
Sesampai di Rumah, keluarga kecil Angga membersihkan diri lalu istirahat setelah menjalankan ibadah.
Sebelum istirahat, Ella ke kamar anak-anaknya dulu untuk memastikan apakah anaknya sudah tidur atau belum. Setelah mengetahui anak-anaknya sudah tidur nyenyak, Ella kembali ke kamarnya.
Saat masuk ke kamar, Ella disuguhkan dengan pemandangan Angga yang sedang memangku laptopnya sambil memakai kaca mata anti radiasi. Dan tidak lupa kebiasaan Angga yang tidak suka memakai atasan saat mau tidur, pemandangan yang sering Ella lihat setelah menikah dengan Angga untuk ke dua kalinya. Walaupun sering lihat, tetapi tetap saja Ella belum terbiasa dengan hal itu.
Merasa ada yang memerhatikannya, Angga melihat ke arah depan. Setelah dia mengetahui orang tersebut adalah istrinya, Angga meletakkan laptop dan kaca matanya ke dalam laci meja, lalu tersenyum ke arah Ella sambil menepuk-nepuk kasur disebelahnya. Mengisyaratkan untuk Ella duduk disana, Ella langsung duduk selonjoran disebelah Angga.
Dan Angga langsung berbaringkan kepalanya di atas paha Ella dan membenamkan kepalanya di perut Ella sambil menghirup aroma Ella dengan rakus.
"Kangen..." Yah, seperti biasa. Disaat mereka sedang berduaan Angga akan menjadi mode manja ke Ella. Seperti sekarang ini contohnya, Angga akan merengek dan mengatakan kangen ke Ella. Padaha sejak tadi mereka tidak pernah berpisah. Karena sifat Angga ini Ella hanya bisa tertawa geli.
"Kenapa Mas kangen, Mmm? Padahal kitakan sejak tadi bersama terus?" Tanya Ella dengan nada lembut sambil menyisir rambut lebat Angga dengan jari lentiknya.
Mendengar jawaban dari Ella, membuat Angga menegakkan kepalanya untuk melihat wajah cantik Ella.
"Itu beda sayang, kita memang bersama sejak tadi. Tapi aku tidak bisa bermanja-manja dengan kamu, karena sejak tadi kita sama si kembar terus. Isss... kamu mah, gak peka." Rengek Angga di akhir kalimatnya. Sesudah mengatakan Itu, Angga mengembungkan kedua pipinya dan merengut kesal.
Melihat tingkah Angga tersebut, Ella dibuat gemes dengannya. Saking gemesnya, Ella mencubit kedua pipi bayi besarnya itu hingga menjadi lebar.
"Uluh...uluh... Gemas sekali bayi besarnya aku ini. " Bukannya di bujuk Ella malah menggoda Angga, karena hal itu membuat pipi Angga semakin menggembung.
"Iss.. Kamu mah. Bukannya bujuk aku,malah godain aku. Tau ah, aku ngambek!" Tindakan Angga itu membuat tawa Ella yang sejak tadi ia tahan, menjadi meledak.
"HAHAHAHAH! Aku makin lucu loh Mas kalau begini." Mendengar tawa dari Ella, mata Angga menjadi memerah dan laharnya sebentar lagi akan keluar dari sana.
"Kamu mah jahat... Aku gak mau bicara lagi sama kamu, hiks.. hikss!" Ella menghentikan tawanya saat melihat Angga menangis, hal itu membuatnya tercengang.
"Loh? Kok nangis? Aduh, gimana nih?" Panik Ella saat mengetahui Angga menangis karena dia, padahal biasanya Angga tidak pernah nangis saat dia goda seperti sekarang ini. Tapi ini dia malah nangis? Aneh, kenapa dengan suaminya ini?
"Sayang, Mas Angga. Maafin aku ya, aku gak sengaja tertawa tadi. Kamu juga sih kenapa segemasin itu sih." Bujuk Ella sambil menarik-narik selimut yang membungkus seluruh tubuh Angga.
