Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
CHAPTER 54# Lamaran


__ADS_3

Mereka berjalan menuju ruang keluarga, disana keluarga pihak perempuan sudah duduk. Siapa lagi kalau bukan Mama Ele, Papa Lio, dan tidak lupa juga si kecil Gara dan Fana.


Fana yang langsung berlari dan teriak histeris saat melihat Daddy nya sudah datang.


"DADDY! " teriak Fana kegirangan sambil berlari menuju ke arah Angga.


Angga langsung memasang kuda - kuda saat Fana berlari ke arahnya.


"Aduh putri Daddy cantik banget sih,, " gemas Angga sambil mencubit pipi Fana yang cuby, yang sudah berada digendongannya. Memang Fana sedang memakai baju warna biru persis seperti kartun kesukaannya, yaitu show with, sedangkan Gara saat ini memakai setelan jas yang terlihat gagah dengan tubuh mungilnya.


"Iya dong. Kan Fana celalu cantik, seperti Mommy. " songong Fana yang membuat Gara berdecak kesal.


"Ck! Dasar songong! " umpat Gara lirih.


Angga hanya tersenyum mendengar jawaban anaknya itu, bukan hanya Angga saja yang tersenyum disana. Semua orang yang ada disana juga ikut tersenyum saat melihat interaksi Angga dan Fana. Kecuali Gara yang masih kesal karena kembarannya dan Mami Aluna yang termenung saat melihat wajah Gara dan Fana yang sangat mirip dengan Angga sewaktu kecil dulu.


"Angga kok dia...... " perkataan Mami Aluna terpotong karena Mama Ele.


"Silahkan tuan Bramasta dan Nyonya Bramasta untuk duduk. " ramah Mama Ele ke keluarga Angga.


Mau tidak mau Mami Aluna tidak jadi meneruskan perkataannya, dan dia mengikuti yang lain untuk duduk di tempat yang telah di sediakan.


"Pertama - tama sangat mengucapkan banyak terima kasih karena telah menerima kedatangan kami ini.


Saya sebagai Ayah dari Angga mewakilkan mewakilkan Angga untuk melamar putri kalian yang bernama Maxiella Angel Yuniver.


Apakah Tuan dan Nyonya Graham menerima lamaran kami? " kata Papi Johan panjang lebar.


"Sama - sama Tuan Johan, ini merupakan kewajiban kami untuk menyambut kalian semua. Saya mau mengatakan bahwa, saya dan seluruh keluarga saya hanya akan mengikuti apa yang akan diputuskan oleh Ella, jadi jika Ella menerima Lamaran ini, maka kami juga akan menerimanya. Dan begitu pula sebaliknya. " terang Papa Lio atas lamaran itu.


"Baiklah, kalau begitu. Dimana Ellanya tuan? " tanya Papi Johan kembali.


Papa Lio mau menjawab perkataan dari Papi Johan itu. Tapi dia tidak jadi berbicara, karena dia melihat Ella sudah turun dan berjalan menuruni tangga bersama Leo yang mendampinginya.


"Nah itu Ella! " tunjuk Papa Lio.


Semua orang melihat ke arah tangga, disana Ella sudah berjalan dengan baju kebaya yang bewarna hijau dengan juntaian di belakangnya.



Semua orang memandang kagum Ella, kecuali Mami Aluna yang syok melihat siapa yang akan menjadi menantunya.

__ADS_1


Ella sampai didepan Mami Aluna sambil memasang senyum yang penuh kerinduan.


"Kailana.....? Ini benar kamu sayang? " Lirih Mami Aluna dengan mata berkaca - kaca.


"Iya Mih, ini Kailana Mami yang dulu. " ujar Ella dengan mata berkaca - kaca juga.


Lalu mereka berdua berpelukan dengan erat, semua orang tersenyum melihat interaksi Mami Aluna dan Ella. Tetapi tidak dengan Gara, Fana dan kedua anak Rian dan Humairah yaitu Adam dan Dzaki yang menatap kedua orang itu dengan tatapan bingung.


"Hai, Gala! Mommy kenapa meluk Grandma itu? " bisik Fana yang memang sedang ada di sebelah Gara, dan dia duduk di pangkuan Daddy nya.


"Mana aku tau. Tanya aja ke Daddy, kenapa tanya ke aku?! " sebel Gara, hal itu membuat Fana mengerucutkan bibirnya.


"Dacal! Gala jahat! " kesal Fana, Angga hanya memasang senyum saat melihat kedua anaknya bertengkar.


"Dia itu Oma kalian. " ujar Angga, mendengar kata Oma membuat Gara dan Fana memiringkan kepalanya ke samping.


