
Lamuan Rian terhenti saat mendengar suara Lana.
"Stttt.. Sakitnya.. "Sambil memegang kepalanya.
"Akhirnya anda sadar juga nona. " Ujar Rian senang.
"Aku dimana? " Tanya Lana yang tangannya tidak lepas memegang kepalanya.
"Anda dirumah sakit nona. Tadi saya menemukan anda pingsan di gudang. " Saat memegang kepalanya Lana menyadari bahwa dia memakai kerudung.
"Eh, kok aku memakai kerudung ya? " Tanya Lana bingung.
"Itu... Anu... Itu mungkin karena saya membawa nona dalam keadaan nona memakai mukena, jadinya suster itu mengira nona selalu memakai kerudung. Kalau nona tidak nyaman, nona bisa membukanya kembali. "
"Eh, gak usah. Mungkin ini hidayah dari Allah, bahwa aku harus menutup aurat. " Ujar Lana sambil tersenyum dan mengelus elus kerudungnya.
Betapa mulianya kamu Lana. Andai saja Angga bisa melihat kebaikanmu itu.
Memang sudah saatnya aku memakai berhijab. Apalagi sekarang aku sudah mempunyai suami, aku hanya boleh memperlihatkan auratku kepada mahromku saja.
Saat sedang memikirkan hidayah Allah untuknya, tiba tiba Lana teringat dengan suaminya.
"Oh iya. Mas Angga dimana kak Rian? " Tanya Lana panik.
"Nona tenang saja. Tuan Angga sudah ada dirumah. " Sambil berusaha menenangkan Lana.
"Oh, syukurlah. Mmm, apakah mas Angga tau, kalau aku disini? " Mendengar perkataan Lana tadi membuat Rian bingung harus menjawab apa.
"Itu..... Mmm.. " Sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Sudahlah kak Rian. Pasti mas Angga tidak peduli denganku. Karena kejadian tadi siang. Ucap Lana lirih. Melihat hal itu membuat Rian tidak tega.
"Bukan tuan tidak peduli nona, saya yang membawa nona pergi tanpa memberi tau tuan. Soal tuan Angga tadi tidur." tidak semua perkataan Rian bohong, karena memang Angga sedang tertidur atau lebih tepatnya tertidur setelah mabuk. Rian tidak tega ngomong ke Lana kalau Angga tadi ke klub malam.
"Aku harus pulang kak! Takutnya nanti mas Angga cariin aku. Nanti mas Angga lebih marah sama Aku. " Sambil mencabut selang infusnya, tetapi ditahan oleh Rian.
__ADS_1
"Jangan nona! Nona belum boleh pulang oleh dokter! " Cegah Rian.
"Tapi kak, nanti mas Angga.... "
"Tuan Angga tidak akan marah dengan nona. Nanti bisa saya jelaskan ke tuan! " Potong Rian. Mendengar perkataan Rian tadi, membuat Lana mengurungkan niatnya untuk pulang.
...___________🌸🌸🌸🌸__________...
Tidur Angga terusik mendengar suara bunyi alarm jam beker.
"Lana... Lana.... Matiin jamnya..... Lana...Lana! " Teriak Angga memanggil Lana. Karena tidak mendengar sahutan oleh istrinya, Akhirnya Angga mematikan jam itu sendiri.
"Stttt..." Desah Angga sambil memegang kepalanya yang seakan mau pecah.
"Lana! Lana!" Panggil Angga. "Kemana dia? " Lalu perlahan muncul ingatan saat dia mengurung Lana digudang lalu saat dia di klub bersama Rian.
"Ssttt, kenapa gue bisa lupa sih! " Lalu Angga menganbil obat perrda nyeri kepala saat mabuk. Setelah meminum obat itu dan merasa sudah tidak pusing lagi, Angga pergi menemui Lana digudang.
Saat sampai disana, Angga terkejut. Karena pintu gudangnya sudah rusak.
"Kemana tu cewek. Awas aja kalau dia gak pulang pulang! " Saat mondar mandir tidak jelas, Angga teringat dengan CCTV apartemennya. Saat mau keruangannya untuk mencek CCTV, Angga mendengar pintu apartemennya terbuka. Disana Angga melihat Rian mengandeng Lana masuk. Tanpa berpikir panjang Angga langsung melayangkan bongkehan ke Rian.
BUK
"Bren**ek lho Ya. Gak nyangka lho nikung gue! " Bentak Angga, melihat hal itu membuat Lana mencoba melerai Angga.
"Cukup mas. Kak Angga tidak bersalah! " Sambil memegang tangan Angga. Melihat Lana membela Rian membuat Angga marah kepadanya.
"KAMU!! BERANI BERANINYA KAMU MEMBELA LELAKI LAIN SELAIN SAYA. HAH! " Teriak Angga dan itu membuat Lana ketakutan.
"Sekarang ikut saya! " Bentak Angga sambil menarik tangan Lana dengan kasar. Melihat hal itu membuat Rian tidak tega melihat Lana.
"Berhenti tuan! " Cegah Rian, melihat hal itu, Angga menepis tangan Rian.
"Lho jangan ikut campur Yan! " Bentak Angga.
__ADS_1
"Tapi tuan. Nona Lana habis dari rumah sakit! " Ujar Rian dengan nada yang agak tinggi.
"Alah itu alasan kamu ajakan. " Kata Angga sinis. Melihat hal itu membuat Rian marah.
"Angga! Lho kenapa hah! Lho kasar sekali sama Lana. Lana itu habis sakit Angga! " Dengan emosi memuncak Rian mencengkram kemeja Angga.
"Cukup! Cukup! Sudah cukup! Kak Rian. Lebih baik kak Rian pulang saja, biar aku dan mas Angga menyelesaikan masalah kami. " Usir Lana ke Rian.
"Tapi Nona.. "
"Pulang kak! " Mendengar hal itu, mau tidak mau Rian pergi dari apartemen Angga dan Lana.
"Baiklah." Tapi sebelum pulang Rian membisikkan sesuatu ke Angga. "Ga, jangan kamu sakiti Lana. Dia wanita yang baik, perlakukanlah dia dengan baik. Sebelum dia pergi dari hidupmu. " Setelah membisikkan itu, Rian pergi pulang.
Setelah Rian pulang Angga menarik tangan Lana dengan kasar.
"Ikut aku! "
"Mas sakit mas. " Ujar Lana menahan rasa sakitnya.
*
*
*
*
*
*
**Selamat membaca ya semua. Semoga suka.
See you😘😘
__ADS_1
♪\(*^▽^*)/\(*^▽^***)/