
Delice mondar-mandir di dalam kamarnya dengan raut gusar. Sedari tadi ia tidak bisa tenang karena kepikiran dengan hubungan Zee dan abangnya Arkhan.
Kedatangan Kimberlly yang tiba-tiba ada di antara mereka membuat Delice khawatir jika Kimberlly akan menjadi benalu. Firasat Delice mengatakan jika Kim menyukai Arkhan,di lihat dari tatapan Kim saat berbicara dengan Arkhan tadi.
"Gak...,gak boleh! Jangan sampe abang gue ngelakuin kesalahan fatal yang bikin Zee marah dan akhirnya mutusin bang Ar. Sia-sia usaha gue,Agatha,sama Clara dalam nyomblangin mereka dulu. Belum lagi pengorbanan bang Zergan,dia udah ngalah,restu bang Vian. Oh my ghost!! Gak bisa di biarin! Gue harus lapor sama Zee tentang kejadian yang gue liat pake mata batin gue tadi sore. Harus!"
"Handphone,mana handphone?" Delice bergegas ke kasur,ke nakas,dan membuka beberapa laci untuk mencari keberadaan benda munggil itu,namun nihil.
Detik berikutnya Delice menepuk jidatnya saat sadar jika handphone yang ia cari ternyata ada di tangannya sendiri. Dia yang pegang dia yang panik cukk...,dasar Delice insomnia.
Oke lupakan tentang kekonyolan Delice barusan. Sekarang Delice sudah memencet panggilan vidio grup di grup chat miliknya. Ia memilih melaporkan kejadian barusan pada semua temannya tanpa terkecuali Zee.
Yang pertama kali mengangkat panggilan adalah Agatha. Ibu muda satu itu tampak sedang menyandar di kepala ranjang dengan wajah di lapisi masker berwarna hitam. Agatha tidak menyapa karena wajahnya kaku untuk di gerakkan terutama mulutnya.
Kedua,ada Sandra yang tampaknya sedang berada di ruang makan bersama dengan Arkhan. Sepertinya mereka baru selesai makan malam atau malah baru mau makan malam namun di ganggu oleh Delice.
Ketiga dan keempat,ada Sassya dan Clara yang mengangkat panggilan secara berbarengan. Sassya tampak sedang duduk di sofa dengan memangku baby Gavi sedangkan Clara tampak sedang berada di ruang tv sembari memakan popcorn bersama anaknya Claudia.
Hanya satu orang yang belum bergabung di grup. Orang itu adalah sosok penting yang harusnya ada di sana.
"Zee kemana sih??" Tanya Delice pada kelima temannya itu.
Kelima temannya serentak menggeleng,tanda tidak tahu.
"Kenapa sih Liz? Tumben malam-malam ngajak vc grup. Ada masalah lo?" Sandra bertanya dengan heran.
Delice buru-buru menggeleng. "Gue gak ada masalah kakak ipar. Yang ada masalah tuh abang Ar sama Zee. Makanya ini gue nyariin Zee. Dia kemana sih?" Tanya Delice lagi,dan di balas lagi dengan gelengan oleh kelima temannya itu.
"Kita gak tau Zee di mana Liz. Mungkin lagi makan malam atau apa gitu." Ujar Sassya ikut buka suara.
"Lagian lo kalau ada yang mau di omongin sama Zee,ya pc lah. Ngapain lo ngehubungin via gc? Emang masalahnya urgent?" Clara bertanya dengan nada heran.
__ADS_1
"Urgent banget Clar!! Abang gue! Abang gue lagi di incer calon pencokor bule,gak kalah cantik sama Zee tapi masih cantikan Zee. Parahnya lagi tuh orang sekarang tinggal di depan rumah gue dan dia sama bang Ar kenal baik kayaknya.."
Delice berbicara dengan nada panik dan wajah serius. Tak lama satu panggilan lain ikut terhubung ke grup. Zee muncul dengan wajah segar dan rambut basah yang ia gosok-gosokkan dengan handuk kecil.
Sepertinya gadis satu itu baru selesai mandi,makanya saat di telpon pertama kali tadi ia belum muncul.
"Lagi bahas apa?" Tanya Zee dengan wajah datar pada kelima sahabatnya itu.
"Bahas lo!!" Jawab kelima orang itu kompak membuat wajah Zee di seberang layar tampak mengernyit.
"Gue?" Tanyanya lagi sambil menunjuk hidungnya sendiri.
Kelima temannya lagi-lagi mengangguk.
