Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
CHAPTER 59#


__ADS_3

"Kai?! Kamu kailana kan? " tanya seseorang itu.


"Ka-kak Edo? " jawab Ella dengan nada terkejut. Saat dia mengetahui orang yang menepuk pundaknya adalah Edo, kakak seniornya dulu saat di kampus. Dan merupakan orang yang pernah memendam rasa kepada Ella.


Bagi yang lupa siapa Edo, kalian bisa baca ulang episode 17.


"Ternyata benar ini kamu Kai. " ujar Edo dengan nada senang.


"Kamu dari mana saja Kai? " tanya Edo.


"Aku... " belum Ella menjawab, Edo sudah terlebih dahulu memotong pembicaraannya.


"Kamu jawab aja itu nanti, sekarang kamu ikut aku! Ada seseorang yang sangat ingin bertemu kamu! " ajak Edo sambil menarik tangan Ella, tapi tangan Edo langsung ditepis oleh Ella.


"Maaf kak. Tapi.... " ucapan Ella tertahan.


"Tapi apa Kai? " tanya Edo penasaran dengan perkataan Ella.


"Tapi aku la- " belum sempat Ella meneruskan perkataannya, tiba - tiba ada seseorang yang memegang pinggangnya.


"Ada apa sayang? " tanya orang itu yang tidak lain adalah Angga.


"Siapa dia? " tanya Angga saat melihat Edo.


"Ini Kak Edo, Mas. Kakak senior aku waktu kampus dulu. " jelas Ella ke Angga.


"Oo, kakak senior kamu. Kenalian nama saya Angga, suami Ella. " yjar Angga sambil menyodorkan tangannya ke Edo.


"Heh! Bukannya kalian sudah bercerai ya. Jadi anda itu lebih tepatnya mantan suami Kailana, bukan suaminya. " ejek Edo.


Karena ejekan dari Edo, membuat rahang Angga mengeras, dan dia langsung menarik tangannya lalu dia kepalkan tangannya kuat kuat.


"Tapi saya akan kembali menjadi suaminya. Karena apa? Karena kami akan Me. Ni. Kah! " kata sambil menekan kata menikah ke Edo. Dan tidak lupa Angga menyinggungkan senyum mengejeknya ke Edo.


"Apa! Apakah benar apa yang dikatakan dia Kai? " sambil menunjuk telunjuknya ke arah Angga.


"Itu benar. " jawab Ella dengan mantap.


"Setelah semua yang dia lakukan ke kamu, kamu masih mau bersama dia. Orang yang tidak pantas untuk kamu! " Angga langsung mengcengkram kerah baju Edo dengan kedua tangannya.


"Jaga bicara lo ya! " betak Angga.


"Apa?! Kenapa lo marah! Ada yang salah sama omongan gue! " balas Edo.


Saat mereka mau baku hantam, Ella langsung menglerai mereka berdua.


"Sudah! Berhenti kalian berdua! Kalian tidak malu apa?! Dilihat oleh banyak orang! " karena bentakkan dari Ella membuat mereka menghentikan aksinya itu.


"Mas Angga sudah! Jangan di lawan lagi, seharusnya mas Angga kontrol dong emosi mas. " omel Ella, mendengar omelan dari Ella membuat Angga memalingkan wajahnya menahan kesal.

__ADS_1


"Kak Edo juga, seharusnya kakak juga jangan memancing - mancing emosi Mas Angga! Dengan mengungkit - ungkit masa lalunya. Masa lalu, biarlah itu menjadi cerita lama, yang terpenting sekarang ini kita hidup dimasa depan, dimana kita hanya perlu berusaha untuk memperbaiki apa yang terjadi di masa lalu. Begitu pula dengan mas Angga, dia bersaha untuk memperbaiki itu semua, jadi kita tidak bisa menilai seseorang dari masa lalunya saja. " Edo hanya diam membisu mendengar perkataan Ella tadi.


"Dan aku harap, kak Edo juga jangan suka menarik tangan seorang wanita seenaknya kakak, tanpa mendengar perkataannya. Huff... Kalau begitu kami pamit dulu kak, Assalamualaikum. " belum sempat Ella dan Angga melangkah, Edo memanggil nama Ella lagi.


"Tunggu Kai! Sebelum kamu pergi, aku minta ke kamu untuk menemui sepupu kamu! " Ella langsung mengerutkan dahinya mendengar kata Sepupu, sepupuku? Siapa? Apakah Karina? batin Ella sambil bertanya - tanya di dalam hatinya.


"Sepupuku? Maksud kak Edo Karina? " tanya Ella penasaran.


"Iya Karina, dan aku harap kamu bisa menemui dia sebelum kamu kembali ke Jakarta. Ini nomor handpone aku, hubungi aku jika kamu mau bertemu dengan Karian. " ujar Edo sambil menyodorkan kartu namanya ke Ella.


Lalu Ella mengambilnya, dan membacanya. Disana tertulis nama Nicola rafaelliedo, profesi sebagai pengacara di kejaksaan XXX, lalu disana juga tertulis nomor handpone Edo.


