Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
CHAPTER 3# Masuk kampus


__ADS_3

DEG


"Ap... a ma.... S, pil.... Pe... Nunda keha.... Mila.. N? " Tanya Lana dengan nada tercekat.


"Iya pil penunda kehamilan. "


"Tapi, kenapa mas? " Tanya Lana Lirih menahan tangisnya.


"Karena aku belum mau, punya anak. Usia aku masih muda, jadi aku belum mau mengasuh anak. " Jawab Angga dengan santai.


Mendengar penjelasan Angga tadi, membuat Lana menghembuskan merasa lega. Ternyata Angga belum siap mempunyai anak, bukan karena Angga tidak mau mempunyai anak darinya.


"Baiklah, kalau mas belum siap. Akan aku tunggu mas siap. " Tanpa menjawab pertanyaan Lana, Angga langsung pergi tanpa salam ataupun ciuman untuk Lana. Melihat hal itu membuat tangis yang tadi ditahan, akhirnya pecah sekatika.


"Huaaaaa..... Hiks.... Hiks... Kenapa mas Angga hiks..... Kenapa sikap kamu menjadi dingin kepadaku. Dulu kamu tidak pernah membentakku, dan selalu tersenyum saat berbicara kepadaku. Tapi, kenapa sekarang kamu berubah mas.... Hikss.... Hiksss. " Setelah puas menangis, Lana ke kemar mandi untuk mencuci wajahnya yang agak sembab. Setelah keluar dikamar mandi Lana melihat pil KB yang diberikan oleh Angga tadi untuknya. Awalnya Lana ragu untuk meminumnya, tetapi kalau dia tidak minum nanti dia bisa hamil dan belum tentu mas AnggaIni menerima anaknya. Dan Lana langsung meminum pil itu tanpa berpikir panjang lagi.


Setelah meminum pil itu, Lana membuka Wa grub kampusnya. Disana terdapat banyak yang kasih Lana selamat, dan tidak sedikit juga yang kasih emot sedih dan emot patah hati, karena Lana adalah salah satu sang idola kampus dikampusnya. Dan banyak cowok yang suka sama Lana dan tidak sedikit juga yang menembak Lana, walaupun Lana menolak mereka, karena saat itu Lana berpacaran dengan Angga.


Lalu Lana memakan makanan yang disiapkan oleh hotel, dan setelah makan Lana membereskan bajunya dan baju mas Angga, sebab mereka akan kembali ke apatemen Angga.


___________🌸🌸🌸🌸__________


Dan tibalah Angga disalah satu anak perusahaan. Walaupun Angga merupakam ceo dari induk perusahaan tersebut, tapi Angga lebih memilih ke tempat anak perusahaan ini, dikarekan Angga tidak mau kalau Lena tau identitasnya. Bisa bisa gagal semua rencana Angga buat balas dendam.

__ADS_1


Saat Angga masuk para karyawan yang ada disana menunduk hormat kepada Angga. Dari yang muda sampai yang tua, dari yang seksi sampai yang cupu. Semuanya tunduk kepada Angga.


Dan setelah Angga masuk kedalam lift, para karyawan wanita berbisik bisik tentang ketampanan Angga dan juga tentang pernikahan Angga yang mendadak.


"Ya ampun, ganteng banget pak Angga. Pengen deh gue jadi kekasihnya. " Puji karyawan wanita yang dandanannya sangat menor dan bajunya juga sangat seksi.


"Hei, pak Angga itu sudah punya istri lho." Balas karyawan yang lain.


"Kalau punya istri emangnya kenapa? Kan bisa jadi yang kedua. Laki laki itu ya, kalau udah dikasih dada dia langsung mau. "


"Eh! Ngapain kalian disini bisik bisik. Kerja sana, kalau tidak mau gaji kalian dipotong! " Tegur laki laki yang perutnya udab buncit itu, dan dia diketahui adalah Ketua direksi yang ada disana. Mendengar itu membuat wanita yang bisik bisik tadi menjadi bubar seketika.


___________🌸🌸🌸🌸__________


"Heh, lho ya. Ngapain kesini? Ada masalah sama kantor pusat? " Tanya Angga ke sekretarinya yang bernama Rian andhika pratama


"Ini saya mau menyerahkan dokumen penting ke tuan, yang tidak bisa saya wakilkan untuk menandatanganinya. " Sambil menyodorkan beberapa dokumen kepada Angga.


"Lho ngomong ke gue folmal banget si Yan. Santai aja kali ngomongnya. " Sambil masuk ke ruangan Angga, dan langsung mereka duduk di sofa.


"Sekarang masih jam kerja, gak mungkin saya memanggil Anda dengan sebuttan nama kan? "


"Huff.. Terserah lho deh." Ucap Angga malas.

__ADS_1


"Oh iya, barang yang gue minta ke eloh, sudah lho beli? "


"Sudah. "Sambil mencari sesuatu didalam sakunya."Nih. " Lalu melempar benda tersebut ke Angga.


"Good job. "Sambil tersenyum mistsrius.


"Emangnya tuan yakin, kalau nona Lana yang membunuh nona Anggita? "


"100% gue yakin. Karena Joel sudah memberikan bukti ke gue! "


(Ps: Joel clolin ayunda adalah kekasih Angga dan sekaligus model terkenal)


"Tapi, bisa jadi bukti yang diberikan oleh nona Joel itu salah tuan. Nona Joel kan hanya menyerahkan bukti foto, bukan rekaman kejadian saat itu. " Mendengar kata dari Rian tadi membuat Angga menjadi marah.


"KAMU MEMBELA WANITA SOK SUCI ITU YA! "Teriak Angga murka.


"Bukan begitu tuan. Saya bukan membela nona Lana, atau menyahkan nona Joel. Saya bilang seperti itu ke tuan, dikarenakan nona Jole pernah ketahuan berbohong ke tuan. Jadinya saya agak kurang percaya sama nona Joel tuan, dan juga karena bukti bukti yang diberikan oleh nona Joel itu kurang akurat tuan. " Jelas Rian panjang lebar karena takut Angga salah paham sama dia.


"Gue yakin, kali ini Joel tidak berbohong sama gue." Kekuh Angga.


"Baiklah, Kalau tuan yakin. Saya harap apa yang dikatakan tuan itu banar adanya. "Lalu Rian beranjak berdiri dan pamit pergi ke perusahaan pusat yang harus dia urus karena dia ditunjuk sebagai pengganti Angga, selama Angga melakukan misi pembalasan dendamnya ke Lana.


Dan setelah Rian keluar dari ruangan Angga, dia mengumpat karena sifat Angga yang keras kepala.

__ADS_1


"Huff..... dasar keras kepala. Kalau beneran nona Lana tidak bersalah lho akan nangis histeris Angga. Karena sudah menuduh orang sebaik Lana. " Umpat Rian sambil berjalan menuju pakiran.


__ADS_2