Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
CHAPTER 36# Angga sudah mengetahui semuanya


__ADS_3

Diruangan yang di dominasi dengan warna hitam dan putih yang menambah kesan elegan ruangan itu. Dan disana lah sekarang Angga dan Leo duduk berhadapan, mereka menatap satu sama lain dengan tajam menggunakan mata elang mereka.


"Apakah ada yang mau anda katakan tuan Graham?! " Tanya Angga dengan penuh penekanan. Sedangkan orang yang ditanya hanya memasang wajah santai.


"Mengatakan apa? Saya rasa tidak ada sesuatu yang harus saya katakan ke anda. " Mendengar perkataan Leo sungguh membuat emosi Angga memuncak.


"Anda jangan berpura-pura tidak tau ya! Saya sudah tau, kalau Ella itu istri saya! Gara dan Fana itu anak - anak saya! " Bukannya menjawab perkataan Angga, Leo malah tertawa keras.


"Hahahah! Istri?! Matan istri lebih tepatnya. " Sinis Leo. "Kamu tidak pantas menyebut Ella sebagai istri kamu lagi. Sebab kamu telah mengceraikannya, apakah kamu lupa? " Ujarnya lagi.


"Walaupun dimata hukum saya sudah mengceraikannya. Tapi bagi saya, saya tetap suaminya! Dan akan selalu menjadi suaminya! "


"Ouc.... Anda sungguh tidak bisa menerima fakta sebenarnya ya. " Sinis Leo. "Ingat ini baik - baik! Adik saya dan seluruh keluarga saya tidak akan menerima anda sebagai menantunya. Sebab anda yang sudah membuang adik saya. " Tekan Leo.


"Walaupun Ella ataupun keluarganya menolak saya. Saya Angga Johan Bramasta akan merebut hati Ella kembali dan seluruh keluarganya, Ingat itu! " Ujar Angga. Mendengar perkataan Angga sontak membuat Leo tertawa lagi.


"Hahahahh! Anda memang pantas menjadi pasangan adik saya. " Ujar Leo lalu menepuk pundak Angga. Sedangkan Angga hanya bisa menatap bingung Leo yang sedang tersenyum kepadanya.


"Sorry - sorry. Anda pasti bingung kan? Saya sebenarnya dukung anda untuk balikan ke adik saya, karena itu juga permintaan Gara. " Jelas Leo.


Gara? Apa hubungannya dengan Gara?


Batin Angga.


"Maksud anda apa? "


"Anda tau tidak? Kalau putra anda yang satu itu sangat pintar. Sampai - sampai dia tau apa yang terjadi dengan adik dan Mommy nya, dan dia juga tau kalau anda adalah Daddy nya. " Angga menjadi ternganga saat mendengar perkataan Leo tadi. Ada rasa bangga di dalam hatinya mendengar kecerdasan putranya itu.


"Berarti Gara tau kalau selama ini aku adalah Daddy nya?! " Senang Angga.


"Iya. Dan dia yang menyuruh saya untuk membantu anda bertemu dengan Ella. Apakah anda tau? Apa yang telah saya lakukan supaya anda dan Ella ketemu? " Tanya Leo.


"Apakah anda yang......? "


"Iya, itu saya. " Sungguh tidak ada hari yang paling membahagiakan bagi Gara selain hari ini. Dari dia mengetahui keberadaan istri dan anak - anaknya, lalu kepintaran anaknya Gara.


Karena ingin pergi memeluk, mencium dan mengatakan bahwa dia adalah Daddy nya ke Gara. Tapi saat pergi, Angga di tahan oleh Leo.


"Tunggu sebentar tuan Angga! " Tahan Leo.


"Ada apa lagi tuan Leo. Bukan kan semuanya sudah anda katakan ke saya? "


"Ada satu hal yang harus saya katakan ke anda tuan. " Sergah Leo. Melihat wajah serius Leo, akhirnya Angga memilih untuk duduk lagi.


"Apa itu? " to the poin Angga.


" Apakah anda tau? Kalau anak anda Fana menderita Leukemia? "


"Leukemia? " Guman Angga.


"Iya, Leukemia. Fana menderita Leukemia saat berumur 1 tahun, dan sampai saat ini penyakitnya belum juga sembuh. Sebab kami tidak menemukan pendonor yang cocok dengan Fana sampai saat ini. " Angga Bagai disambar petir saat mendengar perkataan Leo itu, dan dia menjadi menyalahkan dirinya sendiri. Sebab kalau bukan karena dia yang mengceraikan Ella tanpa mencari kebenarannya sampai akhir, putrinya pasti tidak akan dalam kondisi ini dan Ella tidak akan menderita sendirian.


"Dan sekarang dimana anakku? " ada rasa yang menggelitik di dalam hatinya saat mengatakan Kata 'anakku', karena dulu Angga sungguh tidak menginginkan anak dari Ella. Tapi sekarang bisa - bisanya dia berkata 'anakku', sungguh dia sangat br**gsek.


