RUNTUH

RUNTUH
Mengadukan Pada Bunda


__ADS_3

"Loh,udah pulang kamu nak?"


Suara bunda terdengar menyapa Delice yang tampak masuk ke ruang makan. Delice juga tampak sudah mengenakan kaos santai yang menandakan jika dirinya sudah beres bersih-bersih.


"Elis udah ada di sini,ya berati udah pulang bund." Balas Delice malas,pertanyaan bundanya ini betul-betul kurang berbobot.


Bunda hanya menyengir mendengar jawaban ketus sang putri.


"Sensi amat sih kamu sama bunda. Ngomong-ngomong ayah sama abang kamu belum datang?" Tanya bunda lagi.


"Belum bun,kalau ayah tadi katanya lagi di jalan. Kalau abang,lagi ke rumah PACARNYA. Makan malam di sana katanya."


Delice sengaja menekankan kata pacar sembari melirik sinis ke arah Kimberlly yang tampak pura-pura tidak sadar dengan keberadaannya.


"Oh gitu.." Bunda tampak mengangguk-angguk paham mendengar penjelasan Delice.


"Oh iya Liz,ini bunda sekalian mau kenalin kamu sama Kimberlly. Dia ini tetangga kita yang kemarin nganterin brownis ke sini loh,kamu gak lupa kan?"


Bunda tampak antuasias memperkenalkan Kimberlly.


Delice melengos malas. "Udah kenal kali bund." Jawab Delice acuh tak acuh.


Bunda tampak menaikkan kedua alisnya dengan tampang menyelidik.


"Oh iya? Kenal nama doang atau udah..?"


"Kita udah lumayan kenal dekat kok bund." Kimberlly yang tadinya diam mendadak menyahut membuat kepala Delice dan bunda berputar sembilan puluh derajat ke arahnya.


"Seriusan Kim? Anak bunda satu ini gak buat masalah kan sama kamu?" Bunda tiba-tiba bertanya was-was. Entah kenapa perasaan bunda mengatakan jika anak gadisnya ini tidak menyukai Kim. Di lihat dari tatapan matanya juga cara bicaranya yang acuh tak acuh.


Mendengar pertanyaan bunda,otak Kim tiba-tiba mendapat ide untuk mengadukan perbuatan Delice dan teman-temannya kemarin. Senyum senang langsung tercetak di wajahnya,sebelum menjawab pertanyaan bunda ia sempat melirik ke arah Delice yang tampak langsung membuang mukanya.


Kimberlly makin senang memprovokasi gadis itu.


"Elis baik bunda. Kemarin Kim di ajak jalan-jalan sama Elis juga teman-temannya." Kim memulai dramanya membuat Delice sontak melotot.


"Ma..,maksdud kakim apaan nih? Kan kemarin lo sendiri yang datang ke kampus gue,minta dk temenin jalan-jalan. Kenapa jadi di balik gitu ceritanya?"


Delice langsung menyambar dengan emosi.


Melihat kelakuan sang anak,bunda langsung menegurnya.


"Liz,yang sopan dong kalau bicara."


Tegur bunda lembut.


Kim tampak biasa saja mendengar ucapan Delice.

__ADS_1


"Gak papa kok bun,Eliz mungkin lagi capek. Makanya kurang mood buat di ajak ngobrol. Tapi seriusan,kemarin Kim senang banget bisa di temenin jalan-jalan sama mereka. Intinya Kim mau ngucapin makasih juga sama mereka karena udah mau ngajak Kim keliling wahana di pasar malam."


Bunda tampak menatap Kim dengan tatapan menyelidik. "Kamu di ajak ke area pasar malam sama Eliz? Naik wahana apa aja?" Tanya bunda penasaran. Pasalnya ia tahu jika Delice pernah memanfaatkan wahana untuk mengerjai seseorang. Jadi ia takut kejadian itu terulang.


Senyum Kim makin berkembang mendengar pertanyaan bunda. Inilah momen yang ia tunggu,mengadukan kelakuan Delice langsung pada bundanya.


"Kemarin kita naik banyak wahana sih bund. Sebenarnya seru,cuma karena gak terbiasa. jadinya Kim muntah-muntah." Jelasn Kim dengan wajah santai namun berhasil membuat bunda melotot.


"Kamu sampai muntah? Kamu bilang itu seru?" Tanya bunda tak percaya.


Kim mengangguk. "Iya bun,lagian Kim gak papa kok. Ya anggap aja pengalaman,soalnya ini pertama kali bagi Kim. Sedari kecil Kim kan memang gak suka naik-naik wahana,jadi mungkin tubuhnya kaget kemarin. Makanya sampe muntah-muntah."


Mendengar penjelasan Kim,bunda tampak semakin melotot ke arah putrinya Delice.


Delice yang di pelototi bundanya,langsung menunjukkan aksi protes.


"Bunda ngapain melototin Eliz sih? Bunda kan denger sendiri tadi,kakimnya ngomong apa. Dia yang mau kok." Celetuk Delice tak terima dengan tatapan bunda yang seolah menyalahkan dirinya.