"Oma itu apa Dad? " tanya Fana dan diiyakan oleh Fana.


"Oma itu dalam bahasa Inggrisnya Grand mother/ Grandma, sayang. " ujar Angga kembali.


"Jadi Oma itu sama dengan Grandma Ele ya Dad? " tanya Gara dan dianggukin oleh Angga.


Fana menggaruk - garukkan kepalanya tanda tidak paham.


"Bukan sayang, Oma itu Mami nya Daddy. Kalau Mommy nya Mommy tetap Grandma Ele. " jelas Angga. Tapi Fana masih tetap saja tidak paham


"Fana gak ngelti Dad. " ujar Fana lesu.


"Dasar kamu. Makanya jangan banyak makan sama main, jadinya otak kamu seperti otak udang kan. " ejek Gara.


"Mana ada otak Fana otak udang! Kalau Gala bilang otak Fana itu otak udang, belalti otak Gala juga otak udang dong. " ejek Fana balik.


"Kenapa begitu? "


"Kalena, Gala kan kembalan Fana. Wleee! " ujar Fana sambil menjulurkan lidahnya.


Akhirnya pertengkaran dua bocah itu terhenti karena Angga melerai kedua bocah itu untuk diam.


"Tapi kenapa kamu berada di keluarga Graham Kailana, dan kemana saja kamu saat ini? " tanya Mami Aluna bertubi - tubi.


"Ceritanya panjang Mih, tapi yang intinya aku adalah anak dari mereka, " tunjuk Ella ke Mama Ele dan Papa Lio.

__ADS_1


"Dan aku juga mengatakan bahwa Mami juga mempunyai seorang cucu. " mendengar kata 'cucu' membuat kedua bola mata Mami Aluna melebar.


"Jadi anak kembar itu...? " lalu Ella menjawabnya dengan anggukan kepala.


Mami Aluna berjalan kearah dimana Gara dan Fana duduk bersama dengan Daddy nya.


"Hai sayang, siapa nama kalian? " tanya Mami Aluna sambil mensejajarkan tubuhnya dengan Gara dan Fana.


Fana langsung meringkupkan wajahnya keleher Angga, berbeda dengan Gara dia langsung menyalami Mami Aluna.


"Namaku Anggala Sinatria Graham Oma, kata Daddy aku harus memanggil Oma dengan sebutan Oma, karena Oma adalah Mami nya Daddy. " ujar Gara.


"Duh... Kamu ini gemes sekali sih. Dan kamu sangat mirip dengan Daddy kamu tau gak. " gemes Mami Aluna sambil mencubit kedua pipi tembem Gara.


"Udah dong Mih, anakku sudah kesakitan tuh. " tegur Angga, lalu Mami Aluna melepaskan cubitannya itu.


"Maafkan Oma ya Gara, Oma hanya gemas saja melihat kamu. " maaf Mami Aluna. Lalu tatapan Mami Aluna beralih ke Fana.


"Hi, ini princess kenapa gak mau lihat Oma? " tanya Mami Aluna, tetapi Fana tetap tidak mau melihat Mami Aluna. Akhirnya Angga turun tangan.


"Hi, sayang. Kenapa tidak mau melihat Oma, kasihan loh Oma. Nanti Oma jadi sedih. " bujukan Angga berhasil, Fana akhirnya mau berbicara dengan Mami Aluna.


"Halo Oma. Namaku Saffana nacha Fawziah Glaham Oma, Oma bisa panggil aku dengan Fana. " Mami Aluna langsung memeluk Fana, setelah puas memeluk cucunya, Mami Aluna duduk disebelah Gara, karena acaranya akan dilanjutkan.


"Apakah ananda Maxiella Angel Yuniver mau meneriama lamaran anak saya, yaitu Angga Johan Bramasta? " tanya Papi Johan.


"Insyaallah, saya menerima lamaran dari Mas Angga. " ssmua orang mengucapkan syukur setelah mendengar jawaban dari Ella itu. Dan setelah itu mereka membahas tentang kapan acara Akad dan resepsinya di dilaksanakan.


*


*


*


*


*


**Maaf kalau ada yang salah dengan lamarannya, soalnya aku tidak pernah dilamar.


Dan aku juga mau minta maaf kalau akhir - akhir ini aku jarang update. Itu semua karena aku banyak tugas dari sekolah karena seminggu lagi aku bakalan ujian PTS.

__ADS_1


Aku juga mau izin gak update seminggu, dan insyaallah kalau tidak ada kendala aku bakalan update sebelum hiatus seminggu**.


__ADS_2