Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
CHAPTER 40# Salah paham


__ADS_3

"A-aku.... Aku ingin kamu.... " Gugup Angga.


Sial! Kenapa gue pakai gugup segala sih! Padahal selama ini tidak pernah begini.


Umpat Angga di dalam hatinya.


Berbeda dengan Angga yang gugup, Ella kaget saat mendengar perkataan Angga yang tidak lengkap itu.


Apa?! Dia me-menginginkan aku?! Apakah dia gila! bisa - bisanya dia bilang menginginkan aku setelah apa yang telah dia perbuat kepadaku.


Kesal Ella.


Ella berdiri di tempat duduknya dengan kesal dia mengucapkan apa yang akan dia lontarkan ke Angga.


"Apa kamu bilang?! Menginginkan aku?! Bisa - bisanya kamu bilang menginginkan aku setelah apa yang telah kamu perbuat kepadaku! " Kesal Ella dengan nada bicara yang agak tinggi. Untung saja pengunjung yang ada disana tidak tau bahasa mereka, kalau tau pasti Ella bakalan malu karena ditonton oleh pengunjung yang ada disana.


Sedangkan Angga hanya memasang ekspresi kaget saat Ella salah paham dengan ucapannya.


"Ella, kamu salah paham. Aku bukan mengatakan menginginkan kamu, aku cuma mau kamu tidak melarang aku bertemu dengan Gara dan Fana. " Jelas Angga yang juga ikut berdiri.


"Apakah benar? Kamu... Tidak bohong kan? " Tanya Ella dengan pipinya yang mulai memerah karena malu.


"Benar Ella. Tadi aku belum selesai bicaranya, tapi kamu malah memotong ucapanku. " Benar Angga dengan nada yang agak mengejek yang membuat Ella salah tingkah dibuatnya.


"Oh gitu.. Yaudah, aku minta maaf. " Cicit Ella kembali duduk sambil menyeruput minumannya agar tidak gugup dan malu lagi.


Melihat ekspresi Ella itu membuat senyuman Angga terukit di bibirnya. Bagi Angga ekspresi Ella saat ini sungguh sangat imut, ingin lama - lama Angga menatap wajah cantik Ella itu.


Tapi dia sadar diri, sebab saat ini dia dan Ella sudah bukan muhrim lagi, saat dia dan Ella menandatangani surat cerai kurang lebih 5 tahun yang lalu.


Saat mengingat kebodohannya itu membuat Angga lagi - lagi menyesal karena sudah menyakiti wanita yang tulus dan baik seperti Ella. Dan Ella juga wanita yang selalu mengisi ruang dihatinya saat mereka berpisah dulu hingga sekarang.


Beberapa saat kemudian, Angga dan Ella pergi dari Restoran itu menuju Rumah besar Graham/Penhouse milik Garaham, Ella tidak pulang bersama keluarganya, sebab mereka sudah pulang terlebih dahulu mengingat kondisi Fana yang belum stabil dan harus butuh istirahat penuh.

__ADS_1


Ella dan Angga pergi menggunakan mobil yang dilengkapi dengan supir pribadi suruhan Abang Ella yang merupakan Leo.


Beberapa saat kemudian Ella dan Angga tiba di halaman Penhouse Garaham. Mereka turun dari mobil saat sang supir membuka pintu mobil itu.


(Ps: Bagi yang nanya kenapa Angga juga ikut kesana. Itu semua karena Gara dan Fana yang merengek ke Grandma dan Grandpa mereka untuk mengizinkan Daddy mereka yaitu Angga untuk tinggal disana, dengan alasan mereka masih rindu dengan Daddy mereka. Dan mau tidak mau Grandma dan Grandpa mereka mengizinkannya.)


Saat mereka masuk, mereka disambut oleh teriakan dari Gara. Gara berlari ke arah Daddy nya dan disambut oleh Angga.


Sedangkan Ella hanya bisa memasang wajah kesal karena Gara memilih menghampiri Gara dari pada dirinya. Leo dan Mona yang melihat hal itu langsung tersenyum jail ke arah Ella.


"Ehem ehem. Ada yang kesal nih " ejek Mona


"Iya nih. Kesal karena anaknya memilih ke arah Daddy nya dari pada Mommy nya. " Sambung Leo. Mendengar itu membuat semua orang melihat ke arah Ella termasuk Angga, Ella yang di ejek sama Abang dan sepupunya langsung memasang wajah galak.


Papa Lio yang melihat putri kesayangannya di ejek oleh anak dan ponakannya langsung menjewer telinga anak dan ponakannya itu.


"Akh! Sakit, sakit pah. "


"Akh! Sakit sakit Uncle. "


"Makanya kalian jangan mengejek putri kesayangan Papa! " peringatan Papa Lio.


"Iya iya pah! Leo minta maaf. "


"Momo juga Uncle! "


Ampun Leo dan Mona. Setelah mendengar perkataan maaf dari mereka, Papa Lio langsung melepaskan jewerannya.


"Rasain tu. " Ejek Ella balik. Lalu dia berjalan ke arah Mama dan Papa nya untuk menyalimi tangan Mama dan Papa nya, lalu lanjut ke arah Aunty dan Uncle nya untuk meyalimi mereka juga dan diikuti oleh Angga dibelakangnya yang sedang menggendong Gara.


Setelah itu mereka berbincang - bincang bersama. Cuma Ella yang tidak banyak bicara disana, sebab juga ada disana Angga.


(Ps: Setelah Angga selesai melakukan operasi pendonoran untuk Fana, Angga berusaha untuk mengambil hati mertuanya dan akhirnya berhasil)

__ADS_1


Setelah berbincang - bincang dengan keluarganya Ella pamit pergi, sebab Gara sudah tertidur dipangkuan Angga.


Ella berbaringkan tubuh Gara dengan hati - hati di tempat tidur Gara lalu mencium Gara dan Fana bergantian. Ella terdiam menatap wajah cantik putrinya yang sekarang sudah dinyatakan sembuh dari penyakit Leukimia yang di derita oleh putrinya hampir 3 tahun lebih.


Saat mengamati wajah anaknya, tiba - tiba pintu kamar Gara dan Fana diketok oleh seseorang.


TOK TOK TOK


"Maaf. Apakah aku boleh masuk? " Tanya orang itu yang tidak lain adalah Angga.


Ella melihat Angga beberapa saat sebelum dia memperbolehkan untuk masuk.


"Masuklah. " Perintah Ella dengan nada datar.


Sebelum masuk Angga terlebih dahulu menutup pintu itu kamar anak - anaknya. Tapi hal itu diurungkan oleh Angga saat mendengar perkataan Ella.


"Jangan ditutup pintunya!, dibuka aja. Karena tidak baik dua orang yang bukan muhrim berada diruangan tertutup. " Ada rasa tertusuk di hati Angga saat mendengar perkataan Ella.


"Baiklah. " Guman Angga


*


*


*


*


*


**Maaf semua kamarin aku gak up soalnya aku ketiduran. Hehehe. Semoga suka ya, salam dari author tukang typo.


See you next chapter 😘😘

__ADS_1


♪\(*^▽^*)/\(*^▽^***)/


__ADS_2