RUNTUH

RUNTUH
Empat Mata


__ADS_3

Suasana hening sekaligus canggung,terasa sangat kentara di dalam sebuah ruangan. Dimana kedua orang gadis dengan penampilan dan raut berbeda tampak saling berpandang-pandangan.


"Ekhmm..,bisa anda bicarakan sekarang. Apa tujuan anda,datang ke kantor saya sepagi ini? Ada hal penting?"


Zee membuka pembicaraan dengan deheman Sambil terus mengeluarkan tatapan intimidasinya.


Kimberlly yang mendapat tatapan datar nan tajam dari Zee,tampak berkali-kali meremas tangannya yang sedikit terasa dingin.


"A..,e...,em. Begini Azellea,sebenarnya ada hal yang ingin aku sampaikan. Tapi aku merasa tidak enak padamu,aku takut kau marah atau bahkan tersinggung dengan ucapanku nanti. Jadi bagaimana kalau..."


"Katakan saja. Aku tidak punya waktu untuk pembicaraan yang berbelit-belit."


Zee segera memotong ucapan Kimberlly dengan cepat. Basa-basi gadis itu terlalu memuakkan untuknya.


"Cepatlah Kimberlly,waktumu untuk berbicara hanya tinggal dua puluh lima menit. Bicara sekatang! Atau tidak sama sekali!"


Tak ada pilihan lain lagi bagi Zee,selain mengancam Kimberlly agar segera berbicara karena dirinya harus menghadiri meeting kurang lebih empat puluh lima menit lagi.


Kimberlly membulatkan matanya,kaget mendengar ancaman Zee.


Dengan terburu-buru ia menegakkan duduknya dan mulai berbicara.


"Begini Azellea. Aku ingin jujur padamu tentang perasaanku pada Arkhan. Mungkin ini terdengar jahat dan konyol,tapi aku lelah jika harus menyembunyikan dan bersandiwara seolah aku dan Arkhan hanya sebatas sahabat. Aku menyukai Arkhan. Bagaimana menurut mu?"


Kimberlly dengan tanpa malu mengungkapkan sekaligus menanyakan pertanyaan bodoh nan konyol tersebut pada Zee.


"Jadi sekarang kau mengakui juga ya. Jadi benarkan tebakan sahabat-sahabat ku selama ini. Kau menyukai Arkhan?"


Kimberlly mengangguk cepat. "Ya,aku menyukai Arkhan. Aku dengar kamu dan Arkhan sudah putus,jadi apa boleh jika aku ingin memulai hubungan baru dengan Arkhan?"


Mendengar pertanyaan Kimberlly yang terkesan egois dan bodoh. Zee jadi geli sendiri.


"Kau serius? Menanyakan pertanyaan seperti itu padaku? Kenapa tidak kau tanyakan pada Arkhan? Itu perasaan mu padanya,bukan perasaan mu padaku. Jadi kenapa harus kau sampaikan padaku? Itu sama sekali tidak ada urusannya denganku."


"Itu urusan mu Azellea. Masalahnya Arkhan tidak menyukaiku dan aku rasa itu karena masih ada dirimu di sini,kehadiranmu lah yang membuat hubungan ku dan Arkhan berjarak. Jadi ku mohon,bantu aku untuk membujuk Arkhan agar ia mau memulai hubungan baru denganku."


"Konyol."


Zee menatap Kimberlly dengan tatapan sangat sulit di mengerti,jalan pikiran Kimberlly membuat Zee merasa jika wanita di hadapannya ini sudah tidak waras.

__ADS_1


"Kimberlly Ameera Barika. Biar ku beritahu kau sesuatu. Jika ada yang harus marah di sini,itu aku. Bukan kau,kau sama sekali tak berhak marah. Kau tau kenapa? Karena biang masalahnya itu dirimu!"


"Kau yang datang sebagai parasit,masuk ke dalam hubungan ku dan Arkhan lalu pelan-pelan menghancurkan hubungan kami dari dalam. Lantas kenapa sekarang ucapan dan sikapmu seolah menyalahkan aku? Jadi anggapanmu aku yang merusak hubunganmu dan Arkhan? Begitu?"


"Azellea,aku.."


"Cukup Kim. Jika memang urusan datang ke sini untuk mencari ribut denganku,aku sarankan kau berhenti berbicara dan keluar dari ruanganku. SEKARANG!"


Zee bangun dari duduknya sambil menunjuk ke arah pintu keluar,memberi kode pada Kimberlly agar segera keluar lewat pintu yang sekarang ia tunjuk.


"KELUAR!"


Perintah Zee dengan nada sedikit membentak.


Kimberlly ikut bangun dari posisinya,namun tidak langsung beranjak keluar. Ia seperti masih berusaha mencari celah untuk bisa kembali berbicara dengan Zee.


"Azellea,aku.."


"Keluar Kim! Keluar sekarang secara baik-baik,atau aku panggilkan orang-orangku untuk mengantarkanmu langsung ke negara asalmu." Bentak Zee dengan kencang membuat Kimberlly sedikit gemetar.


