Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
CHAPTER 16# Ujian sirih beganti


__ADS_3

...PALEMBANG...


Lana sampai di bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II setelah menempuh perjalanan selama 1 jam 10 menit. Sudah lama Lana tidak meninjakkan kakinya di kota kelahirannya itu, ada rasa senang, sedih dan gelisah bercampur menjadi satu. Senang karena bisa bertemu dengan kedua orang tuanya, sedih karena dia kembali saat dia menyandang status janda dan gelisah saat nanti kalau orang tuanya shok dan sedih mendengar putri kesayangan mereka menjadi janda.


Tapi Lana akan berusaha untuk meyakinkan kepada orang tuanya kalau dia baik baik saja.


Saat mau kerumahnya, Lana menggunakan bus umum. Dari bandara ke tempat tinggalnya menempuh perjalanan selama 6 Jam 25 menit, untuk sampai ke suatu desa yang ditempati oleh keluarga dan kedua orang tuanya itu.


Setelah sampai di terminal, Lana harus naik taksi untuk sampai ke rumahnya. Di dalam perjalanan, Lana senang karena bisa kembali melihat sawah dan perpohonan yang bewarna hijau serta udaranya yang masih bersih dari polusi.


Karena Lana asik melihat pemandangan, Lana sampai tidak menyadari bahwa dia sudah sampai dirumah kedua orang tuanya. Tetapi saat dia hendak turun, Lana melihat ada banyak orang yang berpakaian muslim ke rumahnya dan juga terpasang bendera kuning. Dan itu membuat Lana bingung sekaligus gelisah.


Kok ada bendera kuning ya didepan rumah? Siapa yang meninggal? Gak mungkin ibu sama ayahkan, beberapa hari lalukan aku, ayah dan ibu saling mengobrol bersama di telpon? Atau mungkin saudara ayah ya?


Karena tidak mau menduga duga akhirnya Lana memutuskan untuk masuk kedalam rumahnya. Dan betapa terkejutnya dia disaat dia melihat kedua orang tuanya terkujur kaku dengan balutan kain kafan ditubuhnya.


"Ayah! Ibu! " Tanpa mempedulikan barang bawaannya yang dia jatuhkan, Lana langsung berlari ke arah kedua orang tuanya.


"Ayah.....! Ibu.......! Bagun yah......! Bu......! Jangan tinggalin Lana..... Hiks.... Hiks... " Tangis histeris Lana sambil mengguncang - guncangkan tubuh kedua orang tuanya. Melihat hal itu membuat tetangga Lana yang sekaligus teman dekat ibunya Lana kasihan melihat Lana dan dia langsung menenangkan Lana.

__ADS_1


"Yang tabah ya nak, ikhlaskan kedua orang tuamu. Mungkin ini sudah takdir ayah sama ibu kamu untuk menghadap Allah SWT. " Kata wanita paruh baya itu yang bernama bu dewi.


"Ta-tapi bagaimana ayah dan ibuku begini tante...... Hiks.... Hiks.... Beberapa hari yang lalu.... Hiks.... Kami masih saling mengobrol bersama..... Hiks... Ta-tapi kenapa! Ke-kenapa?! Kenapa mereka meninggalkan aku tante.... Hiks.... Huahh....! " Isak tangis Lana, sedangkan bu Dewi hanya bisa mengelus punggung Lana.


"Itu semua karena kamu! Kalau saja kamu mengtransfer uang yang lebih besar lagi kepada mereka, mereka pasti tidak kecelakaan saat bekerja! " Tuduh seorang wanita paruh baya yang berbadan gemuk dan di lehernya, lengannya lalu jari jemarinya dipenuhi oleh emas yang meyilaukan mata bagi yang siapa yang baru melihatnya😂😂. Yang tidak lain adalah adik ipar dari ayahnya.


"A-apa mak-maksud bibi? " Tanya Lana kaget atas pernyataan bibinya itu.


"Heh! Asal kamu tau ya! Ayah dan ibu kamu itu berhutang dengan pak Bordan si juragan tanah itu! Mereka berhutang sebanyak 100 juta! " Mendengar kebenaran itu membuat Lana terkejut, saking terkejutnya Lana sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Bagaimana bisa bi?" Tanya Lana lirih.


"Maaf ya ibuk - ibuk sekalian, alangkah baiknya kalau masalah ini dibicarakan saat kedua jenazah dikebumikan. " mendengar perkataan ustad tadi membuat bibi Lana mengurungkan niatnya dan memilih duduk ke tempat anak perempuannya.


Lana membacakan surat yasin untuk kedua orang tuanya yang telah merawatnya dari kecil hingga besar. Selesai membaca surat yasin, jenazah di bawa menggunakan spanduk khusus jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.


Dengan berat hati Lana harus mengikhlaskan jasad kedua orang dikuburkan. Setelah selesai dikuburkan lalu hampir semua orang meninggalkan makam itu, Lana langsung menumpahkan kesedihannya.


"Ayah..... Ibu.... Hiks, Lana sekarang harus gimana yah.... Bu...... Hiks.. Lana tidak mempunyai siapapun lagi.... Mas Angga sudah mengceraikan Lana... Hiks.... Sedangkan ayah dan ibu.... Hiks.... Sudah meninggalkan Lana selama lamanya.... Hiks.. Lana merasa Lana gak kuat, untuk msnghadapi semua ini ayah... Ibu.... Hiks"Tangis Lana terhenti saat mendengar suara orang yang dikenalnya.

__ADS_1


"Kamu tidak sendirian Kai, disini masih ada aku yang bisa menjagamu. Aku lebih baik dari suami bren**ekmu itu! " Kata pemuda itu dengan emosi.


"Kak..... "


*


*


*


*


*


*


**Haisss, ternyata aku baru ngeh di gays. Ternyata nama belakang Angga tertukar olehku sama nama belakang anaknya. Jadi sebenarnya kepanjangan nama Angga itu Angga johan bramasta sedangkan kalau Graham nama belakang anaknya nanti. Jadi maaf ya gays atas kesalahanku ini. Salam hangat dari author tukang typo😊.


See you next chapter😘😘

__ADS_1


♪\(*^▽^*)/\(*^▽^***)/


__ADS_2