
Dua bulan telah berlalu semenjak kepergian Lana / Ella. Dan sudah 1 bulan berlalu pertunangan Angga dan Joel yang membuat Rian yang pulang dari dinasnya di luar kota marah besar kepada Angga, karena Angga telah mengkelabuinya untuk menceraikan Ella dan bertunangan dengan Joel. Karena kejadian itu, hubungan Angga dan Rian semakin merenggang. Mareka sekarang sudah seperti dua orang asing yang hanya terikat oleh pekerjaan.
Saat Angga sedang mengerjakan berkas - berkas yang menumpuk di mejanya. Tiba - tiba Handpone Angga berdering, setelah dilihat ternyata itu adalah nomor dari rumahnya.
" Hallo Den. "
"Hai Bik. Bibik kenapa menelpon saya? "
"Begini den, bibi cuma mau bilang kalau Nyonya dan tuan besar sudah pulang. "
"Hah! Apa! Papi dan mami sudah pulang Bik?! "
"Iya den. Den sekarang mereka sedang menunggu Aden di mansion. "
"Baik Bik. Katakan ke Papi Mami kalau Angga bakalan datang. "
Setelah memutuskan sambungan teleponnya, Angga langsung berdiri memakai Jasnya dan meluncur ke pakiran. Tapi sebelum pergi, Angga menitipkan pekerjaannya ke Rian.
Setelah beberapa menit berkendara. Akhirnya Angga tiba di depan pintu gerbang Mansion nya yang tinggi. Setelah satpam membuka gerbang Mansion itu, Angga melajukan mobilnya ke dalam sana dan Angga langsung masuk ke dalam Mansion itu sambil memanggil Papi dan Mami nya.
"PAPI! MAMI! ANGGA PULANG! KALIAN ADA DI MANA! PAPI! MAMI! " Karena tidak mendengar sahutan oleh orang tuanya, akhirnya Angga bertanya ke pembantu Mansion nya.
"Papi dan Mami mana bik? " Tanya Angga sopan.
"Tuan dan Nyonya besar ada di kamarnya tuan muda. "
"Oh gitu. Makasih ya bik. "
"Sama - sama Tuan. "
Setelah mengetahui keberadaan orang tuanya. Angga pergi ke kamar orang tuanya, tapi sebelum masuk dia mengetok pintu dulu.
TOK TOK TOK
"Masuk. " Setelah mendengar sahutan dari Papinya, akhirnya Angga masuk ke kamar orang tuanya.
__ADS_1
Disana terlihat Papinya sedang duduk dengan santai sambil meresap kopinya. Sedangkan sang Mami berdiri saat putra nya masuk.
"Mami, aku kangen sama Papi. "Saat Angga mau memeluk maminya, tiba tiba saja.
PLAKK
Satu tamparan melayang mulus di pipi sebelah kiri Angga. Hal itu membuat Angga kaget, sebab dia merasa tidak berbuat kesalahan apapun.
"Kenapa Mami menamparku? " Tanya Angga sambil memegang pipi sebelah kirinya tempat bekas tamparan Maminya tadi.
"KENAPA?! KENAPA KAMU BILANG?! ASAL KAMU TAU YA ANGGA, APA YANG TELAH MAMI LAKUKAN KEPADAMU ITU TIDAKLAH SEBERAPA DENGAN APA YANG TELAH KAMU PERBUAT! " Bentak Mami Angga yang bernama Mami Aluna.
"Maksud mami apa? Angga gak ngerti Mih. Kesahanlah apa yang telah lakukan hingga Mami menjadi marah begini? " Tanya Angga bingung.
"Kamu itu ya..! Huff..." Geram Mami Aluna ke Angga. "Pih! Bilang ke anak bo*oh ini, apa yang telah dia perbuat! " Lalu Mami Aluna duduk kembali sambil memijit plipisnya.
"Apa maksud Mami Pih? " Tanya Angga ke Papinya yang masih santai meresap kopinya setelah anaknya di tampar oleh istrinya.
"Kamu baca ini. " Setelah memberikan sebuah map ke Angga. Papi Angga yang bernama Johan itu kembali meresap kopinya.
Tanpa menunggu lama Angga langsung membuka map itu. Betapa terkejutnya dia saat melihat isi map itu.
"Apa kamu buta Angga! Sudah jelas bukti itu membuktikan bagaimana adik kamu tewas akibat kekasih kamu yang ja**ng itu! Tapi apa! Kamu bukan mencari tahu yang sebenarnya malah membuat Kailana menderita! Orang yang sudah menolong adik kamu saat mau di perkosa! Dan dia juga nyaris kehilangan nyawanya! Asal kamu tau ya Angga, Kailana itu sudah Mami anggap sebagai anak Mami sendiri, tapi kamu malah membalaskan dendam ke dia yang merupakan penolong adikmu. " Bentak Mami Aluna ke Angga dengan air mata yang terus mengalir. Melihat kondisi istrinya yang tidak baik, Papi Angga langsung menenangkannya. Sedangkan Angga hanya tertunduk tanpa berani melihat wajah sang Mami.
