Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
CHAPTER 9


__ADS_3

Sebelum kembali ke meja tempat sahabatnya berkumpul. Lana menghapus jejak air mata yang ada diwajahnya dengan sedikit bedak.


"Lama banget lho Lan. Ngapain aja lho? " Gerutu Sisil.


"Biasalah Sil, urusan belakang. He he he. " Dengan tawa yang dipaksakan. Dan pasti siapapun pasti percaya, tetapi tidak dengan Sisil. Melihat perubahan muka sahabatnya itu membuat Sisil curiga.


"Tapi... Kenapa mata lho sembab Lan? " Mendengar pertanyaan Sisil itu membuat Lana bingung harus memjawab apa.


"Itu..... Anu.... Biasalah Sil. Kalau sakit perut pasti aku nangis. " Bohong Lana.


"Tapi.... " Sebelum Sisil bertanya lagi ke Lana. Lana pamit pulang.


"Maaf ya Sil, Wan. Aku pulang dulu ya, takut telat nanti memasaknya. Assalamualaikum! " Tanpa menunggu jawaban dari sahabatnya, Lana langsung pergi. Melihat sikap Lana itu, semakin membuat Sisil curiga.


"Hai Wan! " Panggil Sisil ke Irwan yang sedang asyik dengan teleponnya, tidak tau dia lagi ngechat atau ngapain.


"Kenapa? " Tanya Irwan yang tidak mengalihkan pandangannya ke handponenya. Melihat hal itu membuat Sisil kesal, tanpa berpikir panjang Sisil memukul lengan Irwan.


PLAK


"Sakit an**ng! " Pekik Irwan sambil mengusap usap lengannya.


"Salah lho sendiri! Ngapain saat gue manggil, lho gak nengok b*go! " Kesal Sisil.


"Iya iya! Ngomong apa lu? " Kesal Irwan dan meletakkan handponenya dengan kasar.


"Lho gak lihat apa.. " Belum selesai Sisil menyelesaikan kalimatnya, Irwan sudah memotongnya.


"Gak tau. " Potong Irwan. Karena kesal Sisil lagi lagi memukul tangan Irwan.


PLAK


"Kenapa sih lu! Pukul pukul gue terus?!! "


"Lho yang kenapa! Gue ngomong langsung lho potong! " Kesal Sisil.


"Oke oke, Silahkan dilanjutkan. "


"Tadi itu mata Lana sembab. Seperti habis nangis deh. "


"Mungkin melihat suaminya ada main dengan cewek lain. " Ujar Irwan santai.


"Lho ngomong di filter dong. Main asal ngomong aja. Mana mungkin suaminya Lana ada main dengan cewek lain. Secara fisikkan Lana cantik amat, sifat apalagi, terus dia banyak kelebihannya. Gak mungkin lah. " Ujar Sisil tidak percaya.

__ADS_1


"Yah, terserah lho dah. Gue hanya memberi pendapat saja. " Sambil meresap minumannya.


"AN**NG! " Mendengar teriakan Sisil tadi membuat Irwan tersedak.


HUKK HUKK HUKK


"Ngapain lho teriak kam**t! " Kesal Irwan.


"Wan wan! " Panggil Sisil sambil mengguncangkan lengan Irwan.


"Apaan? " Tanya Irwan kesal.


"Lihat itu!" Tunjuk Sisil ke sepasang sejoli yang sedang bergandeng mestra. Yang tidak lain adalah Angga dan Joel.


"Mana? " Tanya Irwan sambil celingak celinguk.


"Itu cowok sama cewek yang berpakaian seksi itu! " Tunjuk Lana.


"Itu bukannya suaminya Lana ya. Kok sama cewek lain? Mestra lagi? " Ujar Irwan tidak percaya, kalau apa yang dikatakan itu benar.


"Gue gak percaya, bisa bisanya dia selingkuhin Lana. Sama cewek tulang lagi! "


"Kok tulang? " Tanya Irwan bingung.


"Ialah tulang. Tu lihat badannya kurus seperi tulang, ditiup sama angin terbang tu cewek. " Sinis Sisil.


"Mana ada gue iri. Badan gue ini merupakan badan ideal tau gak! " memang body sangat bagus, badan yang seperti gital spanyol. Walaupun Sisil banyak makan, bacanya tetap saja bagus.


"Iya iya. " Ngalah Irwan. Saat Sisil mau menyusul Angga dan Joel, mereka ternyata sudah hilang.


"Kan, gara gara lho nih! Mereka jadi hilangkan! " Karena kesal Sisil pergi keluar tanpa mempedulikan Irwan.


"Woi! Woi! Sisilah, tungguin woi! " dasar! " Irwan Langsung membayar makanan mereka dan pergi menyusul Sisil.


...___________🌸🌸🌸🌸__________...


Lana keluar direstoran itu langsung mengahentikan taksi yang kosong. Saa telah masuk, tangis Lana pecah. Melihat hal itu sang supir taksi menyodorkan tisu ke Lana.


"Mau kemana mbak? " Tanya supir taksi itu sambil melirik Lana dikaca spion depannya.


"Jalan aja pak.. Hiks... Nanti saja tunjukkin.. Hikss... Hikss" Ucap Lana disela sela tangisnya.


"Baik mbak. " Supir taksi itu kasihan dengan Lana, dia teringat kepada putrinya yang seusia Lana. Dia ingin menghibur Lana, tetapi dia bukan siapa siapanya. Jadinya sang supir taksi itu hanya diam sambil memandang Lana iba.

__ADS_1


Aduh... Kasihan sekali mbak ini. Jadi teringat putriku ya, kalau seandainya putriku yang ada diposisi mbak ini pasti saya sedih banget.


Saat mau mendekati perkarangan apartemennya, baru Lana menunjukkan alamatnya ke supir taksi itu. Setibanya di apartemennya Lana langsung mengambil buku diary nya. Yah, sejak dulu Lana suka sekali membuat keluh kesahnya di sebuah buku diary. Sampai menikahpun Lana masih melakukan itu.


...Dear suami....


...Apakah tidak ada cinta lagi cintamu untukku....


...Sehingga enggkau lebih memilih mantanmu dari pada istrimu sendiri....


Melihat bibirmu yang biasanya mencium**ku, enggkau lakukan untuk mencium wanita lain yang bukan mahrommu.


...Apakah aku m istri yang tidak berguna bagimu. Sehingga enggkau lera meluangkan waktumu untuk mantanmu dari pada aku....


...Apakah engkau tau suamiku....


...Hatiku sakit dan sesak melihatnya....


...Engkau boleh menghukumku semaumu....


...Tapi jangan, engkau nodai janji suci yang telah engkau ucapkan untukku....


...Aku harap engkau menjaga hatimu untukku....


...Setidaknya selama aku menjadi istrimu....


...Istrimu:Kailana angel saputri...


*


*


*


*


*


*


*


**Maaf kemarin gak up. Lagi keasyikan baca novel aku. He he he. Semoga suka ya. Oh iya sambil menunggu SMK up, silahkan ya mampir ke novelku yang satu lagi. Yaitu Deatiny of love. Udah 20bab lebih kok.

__ADS_1


See you next chapter 😘😘


♪\(*^▽^*)/\(*^▽^***)/


__ADS_2