
Lana terbangun karena merasakan sisii kasurnya kosong. Ternyata sang suami tidak ada di sampingnya.
"Mas Angga kemana ya? " Tanya Lana sambil mengucek ngucek matanya. Dia melihat sekeliling kamar yang tidak ada tanda-tanda suaminya itu berada. Lalu Lana turun dari tempat tidurnya dengan memakai piyama mandinya.
Lalu Lana mengelilingi setiap ruangan rumahnya, tetapi hasilnya nihil. Dia tidak menemukan keberadaan sang suami, akhirnya Lana menyerah dan dia terduduk termenung disofa.
Sebenarnya apa salah hambah ya Allah. Sehingga suami hamba bersikap dingin dengan hambah.
Isak tangis Lana dalam diamnya.
Beberapa saat kemudian handpone Lana berdering.
Drrrt Drrrt Drrrt
Sebelum mengangkatnya Lana membersihkan jejak air matanya dan menormalkan suaranya.
"Ya Assalamualaikum. Ada apa Sil? "
" ....... "
"Gak ada, emangnya kenapa? "
" ....... "
"Ok tunggu ya Sil. Assalamualaikum. "
" ....... "
Setelah memutuskan sambungan telepon diantara mereka. Lana beranja dari tempat duduknya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
...__________🌸🌸🌸🌸___________...
Ditempat lain Angga dan Rian sedang membahas proyek yang akan mereka urus. Saat sedang membahas proyek bersama, tiba tiba pintu ruangan Angga dibuka oleh seorang dan yang tidak lain adalah Joel.
"Baby! " Panggil Joel dengan melenggak lenggokkan tubuhnya. Dia berlari ke arah Angga dan tidak lupa melayangkan tatapan sinis ke Rian, tetapi Rian hanya tidak menghiraukan Joel dia hanya fokus dengan tugasnya.
"Baby, kenapa kemarin kamu tidak nungguin aku. " Manja Joel sambil memegang dan menyadarkan kepalanya di lengan Angga. Melihat hal itu membuat Angga kesal dan dia menghempaskan Lana dari
BUKK
"Aau! Kamu kenapa sih Ga?!! Kasar banget sama aku! " Melihat Joel dihempas oleh Angga membuat Rian menutup mulutnya karena menahan tawa.
"Kamu itu yang kenapa! Kamu kan yang memberikan obat prang*ang dalam minumanku! " Bentak Angga dan itu membuat Joel gregetan.
"It-itu.... "
"Apa! Kamu tidak bisa menjawabkan! " Mendengar hal itu membuat Joel diam seribu bahasa. Dan dia teringat kalau obat prang*ang yang diberikannya hanya bisa hilang bila orang yang menggunakan itu berhubungan badan dengan seseorang.
Apa jangan-jangan Angga tidur dengan si mu*ahan itu!
Lamuan Joel terhenti saat mendengar bentakan dari Angga.
"Kamu dengar tidak! "
"Tunggu-tunggu! Kamu tidur sama siapa tadi malam?" Mendengar pertanyaan Joel membuat Angga kesal.
"Mengapa kamu tanya aku tidur dengan siapa? Hah! Oo... Apa jangan-jangan benar kamu yang menaruh obat itu kedalam minumanku? Jawab! " Karena kesal akhirnya Joel mengakui perbuatannya.
"Kalau memang iya kanapa?!! Aku cuma mau menghabiskan malam denganmu. Dan aku cuma mau kamu menceraikan cewek mu*ahan itu dan menjadikanku istrimu cuma itu Ga! Tapi kenapa kamu tidak mau mendengar omonganku! " Histeris Joel sambil mengguncang guncangkan bahu Angga lalu Angga menghempasnya.
"Aku sudah pernah bilang! Kalau kamu harus menunggu orang tuaku pulang! "
"Tapi sampai kapan Ga! Sampai aku buhuh diri? Iya! " Mendengar perkataan Joel membuat Angga menjadi pusing.
"Terserah kamu saja lah Joel. " Nyerah Angga karena malas berdebat dengan Joel.
__ADS_1
"Ok lihat aja nanti Ga! Kamu bakalan melihat aku bunuh diri! " Ancam Joel lalu dia pergi dari ruangan Angga. Setelah kepergian Joel Angga memijat pelipisnya.
"Kita diskusikan nanti Yan. Saya lagi pusing! " Mendengar perintah Angga, Rian menganggukkan kepala tanda mengerti dan keluar dari ruangan tersebut.
