
Ku buka jendela kamar di pagi hari kuhirup udara sejuk kala itu. Langit biru itu menyambut pagi ku dengan ceria.
***
" Kenapa rasanya bahagia sekali pagi ini..? " gumamku dalam hati sambil melihat bunga bunga di taman yang terlihat dari jendela kamar ku.
Aku memengang pipiku sambil tersenyum malu sendiri mengingat semalam bertemu sang pujaan hati.
...
Bagaimana aku tak bahagia hari ini, dia mengajakku untuk kembali bertemu.
Aku bergegas membuka lemari pakaian ku, ku pilih pilih baju mana yang akan ku kenakan. Sambil mencobanya mencocokkan pakaianku di depan cermin.
....
Namun siapa sangka ternyata ibu melihat tingkah laku ku dari tadi. Karena sibuk mempersiapkan diri sampai tak ku sadari ibu sudah membuka pintu kamarku dan melihat tingkah laku anaknya yang seperti ini.
"Sungguh memalukan" ucapku dalam hati.. Pipi ku merona malu...
"Anak ibu... Cantik pakai pakaian apapun juga... " kata ibu sambil menghampiri ku..
"Ah... Ibu.... Bisa ajah.." ku rangkul ibu ku dan bermanja di pelukkan nya.
Ya .. Aku masih seperti anak manja di depan ibu ku.
Tak lama aku pun bersiap.. Ku kenakan dress berwana merah muda dengan rambut yang ku ikat sebagian...
Ibu kembali ke kamar ku untuk mengajakku sarapan...
__ADS_1
Sementara itu di meja makan sudah ada ayah yang duduk menunggu ku dan ibu...
"Mau kemana ?? " kata ayah..
"Mau ketemu kak Anton, yah..bu." jawab ku...
"Anak yang semalam kata ibu, yah.' jawab ibu menjelaskan.
" Ya sudah, jangan terlalu malam pulang nya.." kata ayah.
Kami pun menyantap sarapan yang di siap kan ibu.
***
Waktu menunjukkan jam 9 pagi itu, terdengar suara mobil terparkir di depan gerbang rumah ku. Ku lihat dari balik jendela.. Sesosok pria yang ku tunggu telah tiba. Berdebar rasa hati ku kembali bertemu dengan nya.
"emm.... Permisi om, Tari nya ada ???"
"Ada, silahkan duduk dulu ..."
"emm... Om boleh gak saya ajak Tari nya keluar sebentar..." kata nya lagi meminta ijin dari ayah ku.
Aku yang mendengar itu pun dari balik pintu menjadi senang tak menentu..
Oh Tuhan... Dia meminta ijin dari ayah.
"iya... Boleh. Tapi jangan terlalu lama." ucap ayah.
Kemudian ayah memanggilku. Aku pun membuka kan pintu ku lihat lelaki idaman ku itu, sangat rapih..
__ADS_1
" om.. Pamit ya.. " ucap ka Anton.
kami pun pamit kepada ayah dan mencium tangan ayah...
Kami pun pergi.. dari dalam mobil ku lambai kan tangan pada ayah seraya berpamita...
" dah ayah..."...
***
"jadi...mau kemana kita tuan putri...?"
Ucapnya sambil memegang kemudi dan tersenyum pada ku.
Membuat pipiku merona malu karena ucap nya.
Aku hanya membalasnya dengan senyuman.
Di sepanjang perjalanan kami terus bercerita tentang semua pengalaman kami selama kuliah dan bekerja.
Hingga di suatu tempat yang banyak bunga di pinggiran kota ka Anton menghentikan mobil nya.
" kita piknik di sini aja yu...." ajak nya sambil melepaskan sabuk pengamannya.
Kami pun turun dari mobil dan ia menyiapkan semua kebutuhan piknik.. Ternya ia sudah mempersiapkan semuanya.. Sementara aku hanya dia pinta untuk duduk terlebih dahulu di tikar piknik yang telah ia sedia kan.
Suasana di taman iti sangat indah, bunga bermekaran pepohonan yang rindang... Langit biru menjadi pelengkap lukisan alam, udara sejuk menemani dan tentunya di tambah dengan berada di samping orang idaman menjadi sangat lengkap rasa nya ... Bahagia nya aku hari ini... Gumamku dalam hati..
***
__ADS_1