RUNTUH

RUNTUH
Aku Ini Apa??


__ADS_3

"Zee tunggu dulu!!" Arkhan menggenggan tangan Zee dengan erat,berusaha menghentikan langkah cepat Zee yang saat ini sudah berada di luar cafe.


Kencan mereka hari ini bisa di bilang. Gagal total. Karena ulah Arkhan beberapa saat yang lalu.


"Duduk dulu Kim,gue mau bujuk cewek gue dulu."


Itulah sepenggal kalimat yang di ucapkan Arkhan di atas rooftop tadi. Tawaran yang tidak sinkron dengan situasi itu tentu saja menambah keruhnya suasana.


Zee kira Arkhan akan mengusir Kimberlly atau setidaknya meminta cewek itu agar jangan menganggu dulu karena mereka butuh waktu berdua,namun ternyata bukannya meredam emosi Zee,Arkhan malah menyiram bensin dan menyulut api di sana.


"Zee,jangan kayak gini dong. Aku refleks tadi,beneran deh." Arkhan masih berusaha membujuk Zee yang kini sudah menghentikan langkahnya. Mereka sudah sampai di parkiran cafe.


"Refleks kamu bilang? Ar kamu anggap aku apa sih? Tadi jelas-jelas aku gak se-emosi ini Ar. Aku masih baik dengan pesenin makanan buat kita,lalu aku ke rooftop tanpa nunjukin amarah aku,aku berusaha redam emosi aku di sana. Tiba-tiba kamu nyusul aku dan temen kamu itu ngikutin kamu,kamu biarin dia ada di antara kita dan ketika aku bermaksud mengutarakan apa yang aku rasain atas kehadiran dia,kamu malah nawarin dia duduk. Waras kamu Ar? Pacar mana yang gak marah kalau di perlakuin kayak gitu?"


Zee sudah tampak berapi-api. Si paling pelit bicara nyatanya akan nyerocos juga jika sedang jengkel.


"Tapi yang tadi cuma kebetulan Zee. Kita datang ke sini buat kencan sesuai rencana kita,aku ngajak kamu ke meja kasir buat pesan makanan dan gak sengaja nyenggol Kim. Aku juga gak nyangka bakalan ketemu Kim di sini,aku refleks nolongin dia pas kesenggol tadi karena dia emang hampir jatuh. Masa aku biarin,kan aku yang nyenggol. Kalau kamu di posisi aku tadi pasti kamu juga gitu Zee. Kamu gak bisa nyalahin aku doang."


Arkhan mencoba membela diri.


Zee berdecak kesal. Kata-kata "kebetulan" dari sejak hari pertama ia bertemu Arkhan dan Kimberlly di bandara sudah membuatnya muak. Kebetulan macam apa itu wahai warga noveltoon dan mangatoon? Ada yang bisa jabarkan?


Zee tidak bisa berkata-kata lagi selain memasang raut dinginnya yang membuat Arkhan mengacak rambutnya frustasi.


"Zee,cuma perihal kebetulan dan refleks kamu sampai semarah ini? Kamu kayak bukan Zee yang aku kenal deh,kamu dulu gak sekanak-kanakan ini Zee. Kamu jelas tau kalau yang terjadi tadi cuma kebetulan. Sesusah itu ya kita gak berantem? Ini cuma masalah sepele dan aku gak mau di perpanjang Zee."


Zee menggeleng,menatap tak percaya kepada Arkhan. Setelah banyak kebetulan tak masuk akal yang terjadi dalam hubungan mereka belakangan ini dan Arkhan dengan ringannya mengatakan "cuma masalah sepele?"


"Cuma Ar?" Tanya Zee memastikan.


Arkhan mengangguk cepat. "Iya cuma,kenapa? Aku gak salahkan? Ini cuma kebetulan yang berujung panjang karena emosi berlebihan kamu."


Zee menatap Arkhan dengan sejuta tanda tanya. Inikah Arkhan pacarnya dulu? Pacarnya yang selalu sadar dan mau minta maaf jika salah? Kenapa sekarang ia merasa Arkhan berbeda? Apa Arkhan berubah atau memang ucapan Arkhan benar? Apakah Zee egois? Kekanak-kanakan dan berlebihan?


Zee menghela napas mencoba meredam emosinya.


"Ar,aku mau pulang." Akhirnya hanya kata itu yang mampu terucap dari bibir Zee.


Arkhan ikut menghela napasnya dengan gusar.

__ADS_1


"Tapi kita belum jalan-jalan sama sekali. Masa di batalin gitu aja? Ayo dong Zee,oke kalau memang kamu ngerasa sikap aku tadi berlebihan sama Kim aku minta maaf. Tapi asal kamu tau,aku gak merasa bersalah di sini. Kenapa? Karena semuanya kebetulan dan kamu tau itu!"


Di luar dugaan ternyata Arkhan masih kekeh mempertahankan anggapannya.