"Kamu harus tenang sayang. Nanti sakit kamu kambuh lagi. " Papi Johan menggusap - usap punggung Mami Aluna. "Kamu tarik nafas pelan - pelan.... lalu keluarkan. " Mami Aluna langsung melakukan apa yang disuruh oleh Papi Johan. Setelah tenang Mami Aluna kembali berbicara ke anaknya.
"Walaupun Anggita sudah meninggal. Tapi Mami bersyukur, karena Anggita meninggal dalan keadaan suci. Untung saja Kailana menolong Anggita tepat waktu, kalau tidak. Mami tidak bisa membayangkan hancurnya Anggita. " Mendengar perkataan Mami nya itu membuat Angga merasa bersalah kepada Lana/Ella.
"Tapi mengapa, Mami dan Papi baru mengatakan yang sebenarnya ke Angga? " Tanya Angga lirih sambil melihat Mami dan Papi nya dengan wajah menyesal.
"Kami kira kamu sudah tau yang sebenarnya makanya kamu menikahi Kailana, dan Papi fokus ke perawatan Mami kamu. Tapi, betapa terkejutnya kami saat Rian menghubungi kami beberapa hari yang lalu dan mengatakan yang sebenarnya. Kamu sungguh membuat kami kecewa Angga, karena kamu lebih percaya ke wanita itu tanpa mencari tau kebenaran yang sebenarnya. " Sungguh apa yang Angga perbuat itu membuat Mami dan Papi nya sangat kecewa.
Melihat orang tuanya sangat kecewa. Angga langsung berlutut dan meminta maaf kepada kedua orang tuanya.
"Maafkan Angga Mih, Pih. Angga memang bo*oh, Angga sudah membuat Mami dan Papi kecewa. " Tapi permintaan maaf Angga tidaklah di indahkan oleh kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Kamu seharusnya minta maaf ke Kailana! Bukan ke kami! Karena dialah yang paling menderita atas perbuatan kamu! " Kesal Mami Aluna. Sedangkan Angga hanya bisa bersimpuh sambil menangis.
"Lebih baik kamu pergi aja Ga. Mami kecewa melihat kamu! " Usir Mami Aluna ke Angga. Mendengar Mami nya mengilusir dirinya, sungguh membuat Angga tidak percaya. Sebab walaupun Angga berbuat kesalahan pun Maminya tidak pernah mengusirnya.
"Ta-tapi Mih, Angga tidak...... " Belum selesai Angga menyelesaikan perkataannya. Mami Aluna langsung berteriak mengusir Angga.
"MAMI BILANG PERGI! " Teriak Mami Aluna marah. Karena tidak mempunyai pilihkan lain, akhirnya Angga pamit.
"Baiklah Mih. Angga pamit pulang dulu. " Tidak ada sahutan dari Mami nya. Mami Aluna hanya memalingkan wajahnya.
"Papi harap kamu bisa menyelesaikan semua masalah ini. Dan kamu juga harus meminta maaf ke Kailana. " Titah Papi Johan. Walaupun Papi Johan kecewa kepada anaknya, tapi dia tidak bisa mengacuhkan anaknya seperti istrinya. Karena bagaimanapun sifat Angga itu sangatlah mirip dengannya.
"Angga pasti akan menyelesaikan semuanya, dan meminta maaf ke Lana. "
Lalu Angga pergi ke luar Mansion dan langsung masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan Mansion itu.
Setelah Jauh dari Mansion. Angga memberhentikan mobilnya, dia langsung berteriak dan memukul setir mobilnya itu. Untung kaca mobil Angga tidak tembus pandang dan kedap suara.
"Aaaakkkh! Bo*oh kamu Angga! Bo*oh! Kenapa kamu bisa percaya dengan omongan wanita ular itu! Dan kamu malah membuat wanita yang tulus mencintaimu menderita dan membuat orang tuamu kecewa! Kamu lelaki br**gsek Angga! Br**gsek!" Teriak Angga frustasi. Lalu dia teringat kata - kata Rian yang berusaha menyakinkan dia bahwa jangan percaya kata Joel.
"Maafin gue Yan. Seharusnya gue percaya dengan lho, gue sekarang menyesal Yan. Hiks...... Hiks..... Hiks..... "
Setelah sekian Lama Angga tidak bisa menangis akhirnya sekarang, setelah mengetahui kebenaran yang sebenarnya air mata Angga keluar juga.
Memang ya penyesalan itu pasti datangnya selalu akhir. Kalau awal namanya pendaftaran.
*
*
*
*
*
__ADS_1
**Karena hari ini moodku lagi baik. Maka nanti aku bakalan update satu chapter lagi. Dan besok si embul Gara bakalan muncul yey🎉🎉 ditunggu ya. Salam hangat dari author tukang typo.
Next chapter😊