
Walaupun aku berusaha untuk berubah takdir
Sudah kulakukan segalanya agar kau selamat
Tapi, aku tetaplah manusia
Yang tidak akan pernah bisa berubah takdir
Yang telah ditetapkan tuhan untuk kita.
~ Kailana angel saputri ~
Flashback on
Hirup pikuk suara kicauan burung yang bernyanyi indah di pagi hari, dan sang mentari yang memancarkan sinarnya untuk semua makhluk hidup yang ada di bumi. Cahaya itu telah mengusik tidur seorang gadis yang berumur 18 tahun. Dia adalah Kailana angel saputri, yang sebentar lagi akan merayakan ulang tahun sahabat terbaiknya, yaitu Anggita Jihan bramasta. Si gadis baik, periang dan manja bagi orang terdekatnya.
Lana membuka matanya dan dia melihat kalau waktu sudah menunjukan pukul 07.30 wib. Dan dia langsung berteriak karena kesiangan.
"Aaakkkh! Gue kesiangan! Pasti si Gita nanti mengomel ini. Aduh Lana, ngapain si lho tidur setelah sholat subuh. " Ujar Lana lalu menepuk - nepuk kepalanya.
"Gue gak usah mandi aja deh. Dari pada nanti gue mandi, kan bisa tambah lama. " Lana langsung berjalan menuju kamar mandi. Dan benar saja, dia tidak mandi. Tapi hanya menggosok gigi dan mencuci muka saja.
Setelah selesai dia mengganti pakaiannya menggunakan celana jeans dan baju putih berlengan pendek dengan jaket bewarna biru. Lana juga mempoleskan sedikit Lip gloss ke bibirnya dan sedikit polesan bedak. Walaupun begitu, tidak akan mengurangi kecantikan Lana ditambah lagi dia menguncir rambut seperti ekor kuda.
Lana turun ke bawah kostsan nya. Di sana dia bertemu dia penjaga yang menjaga kosan itu, dan langsung menyapanya.
"Selamat pagi pak Joko. " Sapa Lana ke penjaga pria paruh baya itu sering dipanggil Pak Joko.
"Pagi neng Lana. Neng Lana mau kemana? " Tanya pak Joko ramah.
"Lana mau ke kafe bertemu dengan Anggita Pak. "
"Pasti kencan bareng ya neng. " Goda Pak Joko ke Lana.
"Ish. Pak Joko ini ngeledek Lana ya. Kan Lana belum punya pacar pak. Lagian Lana dan Anggita ke kafe, cuma mau ngerayain Ulang tahun Anggita saja kok pak. " Ujar Lana berpura - pura ngambek. Dan itu berhasil membuat Pak Joko terkekeh.
"Hahahh. Maaf neng, Bapak cuma bercanda neng. Bapak doain deh semoga neng, langsung dapat suami yang setia, baik dan renggang sampai maut yang memisahkan. " Doa Pak Joko ke Lana.
"Aamiin pak. Makasih ya Pak Joko, kalau gitu Lana pamit dulu ya pak. Soalnya Ojel online Lana sudah datang pak. " Lalu Lana memasang helm dan menaiki ojek pesanannya itu.
"Hati - hati ya neng! "
"Ya Pak. Semangat kerjanya pak Joko. Fhiting! " Teriak Lana memberi semangat untuk Pak Joko.
"Neng Juga. Fhiting! " Lalu disambut oleh tawa pak Joko saat ojek Lana sudah menghilang dibalik pagar.
Sesampai di Kafe SJ, Lana langsung kena omel oleh Anggita karena dia telat datang.
"Lho ya Lan. Bisa - bisanya lho datang di jam 08.00 saat gue menyuruh lho datang jam 07.30. Gak tau apa, kalau gue udah nungguin lho sampai jamuran tau gak. Lho pasti bangun kesiangan lagi kan, makanya Lana kalau habis sholat subuh itu diusahain tidak tidur lagi. Dan lebih parahnya lho gak mandi kan. " Kesal Anggita ke Lana. Sedangkan Lana hanya senyum miris, karena omelan Anggita sengguh jleb, menujuk sampai ke hati😂.
