
Setelah juragan Bordan dan anak buahnya tertangkap dan dipastikan mereka akan mendapat hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati, itu tergantung keputusan hakim nanti. Karena bukti yang diberikan oleh Papa Lio sangatlah akurat.
"Aku pamit dulu ya Paman. Dan maaf aku selalu mengusahkan Paman, bibi, ayah dan ibu. " Pamit Lana kepada pamannya setelah dia mengemasi barang - barangnya.
"Kamu tidak perlu minta maaf, itu sudah kewajiban kami untuk mengurus kamu. " Walaupun Paman Lana selalu berwajah datar dan jarang berbicara, tetapi Paman Lana adalah orang yang baik. "Dan kamu hati - hati ya, semoga kamu mendapatkan orang yang lebih baik dari pada mantan suamimu itu. " Paman Lana menepuk pundak Lana sebagai tanda pemberi semangat.
"Aamiin Paman. "Walaupun Lana mengaminkan Tetapi didalam hatinya masih ragu untuk membuka hati untuk orang lain. Mengingat sebentar lagi bakalan ada malaikat kecil yang akan menemaninya menghadapi semua kepahitan hidup.
"Kalau begitu saya Pamit ya pak. " Ujar Papa Lio Sambil menjabat tangan Paman Lana dan diikuti oleh Mama Ele.
"Ayo nak. " Ajak Papa Lio ke Lana. Tapi saat Lana mau masuk ke dalam mobil, tiba - tiba ada seseorang yang berteriak memanggil nama Lana.
"KAI! TUNGGU KAI! KAMU MAU KE MANA KAI! HEI! LEPASKAN SAYA! SAYA MAU BERTEMU DENGAN KAILANA! " Teriak Edo saat dia ditahan oleh pengawal Papa Lio.
"Kak Edo....? " Lirih Lana.
"Apakah kamu mengenalnya sayang? " Tanya Mama Ele ke Lana.
"Iya mah. Mmm Mah, Pah. Bisa berikan aku waktu sebentar untuk berbicara dengan kak Edo? " Izin Lana ke Mama dan Papa nya.
"Oke. Tapi cepat ya nak, waktu kita tidak banyak. Takutnya orang suruhan tante kamu nanti tiba - tiba datang ke sini. " Ujar Papa Lio dan di-iyakan oleh Lana.
"Lepaskan dia! " Perintah Papa Lio kenapa bodyguatnya. Lalu mereka melepaskan Edo dan langsung masuk ke dalam mobil diikuti oleh Mama Ele dan Papa Lio.
"Kamu mau kemana Kai? Dan mengapa kamu bisa dengan mereka! Siapa mereka? " Tanya Edo bertubi - tubi.
"Tanyanya satu - satu dong kak. " Ujar Lana sambil tersenyum sedangkan Edo hanya menggaruk - garukkan kepalanya tidak gatal.
__ADS_1
"Maaf. Jadi kamu mau kemana Kai? "Mendengar itu, senyuman di wajah Lana hilang dan berubah menjadi wajah sedih.
"Aku akan pergi jauh kak. Meninggalkan semua kenangan ini. "
Lalu meninggalkan identitasku dan masa kecil, remaja, dan keluarga yang telah merawatku. Ujar Lana didalam hati dan pastinya tidak akan dia bilang ke Edo.
"Hah! Jadi kamu tidak akan kembali ke sini lagi? Apakah itu karena mantan suamimu itu?! " Tanya Edo dengan wajah kesal.
"Tidak kak. Aku pergi bukan karena Mas Angga. Aku pergi karena ada sesuatu hal yang tidak bisa aku ceritakan ke kakak. " Mendengar perkataan Lana itu membuat Edo sedih, karena Lana tidak mau terbuka kepada dirinya. Yah, Edo sadar kalau dia bukan siapa - siapa Lana, dia hanya lah masa lalu Lana yang sudah dilupakan oleh Lana.
