Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
CHAPTER 29# Pertemuan


__ADS_3

Ditempat lain terdapat seaeorang yang memiliki rahang yang keras, bermata hitam, berhidung mancung dan ber alis tebal, dia yang sedang duduk sambil memegang dua buah foto ditangannya.


"Aku pastikan bahwa itu kamu. Dan aku bakalan mencari tahu semuanya sampai ke akar - akarnya. " Ujar Pria itu tanpa melepaskan pandangannya ke foto itu.


TOK TOK TOK


"Masuk! " Perintah orang tersebut.


"Maaf tuan. Kita ada rapat kerja sama dengan perusahaan Yuniver Babahne Compeny. " Ujar seketarisnya itu yang tahun ini menginjak umur 35 tahun, tapi walaupun begitu. Wajahnya masih terlihat orang berumur 20-an


"Yuniver Babahne Compeny? Bukannya mereka tidak mau bekerja sama dengan kita? " Tanya orang itu.


"Benar tuan. Tapi Sepertinya ada orang yang menyuruh perusahaan mereka bekerja dengan kita. "


"Siapa? " Tanyanya.


"Dia seorang pria tuan. Tapi... Kami tidak bisa mendapatkan identitasnya. "


"Baiklah Rian. Kita akan ke sana. " Yah, pria itu adalah Angga yang berusia 33 tahun. Seseorang yang selalu mrngharapkan istri dan anaknya kembali, sang CEO yang dingin dan kejam tapi dibalik sifatnya itu terdapat hati yang selalu merinduan seseorang.


"Baik tuan. " Angga dan Rian prrgi menuju tempat yang akan diadakan kerja sama.


...___________🌸🌸🌸🌸___________...


"Apakah semuanya sudah beres. " Ujar seseorang yang tidak lain adalah Leo.


"Sudah tuan. Mereka menerima kerja sama itu. " Ujar orang yang ada seberang sana.


"Bagus. Tapi jangan sampai dia tau kalau saya yang melakukan itu. " Peringatan Leo.


"Sumuanya aman tuan. Mereka tidak akan bisa mencari identitas tuan. "


"Kerja bagus. Saya akan menaikkan gaji kamu 2X lipat. "


"Terima kasih tuan. " Dan mereka mengakhiri percakapan tersebut.


"Bagaimana Pah?! "Tanya Gara yang sejak tadi duduk dipangkuan Leo.


"Semuanya beres Boy. "


"Yeyyy. Kita akan beltemu Daddy, Fana kita bakalan beltemu Daddy Fana. " Teriak Gara kesenangan sambil meloncat - loncak.


"Benalkah Bang, kita bakalan beltemu dengan Daddy? " Tanya Fana senang. Tapi dia tidak bisa melompat - lompat seperti Gara, karena dia sedang mengalami penyakit kangker darah atau biasanya disebut dengan Leukemia.


(Ps: Saffana nasha Fawziah Graham, yang artinya keindahan, kecantikan perempuan yang namanya harum karena kesuksesannya dan kemenangan. Ella sengaja memberikan nama yang berbeda dengan Gara, dikarenakan nama ini mengandung kata kemenangan. Sebab Ella berharap Fana selalu menang dari penyakit yang di deritanya tersebut.)


"Iya Fana. Nanti kita bakalan main cama Daddy, makan cama Daddy, nanti abang bica mandi baleng Daddy." Ujar Gara.


"Adek juga! " Kata Fana tidak kalah semangat dari Gara.


"Adek gak bica. Adek kan cewek, mana bica mandi baleng cowok. " Mendengar perkataan


Gara membuat mata Fana berkaca - kaca. Melihat adiknya mau menangis, Gara langsung mengubah arah bicaranya.


"Tapi kalau belenang baleng bica. " Ucap Gara cepat.


"Tapi kan Fana gak bisa main ail. "Jawab Fana lirih dengan wajah sedih.

__ADS_1


"Nanti Fana bakalan cembuh. Iya kan Papa?! " Tanya Gara ke Leo. Dan dianggukan oleh Leo.