"Maaf Anggita cayangku. Jangan marah - marah dong, nanti cantiknya bisa hilang. " Tapi Anggita masik kesal. Sampai - sampai bibirnya manyum hingga beberapa senti.
"Dari pada lho ngambek. Mendingan lho tebak deh, apa hadiah yang gue berikan ke lho. " Mendengar kata hadiah Anggita penasaran dan menanyakan apa hadiah yang dibawa Lana.
"Memangnya hadiah apa yang elho berikan ke gue. " mendengar Anggita penasaran, Lana langsung memasang senyum misterius. Lalu dia keluarkan sebuah kotak kecil yang berukuran kurang lebih 50 X 30 cm.
"Apaan nih? " Tanya Anggita sambil mengguncang - guncangkan kotak itu.
"Bukalah. " Karena penasaran akhirnya Anggita membukanya. Dan disana terdapat gelang bewarna gold yang dihiasi hiasan bintang.
"Wah... Ini cantik sekali Lana. " Kagum Anggita kepada geleng itu.
"Syukur deh kalau lho suka Git. Maaf ya Gita. gue cuma bisa membeli gelang itu, yang harganya 100 ribu kalau sepasang 160 Ribu. " Anggita hanya menanggapinya dengan senyum tulus.
"Gak pa pa Lan. Bagitu hadiah itu dilihat bukan dari nilainya, tapi niat tulus orang yang memberikan hadiahnya. Kalau tidak tulus buat apa kan beli hadiah mahal - mahal. " Lana bernafas lega, ternyata Anggita tidak mempermasalahkan harga barangnya.
"Kamu pasti membeli dua kan. Mengingat beli dua dapat potongan harga 40 ribu. " Tebak Anggita ke Lana. Lana hanya bisa cengesan karena apa yang dikatakan oleh Anggita itu benar.
"Heheh. Kamu tau aja Git, nih gelangnya sedang gue pakai. " Ujar Lana sambil memperlihatkan tangan sebelah kirinya yang terpasang gelang yang dihiasi hiasan bulan.
"lho tau gak Git, kenapa gue milih bulan dan buat lho itu bintang. " Tanya Lana ke Anggita.
"Emangnya kenapa? "
"Lho dan gue itu ibarat bintang dan bulan. Disaat bulan sendirian untuk memancarkan cahaya nya yang dia dapat dari matahari, bintang dengan senang hati membantu bulan menerangi langit pada malam hari. Sama seperti lho, yang mengulurkan tangan untuk membantu gue disaat gue sedang berjuang hidup di jakarta tanpa kenal seseorangpun disini. " Mendengar perkataan Lana itu membuat Anggita terharu.
"Ummm Lana. Cini peluk. " Lalu mereka berpelukan seperti teletubis. "Thanks ya Git, sudah mau menjadi sahabat sekaligus saudara untuk gue. " Ujar Lana berterima kasih ke Anggita.
"Eitsss. Lho ini sama siapa aja, gue itu senang punya sahabat yang baik seperti lho Lana. Karena tidak ada sahabat yang lebih baik dari pada lho di dunia ini. "
"Udah sedih - sedihnya. Mendingan kita berfoto yuk!" Anggita langsung memasukannya ke postingan ig nya.
@Anggita_JB88: makasih hadiahnya @Kailana _AS13 couple lagi🤭🤭
Selang beberapa detik setelah foto itu diposting para penggemar Anggita dan Lana langsung berkomentar di kolom komentar. Ada yang ucapin selamat untuk Anggita, ada yang mau beli gelang yang dipakai mereka dan ada yang iri dengan persahabatan mereka.
Setelah memposting foto itu, Gita dan Lana memesan makanan. Dan setelah habis Anggita izin ke toilet, saat balik ke toilet Anggita melihat kekasihnya sedang bermesraan dengan kekasih abangnya. Siapa lagi kalau bukan Joel dan kekasih Anggita yang bernama Alex. Tanpa berpikir panjang Anggita langsung menglabrak mereka berdua.
PROK PROK PROK
"Bagus. Bagus ya kalian, bermain di belakang kami. " Ujar Anggita sambil menatap sinis ke arah Alex dan Joel.
"Gi-Gita. Sa-sayang kamu ngapain di si-ni? " Tanya Alex gugup. Saat Anggita menatap tajam ke arahnya.
