
Tibalah hari yang dinantikan oleh Angga dan Ella, hari dimana mereka akan melangsungkan pernikahan yang kedua kalinya, di salah satu hotel terbesar milik Angga.
Ella sudah dirias dari jam 04.00 WIB, begitu pula dengan Angga yang sudah bangun sejak jam 03.00 tadi, karena dia sejak malam tidak bisa tidur. Mengingat dia dan Ella akan melangsungkan pernikahan, walaupun ini merupakan pernikahan yang kedua mereka, tapi tetap saja Angga gugup. Sebab dulu Angga menikahi Ella hanya karena sebuah balas dendam, beda dengan sekarang yang dimana Angga menikahi Ella, murni karena Angga mencintai Ella.
Tidak hanya Angga saja, Ella juga sangat sama gugupnya dengan Angga. Walaupun dulu Ella juga gugup saat dinikahkan oleh Angga pertama kalinya, tapi sekarang entah kenapa kegugupan itu lebih parah dari pada dulu.
Semua orang sudah berkumpul di tempat yang dipakai untuk melangsungkan Akad dan resepsi Angga dan Ella.
Angga sudah duduk di hadapan penghulu, dengan memakai jas bewarna pink, bukan hanya Angga saja Gara dan Fana juga memakai baju bewarna pink. Memang konsep akadnya bernuansa pink, itu semua adalah ide Mama Ele dan Mami Aluna.
Awalnya Angga dan Gara menolak dengan keras, bagi mereka warna pink sangat tidak cocok untuk pria, hanya cocok untuk wanita saja, tapi apa daya mereka. Walaupun mereka protes, mereka tetap akan kalah dari Mama Ele dan Mami Aluna.
Beberapa saat kemudian, turunlah Ella dengan Mama Ele dan Leo. Semua terpukau dengan kecantikan Ella, apalagi dengan baju akad yang bewarna pink dilengkapi dengan bunga yang di genggamnya.
(Ps: Anggap saja Mama Ele dan Leo ada disamping Ella ya)
Angga tidak memgalihkan pandangannya dari Ella, sampai - sampai Angga tidak menyadari bahwa Ella sudah duduk disampingnya.
"Ehem! Bisa kita mulai acaranya?! " Sontak perkataan Papa Lio menyadarkan Angga.
Angga menjabat tangan Papa Lio sambil tersenyum nyingir.
"Saudara Angga Johan Bramasta Binti Antony Johan Bramasta, saya nikahkan engkau dengan anak saya Maxiella Angel Yuniver Binti Julio gerart graham, dengan seperangkat alat sholat, emas 5 Kg, uang tunai sebesar 2 miliar rupiah, satu buah mobil BMW dan sebuah pulau dibayar tunai! "
"Saya terima nikahnya Maxiella Angel Yuniver dengan mas kawin tersebut dibayar tunai! "
"Bagaimana saksi? Apakah Sah?! "
Semua orang tidak menjawab karena masih terpukau dengan mahar yang diberikan oleh Angga.
"Bagaimana? Apakah Sah?! " tanya Papa Lio lagi.
"Sah! " ujar Leo dan setelah itu diikuti oleh semua orang yang ada disana.
Setelah itu mereka menyalami tamu yang ada disana, disana hanya ada kerabat dan orang terpenting Angga dan Ella saja. Kalau resepsi baru semua tamu undangan hadir dan wartawan juga hadir untuk meliput resepsi pernikahan Angga dan Ella.
Uncle, Aunty dan sepupu - sepupu Ella juga hadir disana.
"Congraturision. Ella! " ujar Uncle Ella.
"Thanks Uncle! " balas Ella sambil membalas pelukan dari Unclenya. Setelah itu Uncle Roy mengucapkan selamat kepada Angga.
"Congrat! Saya harap kamu tidak akan menyakiti ponakan saya! "
" I promise, Uncle! " balas Angga dengan mantap, mendengar hal itu membuat Uncle Roy menjadi lega.
"Congraturision, Darling! " Ucap Aunty Ella, siapa lagi kalau bukan Aunty Kristina.
"Thanks you so much, Aunty! " balas Ella sambil memeluk Aunty nya, tidak lupa Aunty Kristina mencium kedua pipi Ella.
Setelah itu datanglah ketiga sepupu Ella, siapa lagi kalau bukan Lisa, Kelvin dan Mona.
__ADS_1
"Kakak! " teriak Mona menarik perhatian orang yang hadir disana. Tanpa aba aba Mona langsung memeluk Ella, hingga membuat tubuh Ella terhyung ke belakang. Untung saja disana ada kursi ditambah lagi dengan Angga yang juga menopang badan Ella.
TAKK
Kelvin menjitak kepala Mona akibat tingkah Mona yang membuat Ella hampir saja mengalami cedera.
"Dasar! Kalau mau percicilan jangan disini! Tu ke hutan saja sana! " kesal Kelvin.
"Hehehe... Sorry Kak " cengesan Mona, melihat tingkah absurt sepupunya satu ini membuat Ella menggeleng - gelengkan kepalanya.
"No problem. "
Setelah ketiga sepupu Ella memberikan ucapan selamat, barulah semua keluarga Ella dan Angga melakukan foto bersama dengan Gara dan Fana disamping Ella dan Fana.
Setelah melakukan sesi foto bersama, Angga dan Ella masuk ke kamar pengantin.
"Kalau begitu Angga dan Ella pamit dulu semuanya. " pamit Angga dan diikuti oleh Ella.
