
Setelah Ella masuk kedalam mobilnya, dia langsung meneguk satu botol air mineral.
GLEK GLEK GLEK GLEK
"Hahhhh! " Melihat tingkah atasannya, membuat Mona penasaran dan dia langsung bertanya ke Ella.
"Kak Ella, kakak kenapa? "Tanya Mona. Yah, Mona memang memanggil Ella dengan Kakak, karena dia adalah sepupu Ella dari pihak Papanya.
"Ah. Kakak tidak apa - apa Mona. " Bohong Ella.
"Kak Ella bohong. Pasti ada apa - apa kan. Apakah..... Tuan Bramasta tadi, mantan suami kakak? " Tebak Mona. Dan dianggukan oleh Ella.
"Kenapa kakak tidak ngomong?! Aku pastika tadi aku langsung membatalkan kerja sama kita. Ah tidak, aku bakalan menelpon mereka untuk membatalkan kerja sama kita. " Saat Mona mau menghubungi Rian, Ella langsung menahan Mona.
"Jangan Mona! Kalau kita membatalkan kerja sama ini, perusahaan kita akan rugi besar. Kasihan para karyawan kita kalau perusahaan kita rugi. "
"Tapi kak... " Perkataan Mona dipotong oleh Ella.
"Sudah, biarkan saja. "
"Huff, Baiklah kak. " Nyerah Mona.
Mobil mereka akhirnya sampai di perusahaan mereka.
...___________🌸🌸🌸🌸___________...
Di perusahaan Angga, yaitu Bramasta Dream Compeny. Rian sedang terbengong - bengong dengan kelakuan Angga. Karena sejak tadi Angga tidak habis menggenggam dan meletakkan handponenya berulang ulang kali.
"Mmm, tuan. Kalau anda ingin menghubungi nona Maxiella, hubungi saja tuan. " Ucap Rian.
"Hai Rian! Menurut kamu, saya harus membelikan Lana apa ya? " Tanya Angga.
"Mmm, biasanya kalau Mairah marah ke saya, saya akan memberikannya bunga atau tidak coklat tuan." Ujar Rian.
"Saya tanya, hadiah apa yang akan saya berikan ke Lana! Bukan menyanyakan hadiah apa yang kamu berikan ke istri kamu! " Kesal Angga. Sedangkan Rian hanya bisa mebepuk jidatnya karena IQ atasannya itu tiba - tiba saja menjadi turun saat mengangkut wanita.
Astaga, bisa - bisanya CEO Bramasta Dream grub yang memiliki IQ diatas rata - rata bisa menjadi orang bodoh saat mengangkut cinta dan wanita. Kalau ada orang tau, ini bisa menjadi trending topik yang paling utama di cari orang nih.
"Bukan itu maksud saya tuan. Saya bilang seperti itu supaya tuan membelikan apa yang saya belikan ke istri saya. " Geram Rian.
"Mana bisa kamu samakan dia dengan istri kamu! Mereka berbeda! " Sungguh rasanya Rian ingin ternggelam didasar bumi yang paling dalam saat melihat kebodohan Angga yang akut itu.
"Yang bilang kalau mereka itu sama siapa sih! Saya mengatakan itu karena biasanya semua wanita suka itu. Karena istri saya dan Nona sama - sama wanita, jadi kesukaannya pasti sama! " Jelas Rian sambil merapatkan giginya.
"Kamu bilang dari tadi dong Yan! Kan saya tidak perlu pakai acara salah paham. " Ujar Angga santai yang membuat Rian ingin berteriak mengatakan kalau Angga yang sejak tadi yang bodoh tidak tau apa maksud dirinya. Tapi itu tidak dia lakukan, karena dia takut dipecat. Kalau dipecat anak - anak dan istrinya makan apa nanti😅.
"Besok kamu kirim bunga kesukaannya! " Perintah Angga.
"Saya harus mengirimkan bunga apa tuan? " Tanya Rian.
"Mana saya tau. Kamu cari aja sendiri dia suka bunga apa." Mendengar jawaban Angga, Rian hanya bisa mengumpat didalam hati.
"Jangan mengumpat saya Yan! " Rian langsung memasang wajah polosnya.
__ADS_1
"Mengumpat? Siapa yang mengumpat tuan? Saya dari tadi diam saja. " Angga hanya bisa memutar matanya malas.