"Fine Ar. Gue gak nyalahin siapapun di sini,gue coba buat redam ego gue kali ini. Tapi gue yakin lo tau gue,gue selalu butuh waktu sendiri buat redam emosi gue dan karena itu gue rasa gue perlu pulang. Kita bisa jalan-jalan lain kali kalau gue udah merasa baikkan. Gue janji gue yang bakalan hubungin lo. Saat ini gue memang butuh waktu buat nerima keadaan sampai emosi gue reda."


Zee mencoba menekan egonya kali ini. Bukankah dulu Arkhan sering mengalah padanya? Mungkin itulah yang harus Zee lakukan saat ini,mengalah dan mencoba menguraikan benang kusut tadi secara perlahan.


"Gue pulang ya?" Zee mengulangi permintaannya sekali lagi.


Arkhan menatap Zee cukup lama dan setelah melihat mata memohon Zee ia tidak punya pilihan lain.


"Oke kamu boleh pulang,ayo aku anterin." Arkhan hendak berjalan ke mobilnya namun di cegah oleh Zee.


"Gue naik taxi aja." Jawab Zee datar dan dengan kosa kata "gue lo" yang di pakainya sudah menandakan jika Zee "sangat marah" saat ini.


"Zee tapi tadi kamu berangkat sama aku. Aku juga udah janji sama Vian buat mastiin kamu pulang dalam keadaan senang. Bukannya malah kayak gini."


Mendengar pernyataan Arkhan ingin sekali bibir Zee berteriak.


"Ini semua gara-gara lo Ar!! Coba aja lo gak berteman sama Kim dan gak sering bantuin Kim. Semua ini gak mungkin terjadi." Zee berteriak protes namun hanya di dalam hati dan hanya ia yang bisa dengar.


Zee memberi jawaban tegas sambil berlalu meninggalkan Arkhan yang hanya bisa mengusak-usak rambutnya frustasi.


"****!! Kenapa jadi gini sih!!" Arkhan mengumpat frustasi saat melihat Zee masuk ke dalam taxi dan meninggalkannya di parkiran ini.


"Puk.."


Satu tepukan terasa di pundak Arkhan. Arkhan menoleh,tampak Kimberlly berdiri dengan wajah bersalahnya.


"Maaf ya Ar. Gara-gara aku,kamu sama pacar kamu berantem lagi." Kimberlly menunduk dengan raut sendu.


Arkhan berbalik dan mengusap pundak Kimberlly pelan. "Bukan salah lo kali. Semua murni cuma salah paham,cewek gue nanti juga pasti paham kok. Nanti gue coba jelasin lagi ke dia. Intinya di sini gak ada yang bisa di salahin termasuk lo,jadi gak perlu cemberut gini."


Arkhan mencoba menghibur rasa bersalah Kimberlly.


Menurut Arkhan Kimberlly juga merupakan korban dari kesalahpahaman ia dan Zee jadi ia tidak mau membuat Kimberlly tambah merasa bersalah. Apalagi Kimberlly orang baru dan Kimberlly juga teman yang sudah cukup lama ia kenal.


"Emm,Ar. Gimana kalau misalkannya cewek kamu marah terus benci sama aku? Kamu masih mau temenen sama aku? Kalau di nyuruh kamu ngejauhin aku gimana?"

__ADS_1


"Sttss." Arkhan menghentikan ucapan Kimberlly dengan isyarat jari telunjuk di depan bibir.


"Udah gak usah mikir macem-macem. Zee itu baik dan dewasa cuma tadi kebetulan mood dia emang lagi gak bagus. Besok juga pasti baikkan." Ujar Arkhan yakin.


Kimberlly masih menatap Arkhan ragu.


"Tapi kamu gak bakalan ngejauhin aku kan?"


"Udah gue bilang gak usah mikir macem-macem. Lo tetep temen gue,tenang aja. Sekarang mending lo balik,karena gue juga mau balik."


Arkhan berkata sambil membalikkan badannya hendak menuju mobil namun di tahan oleh Kimberlly.


"Ar,aku boleh nebeng kamu gak? Tadi sopir yang anter aku udah aku suruh pulang. Lagian rumah aku sama kamu kan searah,boleh?"


Arkhan tampak terdiam sejenak. Sebenarnya ada rasa janggal dalam hatinya saat teringat Zee,apalagi mereka baru bertengkar.


Tapi?


"Ya udah deh boleh. Ayo masuk,gue anter lo pulang."


Arkhan akhirnya mempersilahkan Kimberlly masuk ke mobilnya dan mereka pulang bareng sore itu.


♡♡♡


Jangan lupa Like Vote Komen...


Mau bilang apa sama Arkhan?


Ada yang geram sama sikap Arkhan?


Jadi siapa nih yang egois? Arkhan atau Zee?


♥♥♥


Terus guys..,aku mau curhat nih. Kemarin kan aku jalan ke perbukitan gitu,terus aku jatuh. Kaki aku keseleo dan bengkak. Aku udah oles terus urut juga pakai minyak urut gitu,tapi masih sakit kalau buat jalan..


Kira-kira di kompres atau di tempelin apa ya biar gak sakit lagi?


Koyo kah??🤨🤨🤔

__ADS_1


__ADS_2