"Benar Fana. Nanti Fana bakalan sehat lagi, jadi jangan berkecil hati ya. " Ujar Leo lembut. Jujur Leo kasihan melihat kondisi Fana sekarang ini, sebab sudah banyak hal yang mereka lakukan untuk mencari pencangkokan tulang sumsum yang pas, tapi tidak ada seorang pun yang sesuai. Pernah ada satu orang yang sesuai tapi saat diperiksa kesehatan, ternyata dia juga memiliki penyakit kronis.


"Baik Pah. Fana bakalan cemangat. " Sambil mengepalkan kedua tangannya tanda semangat.


...___________🌸🌸🌸🌸___________...


Ditempat lain, yang lebih tepatnya Angga dan Rian bakalan melakukan kerja sama dengan perusahaan yang berasal dari turky, yaitu Yuniver Babahne Compeny.


Angga dan Rian datang di sebuah restoran lebih tepatnya mereka di ruangan VVIP. Saat sampai disana pelayan itu menuntun mereka ke ruangan yang sudah dipesan, disana terdapat seorang wanita yang berambut pirang, bermata hijau, berkulit putih dan berhidung mancung. Tapi ingat, baju nya gak seksi seperti sekretaris yang ada di novel maupun di film yang berkisahkan tentang CEO ataupun presdir.


"Hai Mr. Bramasta and Mr. Pratama. How are you? " Tanya wanita bule tersebut sambil bersalaman dengan Angga


"Hallo Mrs. I'm fine, thans. " Ujar Angga.


"Hallo Mrs. I"m fine, and thank you. " Ujar Rian.


"Are you Mrs. Yuniver? " Tanya Angga.


(Apakah ini nona Maxiella Angel Yuniver?)


"No. I am only his secretary. Yuniver ma'am went to the bathroom. "


(Bukan. Saya hanya sekretarisnya. Nona Yuniver tadi izin dulu ke toilet.)


Lalu Ella masuk ke ruangan tersebut. Angga dan Rian tidak melihatnya karena posisi mereka sedang membelakangi pintu.


"Mr. Bramasta, Mr. Pratama. May i present Mrs. Yuniver.


(Tuan Bramasta, tuan Pratama. Perkenalkan ini nona Yuniver)


DEG


Saat Angga dan Rian berbalik, mereka juga tidak kalah terkejut saat orang yang disebut itu adalah Lana.


"Lana! "


"Nona! "


Ella berusaha untuk tidak tegang, dan dia dengan santai berjalan ke arah Angga sambil menjabat tangan dengan Angga.


"Perkenalkan nama saya Maxiella Angel Yuniver. " Sambil tetap tersenyum, supaya menutupi kegugupannya. Angga tidak menjawab apa - apa dia hanya memandang wajah Ella dengan tatapan sulit diartikan.


"Mmm Sorry. Anda dari Indonesia kan? " Tanya Ella sambil memasang wajah polosnya.


"Kamu Kailana kan. Kamu istriku kan. " Lalu Angga langsung memeluk Ella. Awalnya Ella terkejut dan gugup. Tapi dia langsung berusaha melepaskan pelukan Angga.


"Tu-tuan lepaskan saya. Tidak baik seorang pria dan wanita yang bukan mahromnya berpelukan seperti ini. Tuan! Anda jangan kurang ajar ya! " Teriak Ella. Mendengar teriakan Ella tadi membuat Angga melepaskan pelukannya.


"Maaf tuan. Bila anda tidak sopan dengan atasan saya, saya jamin kerja sama kita bakalan batal hari ini juga! " Tegas sekretari Ella yang bernama Mona La salvatore Graham.


"Maaf kan atasan saja nona. Atasan saya seperti ini karena Nona Yuniver sangat mirip dengan istrinya. Benarkan tuan?! " Ujar Rian.


"Tapi Rian dia.... " Ucapan Angga dipotong oleh Rian


"Tuan. Anda jangan keras kepala untuk saat ini, bila nanti kesepakatan kita gagal, otomatis anda akan sulit bertemu dengan nona Lana." Bisik Rian. Mendengar perkataan Rian membuat Angga mengangguk kepalanya pastrah.

__ADS_1


"Maafkan saya nona. Apa yang dikatakan sekretaris saya itu semuanya benar, anda memang mirip dengan istri saja. " Ujar Angga lirih.


"Memangnya istri anda kemana tuan Bramasta? " Tanya Ella sambil menahan sesak didadanya.