"Jangan lho manggil - manggil gue dengan sebutan sayang lagi! Gue jijik tau gak! " lalu Anggita beralih menatap Joel yang tidak kalah gugup dari Alex.
"Dan lho! Dasar wanita tidak tau diri! Kurang apa sih abang gue ke lho! Sehingga lho mengambil pacar adiknya! Hah! " Bentak Anggita ke Joel.
__ADS_1
"Gi-Gita, kamu salah paham. A-aku dan Alex itu cuma berteman saja, ti-tidak lebih. " Mendengar perkataan Joel tadi, sungguh membuat Anggita muak.
"Apa! Cuma teman?! Memang ada ya, teman yang menc*um dengan mesra dengan temannya?! Apa namanya kalau gak ada hubungan apa - apa! " Mendengar itu membuat Alex dan Joel menjadi geregetan.
"Sayang.... Gita. Kamu salah paham, tadi itu cuma kecelakaan. " Bujuk Alex ke Anggita. Tapi Anggita tidak peduli lagi.
"Kecelakaan kepala lu! Mulai sekarang kita putus. Dan lho! Gue bakalan bilang ke bang Angga, kalau kekasih kesayangannya selingkuh dengan pacar adiknya sendiri! "Setelah mengayakan itu Anggita langsung pergi meninggalkan Alex dan Joel yang dilanda dengan kecemasan.
"Kita harus gimana nih sayang? Kalau sampai Anggita melapor ke Angga, bisa hancur semua rencana kita. " Panik Alex yang membuat Joel kesal.
"Kamu bisa diam gak sih! Aku lagi memikirkan apa rencana kita! " Bentak Joel dan langsung membuat Alex menutup mulutnya.
"Ah! Aku punya ide. "
"Ide apa sayang? " Tanya Alex penasaran. Lalu Lana menyuruh Alex mendekat.
"Gimana nanti kita culik dia. Terus kamu perkosa dia, setelah itu kamu ancam dia bila dia ngomong ke orang tuanya atau Angga dengan menyebarkan vidio panas kalian ke sosial media. " Ide Joel. Itu sontak membuat Alex kaget.
"Kalau orang tuanya dan Angga tau bagaimana. Mereka kan punya koneksi yang hebat? " Bukannya menjawab, Joel malah tertawa.
"Hahhahh! Alex.... Alex.. Mereka tidak akan tau bila kamu atau dia tidak memberi tahu mereka. Lagi pula kamu bakalan untung, karena bisa berhubungan badan dengan dianya, masih perawan pula. " Hasut Joel dan itu berhasil menbuat Alex terhasut.
"Oke. Kita rencanakan misi kita. "Sambil menyinggung senyum misterius.
...___________🌸🌸🌸🌸___________...
Setelah Anggita menemui Lana. Mereka pergi meninggalkan kafe menuju ke taman dekat kafe.
Sedah beberapa menit mereka disana, dan diantara mereka tidak ada yang memulai pembicaraan lebih dulu.
"Mmm, Git. Kamu oke? " Tanya Lana ke Anggita saat melihat wajah murung Anggita.
"Lana... Huahhhh..... Hiks... Hiks... Mereka jahat Lan. Mereka berani main dibelakangku... " Lana bingung dengan apa yang terjadi dengan Anggita.
"Memangnya siapa yang nyakitin kamu Git? " Tanya Lana sambil nengelus - elus punggung Anggita yang sedang memeluknya. Anggita melepaskan pelukannya lalu menceritakan apa yang dilakukan Alex dan Joel. Mendengar itu langsung membuat Lana emosi.
"Berani - beraninya mereka membuat kamu begini! Dasar si Alex br**gsek! Tidak tau diuntung! Sudah baik lho menerimanya saat dia sudah mengemis - ngemis cinta lho! Tapi sekarang dia selingkuh dengan si model kurang bahan itu! Dasar nenek - nenek plastik gorengan! " Bukannya terharu Anggita malah ngakak.
"Hahhahahah! Nenek - nenek plastik gorengan?! Hahhahah! " Lana menjadi kesal saat mendengar tawa Anggita.
"Isst. Lho ini Git, sudah gue umpat mereka untuk lho tapi lho malah ketawa. " Ngambek Lana.