Lalu handpone Angga berbunyi, tanda ada pesan yang masuk.
...Kailana:...
...Mas, aku izin keluar bersama Sisil dan Irwan ya mas. ...
Kalau mas nanya, aku dan teman - temanku ke mall JZ buat bantu Sisil dan Irwan mas.
Pesan Lana hanya dibaca oleh Angga tanpa ada niatan menjawab.
Karena bosan akhirnya Angga memutuskan pergi menyusul Lana.
...__________🌸🌸🌸🌸__________...
Lana tiba di Mall JZ menggubakan taksi online. Setelah tiba disana Lana disambut oleh Sisil dan Irwan yang mukanya lagi ditekuk.
"Disini Lan! " Panggil Sisil sambil melambai lambaikan tangannya ke Lana.
"Maaf ya lama. " Ujar Lana sambil tersenyum ke Sisil dan Irwan.
"Gak kok. Kita baru nyampai. " Jawab Sisil dengan wajah gembira.
"Iya kita baru nyampai disini. Tapi gue lama nungguin lho di rumah lho! Besok besok lho kalau ada apa apa jangan minta tumpang ke gue! Minta tu sama cowok lho! " Kesal Irwan ke Sisil.
"Cowok gue udah gak ada. " Kesal Sisil. Mendengar perkataan Sisil itu membuat Irwan ketawa.
"Hahhahh... Gue tau, pasti dia minta putus karena gak tahan sama lho kak. Hahahhh! " Ejek Irwan. Dan itu membuat Sisil tambah kesal.
"Bukan karena itu b*go! Gue mutusin dia karena dia selingkuh! " Mendengar itu membuat tawa Irwan pecah dan itu membuat orang melihat ke arahnya. Melihat tatapan semua orang melihat ke dia, akhirnya Irwan menghentikan tawanya.
"Rasain lho, makanya jangan suka ejek gue! " Balas Sisil. Karena tidak mau urusannya lebih panjang akhirnya merka masuk ke dalam Mall.
Saat sedang memilih makanan gerakan Lana terhenti saat ada seseorang yang menyebut namanya.
"Kailana angel saputri! " Panggil seseorang tersebut dan langsung Lana membalikkan tubuhnya ke sumber suara. Setelah berbalik ternyata yang memanggil namanya adalah Joel.
"Iya. Maaf anda siapa ya? " Tanya Lana.
(Ps: Lana tidak mengingat Joel, karena Joel merupakan bagian dari kejadian yang menimpa Anggita.)
Mendengar perkataan Lana tadi membuat Joel menjadi kesal. Jangan sok tidak tau ya kamu! Kamu sudah merebut kekasihku dan sekarang kamu berpura-pura tidak mengenalku! Kamu wanita jahat! " Dengan tangis yang dibuat buat. Mendengar perkataan Joel tadi membuat orang yang ada disana berbisik-bisik.
"Kasihan ya dia. Kekasihnya direbut oleh wanita itu, padahal wanita itu memakai hijab lagi. " Bisik seseorang wanita disana.
"Iya jeng. Penampilan tidaklah sesuai dengan karakter ya. Ck dasar perempuan sok alim, padahal sebenarnya mur*han. " Seperti itulah gunjingan orang yang ada disana kepada Lana. Itu Pastinya membuat Joel senang, tetapi diluar dugaan Joel. Ternyata emosi Lana tidaklah terpancing.
"Saya tidak pernah merebut kekasih anda. Kalau benar saya merebut kekasih anda, mana buktinya. Dan juga kenapa anda baru sekarang anda permasalahkan? Kenapa tidak diawal-awal pernikahan saya? Kenapa baru sekarang setelah kami menikah hampir 2 tahun? " Mendengar perkataan manohok Lana membuat emosi Joel memuncak, apalagi orang-orang tadi yang menggunjing Lana malah membalik menggunjing dia.
"Maaf, bila tidak ada yang anda bicarakan lagi, saya pamit untuk pergi. " Saat Lana mau pergi tiba tiba lengan Lana dicengram oleh Joel. "Lepaskan tangan saya! " Saat berusaha melepaskan tiba-tiba saja Joel terjatuh, padahal Lana tidaklah mendorong Joel.
BUKK
"Aauu! Jahat sekali kamu! Salah apa saya sama kamu hingga kamu mendorong saya dengan kasar! " Isak tangis Joel. Dan pastinya air mata buaya yang dia keluarkan.
