
Niat hati ingin beristirahat dan menikmati liburan dengan rebahan tanpa gangguan apapun. Namun apa daya,itu semua kini hanyalah angan bagi Zee karena sang mama tiri kesayangannya itu sudah mengusirnya dari rumah bersama satu kunyuk Arrel Sagara William yang entah dari mana asal muasalnya itu.
Jadi di sinilah Zee sekarang berada. Di depan gerbang rumahnya yang pintunya sudah di tutup oleh penjaga atas perintah Diana.
Zee menatap nyalang sebuah vesva biru bermotif doraemon yang kini berada di depannya lengkap dengan Arrel sebagai pengemudi yang juga mengenakan stelan doraemon dari helm hingga ke jaket,untung celana dan sepatunya tidak bermotif doraemon juga.
Dan entah bagaimana bisa,untuk pertama kalinya Zee merasa benci dengan motif boneka kesukaannya itu,karena di pakai oleh manusia yang menurut Zee. Enggak banget.
"Dek,sumpah ya!! Lo bikin gue tambah eneg tau gak sih!!" Bentak Zee untuk yang kesekian kalinya.
Arrel menyengir buaya dengan tampang tak berdosa.
"Abisnya,tante Diana bilang kalau kak Zee itu suka doraemon. Jadi ya Arrel inisiatif buat siapin segala perlengkapan kencan kita dengan tema doraemon. Kakak gak suka ya?" Tanya Arrel sedikit merasa bersalah saat melihat raut Zee memerah karena terus menerus marah sedari pagi tadi.
"Yang beneran aja Rell. Gue emang maniak doraemon,tapi gak segila ini juga dong!!" Bentak Zee lagi-lagi.
Arrel menghela napas dengan berat. "Yah,terus gimana dong? Apa kita ke rumah orangtua Arrel dulu? Ambil mobilnya Arrel? Biar kakak gak malu jalan sama Arrel nanti. Mobil Arrel bagus kok kak,Audi punya. Ya walaupun gak sebagus mobil Aston Martin punya kak Zee,tapi di jamin gak bakalan bikin kakak malu deh. Gimana kak?"
Zee menggaruk kepalanya yang tak gatal mendengar jawaban sekaligus pertanyaan polos dari pria imut di hadapannya ini.
"Rasanya pengen gue cakar-cakar wajah nih anak. Biar wajahnya gak polos-polos lagi,sumpah gedek gue anjir!!" Batin Zee sambil merapatkan giginya menahan geram.
"Ya udah deh. Gak usah repot-repot. Jalan pake motor ini aja,nanti kalau kita kelamaan berangkat,nyokap gue marah lagi. Enaknya di lo,susahnya di gue. Lo pasti di bela,gue yang bakalan di omelin. Dasar bocil!!"
Dengan hentakan sedikit kasar,Zee akhirnya mendaratkan tubuhnya di atas motor vesva tersebut sambil mengenakan helm biru bermotif doraemon yang tadi di berikan oleh Arrel padanya.
__ADS_1
"Gimana kak? Udah siap kencan sama Arrel?"
"...."
Tak ada jawaban dari Zee hingga akhirnya motor yang di kendarai mereka berjalan meninggalkan area mansion William. Di sepanjang perjalanan Arrel mengocehkan banyak hal pada Zee,namun karena dasarnya Zee masih jengkel pada Arrel jadi ia membiarkan saja Arrel mengoceh tanpa memberikan respon apapun.
"Huh,untung gue cowok sabar yang berbakti pada orang yang lebih tua. Kalau gak,ihhh!! Kesal deh sama kak Zee." Batin Arrel sambil terus menjalankan motornya menuju kedai martabak kesukaannya.
♡♡♡
"Bang!!!" Teriakan Delice terdengar menggema di dalam kamar Arkhan abangnya yang sedari semalam galau dan mengurung diri di kamar. Bahkan pagi tadi saja,Arkhan melewatkan sarapannya dan memilih tetap stay di kamar walau bunda sudah membujuknya untuk turun sarapan.
"Bangun woi!! Keburu di embat orang cewek lu,kalau begini mah." Ketus Delice sambil memukul-mukul tubuh Arkhan dengan bantal guling yang tadi ia ambil dari pelukan Arkhan.
Arkhan tidak bergeming dengan gangguan yang di berikan Delice,ia tetap stay pada sikap pura-pura tidurnya dan itu benar-benar membuat Delice berang.
"Argghhh,Delice bangsat!!! Sialan lu!! Sakit bego!!" Teriak Arkhan ssmbil melompat dari tempat tidur dan melotot tajam ke arah Delice.
"Kira-kira dong dek kalau becanda." Geram Arkhan dengan raut memerah menahan sakit.
"Makanya bangun. Mau sampe kapan lu ngurung diri di kamar hah? Sampe ayam jago betelur? Liat nih insta story-nya mama Diana. Liat nih,pacar lo. Lagi di ajak kencan sama cowok cakep. Lu galau-galauan di sini,cewek lu udah di embat orang. Ogeb!!" Decak Delice kesal sambil menunjukkan layar HP-nya yang menampilkan gambar Zee tengah menaiki motor bersama dengan seorang pris yang tidak keliatan wajahnya karena tertutup kaca helm.
"Sialan. Siapa tuh cowok?" Tanya Arkhan sambil merebut handphone Delice dan mencoba memperjelas gambar tersebut. Namun sayangnya bukannya jelas,gambarnya malah nge-blur.
"Cihh,kentang banget HP lo dek. Tunggu gue sepuluh menit di luar,abis itu temenin gue ke rumah Zee. Pagi ini juga."
__ADS_1
Perintah Arkhan pada Delice yang dengan cepat di angguki oleh Delice.
♡♡♡
Sepuluh menit berlalu,Arkhan akhirnya keluar kamar dengan stelan pakaian kasual khasnya. Setelah menyusul Delice yang menunggunya di luar. Keduanya pun turun ke lantai bawah,dan tak sengaja berpapasan dengan bunda yang tampak membawa teko penyiram tanaman.
"Loh dek,bang Ar. Mau kemana?" Tanya bunda heran.
Arkhan memilih tak menyahut karena ia
masih kesal pada bunda yang semalam menghalanginya ke rumah Zee.
Jadilah Delice yang menjawab sedangkan Arkhan memilih berlalu duluan.
"Bund,Elis sama bang Ar pamit ke mansion papa William ya. Hubungan bang Ar sama Zee lagi di ambang kehancuran soalnya." Ujar Delice sambil menyalami bunda dan langsung berlari ke luar setelahnya tanpa mendengar jawaban bunda.
"Udah pamitannya?" Tanya Arkhan begitu Delice menyusul masuk ke dalam mobil.
Delice mengangguk. "Udah. Ayo berangkat,gue udah stalking IG-nya Zee dan gue tau Zee lagi di mana."
Jawab Delice dengan ekspresi serius.
Arkhan menatap Delice dengan mata berbinar. "Serius lah. Sekarang ikutin arahan gue,kita susul Zee ke kedai martabak pak Sami di dekat SMA Vripagold." Teriak Delice dengan mengepalkan tangannya dan di acungkan ke atas seolah mereka akan berperang.
Mobil Arkhan akhirnya melaju meninggalkan halaman rumahnya,menuju ke arah kedai dengan hati berkecamuk.
__ADS_1
♡♡♡
Jangan lupa jejaknya shayyy....