Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
CHAPTER 39# Gugup


__ADS_3

Sejak kejadian itu, Ella tidak lagi datang ke ruangan Angga. Seluruh keluarga Ella termasuk Gara dan Fana yang sudah bisa dibawa keluar ruangan walaupun Fana masih memakai kursi roda, dia sudah menjenguk Angga. Tapi Ella tidak menjenguk Angga dengan alasan dia sedang sibuk.


Hingga tidak terasa Angga dan Fana sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Ella menghela nafas, karena mau tidak mau dia harus bertemu dengan Angga yang sudah hampir sebulan menghindari segala hal yang bisa membuatnya bertemu dengan Angga.


Saat ini Ella berjalana di lorong - lorong rumah sakit yang agak sepi di karenakan hari masih pagi dan tidak banyak orang yang berada di rumah sakit itu.


Saat tiba di ruangan Fana, Ella membuka daun pintu itu. Disana dia melihat Papa lio dam Mama Ele sedang membereskan barang - barang Fana.


Dan bagi yang menanyakan dimana Fana? Jawabannya adalah, Fana sedang tiduran sambil menonton sinema anak - anak di iPad nya. Saat Fana melihat kedatangan Mommy nya, dia langsung berteriak memanggil Ella.


"Mommy! " Teriak Fana. Ella memberikan senyuman manisnya sebagai balasan dari teriakan Fana.


Ella menghampiri Fana yang sedang melihat dirinya dengan senyuman lebar yang menggemaskan.


"Fana lagi nonton apa? " Tanya Ella lalu mendudukkan dirinya di setelah Fana.


"Nonton berbie - berbie Mom. "


"Oh berbie - berbie. " beo Ella.


Beberapa saat kemudian datanglah Leo tanpa Gara disampingnya. Hal itu membuat Ella mengerutkan dahinya


"Gara mana bang? " Tanya Ella to the poin.

__ADS_1


"Gara di ruangan Angga. " Jawab Leo lalu berjalan ke Fana yang lagi asik dengan iPad nya.


Ella sudah tidak kaget lagi saat Leo mengatakan kalau Gara berada di ruangan Angga. Sebab semanjak Angga mendonorkan tulang sumsum nya ke Fana, Gara selalu ke ruangan Angga sebelum dia ke ruangan adiknya, itu pun saat Gara di ajak pulang oleh Leo.


"Baiklah kita sekarang pulang! Ayo sayang! " Ajak Mama Ele ke Fana.


Lalu mereka keluar dari ruangan itu. Saat berjalan di lorong - lorong mereka berpapasan dengan Rian, Angga dan Gara yang sedang di gandeng Angga.


DEG


Ella membeku saat mata Angga dan dia bertemu. Ada rasa gugup di hati Ella saat Angga melihatnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


Dan betapa kagetnya dia saat Angga berjalan ke arahnya.


"Bisa kita bicara berdua sebentar! " Ujar Angga.


Ella dan Angga duduk di restoran yang tidak jauh dari Rumah sakit.


Sudah lama mereka disana tapi tidak ada yang memulai percakapan di antara mereka.


Kerena Ella muak dengan kecanggungan ini, akhirnya Ella angkat bicara.


"kamu mau mengatakan ap? sampai - sampai membawa saya disini. " Tanya Ella dengan wajah datar. Tapi sebenarnya didalam hatinya sedang Dag dig dug.

__ADS_1


Aduh... Ini jantung kenapa sih? Diam dong jantung diam. Nanti kalau didengar oleh Angga bagaimana.


Batin Ella.


"Aku.....


*


*


*


*


*


*


**Hai semu aku kembali lagi, maaf ya aku udah seminggu lebih gak up. Itu semua karena kesibukan di luar dunia kepenulisanku, aku harap readerku yang tercinta gak ada yang marah ya. Kalau marah nanti author nangis nih😢. Dan semoga kalian suka dengan novelku ya, jangan marah nanti kecantikan atau ketampanannya hilang loh.


Salam hangat dari author tukang typo ini. Semoga suka


See you next chapter 😘😘

__ADS_1


♪\(*^▽^*)/\(*^▽^*)/


Nanti aku update satu chapter lagi**


__ADS_2