Bunda kembali melotot kesal. "Diam dulu kamu! Bunda mau tanya lagi nih sama Kimberlly."


"Nak Kim,kemarin cuma di ajakin naik wahana ekstrem. Atau ada yang lain lagi?"


Tanya bunda memastikan.


"Kita juga masuk ke rumah hantu bun. Cuma gak sempat main,soalnya Kim keburu pingsan. Hehe." Kim benar-benar mengadukan perbuatan Delice dan teman-temannya kemarin pada bunda.


"Astaga Elis!!" Pekik bunda dengan ekspresi marahnya.


Tanpa aba-aba bunda langsung menarik kasar lengan Delice agar mendekat ke arahnya.


"Elis,minta maaf sama Kimberlly!! Bunda gak pernah ya ngajarin kamu ngerjain orang."


Omel bunda pada Delice.


Kemudian bunda menatap dengan raut bersalah ke arah Kimberlly. "Nak Kim. Bunda minta maaf ya,kelakuan Delice sama teman-temannya kemarin mungkin kelewatan. Maafin mereka ya nak ya." Ujar bunda dengan raut menyesal.


Ia merasa malu dengan gadis di depannya ini.


Sedangkan Kim langsung menggeleng seolah tak masalah dengan kelakuan Delice.


"Kim beneran gak papa bund,Eliz. Gak perlu minta maaf." Ujar Kimberlly sok baik.


Delice makin-makin menunjukkan aura permusuhan di antara mereka.


"Tuh,bunda dengar sendirikan? Dia aja gak masalah kok bund,lagian cuma muntah-muntah doang bund. Itu hal biasa buat orang yang baru naik wahana,kalau urusan pingsan di rumah hantu. Ya itu salah kakimnya sendiri. Siapa suruh dia gak jaga-jaga,namanya juga rumah hantu ya pasti ada properti hantunya. Dia kaget sendiri kok kemarin,jadi ya bukan salah Eliz atau teman-teman Eliz."


Bunda tampak memijit pelipisnya yang mendadak berdenyut mendengar jawaban putrinya.

__ADS_1


"Apapun itu Liz,kamu tetap salah. Coba bayangin kalau sampe Kim kenapa-napa kemarin,kamu mau tanggung jawab hah?"


Delice diam,malas menyahut.


"Pokoknya Liz,bunda mau kamu minta maaf sama Kim atas kelakuan kamu." Ujar bunda tegas.


"Kamu juga Kim,lain kali jangan mau di kerjain sama Delice dan teman-temannya ya. Mereka memang masih labil kelakuannya, bunda benar-benar minta maaf ya."


Kim mengangguk. "Iya bun. Gak papa,santai aja." Jawab Kimberlly ringan.


Bunda menghela napas lega,kemudian mengelus pelan bahu Kimberlly.


"Makasih ya nak. Kamu baik banget loh." Ujar bunda membuat Kim tersenyum manis.


"Kalau gitu bunda ke atas dulu,mau mandi. Kamu juga jangan pulang dulu,makan malam di sini aja. Sebentar lagi juga ayah kayaknya pulang. Tunggu di sini ya."


"Iya bunda." Jawab Kim kalem.


Bunda langsung berlalu setelahnya, meninggalkan Kim dan Delice yang sama-sama menghunuskan tatapan tajamnya.


"Puas??" Tanya Delice sinis,setelah sosok bundanya tak terlihat lagi.


Kim tampak memasang wajahnya tak mengerti.


"Maksud kamu apa Liz? Kamu marah sama aku?" Tanya Kim pura-pura tidak tahu.


Delice berdecak kesal. "Pinter akting juga lo ya. Gak usah sok polos gitu lah,gue tau ya kalau lo sengaja ngadu ke bunda biar gue kena marah. Iya kan? Sengaja mau bikin hubungan gue sama bunda renggang?" Tanya Delice sinis.


Kim tak menjawab tapi memilih menampilkan deretan giginya seolah meledek Delice dengan senyum lebarnya.


Delice terkekeh sinis. "Sesuai dugaan gue. Lo ternyata pencokor licik. Gue tau,waktu itu lo sengaja kan ke cafe Amora buat bikin kencan abang gue gagal? Lo juga sengaja kan pindah ke rumah depan biar bisa dekat sama abang gue?"


Kimberlly mengangguk sembari bertepuk tangan kecil.


"Kamu pintar Eliz. Tapi sayangnya ini baru permulaan. Akan ada permainan lain lagi bagi siapapun yang menghalangi hubungan aku dan Ar."


Ucap Kim tanpa rasa bersalah sedikit pun.


Delice menatap Kim tak percaya,semudah itu Kimberlly membocorkan perasaanya.


"Dasar cewek gila!!" Ketus Delice sambil berlalu.


Kimberlly tertawa lebar menanggapi kemarahan Delice.


"Ini baru permulaan."


♡♡♡

__ADS_1


Like vote komen...


__ADS_2