Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
CHAPTER 7# Wisuda


__ADS_3

Sesampai dikamar Angga menghempaskan tubuh Lana dengan kasar ke atas kasur.


"Akkk! " Teriak Lana kesakitan. Lalu Angga menindih tubuh Lana dengan tatapan tajamnya.


"Apa... Yang mau..... Mas lakukan. " Tanya Lana takut karena melihat tatapan tajam dari Angga. Sedangkan Angga hanya memasang senyum yang sinis.


"Kenapa. Kamu tidak mau melayani saya hah! Atau kamu lebih suka melayani Rian atau selingkuhan kamu itu hah! " Bentak Angga.


"Bukan begitu mas.. Tapi aku tidak mau kalau.... "


"Tidak mau kalau aku menyentuh kamu. Oh... Aku tau, kamu pasti kurang puas dengan pelayananku. Baik, hari ini aku akan memuaskan kamu. " Dengan memasang senyum licik. Melihat hal itu membuat Lana mengedik ngeri.


"Bukan itu mas.... " Perkataan Lana terpotong karena Angga sudah mel**atkan b***r Lana dengan kasar. Dan jadilah mereka melakukan hubungan suami istri yang dimana Angga melakukannya dengan kasar.


...___________🌸🌸🌸🌸__________...


Sinar matahari menembus kaca jendela kamar, yang mengusik tidur Angga. Dia mengejab lalu melihat jam, dan ternyata sekarang sudah jam 06.45 wib. Angga menyibakkan selimutnya menuju ke kamar mandi. Setelah selesai Angga keluar dan dia mendapatkan sang istri tertidur dengan memakai baju yang lengkap. Karena Lana sudah bangun tadi saat adzan subuh, dan seperti biasa Angga tidak mau sholat saat Lana membangunkannya.


Angga tidak mengambil pusing dengan apa yang dilakukan Lana. Angga berjalan menuju ke ruang ganti, saat mau mengambil baju Angga melihat lemari Lana dipenuhi oleh berbagai macan hijab. Ia menjadi terheran, kenapa Lana membeli hijab sebanyak itu? Lalu dia teringat kemarin saat Lana pulang diantar oleh Rian, Lana memakai kerudung.


"Heh! Dengan kamu memakai kerudung, tidak menutup kejahatan kamu ke adikku! Dasar sok alim! " Guman Angga sambil mengambil bajunya dengan kasar.


Saat sudah rapi, Angga berjalan ke luar ruangan ganti. Disana dia tidak melihat istrinya, tapi Angga masa bodo Lana mau kemana. Karena amarahnya belum juga mereda kepada Lana.


Angga berjalan menuruni tangga, disana dia melihat meja makan sudah dipenuhi oleh aneka masakan. Tapi, Angga tidak bernafsu makan semeja bersama Lana. Jadinya Angga acuh saja saat Lana memanggilnya. "Mas, makan dulu mas. " Ujar Lana lembut. Tapi dujawab dengan jawaban dingin oleh Angga.


"Saya sedang buru buru, kamu aja makan sendiri! " Tanpa mendengar perkataan Lana, Angga pergi tanpa pamit ke Lana.


"Mas.... Kapan kamu memaafkanku mas... " Lirih Lana dengan air maya yang mengalir deras sambil menggemgam kalung yang ada dilehernya.


...___________🌸🌸🌸🌸__________...


Setelah kejadian itu, Angga selalu pulang larut malam dan pergi tanpa pamit ataupun memakan makanan yang disiapkan oleh Lana dan itu sering kali membuat Lana menangis dan memenung.


Hari bergantian hari, bulan berganti bulan. Tidak terasa pernikahan Lana dan Angga sudah menginjak 1,7 tahun. Dan perlakuan Angga ke Lana tambah parah. Pernah suatu saat saat Lana puasa, Angga menyurung Lana dari sore hingga imsak selesai, sedangkan Lana tidak diberi makan oleh Angga. Jadinya Lana dilarikan ke rumah sakit karena mag kronisnya. Itupun dia dibawa oleh Rian lagi.


Dan sekarang adalah hari yang membahagiakan oleh Lana. Karena hari ini adalah hari wisudanya. Yah, Lana merupakan mahasiswa yang berprestasi dan dia juga kuliah dengan beasiswa full disalah satu Universitas terkenal di Indonesia.


"Mmm, mas.. " Panggil Lana takut takut.


