Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
CHAPTER 44# Keaktifan Fana


__ADS_3

"Walaupun Ella tidak pernah terlihat sedih atau merindukan loe, tapi gue tau kalau Ella sangat membutuhkan elo di masa - masa sulitnya dulu saat berusaha mengambil ahli perusahaan Yuniver Babane dari tangan bibi kami. " Ujar Leo sambil menyandarkan punggungnya lalu dia menghela nafasnya sambil memejamkan matanya.


"Mengambil ahli perusahaan dari bibi kalian? Kenapa sampai ditangan bibi kalian? Bukannya ibunya Ella yang seharusnya memegang perusahaan Itu? " Bingung Angga.


"Ceritanya panjang. Dan sekarang bukan saatnya loe tau semuanya, sebab gue juga tidak tau cerita pastinya. Hanya Ella yang tau kejadian aslinya. Dan...." Ucapan Leo terhenti saat mengingat kejadian yang menimpa Ella.


"Dan apa? " Tanya Angga


"Dan ada kejadian yang membuat Ella berubah seperti sekarang, Ella yang tegas, kuat, tegar dan tidak bisa tersentuh oleh siapapun." Leo berhenti sesaat dan menatap Angga yang menatapnya dengan tatapan kosong.


"Dan gue harap. Jika nanti loe rujuk lagi dengan adek gue, jangan pernah lagi loe buat adek gue menangis dan menderita lagi. Kalau ada setetes saja air mata adek gue keluar karena loe, gue pastikan loe akan lebih menyesal - menyesalnya dari pada sekarang ini! CAMKAM ITU! " peringatan Leo.


"Gue janji! Gue bakalan membuat Ella sebahagia - bahagianya sampai dia tidak ingat kapan dia menangis. " Janji Angga dengan menatap Leo dedengan tatapan serius.


Leo hanya tersenyum melihat tatapan Angga, yang dimana tidak ada kebohongan dalam tatapan itu.


"Gue akan ingat janji loe itu! " Leo menepuk pundak Angga sebelum meninggalkan ruangan itu.


Dan tinggallah Angga sendirian di ruangan itu sambil merenungkan apa yang akan dia lakukan selanjutnya, supaya Ella mau lagi membuka hati untuknya.


...___________🌸🌸🌸🌸___________...


2 Bulan berlalu, itu tandanya sudah 2 bulan Angga dan Fana selesai operasi. Dan sekarang sudah aktif seperti Gara, bisa dikatakan bahwa Fana lebih aktif dari pada Gara. Saking aktif nya semua orang yang ada disana kewalahan menghadapi pertanyaan dan tingkah Fana.


Seperti halnya saat ini, dimana Fana bermain bersama Gara dan Leo. Tetapi cuma Fana saja yang sejak tadi berlari ke sana ke sini, sedangkan Gara dan Leo sudah duduk di bawah pohon ex karena kelelahan habis main bola.


"Fana sudah ya mainnya, emangnya Fana gak lelah? " Tanya Leo yang sudah gemas lihat tingkah Fana sejak tadi.


"Tidak pih, Fana gak lelah kok. " Jawab Fana tanpa berhenti melemparkan bolanya.


Gara dan Leo hanya bisa menghembuskan nafas pasrah. Beberapa saat kemudian terdengarlah suara benda pecah.


PRANG


Leo dan Gara cuma bisa saling pandang, yang pandangannya mengatakan ' Kena lagi nih', itulah arti tatapan Leo dan Fana.


"LEO! GARA! COME HERE! " terisi Mama Ele.


Dengan langkah malas Leo dan Gara berjalan menuju Mama Ele.


"Yes mon.... "


"Yes Grandma... "


Jawab Leo dan Gara dengan nada malas.


"Kenapa kalian kamu membiarkan Fana bermain sendirian?! apalagi kamu Leo, kamu disuruh menjaga mereka tapi kamu malah gak menjaga mereka! Kalau terjadi apa - apa dengan Fana tadi apa yang akan kamu katakan ke Ella, hah! " Omel Mama Ele, yang membuat orang yang ada disana menutup kedua telinganya termasuk Fana yang memang sejak tadi ada disana.

__ADS_1


"Udah glandma, jangan malah - malah telus nanti cantiknya hilang loh. Iya kan Bang?! " Isyarat Fana ke Gara. Setelah menghembuskan nafasnya pasrah, Gara akhirnya memulai aktingnya bersama Fana.


"Iya Grandma, lebih baik kita duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi. " Usul Gara. Dan itu berhasil membuat Mama Ele luluh.


(Ps: Ssmenjak 1 bulan yang lalu Gara sudah bisa berbicara menggunakan huruf R dan S, itu semua atas pelatihan dari Angga dan Leo. Walaupun Fana juga ikut berlatih, tapi tetap saja sampai sekarang Fana belum juga bisa ngomong huruf R dan S.)


