Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
CHAPTER 68# SAKIT


__ADS_3

Ella, Mama Ele dan Mami Aluna pulang ke Rumah diantar oleh Sopir pribadi Angga.


Sesampai di Rumah mereka disambut dengan tangisan Fana karena pertengkaran absurt Leo dan Gara. Yang dimana mereka mempeributkan tentang pendapat siapa yang akan Fana pilih, pendapat Leo atau Gara. Tapi Fana memang tipe orang tidak bisa memilih diantara orang yang dia sayangi akhirnya menangis ditambah lagi dengan Leo dan Gara yang terus mendesak Fana. Karena hal tersebut Leo dan Gara mendapatkan jeweran dan hukuman dari kedua pria paru baya yang ada disana, mereka tidak lain adalah Papa Lio(Papa Ella) dan Papi Johan(Papi Angga).


Semua orang tercengang melihat perilaku Leo dan Gara kecuali Ella dan Mama Ele yang sudah terbiasa melihat kelakuan absurt mereka berdua. Padahal jarak umur Leo dan Gara sangatlah jauh, bahka Leo dipanggil Papa oleh Gara dan Fana. Tapi entah kenapa, sifat Leo akan berubah menjadi anak-anak saat bersama Gara, mau heran tapi itu Leo laki-laki super absurt di keluarganya. Entah sifat siapa yang ditiru oleh Leo, mengingat Papa Leo yaitu Papa Lio memiliki sifat dingin dan tegas dan Mama Ele memiliki sifat yang lembut dan hangat. Kalau saja wajah Leo tidak mirip dengan Papa Lio, pasti orang akan berpikir kalau Leo itu bukan anak mereka.


"Ini...apakah Leo dan Gara memang selalu seperti ini?" Tanya Mami Aluna heran.


"Maklumin aja Na. Bagi mereka, satu hari saja tidak bertengkar dunia rasanya ingin runtuh." Mami Aluna yang masih heran hanya bisa mengangguk kaku.


Melihat kedatangan Mommy nya, Gara langsung berlari ke arah Mommy nya dan berdiri di belakang tubuh Mommy nya itu.


"Mommy!"


Meliahat tindakan Gara itu membuat Leo mendengus kesal."Dasar,hanya pandai berlindung dibawah ketek Mommy nya saja. Memangnya hanya dia saja yang bisa, gue juga bisa!" Lirih Leo yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri.


Lalu Leo memasang ekspresi sedih dan berlari menghampiri Mama nya dan dibalas dengan senyuman oleh Mamanya itu.


"Mama!" Tetapi disaat sudah didekat Mamanya, Mama Ele merubah Ekspresinya menjadi galak. Leo yang tidak sempat menghindar, langsung mendapatkan jeweran dari Mamanya untuk yang kedua kalinya setelah habis dijewer oleh Papanya.


"Kamu ya! Gak ada kapok - kapoknya. Kamu itu udah besar Leo, gak sepantasnya kamu bertengkar dengan keponakan kamu. Bagaimana nanti kalau kamu mau nikah, bisa-bisanya calon istri kamu iffel lihat kelakuan kamu yang seperti bocah ini!" Omel Mama Ele yang hanya di respon dengan rintihan kesakitan oleh Leo.


"Aduh... Aduh... Sakit Ma.. nanti lama-lama telinga anak tampanmu ini bisa copot. Memang Mama mau nanti Leo gak nikah-nikah karena telinganya copot akibat sering dijewer Mama?!" Mendengar perkataan anaknya yang bukannya minta maaf, tapi malah meyeleneh.Membuat Mama Ele tidak tahan untuk tidak menimpuk Anaknya itu dengan tas brandet yang pasti harganya bisa membeli satu buah mobil.


Karena kasihan melihat Paman yang mereka panggil Papa itu. Gara dan Fana membujuk supaya Grandma mereka berhenti menghukum Papa mereka itu .


"Glandma,jangan pukul Papa lagi. Nanti Papa sakit Glandma.." bujuk Fana sambil menarik-narik baju Grandma nya.


"Iya Grandma. Kalau Grandma pukul terus, nanti otak Papa makin miring gimana dong Grandma?" Lanjut Gara dan ditambah dengan ejekan di akhir kalimatnya.

__ADS_1


Leo yang awalnya dilambung tinggi ke udara oleh Fana, tapi langsung di hempas ke tanah oleh Gara. Karena hal itu membuat Leo tidak bisa berkata-kata lagi dengan Ponakannya yang satu ini, ingin sekali Leo membuangnya ke laut, kalau saja Leo tidak menyayangi keponakanya itu. Jadinya Leo hanya bisa mengelus-elus dadanya dengan sabar.


"Gara. Gak boleh begitu ke Papa sayang, minta maaf sana. Nanti Papa Leo gak mau lagi main sama kamu loh." Mendendengar teguran dari Mommy nya, Gara langsung membalasnya dengan senyum kikuk sambil menggarut kepalanya yang tidak gatal.


Dengan wajah dibuat segemasin mungkin, Gara menghampiri Leo yang sudah memalingkan wajahnya saat melihatnya, yang pasti sekarang Papanya Leo sedang ngambek. Dengan pelan Gara menggenggam tangan Leo.


"Papa Leo yang ganteng, tidak sombong, rajin menabung,kaya tujuh turunan dan tujuh tanjakan. Mohon maafkan Gara ya Papa, Gara gak bakalan ulang lagi deh." 'Kalau tidak lupa' kata Gara dalam hati di akhir kalimatnya.