"Kenapa sama gue?" Tanya Zee heran.
"Lo beneran gak tau?" (Clara)
"Hubungan lo sama bang Ar baik-baik aja kan?" (Agatha)
"Belakangan ini ada yang ngincer Arkhan gak,setahu lo?" (Sandra)
"Zee abang gue pernah cerita tentang temen cewek bulenya sama lo gak??" (Delice)
Zee menatap teman-temannya dengan raut wajah semakin bingung.
"Tunggu dulu! Ini maksudnya gimana sih? Arkhan? Gue? Temen ceweknya Arkhan? Hubungan gue sama Arkhan. Sebenarnya ada apa sih?" Tanya Zee dengan beruntun karena bingung.
Sandra terlihat menghela napasnya dari balik layar. "Jadi gini Zee,barusan Delice ngasih tau kita kalau mereka punya tetangga baru. Rumah tetangganya itu di depan rumahnya Delice. Terus kata Delice tetangga barunya itu bule dan dia kenal sama Arkhan,Arkhan juga kayaknya kenal sama orang itu. Jadi Arkhan pernah cerita gak sama lo kalau dia punya temen deket cewek selain kita-kita?"
Zee menggeleng. Sejujurnya ia belum ngeh dengan penjelasan teman-temannya ini.
__ADS_1
Melihat Zee menggeleng,Agatha yang sedari tadi diam jadi ikut nyeletuk setelah masker di wajahnya ia lepas.
"Apa jangan-jangan tetangga baru si Delice itu mantannya bang Ar pas SMA? Secara kan ya? Ya kalian taulah dulu bang Ar gimana." Agatha mulai mengeluarkan perspektif yang timbul di otaknya.
Pernyataan Agatha membuat semua orang tampak berpikir. Termasuk Zee yang tampaknya mulai paham dengan arah pembicaraan mereka.
"Gue paham sekarang. Jadi maksud kalian semua,saat ini ada orang yang lagi berusaha deketin Arkhan dan orang itu tetangga Delice?" Tanya Zee memastikan.
"Bener banget Zee. Gue yakin dia itu calon pencokor,gue bisa liat dan cium aroma-aroma pencokor dari tatapan dan bahasa tubuh dia pas nyapa bang Ar di depan gerbang rumah tadi. Bahkan nih ya,gue liat pakai mata kepala dan mata kaki gue. Dia kayak lagi berusaha buat deketin bang Ar tapi bang Ar ngehindar,gue gak tau sih dia ngomongin apa tadi sama abang gue tapi intinya raut bang Ar kayak panik gitu dan setelah itu tuh cewek balik,bang Ar juga masuk rumah. Aneh bangetkan?"
Delice mengoceh panjang kali lebar membuat Zee semakin paham arah pembicaraan calon adik iparnya ini. Mendadak otak Zee ingat dengan satu orang yang belakangan ini menjadi pemicu keributannya dengan sang pacar. Ia harus memastikan hal itu.
"Liz,bisa jelasin ke gue gimana ciri-ciri tetangga baru lo itu?"
Tanya Zee memulai introgasinya.
Delice mengangguk cepat. "Ceweknya cantik,tingginya sama kayak Sandra,bola matanya abu-abu,rambutnya pirang sepinggang,agak tirus gitu mukanya. Terus kalau gak salah,dia pakai kalung yang ada nama Kim di bandul kalungnya."
Tepat seperti dugaan Zee. "Cewek itu lagi." Batin Zee sembari menghela napasnya dengan berat.
"Liz, nama tetangga baru lo itu Kimberlly bukan?" Tanya Zee memastikan lagi.
Kedua alis mata Delice kompak menukik. "Jadi lo udah kenal? Nama yang lo sebut itu bener-bener mirip sama nama yang di sebut abang gue tadi. Kimberlly."
"Tapi ngomong-ngomong kok lo bisa tau Zee? Arkhan udah cerita sama lo?" Sandra ikut bertanya heran.
Zee menggeleng. "Gue udah ketemu dia beberapa kali,pertama di bandara pas gue jemput Arkhan dan kedua di cafe Amora. Gue gak tau ini kebetulan atau di sengaja tapi akhir-akhir ini gue sama Arkhan udah dua kali ribut dan itu karena kehadiran Kimberlly." Zee akhirnya menceritakan perihal yang terjadi di dalam hubungannya dan Arkhan akhir-akhir ini.
♡♡♡
Like vote komen...
__ADS_1