dalam kamar Zee dengan gaya lengak-lengoknya.


Zee mengikuti langkah kaki sang mama sambil menggosok-gosok rambutnya dengan handuk kecil yang tadi ia taruh di lehernya.


"Mama mau ngapain sih?" Tanya Zee dengan herannya saat melihat sang mama mengelilingi setiap sudut kamarnya,seperti sedang mencari sesuatu.

__ADS_1


Diana menghentikan kegiatan konyolnya dan kini memlih berkacak pinggang menghadap ke arah Zee.


"Tadi niatnya tuh mama mau bangunin kamu. Mau nyuruh kamu mandi,eh taunya..."


"Jadi gak ada kerjaan kan mama pagi ini,apapagi ini. Kamu udah mandikan?"


Zee melebarkan kedua tangannya ke samping,seolah memberi kode pada Diana untuk melihat bathrobe yang tengah ia kenakan.


"Bisa mama liat sendiri kan sekarang? Zee lagi gak pake piyama loh."


"Cih!" Diana berdecak malas karena dijuteki balik oleh Zee.


"Ma,ini Zee mau ganti pakaian loh. Mama gak niatan buat keluar dulu gitu?" Tanya Zee lagi.


Diana menggeleng. "Gunanya ruang ganti apa ya?" Tanya Diana menyindir.


Zee menghela napas berat. "Melawan emak-emak memang syulit." Batinnya.


Dengan terpaksa dan penuh penyesalan sudah membiarkan sang mama masuk. Zee pun terpaksa mengalah dengan mengganti pakaiannya di ruang ganti dan membiarkan sang mama tetap berada di dalam kamarnya.


"Zee!!"


Suara Diana terdengar memanggil saat Zee sudah berada di ruang ganti.


"Kenapa lagi sih ma??"


Tanya Zee dengan nada malas. Mamanya ini seperti manusia kurang kerjaan.


"Di depan gerbang tadi pagi ada kang paket. Kamu mesan sesuatu?"


"Jangan bohong deh ma! Paling juga Arrel lagi kan?"


Zee berkata sambil keluar dari ruang ganti dengan pakaian yang sudah rapi.


Diana bangun dari posisinya dan bergerak untuk merapikan kerah baju Zee.

__ADS_1


"Serius loh Zee,kali ini kang paket beneran. Masih ada kok orangnya di paviliun. Tadi toh mama mau ambil paketannya,tapi katanya gak boleh. Harus nunggu kamu dulu,baru dia mau kasih paketannya."


"Gak jelas banget kang paketnya." Decak Zee malas.


Zee memilih memoles wajahnya sedikit sebelum akhirnya turun ke bawah bersama Diana.


♡♡♡


Sampai di bawah,Zee langsung memutar langkahnya menuju paviliun. Ia sangat penasaran dengan keberadaan kang paket yang di bicarakan mamanya tadi.


"Permisi..."


Zee menyapa seorang pria berjaket hijau yang tengah duduk di depan teras paviliun tersebut dengan cukup ramah.


"Eh iya.." Pria itu berdiri dengan wajah kagetnya.


"Ah,ini teh..,nona muda kedua ya? Nona Michelle William? Benar?"


Tanyanya memastikan.


Zee mengangguk-angguk kaku.


"Iya pak. Saya Azellea William Michelle.".Ujar Zee dengan canggung sambil membenarkan namanya yang di panggil terbolak-balik oleh kang paket tersebut.


"Oh iya. Nona muda Michelle. Ini ada titipan dari seseorang,buat nona muda kedua. Sudah di bayar ya. Tinggal di tanda tangan saja,sebagai bukti jika barang sudah sampai ketangan penerima."


"Silahkan tanda tangan di sini,nona muda."


Suruhnya pada Zee.


Malas berlama-lama karena ia juga harus ke kantor. Zee pun langsung menandatangi cek tersebut.


Setelah di tanda-tangani,kang paket tersebut pun pamit pulang karena tugasnya sudah selesai.


Tinggalah Zee yang kini tengah menerka-nerka apa isi paket tersebut,dan siapa pengirimnya.

__ADS_1


__ADS_2