Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
CHAPTER 48# Diterima?


__ADS_3

Ella tidak bisa tidur karena lamaran Angga tadi. Dia bimbang, apakah dia menerima lamaran itu atau menolaknya.


Ella bisa saja menerima lamaran Angga itu langsung tanpa harus mikir dulu. Tapi, karena Angga pernah menyakitinya jadinya Ella tidak mau gegabah mengambil keputusan yang bakalan berdampak ke anak - anaknya dan juga dirinya nanti.


Ella hanya memandangi dua kalung yang terletak di mejanya itu. Yang dimana kedua kalungnya itu memiliki bentuk yang sama tapi memiliki warna yang beda.


Kalung sebelah kiri bewarna perak dengan hiasan bunga mawar biru diujungnya, sedangkan sebelah kiri bewarna emas dengan bunga mawar bewarna merah diujungnya.


Dan Ella teringat dengan perkataan Angga sebelum dia pergi ke apartemen miliknya.


FLASHBACK ON


"Aku akan menunggu jawaban kamu besok di bandara. " Ujar Angga yang sedang berdiri didepan pintu kamar Ella.


"Dan kamu bisa menjawab lamaranku nanti dengan ini. " Sambil meronggoh saku - sakunya lalu mengeluarkan dua benda kecil yang berbentuk kotak. Yang dimana kotak itu berisi kalung.


Lalu Angga memberikan kedua kotak itu ke Ella.


"Disini ada dua kotak, kotak yang bewarna merah ini berisi kalung emas dan kotak yang bewarna biru ini berisi kalung perak. Jika kamu menerima lamaranku, kamu bisa mengambil kalung emas ini, dan jika kamu menolak, maka kamu bisa mengambil kalung perak ini. " Ella hanya bisa memandangi dua kotak yang ada ditangannya.


"Aku tunggu kamu besok dibandara. Kalau gitu, aku pergi dulu. Assalamualaikum. " setelah mengucapkan salam, Angga pergi sambil menyeret kedua kopernya.


Sedangkan Ella menatap kepergian Angga dengan tatapan nanar.


FLASHBACK OFF


Saat Ella memikirkan keputusan apa yang akan dia ambil, tiba - tiba pintu kamar Ella diketuk oleh seseorang.


TOK TOK


"Ella, apakah boleh Mama masuk? " Tanya seorang itu yang tidak lain adalah Mama Ele


"Masuk aja Mah! Gak kunci kok. " Sahut Ella.


Setelah mendapatkan izin dari Ella, Mama Ele masuk ke delam dan duduk di samping Ella. Lalu Mama Elle mengelus kepala Ella yang memang sedang tidak memakai jilbab.

__ADS_1


"Ada apa Mah? " Tanya Ella bingung, karena tidak biasanya Mamanya itu ke kamarnya.


"Gak ada kok. Mama hanya penasaran, kenapa kamu belum juga tidur sayang? Sekarang udah malam loh. Besok kamu kan harus bagun pagi - pagi buat anterin Angga ke bandara? " mendengar nama Angga, Ella terdiam. Dia memenung memikirkan kembali keputusan apa yang akan dia ambil nanti.


Melihat ekspresi diam Ella, Mama Ele tau bahwa Ella ada masalah. Lalu Mama Ele mengangkat kepala Ella yang sedang tertunduk.


"Ada apa sayang? Kok kamu diam? " Tanya Mama Ella dengan nada lembut.


"Gak ada pa pa kok mah. " elak Ella sambil memasang senyum kencut ke Mama Ele.


"Sayang.... Mama tau kalau kamu ada masalah. Coba deh cerita ke Mama. " Desak Mama Ele.


Dengan menghembuskan nafasnya pelan, Ella memulai pembicaraannya dengan Mama Ele.


"Jadi gini mah..... " Ella menjelaskan semua hal yang terjadi saat Angga melamarnya.


"Mama bukannya mau memyuruh kamumenyetujui untuk menerima lamaran Angga, atau menolak lamarannya. Tapi Mama mau bilang ke kamu Ella, lebih baik kamu tanya hati kamu. Apakah kamu masih mencintai Angga atau tidak? Karena apa, karena hati itu tidak bisa berbohong. " Nasehat Mama Ele sambil menunjuk ke dada Ella.


