RUNTUH

RUNTUH
Raynand dan Kimberlly


__ADS_3

""Ditunggu undangannya Kim." Bisik Zee di sela-sela pelukannya.


Kimberlly tersenyum kecil. "Tentu saja Zee." Jawab Kim yang untuj pertama kalinya memanggil Azellea dengan sebutan Zee seperti teman-teman Zee yang lainnya.


Usai Zee dan Kim berpelukan,Kim beralih pada Arkhan. Terlihat mata Kim berkaca-kaca saat menatap Arkhan.


"Arkhan,selamat atas pernikahan kamu dan Zee." Ujar Kimberlly diiringi tangisan kecil.


Arkhan hanya mengangguk,tidak memberi respon berati dan hal itu membuat Kimberlly tidak memperpanjang omongannya.


Kimberlly memilih lebih dahulu putar balik meninggalkan Raynand yang masih memberi ucapan pada Zee dan Arkhan.


Setelah Raynand menyusul kepergian Kimberlly,Zee beralih pada Arkhan dan menunjukkan wajah protesnya.


"Siapa yang nyuruh lo nyuekin Kimberlly?" Tanya Zee kesal.


Arkhan sedikit menginjak kaki Zee membuat gadis itu melotot. "Ar! Lo!"


"Sstts. Jangan berisik,dan jangan ngomong pake lo gue lagi. Kita udah nikah Zee,kamu istri aku. Jadi ngomongnya aku,kamu. Bukan lo gue! Paham!?"


Zee mengangguk malas.


"Ya udah iya. Aku,kamu. So,back to topik awal. Kenapa lo cuekin Kim?"


Zee kembali mengungkit problem alam.


Acuh tak acuh,Arkhan menjawab.


"Bodo amatlah. Gak penting juga kan?"


"Tapi Ar,setidaknya.."


"Gak ada setidak-setidaknya. Sekarang,lo ikut gue!!"

__ADS_1


Tanpa ba bi bu lagi,Arkhan menggendong Zee ala bridal style dan membawa Zee pergi dari pelaminan karena memang acara sudah selesai bahkan ada beberapa tamu yang sudah pulang. Jadi tak ada alasan lagi bagi keduanya untuk tidak pergi setidaknya untuk mengistirahatkan tubuh mereka dan pastinya untuk menikmati malam pertama mereka dengan status yang sudah berlabel sah itu.


Sementara itu,di sudut ruangan yang agak jauh dari jangkauan mata orang-orang. Tampak Kimberlly kembali berkaca-kaca saat melihat bagaimana tadi Arkhan menggendong Zee dan menatap Zee dengan tatapan penuh cinta.


Ya. Kimberlly ternyata belum sepenuhnya move on dari Arkhan. Terbukti,rasa cemburu saat ini masih bersarang di hatinya.


Seseorang datang dari arah belakang Kimberlly dan menatap Kimberlly dengan tajam.


"Jangan membuat drama dengan wajah mellow mu itu Kimberlly. Kau masih ingat kan kesepakatan kita?"


Kimberlly mendongak kaget. "R..Ray?" Lirihnya.


Kimberlly segera mengapus air mata yang masih mengaliri pipinya.


Raynand makin menatap tak suka pada Kimberlly.


"Cih. Dasar cengeng! Memang semua gadis yang pernah ku kenal itu lemah,hanya Zee satu-satunya gadis kuat yang pernah aku temui. Dan bodohnya kau hampir membuat gadis yang aku cintai terluka karena ulahmu!"


Kimberlly tertunduk takut.


Raynand mendengus. "Lupakan! Hapus air matamu itu dan bersiap-siaplah untuk pulang. Aku akan mengantarkanmu!!"


Kimberlly mengangguk patuh.


"Baik Ray,tunggu sebentar."


Kimberlly menghapus sisa-sisa air mata di pipinya dan dengan segera memoleskan sedikit lipstik ke bibirnya.


Raynand terlihat tak peduli sama sekali,setelah memastikan Kim selesai menutupi sisa tangisannya dengan make up. Raynand pun berjalan terlebih dahulu meninggalkan Kimberlly.


Kimberlly menyusul langkah Kimberlly dengan sedikit tergesa-gesa.


"Aduh..!!"

__ADS_1


Tiba-tiba Kimberlly menjerit saat tubuh munggilnya menabrak seseorang.


Orang Kimberlly tabrak juga tampak panik.


"Anda baik-baik saja?" Tanyanya memastikan sambil memegangi lengan Kimberlly.


Kimberlly mengangguk. "Ah ya,aku baik-baik saja." Jawab Kimberlly cepat sambil merapikan pakaiannya yang sedikit kusut.


"Maaf ya,tadi aku sedang buru-buru makanya tidak melihat jika ada yang lewat dan saat menabrakmu aku kaget. Karena itu aku berteriak." Jelas Kim lagi.


Pria itu mengangguk paham. "Tak apa nona. Maaf mengangguk perjalananmu dan aku senang kau baik-baik saja."


Ujar pria itu lagi.


Kimberlly menjadi canggung sekarang,tidak tau harus mengatakan apa lagi pada pria itu.


Namun entah dapat dorongan darimana,Kimberlly tiba-tiba mengulurkan tangannya kehadapan pria asing itu.


"Maaf sebelumnya,apa saya boleh tau siapa nama tuan?"


Pria itu menyambut uluran tangan Kimberlly dengan sebuah senyuman.


"Alexander. Nama saya Alexander,nona boleh memanggil saya Alex." Jawab pria itu.


"Ah.." Kimberlly mengangguk paham. "Aku Kimberlly,panggil saja Kim. Aku.."


"KIMBER!!!"


Kimberlly tak jadi melanjutkan kalimatnya saat namanya dipanggil dengan kencang oleh seseorang yang sudah sangat Kimberlly kenal.


Buru-buru Kimberlly melepas pegangan tangan mereka dan berlari menuju ke sumber suara.


Sebelum benar-benar menjauh. Kimberlly kembali berteriak.

__ADS_1


"Semoga kita bertemu di lain waktu Alexander,aku senang berkenalanan denganmu!!"


☜☆☞


__ADS_2