"Yaudah. Yuk cucu - cucu Grandma, kita pergi ke ruang keluarga. " ajak Mama Ele sambil menggandeng tangan Gara dan Fana.


Sebelum mereka pergi, mereka memberikan jempol ke Leo, dan dibalas dengam jempolan oleh Leo.


"Huff... Selamat! " syukur Leo.


Sesampai di ruang keluarga, ternyata Ella sudah duduk santai disana sambil membaca novel.


"Mommy! "


"Mommy! "


Teriak Gara dan Fana bersamaan, tetapi Fana yang paling heboh.


Grab


Fana langsung menghamburkan badannya memeluk Ella, dan dibalas oleh Ella.


"Kamu kapan pulangnya saya? " Tanya Mama Ele sambil mendudukan bok*ngnya di sofa.


"Baru aja mah. " Jawab Ella dengan nada lembut.


"Tadi fana habic main bola sama Papi dan abang Mom. Abang Gala payah Mon, macak balu cebentar caja udah lelah. " ejek Fana ke Gara.


"Sebentar dari mana. Fana bohong tuh Mon, tadi kami udah main selama 1 jam Mon. " Sangkal Gara.


Ella sudah tidak kaget lagi mendengar keaktifan putrinya itu. Memang awal - awalnya dulu Ella kaget, sebab dulu Fana selalu dikursi roda tidak pernah melakukan hal yang lain selain menggambar.


Tapi Semenjak operasi, Fana sudah menjadi anak yang aktif, melebihi keaktifan Gara.


"Udah dong anak Mommy, kenapa jadi berantem sih, Berantem itu gak baik loh. Yaudah, sekarang Gara dan Fana mandi ya, nanti Mama buatin nasi goreng kesukaan Gara dan Fana. " Ujar Ella.


Mendengar Mommy nya akan membuat nasi goreng, sontak itu membuat Gara dan Fana memekik kegirangan.


Setelah anaknya pergi mandi yang diikuti oleh pengasuh nya, Ella pamit ke Mama nya untuk pergi ke dapur.


"Aku ke dapur dulu ya mah. " Izin Ella.


"Iya sayang. Sekalian kamu buatin untuk yang lain ya sayang. Mereka pasti juga mau makan nasi goreng buatan kamu. " Usul Mama Ele.


"Baik mih. "

__ADS_1


Setelah Ella pergi ke dapur, Angga juga sudah pulang dari kantornya.


Saat Angga masuk, semua orang menunduk hormat ke Angga, sebab mereka sudah tau siapa Angga sebentarnya. Dan Angga sudah 2 bulan tinggal di Penthause Graham.


"Assalammualaikum Mah. " Salam Angga ke Mama Ele yang sedang duduk sambil membaca majalah.


"Waalaikumsalam salam Ga. Kamu udah pulang? Ayok duduk, biar Mama suruh Bik Lastri untuk buat" Ajak Mama Ele.


"Makasih Mah. " sungguh sebenarnya Angga tidak enak dengan kebaikan keluarga Ella apalagi Mama Ele, atas apa yang sudah dia lakukan ke Ella di masa lalu.


Dulu Angga pernah bertanya ke Mama Ele, kanapa Mama Ele baik kepadanya. Dan jawaban Mama Ele adalah " Itu semua sudah menjadi masa lalu, yang tidak bisa diubah lagi, yang penting sekarang kamu sudah berusaha untuk bisa mengubah apa yang terjadi di masa lalu. "


Sungguh Angga sangat salut dengan kebaikan Mama Ele, dan sekarang Angga tau dimana Ella mendapatkan sifat yang baik itu.


Lamuan Angga terhenti saat gawai Angga berbunyi.


DRRT DRRT


Disana tertera kontak Rian. Sebelum mengangkat panggilan telepon itu, Angga pamit mengangkat panggilan dulu kepada Mama Ele.


"Hallo Yan. Ada apa? "


" ....... "


"Apakah tidak bisa kamu handle beberapa hari lagi. Sekarang ini saya belum bisa pulang ke Indonesia, karena saya belum juga bisa meluluhkan hati Ella. "


" ....... "


"Huff.. Baiklah, saya akan mempertimbangkannya dulu. "


" ....... "


(Ps: 2 Minggu setelah Angga selesai operasi, Rian pulang ke Indonesia karena dia hanya 2 minggu di London, dan dia juga harus mengurus perusahaan Angga di Indonesia.)


Angga hanya bisa menghembuskan nafasnya berat. Dan tanpa Angga sadari, bahwa ada seseorang yang mendengar percakapan Angga dengan Rian.


Dia menatap Angga dengan tatapan sulit diartikan.


*


*


*


*


*

__ADS_1


...See you next chapter😘😘...


...♪\(*^▽^*)/\(*^▽^*)/...


__ADS_2