Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
CHAPTER 52# Ingat umur


__ADS_3

Ella dan Angga duduk berhadapan diatas kursi yang ada ditaman belakang rumah.


Saat mereka sampai dan duduk disana, Ella langsung terpanah dengan keindahan taman itu. Dia melihat setiap inci taman itu tanpa dia sadari bahwa Angga menatapnya sejak tadi.


"Ella " panggil Angga.


"Eh, maaf Angga. Tadi kamu mau ngomong apa ke aku? " tanya Ella setelah dia menyadari bahwa sejak tadi dia tidak mempedulikan Angga dan malah fokus melihat taman.


"Gak pa pa kok. "


"Aku mau ngomong ke kamu, bahwa aku akan melamar kamu besok bersama dengan Mami dan Papi " Ucap Angga sambil menatap lekat manik mata Ella.


Ella hanya diam tanpa menjawab perkataan Angga, dia sangat bingung harus bagaimana. Sebab di satu sisi dia senang akan rujuk dengan Angga, dan di satu sisi lagi dia takut kalau orang tua Angga juga menyalahkannya atas kematian Anggita dulu.


Karena Ella tidak juga menjawab perkataannya, Angga langsung bertanya ke Ella.


"Kamu kenapa Ella? Kok diam? "


"Ah?! Eh! Aku gak apa apa kok. " elak Ella, mendengar jawaban Ella, Angga tidak langsung percaya. Dan dia bertanya sekali lagi ke Ella.


"Kamu jangan bohong Ella, aku tahu kalau ada hal yang kamu pikirkan saat ini. " ucap Angga dengan nada lembut, dan lagi - lagi Ella cuma diam saja.


Angga menghela nafasnya dalam - dalam saat Ella lagi - lagi tidak menjawab pertanyaannya.


"Apakah kamu tidak senang menikah lagi denganku Ella? " tanya Angga dengan nada lesu.


Mendengar perkataan Angga itu, membuat Ella langsung menggeleng - gelengkan kepalanya dengan kuat.


"Bukan begitu Mas! " Ujar Ella tanpa dia sadari bahwa dia memanggil Angga dengan sebutan 'Mas'.


"Mas? Kamu memanggil aku dengan sebutan Mas Ella? " tanya Angga dengan nada senang.


"Eng-enggak! Si-siapa yang panggil kamu Mas? " Elak Ella tanpa berani menatap wajah Angga.


Angga terkekeh saat melihat ekspresi gugup Ella, menurut Angga ekspresi gugup Ella sangatlah lucu.


"Oke oke. Sekarang aku mau tanya, kenapa kamu diam saja saat aku bilang kalau Mami Papi akan datang ke sini bersama denganku untuk melamar kamu? " tanya Angga dengan mode serius.


"Itu..... Sebenarnya aku takut. " Angga mengerutkan dahinya saat mendengar perjelasan Ella.


"Why? "


"Because, aku sangat takut kalau Mami dan Papi juga menyalahkan aku atas kematian Anggita. " cicit Ella sambil menundukkan kepalanya.


Angga bernafas lega karena apa yang dipikirkannya tidaklah benar, lalu Angga tersenyum dan menatap Ella yang sedang menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ella, hai! Lihat aku! " kata Angga dengan nada lembut, tapi Ella tetap menggelengkan kepalanya.


"Sayang, lihat aku dong. " akhirnya Ella menegakkan kepalanya dengan pipi yang memerah akibat kata manis yang keluar dari mulut Angga.


"Kamu tau gak? Aku tau bahwa kamu tidak bersalah atas kematian Anggita dari siapa? " Lalu Ella menggelengkan kepalanya.


"Itu semua karena Mami dan Papi, kalau saja mereka juga tidak mengetahuinya. Aku tidak tau apa yang akan terjadi denganku. " ujar Angga sambil nenerawang masa lalunya dulu.


"Jadi.... Mami dan Papi tidak menyalahkan aku? " Lirih Ella.


"Iya Ella, malahan mereka sampai mengusirku saat mengetahui apa yang aku lakukan kepadamu. "


"Mereka sudah mengangap kamu sebagai anak mereka sendiri jauh sebelum Anggita meninggal. "


Ella akhirnya bernafas lega, karena dia sudah tahu kalau Mami dan Papi Angga tidak seperti Angga dulu.