"Gak mau, kamu gak peka." Lirih Angga yang masih terdengar oleh Ella.
Mendengar perkataan Angga, Ella mmebuang nafasnya pelan. Tetapi sesaat kemudian, terlintas sebuah ide di kepalanya.
"Mas Angga yakin nih, gak mau maafin aku nih?" Pertanyaan Ella tidak mendapat respon dari Angga, Ella hanya melihat bahu Angga yang gemetar dibalik selimut.
"Baiklah, karena suamiku tidak mau maafin aku. Aku tidur dengan Fana aja deh." Benar dugaan Ella, Angga bakaln menahan tangan Ella disaat dia mau beranjak pergi, tangan Ella ditarik hingga tubuh Ella jatuh ke dalam dekapan Angga.
__ADS_1
"Loh?kok dipeluk, bukannya Mas gak mau maafin aku ya?" Tanya Ella dengan wajah dibuat sebingung mungkin.
"Enggak! Aku maafin kamu kok. Kamu disini aja tidurnya, temenin Mas. Jangan tidur dengan Fana." Cicit Angga dengan kepalanya dibenamkan dipundak Ella.
"Jadi Mas gak marah lagi nih?" Dan di anggukan oleh Angga yang masih dalam posisi memeluk Ella.
Melihat hal itu, Ella tidak bisa untuk tidak tersenyum lebar karena tingkah Angga itu.
Dan entah sejak kapan, Ella sudah terlelap dengan posisi saling berpelukan satu sama lain.
...___________🌸🌸🌸🌸___________...
Sudah beberapa hari semenjak kejadian itu, karyawan yang tadinya tidak mengenal siapa Ella dan anak-anaknya, mejadi hormat dan takut menyinggung mereka. Karena itu Ella dan anak-anak dengan leluasa pergi ke perusahaan dengan bebas tanpa ada yang menegur mereka.
Dan tidak terasa besok sudah memasuki bulan Ramadhan. Jadi Ella bersama Mama Ele(Mama Ella) dan Mami Aluna(mertua Ella) pergi ke pusat perlanjaan untuk membeli barang - barang keperluan untuk Ramadhan.
Mereka hanya pergi bertiga tanpa membawa si kembar Gara dan Fana yang memang sekarang lagi lengket-lengketnya dengan Daddynya. Jadi mereka berbelanja tanpa diganggu oleh dua bocah kembar, yang entah sejak kapan sifat mereka berubah mejadi super aktif dan yah, agak nakal, tapi ingat ya!cuma agak nakal bukan nakal banget. Sebab, mereka selalu mengganggu karyawan ataupun bodyguad dengan menanyakan hal-hal yang pasti membuat orang pusing menjawabnya. Kalau mereka memang penasaran gak apa-apa bertanya, lah ini sudah tau jawabannya tapi masih tetap menanyakan sampai orang tersebut pusing, kalau sudah pusing baru mereka berhenti dan mencari target baru.
Entah siapa yang mengajarkannya, walaupun begitu mereka tetap meminta maaf setelah melihat raut putus asa dari orang yang mereka kerjai. Tapi ya, namanya juga anak-anak, walaupun sudah meminta maaf mereka tetap mengulangnya lagi.
Tapi biarlah mereka seperti itu, karena Ella tau. Mereka melakukan itu supaya mereka bisa akrab dengan orang-orang yang bekerja sebagai bawahan Daddy mereka.
Lalu mereka pergi ke tempat makan yang ada disana, dan disaat mereka sedang menunggu pesanan. Tiba-tiba Ella melihat orang yang dia kenal.
"Mih, bukankah itu Mairah ya?" Tanya Ella ke Mami Aluna sambil menunjuk ke arah Humairah.
"Oh iya itu mairah. MAIRAH!" Panggil Mami Aluna. Mendengar ada yang memanggilnya, Mairah membalikkan badannya. Dan dia melihat Ella, Mama Ele dan Mami Aluna yang sedang melambaikan tangan kepadanya.