"Kalau begitu aku pergi dulu Kai, dan aku harap kamu bisa menemui dia. Assalamualaikum! " lalu Edo melangkah pergi dengan langkah kurang bersemangat.


___________🌸🌸🌸🌸___________


Angga dan Ella sekarang berada di dalam mobil yang dikemudikan oleh Angga. Didalam mobil itu hanya ada Angga dan Ella, karena Gara dan Fana sudah terlebih dahulu pulang ke hotel tempat mereka menginap.


Sudah lama mereka diam satu sama lain, sejak mereka memasuki mobil. Ella yang terdiam karena memikirkan ucapan Edo tadi, dan Angga yang masih kesal dan cemburu karena perbuatan Edo tadi terhadap Ella.


Angga yang mulai kesal karena situasi ini, akhirnya angkat bicara.


"Yang! " panggil Angga ke Ella, tetapi Ella tidak mendengarkannya. Hal itu semakin membuat Angga kesal, lalu Angga menghentikan mobilnya ke tepi jalan.


CUP


Angga mengecup pipi sebelah kanan Ella, hal itu sontak membuat Ella terkejut dan resplek menampar Angga.


PLAKK


"Maaf, maaf Ga. Aku tadi kaget, kamu juga sih! Main cium - cium aja! Kan kena tampar kamu! " omel Ella, lalu dia juga mengusap pipi Angga yang tidak sengaja dia tampar tadi.


"Sakit ya? " tanya Ella, lalu Angga mengangguk - angguk lucu dengan bibir yang mengerucut ke depan.


Melihat hal itu membuat Ella terkekeh geli, karena tingkah Angga itu. Lalu Ella meniup - niup pipi Angga.


"Masih sakit? " tanya Ella, lalu Angga kembali menganggukkan kepalanya tanda masih sakit.


Saat Ella mau meniup pipi Angga lagi, Angga langsung menahannya.


"Jangan ditiup, kalau ditiup nanti tambah sakit. " hal tersebut membuat Ella tidak paham.


"Terus kalau tidak ditiup, gimana dong? "


Lalu Angga menampilkan senyum jahilnya, dia menunjuk ke arah pipinya dengan berkata.


"Di cium. " hal itu sukses Angga mendapatkan tapokan lagi dari Ella, sekarang bukan di pipi tapi di lengannya.


PLAKK

__ADS_1


"Itu mah, maunya kamu aja! " karena omelan dari Ella, Angga kembali mengerucutkan bibirnya.


"Kenapa sih gak boleh? Kan kita udah pernah menikah, dan kita cerainya juga masih talak satu, bukan tiga? " guman Angga yang masih terdengar oleh Ella..


"Bukan begitu Angga, aku cuma gak mau kalau kita melakukan hal yang dilarang oleh islam, walaupun kita pernah l menikah. Tetapi, tetap saja orang yang udah pernah bercerai dan berpisah bertahun - tahun, itu bukan lagi muhramnya. " kata Ella.


"Oke, oke! Aku akan tunggu kamu. " lalu Angga kembali menyalakan mobilnya.


Tenang Angga, loe harus bersabar selama 5 hari lagi. Setelah itu, kamu bisa melakukan hal itu sepuasnya.


Batin Angga sambil tersenyum devil.


Melihat senyum Angga itu, entah kenapa membuat Ella mengedik ngeri.


Kok aku merasa tidak enak ya, dengan senyum Angga itu? Entah kenapa Angga merancanakan hal yang mes*m?


Batin Ella sambil mengangkat kedua bahu tanda mengedik ngeri.


Beberapa saat kemudian, tibalah mereka di hotel bintang lima.


Mereka langsung pergi ke kamar yang sudah mereka pesan, setelah mobil Angga di pakirkan oleh pegawai hotel tersebut.


Saat memasuki kamar hotel, tiba - tiba Ella menghentikan langkahnya. Lalu dia berbalik menghadap ke Angga.


"Kenapa berhenti? " tanya Angga bingung.


"Kamu kenapa mengikuti aku? " tanya Ella dengan nada selidik.


"Karena kamarku ada disana. " tunjuk Angga ke kamar sebelah kamar Ella.


Ella langsung melipatkan kedua bibirnya, karena apa yang dupikirkannya, ternyata salah.


Aku kira bakalan sekamar, ternyata kamarnya ada di sebelah. Aku mikiran apa sih Ella, Agrrr!


Batin Ella.


Melihat reaksi Ella membuat Angga menampilkan senyum jahilnya.


"Hayo.... pikir apa? Pasti kamu berpikir, kalau kita.... " lalu Angga mendekatkan kedua ujung jari telunjuknya.


"Ish! Gak ada! Kamu itu yang pikirannya sampai segitu! " elak Ella, dan itu langsung membuat tawa Angga pecah.


Melihat hal itu semakin membuat Ella kesal bercampur malu. Tanpa pamit Ella langsung masuk ke kamarnya, meninggalkan Angga yang tawanya semakin menjadi - jadi.


*


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2