"Heheheh. Sorry Lan, jangan ngambek dong. "Bujuk Anggita sambil memperlihatkan wajah menggemaskannya.
"Huff. Oke oke, gue maafin. Yuk kita pulang Git, kita kan ada kerja kelompok. " Lalu mereka beranjak pergi. Tapi tiba - tiba seseorang membekap mereka hingga mereka pingsan. Kejadian itu tidak dilihat oleh orang karena ditaman itu sangat sepi.
...___________🌸🌸🌸🌸___________...
Lana terjaga dari pingsannya, saat dia membuka mata dia merasakan tangan nya diikat oleh sesuatu. Dan ternyata tangannya terikat ditali dengan posisi dia terduduk di kursi.
"Siapa sih yang menculik gue?! Oh iya Anggita? Dimana ya Anggita? " Lalu dia melihat Anggita tertidur di kasur dengan posisi tangan diikat ke dinding kasur.
"Gimana nih. Gue harus cari cara buat lepasin tali ini. " Saat dia mencari ternyata dia menemukan pisau di atas meja yang ada di sampingnya.
Lana berusaha menggampainya gampainya, setelah sekian lama berusaha akhirnya Lana berhasil juga meraih pisau itu dan lana langsung memotong tali itu. Tapi saat sedang memotong ikatan tali, tiba - tiba ada yang masuk didalam kamar itu, sontak Lana berpura - pura pingsan.
"Bangunkan dia! " Perintah pria itu yang tidak lain adalah Alex kepada orang suruhannya.
BYURR
Anggita disiram pakai air dingin dan langsung dia terbangun, bertapa kagetnya dia saat melihat orang yang ada didepannya adalah Alex, dan yang lebih parahnya lagi posisinya yang sedang diikat diatas ranjang.
"Br**gsek lho Lex! Lho mau ngapain gue! Lepasin gak! " Teriak Gita sambil berusaha melepaskan ikatannya.
"Gue mau kita menghabiskan malam yang panas bersama. " Ujar Alex sambil memesang senyum penuh hasrat.
"Cih! Sampai kapan pun gue gak sudi disentuh sama laki - laki br**gsek seperti lho! " Teriak Anggita.
"Tidak pa pa kalau kamu tidak mau. Karena aku bakalan melakukannya baik suka maupun tidak suka. " Satelah mengatakan itu Alex menyuruh orang suruhannya keluar. Saat mereka sudah keluar Alex melepaskan bajunya satu persatu hingga tinggal lah celana boxser. Alex langsung melumatkan bibir Anggita dengan rakus sedangkan Anggita berubah memberontak tapi apa dayanya, tenaganya tidak sebesar tenaga Alex. Alex mulai memberi tanda di leher Anggita yang sedang menangis menerima nasipnya.
Tapi saat Alex mau melepaskan kancing baju Anggita, tiba - tiba.
BUKK
Alex pingsan karena Lana memukul kepalanya menggunakan vas bunga yang terbuat dari besi. Setelah memastikan Alex pingsan, Lana langsung membuka ikatan tangan Gita.
"Lana! Hiks.... Hiks... Aku takut... Hiks... "Tangis Gita pecah saat memeluk Lana.
"Ssstt. Jangan keras - keras, nanti kita ketahuan sama penjaga yang ada di luar sana. " Lalu Lana berusaha mencari jalan keluar, sedangkan Anggita membereskan kancing bajunya yang dibuka oleh Alex tadi.
"Gimana kita keluarnya Lan? "
"Sepertinya satu - satunya cara adalah kita melompat dari balkon ini. " Sambil menunjuk ke arah balkon yang ada dikamar itu.
"Kamu gila Lana! Nanti kita bukannya selamat tapi malah tamat! "
"Kita menggunakan tali buat turun ke bawah. " Jawab Lana sambil memegang tali yang panjangnya kurang lebih 10 meter.
Mereka langsung mengikat tali itu ke tiang tembok. Setelah merasa erat mereka turun satu persatu. Dimulai dari Gita baru Lana. Tapi saat Lana berada ditengah - tengah tali itu, tiba - tiba pengawal itu masuk ke kamar dan berteriak kalau mereka sudah kabur.
