
Angga memandangi wajah anak - anaknya satu persatu. Ada rasa senang di dalam hatinya saat memandangi wajah putra putri nya yang sangat mirip dengan wajahnya, tidak ada satu pun yang mirip dengan Ella.
Angga teringat, kata orang kalau wajah anak itu mirip dengan ayahnya ada dua kemungkinan.
Pertama, sang ibu sangat mencintai sang ayah dan
Yang kedua, sang ibu sangat membenci sang ayah.
Heh! Mana mungkin Ella mencintaiku setelah apa yang aku lakukan kepadanya.
Batin Angga dengan tersenyum miris.
"Mereka berdua mirip denganku ya. Sangat mirip malah, seperti wajahku saat kecil dulu. " Basa basi Angga ke Ella. Tapi Ella tidak menjawab perkataan Angga, sebab dia tidak tau apa yang akan dia jawab.
Huff
Angga menghela nafas saat Ella tidak menjawab pertanyaannya.
Angga berjalan dan duduk didepan Ella. Ia menatap Ella dengan tatapan yang sulit diartikan.
Ella berpura - pura tidak tau dengan tatapan Angga itu. Dia memilih menyibukkan dirinya dengan mengelus - elus kepala putrinya.
Tapi lama kelamaan tatapan Angga itu membuat Ella risih plus dengan senyuman Angga yang Ella tidak tau apa yang Angga senyumankan.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu? " tanya Ella ketus.
"Kamu cantik. " dua kata yang di lontarkan Angga membuat pipi Ella bersemu merah.
__ADS_1
Melihat pipi Ella bersemu merah, Angga menarik bibirnya ke samping membentuk sebuah smirk yang licik.
"Kenapa pipi kamu memerah? Padahal tidak panas loh? " Goda Angga sambil meletakkan punggung tangan kanannya ke pipi Ella sebelah kiri.
Sontak Ella kaget dengan apa yang Angga lakukan. Dia langsung menjauhkan pipinya dari tangan Angga dan memalingkan wajahnya. Sebab dia takut kalau Angga tau kalau wajahnya semakin merah saat tangan Angga memegang pipinya. Dan pastinya Angga akan kembali mengerjainya.
Melihat ekspresi Ella membuat Angga menahan senyumannya.
"Ka-kamu nga-ngapain sih megang - megang pipiku?!" Bentak Ella dengan suara pelan.
"Memangnya kenapa? Aku kan cuma mengcek keadaan kamu " tanya Angga dengan tatapan pura - pura polos.
"Karena. Karena ki-kita bukan muhrim lagi. " Gugup Ella.
"Kan aku khawatir dengan kamu. Soalnya aku tidak mau ibu dari anak - anakku nanti sakit. " Sungguh perasaan Ella saat ini nano nano, antara gugup, malu, bingung dan kesal menjadi satu.
"Eh, Ella kamu mau kemana? Ella! Ella. " Penggilan Angga tidak di hiraukan oleh Ella.
BUMM
Sontak itu berhasil membuat Angga tertawa keras hingga membangunkan Gara dan Fana yang memang sudah terusik dengan suara pintu yang ditutup agak keras oleh Ella.
"Mmm, Mommy. "
"Mommy. "
Suara Gara dan Fana bersamaan.
__ADS_1
"Huss huss husss. Anak anak Daddy, ayo tidur lagi " lembut Angga sambil menepuk - nepuk pelan bokong Gara dan Fana. Yang dimana tempat tidur mereka hanya berjarak 1 meter, jadi Angga dengan mudah menepuk - nepuk mereka bersamaan.
*
*
*
*
*
*
**Maaf semuanya, aku akhir akhir ini sangat sibuk. Dimulai dengan sekolahku, pekerjaan dirumah dan lain lain. Ini juga aku buat karena aku ada waktu luang, jadi maaf kalau lama sebab aku masih belum bisa membagi waktu ku untuk menulis novel.
Jadi harap di maklumin ya semuanya.
Dan aku mau mengucapkan
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA
MINAL AIDIN WAL FAIZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
See you next chapter 😘😘
♪\(*^▽^*)/\(*^▽^*)/
__ADS_1