
Lana dan kedua orang tuanya menginap di penthouse kelurga Graham. Lana tercengang saat mobil mereka memasuki pagar penthouse yang tinggi bak kerajaan, saat memasuki perkarangan penthouse ada banyak bodyguat yang berdiri di setiap sudut halaman dan halaman itu terdapat air mancur dan lampu neon yang bersejajar di setiap jalannya. Tidak sampai disitu saja, Lana semakin dibuat tercengang saat memasuki penthouse itu, yang dimana bisa terlihat kalau penthouse itu bergaya Inggris klasik dan Indonesia klasik.
"Sebaiknya kamu istirahat saja ya nak. Biar kondisi kamu cepat pulih? " Ujar papa Lio ke Lana.
"Baik pa. Mmmm... " Melihat ekspresi kebingungan anaknya itu, mama Ele angkat bicara.
"Kamu pasti mau bertanya ya dimana kamar kamu kan? Ayo mama antarin ke kamar kamu. " Ajak mama Lana sambil tersenyum.
"Eh gak pa pa ma. Mama dan papa istirahat saja, pasti mama dan papa juga capek kan. Mama tinggal katakan arah kemana kamarku, nanti biar aku pergi sendiri saja. "Itu langsung mendapat tolakan oleh mama Ele.
"No no no! Kamu kan lagi hamil, tidak baik pergi ke kamarmu sendiri, apalagi kamu tidak tau jalannya. Biar mama panggikan bibi lastri saja. " Tolak Mama Ele.
"Tapi ma.... " Perkataan Lana terpotong saat mama Ele berteriak memanggil nama kepala pelayan itu
"Bibi Lastri! Kemari cepat! " Panggil mama Ele kepada kepala pelayan. Lalu Bibi lastri langsung ke tempat tuan dan nyonya besarnya itu.
"Iya nyonya. Ada apa nyonya? " Tanya bibi lastri dengan menunduk.
"Tolong antarkan putri saya Elle ke kamarnya ya bik! " Perintah mama Ele ke bibi lastri.
"Baik nyonya. Ayo non! " Ajak bibi lastri ke Lana.
"Tapi ma.... " Papa Lio menepuk bahu Lana.
"Pergi aja sama bibi lastri nak. Nanti mama kamu marah lho. " Bisik papa Lio ke telinga Lana. Lalu Lana mengangguk setelah melihat ekspresi mama Ele yang tidak bisa dibantah.
Lalu Lana dan bibi lastri naik ke lantai atas menggunakan lif. Awalnya Lana menolak, tapi lagi - lagi Lana mengiyakan saat ekspresi mama Ele yang tidak bisa dibantah itu.
Lif itu berhenti dilantai 3 lalu mereka keluar menuju pintu kamar yang bercat pink, saat dibuka semua isi ruangan itu bewarna pink ditambah lagi ada gambar hello kitty dan boneka hello kitty yang trrsimpan rapi di dalam rak.
"Bik. Kenapa kamar ini banyak bonekanya bik? " Tanya Lana sambil memegang salah satu boneka hello kitty itu.
"Kamar ini belum pernah di ubah sekalipun semenjak nona Elle hilang. Nyonya tidak mau mengubah kamar ini, karena kata nyonya dia percaya kalau nona akan kembali. Dan ternyata benar, nona akhirnya kembali ke rumah ini lagi. " Jelas bik Lastri dan itu membuat Lana terharu karena mamanya percaya kalau dia akan kembali.
"Oh ya bik. Bibi bisa gak, gak usah manggil aku dengan sebutan nona? Soalnya aku gak terbiasa, bibi panggil aja namaku. " Bibi lastri langsung menolaknya, karena dia gak enak kalau anak majikannya dia panggil pakai nama saja.
"Gak non, saya gak bisa. Nona kan majikan saya, saya gak bisa memanggil nona pakai nama. " Itu membuat Lana cemberut.
"Ayolah bik, kalau bibi gak mau aku bilangin sama mama dan papa lho biar bibi kena marah. "Bibi lastri tau apa yang diucapkan oleh nona nya itu cuma candaan. Karena melihat nonanya manyum, akhirnya bik Lastri menurutinya.
__ADS_1
"Baiklah non, saya akan manggil nona dengan sebutan nak Elle saja. Soalnya saya gak enak sama nyonya dan tuan non. "
"Kok non lagi si bik. " Kesal Lana.
"Eh, maksud bibik. Nak Elle. " Lalu wajah manyun Lana bertukar menjadi senyum cerah. Setelah berbicara dengan bibik lastri, akhirnya dia undur diri.
Setelah kepergian bibik lastri, Lana langsung tiduran dikasurnya itu, dalam hitungan detik Lana langsung masuk ke alam mimpinya. Mungkin itu karena faktor kehamilan yang membuat Lana cepat kelelahan.
...___________🌸🌸🌸🌸___________...
Sayup suara alarm membangunkan Lana. Awalnya Lana kebingungan melihat kamar yang baru ditempatinya, itu karena nyawanya belum terkumpul sepenuhnya. Tetapi Lana tersadar kalau dia berada di kamarnya dulu sebelum diculik.