Melihat hal itu membuat Lana bingung. "Anda kena...... "
"LANA! " Perkataan Lana terhenti saat mendengar suara suaminya.
"Ma-mas Angga. " Kaget Lana saat melihat kedatangan suaminya itu dengan ekspresi marah.
"Baby, kakiku sakit. Istrimu ini mendorongku padahal aku tidak tau salahku apa. " Ngaduh Joel dengan nada manja. Melihat sikap Joel ke suaminya itu membuat pikiran Lana tiba tiba kosong.
__ADS_1
"Ma-mas, ini apa maksudnya? " Tanya Lana dengan nada bergetar.
"Seperti yang kamu lihat. Aku dan Joel menjalin hubungan. " Mendengar perkataan suaminya itu membuat hati Lana seakan diremuk oleh sesuatu.
"Ta-tapi kenapa mas. Apakah aku tidak cukup untukmu?! " Tanya Lana dengan air mata yang mengalir.
"Sebelum aku dan kamu bertemu, aku dan Joel pernah menjalin hubungan. Tapi, karena suatu kesalah pahaman jadinya aku dan Joel putus. Tapi aku tau kebenarannya baru baru ini jadinya kami balikan karena masih ada cinta diantara kami. " Mendengar itu membuat Lana bingung harus menjawab apa karena hatinya dan jiwanya telanjur sakit mendengarnya.
"Dan aku harap kamu berlaku baik kepada Joel! " Setelah mengatakan itu Angga membawa Joel pergi.
Sisil dan Irwan tiba saat melihat Angga dan Joel pergi.
"Lan.. " Panggil Lirih Sisil. Melihat sahabatnya itu Lana berusaha untuk tersenyum.
"Eh, Sisil Irwan. Aku sudah selesai belanjanya, ayo kita pergi ke kasir! " Melihat berpura-pura tegar membuat Sisil geram.
"Cukup Lan! Kamu jangan berpura-pura seakan tidak terjadi apapun! Aku dan Irwan sudah melihat semuanya! Bagaimana suamimu itu memperlakukanmu! " Bentak Sisil dan itu membuat senyum Lana surut dan berganti dengan isakan.
"Aku harus gimana Sil.... " Lirih Lana. Sisil Langsung membawa Lana dalam pelukannya.
"Mmm, kita cari tempat lain saja buat cerita! " Ajak Irwan dan dianggukan oleh mereka berdua.
...__________🌸🌸🌸🌸__________...
Mereka bertiga duduk ditaman dekat Mall.
"Jadi berapa lama Lan kamu diperlakukan seperti itu oleh suamimu?! " Paksa Sisil.
"Enggak kok Sil. Mas Angga baik kok sama aku. " Lirih Lana.
"Lho jangan bohong Lan. Gue melihat suami lho lebih memilih perempuan lain dari pada istrinya sendiri, gue sudah curiga bahwa selama ini pernikahan kalian tidaklah baik-baik saja! " Melihat Sisil sudah emosi membuat Irwan mencoba menenangkan Sisil.
"Udah Sil. Mungkin Lana tidak mau ngomong ke kita karena ini menyangkut masalah rumah tangganya. Lho tau sendirikan, tidak baik masalah keluarga dibicarakan ke orang lain. " Bijak Irwan. Walaupun Irwan sering kekanak-kanakkan tetapi saat serius Irwan bakalan menjadi bijak.
"Huff.... Oke oke. Kalau Lho tidak mau cerita, gue tidak akan memaksa lagi. Tapi kalau lho butuh teman curhat, gue siap dengerin lho. "
"Eh, gue juga Lan. " Karena perhatian sahabatnya itu membuat Lana terharu.
"Makasih ya. "
"Eh, untuk apa lho berterima kasih. Kitakan sahabatan, santai aja kali. " Sambil memeluk Lana.
"Best friend forever! " Teriak Irwa. Tetapi saat akan memeluk Irwan ditahan oleh Sisil.
"Hei! Bukan muhrim! "
"Huff.. Dasar lho Sisilah! " Lalu mereka tertawa bersama.
*
*
*
*
*
*
*
**Hari ini aku up panjang lho 1507 kalimat. Semoga suka ya. Salam dari author tukang typo.
See you 😘😘
__ADS_1
♪\(*^▽^*)/\(*^▽^*)/