"Istri saya pergi karena kesalahan saya. Saya sepertinya tidak pantas menyebutnya sebagai istri saya, setelah saya menceraikannya dengan tidak adil. " Mendengar perkataan Angga, Ella menyinggungkan senyum miring ke Angga.


"Berarti dia sekarang Ma.Tan. is. Tri. Anda? " Ujar Ella sambil menekan kata Mantan istri. Angga hanya bisa menanggapinya dengan senyum getir.


"Heh! Benar apa yang anda katakan itu, dia memang sudah menjadi mantan istri saya. "


Benar Angga, aku sudah menjadi mantan istri kamu. Tidak akan ada yang bisa berubah fakta itu, karena itu semua adalah kesalahan kamu. Rasa sakit yang kamu tinggalkan untukku dulu, itu sungguh rasanya hampir membuat diriku mati perlahan - lahan.


Melihat asmofernya semakin tidak baik. Akhirnya Rian angkat bicara.


"Mmm. Maaf tuan dan nona Yuniver, sebaiknya kita sudahi percakapan ini dan kita mulai membahas tentang kerja sama kita. " Ujar Rian.


"Baiklah. Mari duduk Tuan Bramasta dan tuan Pratama, kita mulai diskusinya! " Kata Ella.


"Mona! Berikan berkas yang akan kita bahas! " Dan mereka membahas tentang kerja sama yang nanti bakalan membuat hubungan mereka semakin dekat lagi. Angga tidak pernah melepaskan pandangannya dari Ella, Ella tau kalau Angga menatapnya tapi dia berpura - pura tidak tau.


"Jadi bagaimana dengan rancangan kami. Apakah anda puas tuan Bramasta. " Kata Mona ke Angga.


"Puas. Saya sangat puas. Saya akan menerima kerja sama ini. " Ujar Angga tanpa melepaskan tatapannya ke Ella sedikit pun.


"Baiklah. Silahkan anda menandatangani kontrak ini/" Angga menandatanganinya tanpa melihat berkas tersebut. Karena saat ini tatapan matanya hanya tertuju ke Ella.


Setelah mereka selesai menandatangani kontrak tersebut. Ella dan Mona bangkit dari tempat duduknya. Dan mereka berjabat tangan.


"Senang bisa bekerja sama dengan anda tuan Bramasta. " Ujar Ella sambil menjabat tangan Angga. Tapi saat Ella mau mengakhiri sesi jabat tangan tersebut, Angga malah tidak melepaskan tangan Ella.


"Maaf tuan Bramasta. Bisa anda lepaskan tangan saya. " Kata Ella gugup.


"Lepaskan saja. " Jawab Angga santai tanpa mau melepaskan tangan Ella.


"Bagaiman saya mau melepaskannya tuan kalau anda masih menggenggam tangan saya dengan erat. " Kata Ella yang sudah mulai kesal. Dengan santainya Angga melepaskan tangan Ella sambil berkata.


"Maaf. Tadi tangan saya tidak mau lepas, karena dia terlalu nyaman menggenggam tangan anda. " Sungguh perkataan Angga membuat sekretari Rian terbengong - bengong melihat tingkah boss nya itu. Sebab Angga baru kali ini bertingkah seperti itu ke wanita, dulu saat Angga dan Joel berpacaran Angga tidak pernah bertingkah seperti itu.


"Sungguh jawaban anda itu tidak masuk akal tuan Bramasta! " Ujar Lana kesal sambil pamit undur diri.


"Karena tidak ada yang akan kita bahas lagi, saya pamit undur diri dulu. Assalammualaikum! " Sambil meninggalkan ruangan tersebut diikuti oleh Sekretarinya Mona.


"Waalaikumsalam. " Balas Angga dan Rian serentak.


Setelah kepergian Ella. Angga langsung tersenyum, yang pastinya membuat Rian kembali terbengong - bengong. Karena sudah 5 tahun Angga tidak pernah menunjukkan senyumannya sedikitpun.


Saya harap anda memang nona Lana, nona Ella. Karena sepertinya cuma anda yang bisa mengembalikan seorang Angga Johan Bramasta seperti dulu lagi.


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


...Next chapter ...


__ADS_2