Karena pujian dari Gara, Akhirnya Leo luluh. Karena memang Leo orangnya suka kalau dirinya dipuji-puji apalagi dipuji tampan. Mungkin jika ada karyawannya tidak sengaja membuat kesalahan,tinggal memuji Leo saja, Dijamin selamat dalam amukan Leo. Hahaha canda,gak mungkin Leo luluh kalau itu berkaitan dengan pekerjaannya.


Dan akhirnya Leo dan Gara berbaikan,serta Fana juga sudah berhenti menangis dan lanjut bermain bersama Papa dan Abangnya.


___________🌸🌸🌸🌸___________


Ella masuk ke kamarnya setelah menanyakan keberadaan Angga kepada ayahnya itu, karena Angga memang hari ini cepat pulang. Dan ternyata suaminya itu sejak tadi berada dikamar, saat membuka pintu kamar Ella mendapati Angga sedang tidur meringkup dengan masih memakai jas kerjanya yang dia pakai untuk ke kantor tadi, ditambah lagi Angga juga tidak melepaskan sepatunya. Ella memakluminya, sebab ini memang kebiasaan Angga sejak dulu, jika dia sangat letih sepulang bekerja.


Ella melepaskan sepatu dan kaus kaki Angga secara perlahan, lalu dia membuka kancing baju Angga supaya Angga nyaman untuk tidur. Tetapi disaat dia melepaskan kancing baju Angga, Ella merasakan suhu badan Angga sangat Panas. Hal itu membuat Ella panik dan langsung membangunkan Angga.


Hal itu berhasil membuat Angga terbangun, dia melihat banyangan istrinya itu sambil tersenyum. Angga mengenali istrinya, walau pandangannya agak kabur.


"Hai sayang. Kamu sudah pulang?" Tanya Angga dengan suara seratnya.


"Mas. Kamu kok gak ngomong ke aku kalau lagi sakit sih? Kalau tau begini, aku gak bakalan izinin kamu kemarin lembur buat ngerjain urusan kantor!" Omel Ella dengan suara serat yang ingin menangis. Memang benar 3 hari belakangan ini Angga lembur buat mengelesain urusan kantornya. Karena dia mau saat puasa nanti dia bisa selalu dirumah, tidak perlu ke kantor lagi. Apalagi besok sudah hari cuti bersama.


Angga hanya bisa tersenyum saat medengar nada suara kekhawatiran istrinya itu. Karena seluruh tubuhnya lemah, tidak bisa digerakkan.


Melihat keadaan suaminya yang mengkhawatirkan, Ella langsung berteriak memanggil mertua dan orang tuanya. Mendengar panggilan Ella, membuat mereka langsung pergi ke kamar pasutri itu kecuali Gara dan Fana yang dibawa oleh pengasuh mereka ke taman belakang rumah.


"Ada apa La? Kenapa kamu berteriak?" Tanya Mama Ele heran, sebab tidak biasanya anaknya ini berteriak seperti itu.

__ADS_1


"Iya Sayang. Ada apa?" Lanjut Mami Aluna.


"Ini Mah, Mih. Mas Angga..."


"Angga kenapa Lan?" Kini giliran Mami Aluna yang panik.


"Itu Mas Angga, demam tinggi Mih. Mas Angga juga gak sanggup buat berdiri." Seru Ella yang matanya sudah menguarkan cairan.


"Sudah-sudah. Angga biar Papa sama Papi yang menopangnya sampai ke Rumah sakit. Dan kamu Leo, tetap dirumah jaga Gara sama Fana. Takutnya nanti Fana menangis karena ditinggal oleh kita." Leo mengangguk mengiyakan perkataan Papanya itu. Karena memang Fana masih dalam masa beradaptasi disini, walaupun sedikit demi sedikit Fana sudah bisa terbiasa. Tetapi Fana masih takut ditinggal pergi oleh Anggota keluarganya, walaupun ada Gara disampingnya, Fana masih tetap takut.


Angga dibantu oleh Papi Johan dan Papa Lio untuk menukar bajunya sebelum pergi ke Rumah sakit. Setelah Angga selesai menukar bajunya, barulah mereka bergegas ke Rumah sakit dengan membawa dua Mobil yang berisikan Angga, Ella, dan Rian yang memang datang bersama istri dan anaknya untuk memenuhi undangan dari 3 nyonya Graham dan Bramasta itu. Lalu di mobil satunya lagi berisikan para orang tua.


"Mas bertahan ya Mas. Kita sebentar lagi sampai di Rumah sakit." Ujar Ella sambil memangku Angga. Sedangkan Angga hanya bisa tersenyum mendengar perkataan istrinya itu, karena kepalanya rasanya ingin meledak. Dan karena elusan dari istrinya membuatnya langsung terlelap atau bisa jadi pingsan.


*


*


*


*


*


Hai gays. Maaf aku lambat update, soalnya kamarin kuotaku habis, ini juga mintak hospot ke teman. Jadinya sekarang baru aku bisa update lagi ಥ‿ಥಥ‿ಥ


Semoga kalian suka ya dengan ceritanya, dan jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen supaya aku bisa semangat lagi nulisnya (◕ᴗ◕✿)(◕ᴗ◕✿)


Dan sampai jumpa lagi di hari sabtu besok.

__ADS_1


See you♪~(´ε` )♪~(´ε` )


__ADS_2