Mereka langsung mempercepat gerakan mereka dan akhirnya mereka berhasil sampai ke bawah.
"Ayo kita lari Git! " Ajak Lana ke Gita. Mereka berlari kencang karena pengawal itu mengejar mereka.
Saat mereka menyeberang tiba - tiba mobil yang dikendarai oleh Joel melaju kencang. Dan resplek Anggita mendorong Lana.
BRUKK
Anggita terpental ribuan Mil sedangkan Lana pingsan akibat kepalanya terbentur oleh batu.
__ADS_1
"Gi-Gita.. " Lirih Lana sampai akhirnya dia pingsan.
Joel yang gelisah karena menabrak Anggita akhirnya memutuskan untuk pergi karena dia takut ada orang yang lewat disana.
Mereka berdua dibawa ke rumah sakit saat setelah 2 mobil yang dikendarai oleh bapak - bapak membawa mereka. Tapi naas, Anggita harus menghembuskan nafas terakhir saat dibawa ke rumah sakit. Sedangkan Lana koma berhari - hari.
Dan setelah hari ke 15 Lana akhirnya sadar. Dia tidak bisa mengingat kejadian pada 15 hari yang lalu. Bahkan ketiak sadar dia mengatakan mau bertemu Anggita di kafe untuk merayakan ulang tahun Anggita.
Flashback off
Angga langsung menyuruh orang kepercayaannya untuk menculik Joel dan mantan kekasih adik buat di siksa sebelum diserahkan ke pihak berwajib.
Setelah mereka diculik, Angga langsung menyuruh 7 anak buahnya untuk memperkosa Joel sebagaiman dia telah membuat adiknya hampir diperkosan. Sedangkan Alex dia suruh orang kepercayaannya untuk dikebiri.
Sahut - menyahut suara teriakan yang berasal dari Joel dan Alex. Setelah puas Angga langsung membawa mereka ke pihak berwajib dan mereka dikenakan hukuman penjara seumur hidup.
...___________🌸🌸🌸🌸___________...
Angga pulang menuju apartemen yang dia dan Lana tempati saat menikah dulu. Setelah masuk, Angga melihat banyak bayangan Lana. Tapi saat dia gapai bayanngan itu langsung menghilang.
Angga baru menyadari, kalau cintanya ke Lana itu sangat lah besar. Dan dia sungguh sangat menyesal.
Angga berjalan memasuki kamar, yang dimana dia selalu berbuat kasar ke Lana saat berhubungan badan. Dan yang lebih menyesakkan dirinya, Adalah saat dia memberikan pil KB ke Lana dengan alasan dia belum siap mempunya anak. Sungguh ingin rasanya Angga memutar balik waktu.
Angga membuka laci, tempat dimana Lana selalu menyimpan barang - barang milik Angga.
Dan disana dia melihat Al - qur'an, sarung, dan peci. Juga sercacik kertas yang bertulis.
...Walaupun aku bukan lagi istri mas Angga....
...Tapi aku berharap...
...semoga mas Angga mau melaksanakan ibadah untuk diri mas dan orang tuanya Mas Angga....
...Janganlah takut untuk memulai hal kebaikan mas,...
...karena Allah maha pengampun bagi hamba - hambahnya yang mau bertobat kepadanya....
Membaca surat tulisan dari Lana itu membuat Angga terduduk lemas.
"Maafin aku Lan. Aku selama ini sudah jahat kepadamu... Hiks.... Hiks... Maafin aku Lan.. " Tanpa sengaja Angga menyenggol sebuah buku hingga jatuh. Angga melihat sebuah kalung yang tidak asing baginya. Lalu Angga membuka catatan harian Lana, disana banyak tertulis curhatan hati Lana yang berusaha tegar saat diperlakukan buruk olehnya.
Saat dia mau membalik ke halaman berikutnya, Angga langsung kaget. Ternyata Lana adalah gadis kecil yang bermain dengannya dulu saat dia kesepian karena Mami dan Papi nya pergi ke luar negeri untuk pengobatan Anggita.
Dulu saat Angga berusia 10 tahun sedangkan Lana berusia 4 tahun. Mereka bertemu saat pengasuh Angga membawa Angga jalan - jalan sore, saat itu Angga sedang memenung di atas rerumputan.