"Eh, tapi tuan. Apakah Nona Maxiella itu memang Nona Lana tuan? " Tanya Rian sedikit ragu. Mendengar perkataan Rian, Angga langsung menghentikan kegiatannya.
"Saya yakin Yan, kalau Maxiella itu adalah Kailana. Sebab saya merasakan perasaan yang sama saat saya memeluk tubuh Maxiella. " Kata Angga mantap.
"Tapi tuan. Bagaimana jika Nona Maxiella itu bukan Nona Lana? Apakah tuan masih mau mendekatinya? " Angga langsung menatap Rian dengan serius.
"Jika dia bukan Kailana, maka saya akan berhenti mendekatinya dan kembali mencari Kailana. Karena bagaimanapun Kailana tetap kailana bagi saya, tidak ada yang bisa menggantikannya. Biar beribu - ribu orang yang mirip dengan Kailana, tetapi di hati saya Kailana tetap satu orang. " Mendengar perkataan Angga membuat senyum Rian terukir diwajah tampannya.
"Baiklah tuan. Saya akan mencari tau bunga kesukaan Nona Maxiella dan besok saya akan mengirimkannya di perusahaan Nona Maxiella. " Setelah mengatakan itu, Rian langsung pergi dari ruangan Angga.
Setelah kepergian Rian, Angga menutup matanya dengan lengan sebelah kanannya.
Aku yakin, kalau kamu adalah Kailanaku. Wanita yang hanya akan menjadi istriku satu - satunya untuk selamanya. Dan ibu dari anak - anakku.
...___________🌸🌸🌸🌸___________...
Setelah selesai dengan perkerjaannya Ella beranjak untuk pulang. Sesuai dengan perkataan Abangnya, dia pulang diantarkan oleh supir pribadi karena dia pulang larut malam.
Sesampai di Mansion Graham, keadaan Mansion itu sudah sepi dan hanya ada pengawal yang bekerja menjaga di malam hari. Ella menyapa pengawal itu saat melewati mereka.
Setelah masuk, Ella langsung membersihkan dirinya dengan air hangat. Setelah merasa badannya segar, Ella pergi ke kamar anak - anaknya.
Didalam kamar, Gara dan Fana sudah telelap di dunia mimpinya. Ella mencium kening anaknya satu persatu. Saat mau keluar, Putrinya Fana memanggilnya.
"Mommy.. " Lirih Fana.
"Iya sayang ada apa? Apakah ada yang sakit? " Tanya Ella Khawatir.
"Boleh kok. " Ella naik ke atas kasur Fana. Gara dan Fana memikiki kasur sendiri. Karena Ella takut kalau nanti Gara tanpa sadar menendang atau mengampit tubuh Fana, yang pasti itu bakalan membuat kondisi Fana menjadi lebih buruk lagi.
Ella menyanyikan sebuah lagu untuk Fana, supaya putri kecilnya itu tertidur. Saat merasa Fana sudah tidur, Ella juga menyusul Fana ke dalam dunia mimpinya.
...___________🌸🌸🌸🌸___________...
Pagi menyapa keluarga Graham, dibawah meja makan sudah banyak orang. Dimulai dari Uncle( Roy William Graham), Aunty(Kristina Claire Mardika), Papa(Julio Gerart Graham), Mama(Elena gonul yuniver), sepupu - sepupu(Lisa anamila Graham, Kelvin Marc Graham, Mona La salvatore Graham), Anggara Sinartia Graham, Saffana nasha Fawziah Graham yang duduk dikursi roda yang disampingnya ada impus yang terpasang ditangannya. Lalu orang terakhir adalah Abangnya Ella, yaitu Maxielleo Arbert Graham
"Good Morning all. " Ujar Ella turun lengkap dengan pakaian kerjanya.
"Good morning. " Ujar semua orang yang ada di situ.
"Karena semuanya sudah hadir, maka kita mulai sarapan paginya. Tapi sebelum itu kita berdoa dulu menurut kepercayaan masing - masing. " Dan mereka berdoa menurut kepercayaan masing - masing. Dari keluarga Uncle Ella menganut agama kristen dan dari keluarga Papanya Ella menganut agama islam. Keluarga mereka merayakan hari raya idul fitri, idul adha, hari natal, dan hari paska.
Setelah selesai mereka berbincang - bincang di meja makan sebelum berangkat.
"Oh ya Ella. Bagaimana kinerja Mona di perusaahan? " Tanya Uncle Boy.