Tanpa menunggu lama, dia menghampiri ketiganya bersama putra bungsunya, yaitu Dzaki. Lalu dia langsung menyalami keduanya dan menyapa Ella dan bergabung bersama.
(Ps: Bagi yang lupa siapa Mairah, dia istri dari asisten dari Angga, yaitu Rian)
"Heh, Tante. Apa kabar Tante,Aunty, Ella.kalian sehat?"
"Alhamdulillah kami sehat Nak. Kabar kamu dan keluarga juga sehat?" Jawab Mama Ele yang memang sudah kenal Mairah.
"Sehat Aunty. Oh iya, ada acara apa nih? Tumben belanja bereng?"
"Ini loh Rah, kami rencananya mau melakukan puasa bersama di rumahnya Angga dan Ella. Jadinya kami berbelanja untuk persiapan puasa besok. Kamu kalau mau gabung juga boleh, biar tambah rame dan Gara sama Fana juga bisa main sama Adam dan Zaki." Ajak Mami Aluna di akhir kalimatnya.
__ADS_1
"Wah, benar aku diajak Tan? Oke, Nanti aku tanya ke Bang Rian dulu ya Tan, kalau bang Rian setuju aku bakalan hubungi Ella." Mereka mengangguk mengiyakan ucapan Mairah itu.
Lalu pandangan Ella jatuh ke Putra bungsu Rian dan Mairah yang bernama Dzaki itu, Ella melihat betapa menggemaskan Dzaki yang sedang anteng memakan makanannya di dalam stroler miliknya yang memang di desain bukan hanya tempat meletakkan bayi saja, tapi juga sebagai tempat makan bayi. Dan dengan tersenyum cerah, Ella menyapanya.
"Hai Dzaki sayang, lagi mam apa tu?" Tanya Ella yang dibalas dengan senyuman bayi oleh Dzaki.
"Yam!" Balas Dzaki sambil mengangkat Ayam K*C yang dibeli oleh Mairah tadi.
"Oh Ayam. Mommy boleh minta gak?" Ella memang juga dipanggil Mommy oleh Anak-anak Rian dan Mairah, begitu juga dengan si kembar yang juga memanggil Rian dan Mairah dengan sebutan Papi dan Mami.
Dzaki menatap sebentar Ayamnya yang dia pegang, lalu dengan senyum cerahnya dia berikan Ayam yang ada di tangannya ke Ella.
Melihat hal itu, Ella tidak tahan untuk tidak mencium pipi Dzaki yang berisi itu. Mendapat ciuman bertubi-tubi dari Ella membuat Dzaki tertawa. Interaksi mereka berdua berhasil menyita perhatian 3 orang yang duduk bersamanya.
"Sepertinya tanda-tanda nih, kalau kamu mau punya anak lagi La." Goda Mairah ke Ella. Mendengar perkataan Mairah membuat Ella tersenyum cerah.
"Aamiin, aku sama Mas Angga memang ingin punya anak lagi. Tapi sih, aku disekasih aja sama Tuhan."
"Semoga kalian cepat dikasib momongan lagi ya. Mami gak sabar ingin menggendong cucu nih." Ujar Mami Aluna yang memang belum pernah menggendong cucu-cucunya saat bayi. Alasannya aku gak perlu kasih tau ke kalian, karena kalian pasti tau penyebabnya apa.
Setelah selesai makan dan mengobrol bersama, mereka kembali pulang ke Rumah masing-masing. Hanya Mairah sih yang pulang ke Rumahnya, sebab Mami Aluna dan Mama Ele kembali ke Rumah Ella dan Angga.
*
*
*
*
*
*
Hai gays, aku kembali lagi nih. Ada yang nungguin update aku gak?🧐
Mudah-mudahan ada ya, dan nantikan chapter selanjutnya besok ya. Dan jangan lupa like, dan komen supaya aku semangat lagi nulisnya.
See you gays♡˖꒰ᵕ༚ᵕ⑅꒱♡˖꒰ᵕ༚ᵕ⑅꒱
__ADS_1