"Apakah kamu akan pergi dengan mereka? Mereka siapa kai? " Sambil menunjuk ke arah mobil yang ditempati oleh Mama Ele dan Papa Lio.
"Mereka adalah orang yang spesial bagiku. Mereka yang akan memberikan aku tempat pulang. " Ujar Lana sambil tersenyum hangat ke arah mobil Mama dan Papa nya. Sedangkan Edo bingung apa yang di maksud Lana. Saat Edo mau bertanya Lagi, terdengar suara Papa Lio memanggil Lana.
"Ayo nak! Kita sudah tidak ada waktu lagi! " Teriak Papa Lio yang hanya memunculkan kepalanya saja.
Hah! Papa? Kok Kai memanggil pria itu dengan sebutanPapa ? Memangnya dia siapanya Kai?
Batin Edo bingung.
"Papa? Kok kamu manggil dia Papa si Kai? " Mendengar pertanyaan Edo, membuat Lana gelagatan untuk memjawabnya.
"Mmm. Di-dia adalah orang yang penting bagiku kak, makanya aku manggil dia Papa. Aku pergi dulu ya kak. Assalammualaikum! " Lana langsung berlari masuk ke arah mobil Papa nya, dia takut kalau Edo bertanya lebih banyak lagi. Dan pasti Lana akan kelepotan menjawabnya.
"Heh....! Waalaikumsalam. " Edo hanya bisa melihat mobil yang ditumpangi oleh Lana hilang dari pandangannya.
...___________🌸🌸🌸🌸___________...
__ADS_1
Setelah menempuh perjalannan berjam - jam, akhirnya mereka tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II jam 18.20. Sebelum mereka pergi, mereka pergi melaksanakan sholat dulu bersama bodyguat mereka yang beragama muslim, sedangkan yang beragama non muslim beristirahat di tempat makan yang ada di bandara sana.
Setelah melakukann kewajiban mereka sebagai seorang muslim, mereka semua pergi ke stasiun pesawat pribadi Graham berada dan mereka langsung menaikinya.
Di dalam pesawat di lengkapi banyak kamar tidur, pesawat itu memang sengaja di desain seperti itu khusus untuk kenyamana keluarga Graham.
Saat semua orang sudah istirahat, hanya tinggal seorang wanita yang masih terjaga sambil sedang memandang foto pernikahannya dengan seseorang pria yang sudah menyakiti hatinya sekaligus ayah dari janin yang sedang dikandungnya.
"Walaupun kamu sudah melukai hati, batin dan fisikku. Aku tidak akan pernah menyesal mengenal kamu Mas, walaupun itu hanya kebohonganmu supaya aku jatuh cinta denganmu. Tapi tetap saja itu yang membuatku merasakan kebahagiaan yang tidak bisa dikatakan lewat kata - kata saja. Dan kebahagiaan terbrsar yang tercipta dari hubungan kita adalah malaikat kecil yang tinggal menghitung bulan lagi akan lahir di dunia ini. Aku akan menjaga dan menyayangi dia mas, meskipun kamu tidak mengharapkan kehadiran dia. Karena bagiku dia adalah sumber kekuatan terbesarku untuk bangkit dari keterpurukan ini. " Setelah mengatakan itu Lana menyimpan foto pernikahannya didalam tasnya dan langsung masuk ke dalam dunia mimpinya.
Pesawat mereka tiba di Bandara Heathrow, London. Setelah menempuh penerbangan selama kurang lebih 16 jam 40 menit dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.
Akhirnya aku sampai juga di Negara kelahiranku yang sebenarnya. Negara yang dimana tidak akan ada yang mengenal Kailana angel saputri, tetapi hanya akan mengenal MIXELLA ANGEL YUNIVER.
Selamat tinggal Kailana angel saputri dan selamat datang MIXELLA ANGEL YUNIVER.
*
*
*
*
*
*
__ADS_1