"Tapi ingat Angga! Jangan kamu serkam Ella dulu, nanti saja setelah resepsinya selesai. Nanti Ella malah pingsan lagi karena kalelahan! " mendengar perkataan Maminya itu membuat Angga mendengus kesal.
Dengan nama malas Angga mengiyakan perkataan Maminya.
Angga dan Ella memasuki kamar pengantin, kamar itu sudah ditata secantiknya layaknya kamar pengantin baru, dikasur ditaburi kelopak mawar merah yang membentuk gambar hati.
Angga dan Ella menelan silvernya dengan kasar saat melihat kamar pengantin itu.
"Ma-mas Angga, mandi aja dulu! " kata Ella dengan nada canggung.
"Eh? Ma-mandi? " karena Angga hanya mendengar kata mandi, membuat Angga salah paham hingga membuat otaknya traveling.
"I-iya. Mas Angga mandi aja dulu, nanti aku setelah Mas Angga. Soalnya aku mau membersihkan make up dulu. "
Angga buru - buru menyinggirkan pikiran kotornya itu dari kepalanya.
"Ka-kalau begitu. A-aku mandi dulu. " Angga langsung masuk ke kamar mandi tanpa menunggu jawaban dari Ella.
Melihat tingkah aneh suaminya itu membuat Ella bingung, tapi Ella tidak memikirkan sikap suaminya itu. Dia berjalan ke arah meja yang disediakan untuknya.
Beberapa saat kemudia Ella selesai membersihkan make up nya, lalu dia melihat ke arah jam yang menunjukkan pukul 09.00 berarti resepsi Angga dan Ella akan berlangsung 4 jam lagi.
"Bisa tidur sebentar. " guman Ella.
CLECK
Ella beralih menatap pintu kamar mandi yang dibuka oleh Angga.
Ella langsung memekik saat melihat Angga keluar kamar mandi hanya memakai handuk yang memelilit dipinggangnya.
"Mas Angga! Kamu kok keluar pakai handuk aja! " ujar Ella dengan tangan yang masih setia menutup kedua wajahnya.
"Baju aku ada di luar. Kenapa kamu malu? Bukannya dulu kamu sering lihat aku seperti ini ya, saat aku tidak pakai apa - apa kamu juga pernah lihat kan? " goda Angga sambil menaik turunkan alisnya.
"I-itu kan dulu! " sergah Ella.
Angga terkekeh melihat ekspresi Ella itu, baginya ekspresi Ella itu saat menggemaskan.
"Kamu jangan malu, semua yang ada pada diriku itu milik kamu, kamu puas memegang apapun. " bisik Angga ke telinga Ella sambil mengarahkan tangan Ella ke perut six peck nya.
Sontak hal itu membuat Ella kaget, dan Ella langsung berlari ke arah kamar mandi. Sedangkan Angga sudah tertawa melihat wajah Ella yang sudah memerah.
__ADS_1
Angga sudah selesai mengganti baju, tapi Ella belum juga keluar dari kamar mandi sejak tadi. Karena khawatir akhirnya Angga mengetuk daun pintu itu.
TOK TOK TOK
"Sayang? Kamu baik - baik saja kan didalam? "
"Aku gak pa pa kok Mas! " sahut Ella di balik pintu.
"Aduh gimana nih? Apakah aku harus minta tolong ke Mas Angga, untuk membuat resleting baju ini? " guman Ella yang sejak tadi mondar - mandir di kamar mandi.
"Minta tolong aja deh. Kan Mas Angga sudah menjadi suami aku. " Lalu Ella membuka daun pintu itu.
CLECK
"Mas Angga! " panggil Ella.
"Loh? Sayang? Kamu belum mandi? " tanya Angga saat melihat Ella yang masih menggunakan baju akad, walupun Ella tidak lagi memakai jilbabnya.
"Mmm... Anu. Mas Angga bisa bantu aku buka resleting baju aku gak? " tanya Ella ragu - ragu.
"Jadi kamu sejak tadi lama didalam kamar mandi karena tidak bisa membuka resleting baju? Kenapa tidak bilang sejak tadi sayang? " ujar Angga yang gemes dengan tingkah Ella.
"Ayo balik badan! " Ella membalikkan badannya, dan Angga membuka resleting Ella dengan perlahan - lahan. Angga meneguk air l*dah nya saat melihat punggung mulus Ella.
Kok aku merasa dejavu ya?
Batin Ella saat merasakan hembusan nafas Angga yang dekat dengan lehernya.
CUP
Tanpa aba - aba Angga langsung mencium leher jenjang Ella, sontak apa yang dilakukan oleh Angga membuat Ella tersentak kaget.
"M-mas Angga? " lirih Ella.
"Aku menginginkan kamu sayang. " ujar Angga dengan suara berat.
"A-aku... " belum sempat Ella menjawab, Angga sudah. Mengbungkam mulut Ella dengan sebuah c*uman.
Ella memberontak saat Angga menc*umnya dengan dalam. Melihat Ella memberontak membuat Angga menghentikan aksinya.
"Kamu kenapa sayang? Kamu tidak mau dicium oleh aku? " tanya Angga yang kecewa dengan penolakan Ella tadi.
"A-aku... " belum sempat Ella menjawab tiba - tiba ada yang menggendor daun pintu mereka.
Melihat Angga lengah, Ella langsung lari dari Angga menuju kamar mandi.
BRAK
"Sit! Sial! " umpat Anggga saat menyadari bahwa istrinya sudah pergi dari hadapannya.
*
*
*
*
*
__ADS_1