"Kinerja Mona sangat baik Uncle. Dia sangat cekatan dan baik dalam bekerja. " Ujar Ella. Yang pastinya membuat Paman Boy senang.
"Pintar juga adikku ini. " Ujar Kelvin sambil mengacak - acak rambut Mona. Apa yang dilakukan oleh Kelvin itu membuat Mona kesal.
"Apaan sih loe kak! Resek tau gak! " Sambil membenarkan rambutnya yang berantakan karena ulah Kakaknya.
__ADS_1
"Kalian ini bertengkar aja terus. Tidak ada hari tanpa bertengkar bagi kalian. " Tegur Kakak mereka yang bernama Lisa.
"Biasalah adikmu itu Lis. Lihat adik gue anteng - anteng aja. " Ujar Leo sambil menunjuk ke arah Ella yang sedang meyuapi buah ke Gara dan Fana.
"Karena adik loe itu jauh lebih dewasa. Sedangkan loe kekanak - kanakkan! " Ejek Lisa.
"Benal itu Aunty. Papa memang kayak bocah! " Ejek Gara ke Leo. Setelah mengatakan itu Gara dan Lisa bertos Ria.
"Hei dek. Lihat anak kamu ini, dia membully abangmu yang ganteng ini " Ngaduh Leo ke Ella. Tapi dijawab dengan acuh oleh Ella. Dan itu berhasil membuat semua orang yang ada disana tertawa.
"Makanya Leo, cepat cari istri biar ada yang dukung. " Ejek Uncle Boy dan diikuti oleh Papa Lio.
"Benar apa yang dikatakan oleh Uncle kamu itu. Masa adik kamu sudah punya anak dua sedangkan kamu belum."
"Papa, Uncle. Kalian tenang saja, nanti kalau ada gadis Asia yang merebut hatiku, aku bakalan menikahi dia. "Jawab Leo Mantap.
"Kenapa harus wanita Asia Leo? Kan cewek bule banyak yang cantik - cantik. " Tanya Aunty Kristina.
"Udah bosan Aunty. Di Mansion, di jalan, di perusahaan, dan lain - lain aku melihat cewek bule terus. "
"Kata siapa kamu lihat cewek bule mulu? Mama sama adik kamu orang Asia tuh. " Kata Mama Ele.
"Aisst. Itu kan beda Mah, kalian keluarga ku. Gak mungkin kan aku nikahi adekku sendiri kan, bisa - bisa kena azab nanti diriku. " Jawab Leo santai. Tapi langsung mendapatkan pelototan oleh Gara.
"Enak aja Papa nikai Mommyku. Cebelum Papa kena azab, akan aku buang Papa ke laut. " Ancam Gara. Mendengar kata Gara membuat mereka semua terkejut.
"Sayang. Dari maan kamu mendapatkan kata - kata itu! " Tanya Ella lembut.
"Dari Papa Mom. Papa sering bilang begitu ke Om -Om baju hitam itu. "Jawab Gara polos. Dan Gara menunjuk Pengawal yang ada di dekat sana.
"Leo..... Berani - beraninya kamu berkata begitu didepan cucu Mama! " Geram Mama Ele. Lalu Mama Ele mengjewer telinga Leo.
"Aw aw aw. Ampun Ma, Plis. I'm so sorry. " Ampun Leo.
"Maaf maaf. Kamu itu kalau ngomong didepan cucu - cucu Mama harus dijaga! " Adegan itu membuat semua orang yang ada di sana tertawa bahagia. Sunggu harmonisnya keluarga Grahan, yang dimana tidak ada perebutan hak waris. Karena keluarga Graham mengajar sejak dini untuk merintis usaha dari nol tanpa bantuan keluarga Graham.
(Ps: Bagi yang nanya kenapa kelaurga Graham menggunakan bahasa Indonesia, sedangkan mereka asli Inggris. Keluarga mereka memiliki keturunan Indonesia dan Inggris, jadinya kelaurga mereka mereka berbicara menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris.)
*
*
*
*
*
*
*
**Maafkan aku semua karena udah lama gak update hiks. Seminggu ini aku sibuk, jadinya gak up deh. Sebagai gantinya aku up 2 kali. Semoga suka ya, salam hangat dari author tukang typo.
__ADS_1
See you next chapter 😘😘♪\(*^▽^*)/\(*^▽^*)/