TOK TOK TOK
"Nak Elle disuruh ke ruang tamu oleh tuan dan nyonya besar. " Ujar bibik lastri dibalik pintu.
"Iya bik! Nanti sebentar lagi aku turun! " Teriak Lana kepada bibi lastri. Lalu Lana pergi ke kamar mandi untuk memulai ritual mandinya. Setelah selesai mandi, memasang pakaian dan Sholat Lana ke ruang makan, yang berada di lantai 1. Lana menggunakan lif ke lantai 1.
Setelah sampai Lana melihat papa dan mama nya habis telepon dengan seseorang yang membuat mereka bahagia.
"Ma, pa. " Panggil Lana kepada orang tuanya. Mendengar suara Lana mama dan papa nya melihat ke arah putri mereka dengan tersenyum.
"Mama dan papa habis ngapain? " Tanya Lana penasaran.
"Ini, tadi abang kamu menelpon kami. Katanya dia gak sabar buat ketemu dengan kamu. Tadi sebenarnya dia mau vidio call sama kamu, tapi karena abang kamu lagi sibuk jadinya gak jadi deh. Mungkin kamu dan abang kamu bisa ketemu besok lusa di London. " Mendengar kata London, membuat Lana kaget.
"Apakah kita akan pergi ke London dan meninggalkan Indonesia mah? " Mama Ele tau kalau Lana saat mendengar kata London saat Mama Ele melihat ekspresi anaknya itu.
"Begini sayang. Kamu harus tinggal di London dan juga kamu harus menukar semua identitas kamu, dan kamu juga harus nenjauh di Indonesia untuk saat ini. " Jelas Mama Ele.
"Tapi kenapa aku harus bertukar identitas Mah? " Saat Mama Ele mau menjawab, dia ditahan oleh Papa Lio.
"Karena.... "
"Biar Papa saja yang menjelaskannya Mah! " Lalu dianggukan oleh Mama Ele.
"Begini nak. Kalau kamu masih menggunakan identitas kamu yang sekarang, Papa takut kan orang - orang tante kamu bisa mudah mencari keberadaan orang - orang terdekat kamu sebagai ancaman buat kamu. Biar orang - orang terdekat kamu tidak kenapa - kenapa, kamu harus mengganti identitas dan nenjauh dari Indonesia sampai tante kamu tidak bisa lagi mengusik kamu. " Mendengar penjelasan Papa nya itu, membuat Lana berpikir sesaat dan akhirnya Lana mengambil keputusan yang terbaik baginya dan orang - orang terdekatnya.
"Huff..... Baiklah Lana bakalan menuruti perkataan Papa dan Mama. " Mama dan Papa Lana bahagia karena anaknya mengambil keputusan yang tepat.
__ADS_1
"Baiklah, besok kita akan ke tempat ayah dan ibu angkat kamu. " Lalu mereka berbincang hingga larut malam Lana pamit ke kamar untuk tidur.
...___________🌸🌸🌸🌸___________...
Lana dan kedua orang tuanya pergi ke palembang menggunakan Jet pribadi milik keluar Graham. Dan itu lagi - lagi membuat Lana tercengang hingga dia bertanya - tanya berapa besar kekayaan keluarganya hingga mempunyai segala fasilitas yang fantastis.
Setelah sampai di Palembang mereka pergi ke kampung ayah dan ibu angkat Lana menggunakan 3 mobil pribadi, yaitu satu mobil yang diisi oleh supir pribadi, Lana, Mama Ele dan Papa Lio. Sedangkan dua mobil lagi diisi oleh bodyguat mereka bila terjadi sesuatu masalah.
Lana tiba di rumah Pamannya saat tante dan Karina pergi berbelanja. Awalnya paman Lana bingung dengan 3 mobil yang berhenti di depan rumahnya, tapi Paman Lana terkejut saat Lana dengan dua orang suami istri diikuti oleh orang berbaju hitam dan berbadan besar keluar dari mobil itu.
"Ada apa ini?! Dan kenapa ponakan saya ada sama kalian! " Tanya paman Lana dengan nada tegas.
"Maaf sebelumnya pak. Pekenalkan nama saya Julio gerart graham, dan ini istri saya bernama Elena gonul yuniver, kami adalah orang tua kandung Kailana angel saputri. " Ada rasa terkejut saat orang tua Lana memperkenalkan dirinya tapi itu tidaklah membuat Paman Lana percaya.
"Mana buktinya kalau kalian adalah orang tua kandung Lana?! "
"Saya ada buktinya. Tapi sebelum itu biarkan kami masuk dulu, tidak enak kita bicara di luar karena nanti banyak orang yang bakalan mendengarnya. " Dan benar saja banyak orang yang melihat mereka, akhirnya paman Lana mempersilahkan masuk kedalam.
"Kalian jaga diluar, jangan biarkan siapapun masuk sebelum kami keluar! " Perintah Papa Lio ke para bodyguatnya.
"Baik tuan! " Ucap bodyguat itu serentak.
*
*
*
*
*
*
*
**Ini sebenarnya 2 chapter tapi aku jadikan satu. Selamat membaca dan semoga suka salam dari author tukang typo😊.
See you next chapter 😘😘
__ADS_1
♪\(*^▽^*)/\(*^▽^*)/