"Syukurlah. "


Setelah itu mereka berbincang - bincang tentang anak - anak mereka.


...___________🌸🌸🌸🌸___________...


Setelah pulang dari rumah keluarga Graham, Angga tidak pulang ke apartemennya melainkan pergi terlebih dahulu ke rumah Mami dan Papinya.


Setelah sampai didepan pintu rumah orang tuanya, Angga langsung berjalan masuk.


"Selamat malam Tuan. " hormat pembantu di rumah itu yang berusia sekitar 50-an.


"Malam Bik. Mami sama Papi mana Bik? "


"Tuan besar dan Nyonya besar ada di ruang tamu Tuan. " ujar Bibi itu, setelah mendengar itu Angga langsung pamit pergi.


Sesampai di ruang tamu, Angga melihat Mami dan Papinya bermesraan diruang tamu sambil menonton televisi.


"Ingat umur sudah tua.. " ejek Angga.


Sontak Mami Aluna dan Papi Johan melihat ke sumbar suara, yang ternyata adalah putra mereka.


"Makanya cari bink sono! kalau datang itu pakai salam" ejek Mami Aluna balik. Mendengar ejekan dari Maminya membuat Angga menghembuskan nafasnya kesal.


"Assalamualaikum! " salam Angga lalu dia duduk di sofa singel yang ada disana.


"Waalaikumsalam.! " balas Mami Aluna dan Papi Johan.


"Ada apa kamu kemari Angga? " tanya Papi Johan.

__ADS_1


"Iya tuh, tumben ke sini. Biasanya ke sini palingan harus di paksa dulu atau saat ada perlu " sambung Mami Aluna.


Angga hanya menatap Maminya dengan tatapan kesal, karena Maminya sangat suka mengejeknya.


"Angga ke sini ingin menyampaikan sesuatu ke Mami, Papi. " ujar Angga.


"Apa itu? " penasaran Mami Aluna, sedangkan Papi Johan sedang menyantap kopinya tanpa penasaran dengan apa yang Angga katakan.


"Besok Angga mau melamar seseorang Mih. " Sontak hal itu membuat Mami Aluna memekik kaget.


"APA! MELAMAR?! " kaget Mami Aluna.


"Dengan siapa? " sambung Mami Aluna lagi.


"Namanya Maxiella Angel Yuniver, dia wanita cantik, baik soleha dan dia telah membuatku tergila - gila dengnnya Mih. " jelas Angga.


Mendengar penjelasan Angga itu, membuat Mami menghembuskan nafasnya berat.


"Sepertinya kamu dan Kailana memang tidak berjodoh Angga. Dan Mami sudah ikhlas kalau Kailana tidak menjadi menantu Mami. " pasrah Mami Aluna.


"Tapi.... " Angga menghentikan ucapannya sambil memandang Mami Aluna dengan nada takut - takut.


"Tapi dia janda dan mempunyai anak kembar sepasang Mih. "


Awalnya Mami Aluna kaget dengan ungkapan putranya itu.


"Sebenarnya, Mami berat menerima seseorang menantu janda dan juga mempunyai seorang anak. Tapi Mami sadar, kalau kamu juga merupakan seorang Duda. "


"Jadi Mami akan menerima wanita itu. " ujar Mami Aluna. Dan hal itu membuat Angga sangat bahagia.


"Terima kasih Mih. Terima kasih! " senang Angga sambil memegang tangan Maminya, saat mau mencium tangan Maminya tangan Mami Aluna langsung ditarik oleh Papi Johan.


"Dasar posesif! " Ejek Angga.


"Suka hati Papilah, inikan istri Papi! " ujar Papi Johan, hal itu membuat Angga jenah, dan memutuskan untuk pergi dari sana.


"Kalau begitu aku pergi dulu Mih, Pih! Assalamualaikum! " pamit Angga.


"Eh? Kamu tidak nginap disini Angga! " teriak Mami Aluna.


"Enggak! Aku gak mau melihat kemesraan kalian berdua! Enek! " sahut Angga sambil berjalan ke luar rumah.


"Cih! Dasar anak itu. " umpat Mami Aluna.


"Nah, karena Angga sudah pergi. Sekarang kita ke kamar yuk Mih, lanjutin hal tadi siang. " ujar Papi Johan sambil menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


PLAKK


"PAPI! " Kesal Mami Aluna saat mendengar perkataan mesum suaminya itu.


__ADS_2