Tiba - tiba gadis kecil yang berusia kurang lebih 4 tahun mendatanginya, lalu dia mengganggu Angga dengan ocehan yang berasal dari mulut kecilnya itu. Angga awalnya mengusirnya, tapi gadis itu pantang menyerah dan tetap kekuh mengganggu Angga.
Angga hanya bisa pasrah mendengarnya. Lama kelamaan Angga sudah biasa mendengar ocehan Lana itu, tidak sedikit pula Angga menanggapi ocehan gadis kecil itu.
Tapi suatu hari gadis kecil itu tidak datang, hingga 3 hari kemudian saat Angga sudah mau menyerah menunggu gadis kecil itu. Akhirnya gadis kecil itu datang, tapi Angga memasang wajah dinginnya. Dan betapa terkejutnya Angga saat mendengar kalau gads kecil itu akan pergi ke kampung halamannya.
Lalu sebagai tanda perpisahan Angga memberikan kalung kepadanya.
"Ternyata gads kecil itu kamu Lana. Aku pastikan akan mencari kamu sampai ujung dunia pun. "
Angga langsung menghapus jejak air matanya sebelum turun ke bawah.
Saat berada di bawah tiba - tiba pembantu yang bertugas membersihkan apartemen Angga saat Lana pergi memanggilnya.
"Tunggu den! " Teriak wanita paruh baya itu.
"Iya ada apa bik? "
"Ini den. Bibi mau memberikan sebuah surat. Katanya untuk nona Lana dari rumah sakit den. " Bibi itu menyerahkan sebuah surat ke Angga.
"Dari rumah sakit Bik? "
"Iya den. Kalau gitu bibi pamit pulang dulu ya den, permisi. " Setelah pembantu tadi pergi Angga langsung membuka surat itu. Dan bertapa terkejutnya saat membaca kalau Lana sedang hamil. Dan usia kandungannya 2 bulan lalu berusia 1 bulan.
"A-apa, Lana hamil a-anakku. Bila dua bulan yang lalu berusia 1 bulan. Berarti sekarang masuk 3 bulan. " Perasaan Angga bercampur aduk. Antara senang karena dia sebentar lagi menjadi seorang Ayah, sedih karena istrinya melewati hamil sendirian dan menyesal karena Angga pernah dulu tidak mau mempunyai anak dari Lana. Itu membuat Angga semakin semangat untuk mencari keberadaan Lana.
Telah berminggu - minggu Angga mengarahkan semua orang, kepercayaannya buat mencari Lana tapi belum ada juga tanda - tanda keberadaan Lana.
Kondisi Angga saat ini sangatlah kacau. Bulu - bulu halus di wajahnya mulai tumbuh, tapi Angga belum juga mengcukurnya. Angga juga kurang tidur dan makan tidak teratur, dan dia sekarang selalu marah - marah ke orang lain walaupun orang itu tidak berbuat kesalahan yang besar.
Angga sekarang sedang duduk di bibir kasur sambil memandang foto pernikahan dia dan Lana. Itu juga salah satu yang semakin membuat Angga menyesal, karena dia tidak mempunyai foto Lana selain foto pernikahan mereka.
"Sayang.... Kamu ads dimana sayang? Maafin aku, aku sudah membuat kamu menderita. Aku akan bakalan berubah seperti yang kamu inginkan, jadi tolonglah pulang sayang...." Lirih Angga sambil berderai air mata. Sudah beberapa banyak Angga menangis setelah kejadian itu. Sekarang Angga sungguh - sungguh menyesalinya.
Tiba - tiba pandangan Angga gelap. Hingga dia menjatuhkan foto yang ada di tangannya. Lalu..
BUKK
*
*
*
*
*
*
****Ini sungguh diluar kendaliku gays. Karena aku pikir chapter ini tidak panjang, tapi malah sampai 3000 kata. Jadi si embul Gara gak bakalan muncul sekarang. Dia munculnya besok, dan bila banyak yang typo aku mohon maaf ya. Soalnya aku gak periksa ulang, karena chapternya panjang. Salam hangat dari author tukang typo.
See you next chaptere😘😘
__ADS_1
♪\(*^▽^*)/\(*^▽^*****)/