Suara Zee ternyata menggelegar keluar ruangan,membuat Jessie dan Bella yang ruangannya berada di samping ruang pribadi Zee jadi merasa khawatir dan segera menyusul masuk ke ruangan Zee tanpa permisi.


"Ada apa ini nona muda?" Tanya keduanya khawatir.


Perintah Zee pada kedua penjaga pribadinya itu.


Keduanya pun menurut dan berlalu dari ruangan Zee.


Tinggalah Kimberlly yang masih belum bergerak dari tempatnya membuat Zee menggeram kesal.


"Tunggu apa lagi Kim?" Sindir Zee dengan sinis.


Kimberlly mengangkat kedua tangannya ke atas sambil menarik napas panjang.


"Okay! Aku keluar."


Kimberlly membalikkan badannya dan berjalan menuju pintu.


"Ceklek." Kimberlly memutar handle pintu dan bersiap melangkah keluar.

__ADS_1


Namun sebelum benar-benar pergi,Kimberlly tiba-tiba mengeluarkan kata-kata yang cukup membuat Zee tertegun.


"Huh,dunia kadang emang gak adil ya Zel. Kamu cantik,kamu kaya,kamu punya segalanya,terlebih soal cinta. Kamu juga beruntung Zee,Arkhan sangat mencintaimu sampai dua tahun dekat dengan wanita lain pun tak mengalihkan perasaannya padamu."


"Sementara aku? Dunia ini tidak adil untukku. Papaku pria yang mengacuhkanku dan hanya tau cara memarahiku. Sementara kisah cintaku,bertepuk sebelah tangan. Pria yang selama ini kuanggap pahlawan karena kebaikannya,malah mencintai gadis lain dan mengabaikan perasaanku."


"Kamu mungkin nggak tau gimana rasanya jadi aku Zee. Mencintainya sepihak itu sakit,kadang aku berpikir kenapa manusia harus di beri sebuah rasa yang di sebut cinta kalau ujung-ujungnya mendatangkan luka. Nggak adil banget."


Setelah mengatakan kalimat sepanjang itu,Kimberlly pun melangkah keluar dan bersiap untuk kembali menutup pintu,namun sebelum benar-benar tertutup. Zee tiba-tiba membalas ucapan Kimberlly dengan sebuah kata-kata yang tak kalah menyindir.


"Perasaan lo. untuk siapapun. Itu gak pernah salah Kim,hanya saja jatuhnya harus pada orang yang tepat. Jika memang merasa tak bisa  di tentukan,minimal lo alihkan perasaan pada yang lain dengan mengurangi fokus hati lo."


"Sekali lagi gue bilang,perasaan lo ke Arkhan emang gak salah. Itu hak lo,tapi perihal Arkhan menolak lo karena gue alasannya. Itu juga salahnya Arkhan,itu haknya dia. Memang sedari awal perasaan Arkhan buat gue tanpa gue paksa pun kenyataannya sudah begitu."


"Lo gak bisa nyalahin gue ataupun Ar. Lo sendiri yang menciftakan sakit di perasaan lo karena menjatuhkan rasa pada orang yang salah,orang yang sudah punya tambatan hati. So sekarang terserah lo. Mau tetap lanjutin perasaan lo tapi lo terluka. Atau stop,dan gue bantu lo mulai lembaran baru dengan seseorang. Bagaimana?"


Kimberlly termenung sejenak mendengar ucapan Zee barusan.


"Maksud kamu?" Tanyanya tak paham.


Zee tersenyum kecil,kemudian berkata. "Gue punya kenalan yang keadaannya sama-sama lagi patah hati. Perkiraan gue,kalian mungkin saling membutuhkan dan akan menguntungkan jika di satukan. Orangnya baik,tapi sayangnya kebaikan memang sedang tidak berpihak sama dia. Kalau lo mau,gue kasih lo kartu nama dia,lo bisa hubungi dia kapanpun lo siap."


Zee berjalan mendekati Kimberlly setelah tadinya mengambil kartu nama yang di dalam tas kecilnya.


Kemudian Zee menyerahkan kartu nama tersebut ke tangan Kimberlly.


"Namanya Raynand Ghatama. Jangan ragu untuk menghubunginya. Gue yakin kalian cocok." Ucap Zee sambil tersenyum tulus.


Kimberlly menerima kartu pemberian Zee tersebut sambil membalas senyuman Zee dengan ragu-ragu.


"T..terimakasih Azellea."


Zee mengangguk. "Sama-sama Kim,perasaan cinta memang rumit Kim,bahkan terkadang mengalahkan logika. Tapi gue yakin lo pasti bisa memulai semuanya dan melupakan perasaan lo terhadap Arkhan."


"Semangat!" Sorak Zee cukup kuat,kemudian mendorong tubub Kimberlly agar segera pergi dari depan pintunya.


Zee kemudian menutup dan mengunci pintu ruangannya dan bersandar di balik pintu tersebut sambil bergumam.


"Thanks,Kim. Udah bikin gue sadar."

__ADS_1


♡♡♡


Jangan lupa like vote komen...


__ADS_2