"Fana sekarang berada di rumah sakit. Lebih tepatnya dia berada di ruangan ICU, karena tadi kondisi Fana drop lagi. " ujar Leo.

__ADS_1


"Drop! " Kaget Angga sampai bangkit dari tempat duduknya. "Cepat tuan Leo! Bawa aku kesana! Mungkin tulang Sumsumku cocok dengan Fana! " Ajak Angga.


"Baiklah saya akan membawa anda ke sana. Tapi saat tiba disana anda jangan berbicara sedikit pun ke Ella sebelum anda diperiksa, takutnya nanti Ella malah mengusir anda. " Peringatan Leo.


Lalu mereka pergi ke ruangan tamu yang sejak tadi dihuni oleh Gara, si botak dan Rian disana.


"Om! Om! "Panggil Gara ke Rian.


"Ada apa tuan Gara. " Sahut Rian.


"Isst. Jangan panggil aku tuan Om! Panggil caja aku Gala, karena Om bukan bawahan aku. " Kata Gara yang di anggukin oleh Rian.


"Iya Gala, ada apa? " Tanya Rian.


"Bukan Gala! Tapi Gala! " Protes Gara.


"Oke oke. Gara ada apa? " Tanya Rian malas.


"Om udah nikah? "


"Sudah. "


"Om punya adik pelempuan? "


"Enggak. "


"Istli Om punya adik pelempuan? "


"Enggak ada. "


"Ada. "


"Ada yang belum nikah gak? "


"Kayaknya gak ada deh. " Mendengar perkataan Rian membuat Gara kecewa.


"Yaaaa. " Kecewa Gara.


"Memangnya kenapa Gara menanyakan itu? " Tanya Rian.


"Aku tu mau caliin Papa seolang istli. "


"Papa? "


"Iya Papa. " Lalu menunjuk foto singel Leo di dinding dan Rian ber O ria saat melihat foto Leo.


"Memangnya Papa kamu kenapa? "


"Papa itu gak mau nikah - nikah. Katanya dia mau nikah cama olang acia, nah kan Om dari Indonecia otomatic kenalan Om banyak olang acia dong. Aku dan cemua keluarga ku itu takut kalau Papa jadi Peljaka tua! " Semua orang tertawa mendengar perkataan polos Gara itu, kecuali Leo yang sejak tadi hanya bisa menahan kekesalannya ke Gara.


"Woi Bocah tengil! Berani - beraninya kamu bilang Papa perjaka tua ya. Sini kamu! " Saat Leo mau mmemberi Gara pelajaran, Gara langsung berlari ke Angga.


"Tolong aku Daddy, Papa mau memalahiku! "


DEG

__ADS_1


Ada rasa hangat di dalam dirinya saat Gara memanggilnya dengan sebutan Daddy. Tapi dia takut itu semua hanya hayalan belakanya saja, jadi Angga memastikan lagi ke Gara.


"Kamu bilang apa tadi Gara? " Tanya Angga memastikan, saat Gara sudah didalam gendongannya.


"Daddy. " Ujar Gara lagi.


Sungguh, kali ini aku tidak berhalusinasi. Gara sungguh memanggilku dengan sebutan ' Daddy'


Batin Angga.


Karena tidak ada respon dari Daddy nya, akhirnya Gara bertanya ke Daddy nya.


"Daddy kenapa? Apakah Daddy belum di beli tau cama Papa, kalau aku itu anak Daddy? " Gara langsung menatap tajam Leo.


"Jangan salah sangkah kamu ke Papa Boy. Papa sudah mengatakan semuanya ke Daddy kamu, Kalau tidak percaya tanya aja lagi. " Ujar Leo yang masih kesal ke Gara.


"Benalkah itu Dad? " Tanya Gara ke Angga.


"Iya benar. Tuan Leo sudah mengatakan segalanya ke Daddy. " Kata Angga.


"Jadi Daddy udah tau dong siapa aku, Fana dan Mommy? " Tanya Gara dengan polos.


"Iya sayang. " Karena gemas Angga mencium seluruh wajah Gara bertubi - tubi. Dan sontak itu membuat Gara tertawa geli.


Semua orang yang ada disana juga ikut senang melihat interaksia ayah dan anak itu. Apalagi Leo yang ikut senang dan bahahi saat Gara bahagia.


Lalu tiba - tiba handpone Leo berbunyi.


DRRRT DRRRT DRRRT


"Iya Mah? "


" ....... "


"APA! "


Teriakan Leo yang mengejutkan semua orang yang ada disana.


*


*


*


*


*


*


**Makasih atas 1K likenya. Aku sangat senang, dan aku berharap semoga karyaku ini disukai dan menghibur bagi banyak orang. Sekali lagi terima kasih semua, salan dari author tukang typo.


...See you next chapter 😘😘...


...♪\(*^▽^*)/\(*^▽^*)/...

__ADS_1


__ADS_2