"Jangan kamu pikirkan tentang Gara atau Fana. Sebab, semua ini adalah untuk kamu sendiri Ella. Dan apa keputusanmu nanti, Gara dan Fana pasti akan ikut, apa yang kamu pilih nanti. "


"Dari apa yang Mama lihat. Angga itu tulus kepada kamu, bukan cuma perlakuannya saja. Tapi didalam matanya hanya ada rasa cinta yang Mama lihat saat dia melihat kamu. " jawab Mama Ele.


Ella hanya terdiam saat mendengar perkataan Mama Ele. Saat ini pikirannya berkecambuk.


Melihat Ella hanya terdiam saja, membuat Mama Ele tersenyum ke arah anaknya.


"Kamu pikirkan ingat kata - kata Mama ini Ele, semua keputusan ada ditangan kamu. Jangan salah melangkah, sebab kesempatan kedua itu belum tentu ada.


Kalau begitu Mama pergi dulu, takut dicariin Papa kamu nanti. Assalamualaikum. " Lalu Mama Ele keluar dari sana.


"Waalaikumsalam. " Jawab Ella yang masih memenung memikirkan perkataan Mamanya.


...___________🌸🌸🌸🌸___________...


...BANDARA HEATHROW...

__ADS_1


Jam 4 pagi, Angga sudah tiba dibandara dan sebentar lagi pesawat yang ditumpangi oleh Angga akan lepas landas.


Sekarang Angga sedang menunggu kedatangan keluarga Ella dan anak - anaknya.


Beberapa saat kemudian terdengar ada yang memanggil Angga.


"ANGGA! " panggil Leo sambil menggendong Gara sedangkan Fana digendong oleh Papa Lio. Semua keluarga Ella datang kecuali keluarga dari Paman Ella yang sedang berhalangan hadir karena ada urusan penting.


"Udah lama nunggunya? "Tanya Leo.


"Gak lama kok. Ini kok Gara sama Fana juga ikut, kasihan mereka. Kayaknya mereka ngantuk banget deh. " apa yang dikatakan oleh Angga itu banar adanya. Sebab Gara dan Fana sudah memejamkan matanya digendongan Leo dan Papa Lio.


"Tadi itu rencananya mereka enggak Mama ajak Ga, tapi mereka tetap merengek minta ikut, dan akhirnya kami ajak deh. Soalnya tadi mereka gak ngantuk. Eh, pas ditengah perjalanan mereka malah tertidur, kalau ditinggalin di mobil, nanti takutnya terjadi apa - apa disana. Jadinya kami ajak aja deh sekalian. " Jelas Mama Ele panjang lebar.


Angga mengangguk tanda mengerti dan menatap kedua anaknya yang sedang tertidur terlelap. Ada rasa sedih dihati Angga karena dia akan pergi, dan otomatis dia akan meninggalkan kedua anaknya disini.


Angga berharap, bahwa Ella mau menerima lamarannya. Supaya mereka akan bersama - sama kembali. Saat memikirkan Ella, Angga baru ingat kalau Ella tidak ada disitu.


Melihat Angga seperti mencari sesuatu, Leo mengerti bahwa Angga sedang mencari Ella.


"Loe mencari sedang mencari Ella ya? " tebak Leo.


"Iya. Dimana Ella? " Tanya Angga.


"Ella..... " perkataan Mama Ele terpotong saat mendengar informasi bahwa pesawat akan berangkat 10 menit lagi.


"Lebih baik kamu pergi Ga. Nanti kamu ketinggalan pesawat. " Titah Mama Ele.


"Baik Mah. Kalau gitu, aku pergi dulu, Mah, tuan Graham dan Leo. Tolong jaga baik - baik Ella dan anak - anakku ya. "Pesan Angga ke Leo.


"Tenang aja. Walaupun loe gak bilang ke gue, gue bakalan tetap jaga Ella, Gara dan Fana. "


Setelah puas dengan jawaban Leo, Angga mencium kening anak - anaknya sebelum pergi. Dan saat berat hati bercampur rasa kecewa Angga melangkah maju.


Tapi setelah 5 langkah Angga berjalan. Tiba - tiba terdengar suara orang yang Angga harapkan kehabisannya.

__ADS_1


__ADS_2