"Mmm"


"Mmm... Besok aku wisuda mas. Mas bisa tidak melihat aku wisuda? "

__ADS_1


"Saya tidak bisa. Saya ada klien dari luar negeri hari ini, dan ini adalah klien penting! " Jawab Angga tanpa melihat ke Lana.


(Ps: Sejak kejadian Lana masuk ke rumah sakit karena mag kronis dan juga dia pergi dan diantar oleh Rian. Membuat Angga berbicara dengan Lana pakai saya kamu bukan lagi aku kamu).


"Mmm, baiklah mas. Kalau mas gak bisa. " Sambil memasang senyum terpaksa walaupun dihatinya, Lana berharap Angga bisa hadir dihari penting baginya.)


Setelah itu Angga pergi tanpa pamit ke Lana. Walaupun Lana sudah terbiasa diperlakukan oleh Angga seperti itu, tapi masih saja rasanya sungguh sakit.


Karena tidak mau berlarut dalam kesedihannya, Lana bersiap untuk pergi ke kampusnya untuk wisuda.


...___________🌸🌸🌸🌸__________...


Lana pergi ke Kampus dengan memakai baju kebaya bewarna kuning keemasan dengan hijab yang senada degan kebayangan. Ditambah lagi dia memakai make up tipis yang membuat dia bertambah cantik. Dan siapapun yang melihatnya pasti terpesona.


"Lana sini! " Panggil Sisil dengan balutan kebaya bewarna biru.


"Wah Lana. Elho tambah cantik saja. " Goda Irwan dan langsung mendapat injakan dikakinya oleh Sisil.


"Aww! Lho ya! " Teriak Irwan kesakitan.


"Siapa suruh lho ngerayu sahabat gue. " Sambil melototkan matanya ke Irwan.


"Woi Silsilah! Lana itu juga sahabat gue tau gak! " Balas Irwan sambil mengusap usap kakinya.


"Sudah berapa kali gue bilang hah! Nama gue Sisil bukan Sisilah b*go! "


"Apa kata lho! " Memasang wajah marah.


"Sudah sudah, kalian ini berantem terus kalau ketemu. Gak bosan apa? " lerai Lana dengan geleng gelengan kepalanya melihat tingkah absur kedua sahabatnya itu.


"Tapi kan dia yang mulai Lan. " Ujar Sisil dengan nada memelas.


"Mana ada. Lho yang duluan injak kaki gue. " Jawab Irwan tidak terima.


"Tapi kan lho duluan yang ngerayu Lana. "


"Emang kenapa? Iri lho! "


"Ih ogah. Untuk apa gue iri sama buaya darat kayak lho! "


"Kalau gue buaya darat. Berarti lho jadi teman buaya darat dong. Hahha" Ejek Irwan.


"Lho ya! " Tunjuk Sisil emosi.

__ADS_1


"Ep.. Sudah. Kita masuk keruangan ganti, buat memakai toga dan baju wisuda kita. " Dan mereka bertiga pergi keruang ganti untuk memakai baju wisuda mereka, Setelah itu mereka keruang acara.


Dan dengan atas izin Allah, Lana lulus sebagai mahasiswa paling berprestasi disana. Mendengar itu Lana langsung sujud syukur.


Setelah acara selesai mereka mengobrol bersama.


"Hei. Kita ke restoran yuk, buat ngerayaain kelulusan kita." Usul Sisil.


"Terus yang bayar siapa? " Tanya Irwan.


"Heheh, ya elho lah! " Jawab Sisil dengan cengesan.


"Huff.. Oke, karena hari ini gue bahagia. Jadi gue traktir deh kalian. "


"Yey! Ayo Lan, mumpung si Irwan mau traktir. Kapan lagikan dia ikhlas traktir kita. " Ejek Sisil.


"Woi! Gue ikhlas ya, lho aja yang gak tau diri, udah gue traktir minta tambah lagi. " Ketus Irwan. Dan dijawab dengan cengesan oleh Sisil.


"Ayo Lan. " Dengan memasang wajah memeras.


"Tapi... " Jawab Lana ragu.


"Lana..... " Dengan memasang mata memeras.


"Huff, baiklah. " Jawab Lana.


"Yey! " Sisil langsung memeluk Lana.


"Ayo lest go! " Dengan menggendeng tangan Lana dan Irwan. Melihat hal itu membuat Lana dan Irwan geleng geleng kepala.


*


*


*


*


*


*


****Maaf ya telat up. Hari ini kondisiku kurang sehat, jadi maaf ya atas ketelambatannya ya. Semoga suka.

__ADS_1


See you 😘😘


♪\(*^▽^*)/\(*^▽^*****)/


__ADS_2