Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
CHAPTER 20


__ADS_3

Di suatu ruangan ada seorang wanita yang berbaring tak berdaya. Hingga dia terbangun dan samar samar dia mendengar suara tetesan impus dan bau obat obatan. Dia adalah Lana yang baru terbangun dari pingsannya.


"Kamu sudah bangun nak? " Tanya wanita paru baya itu dengan nada cemas.


"Anda siapa? Dan saya dimana? " Tanya Lana yang masih linglung.


"Apakah kamu tidak ingat nak? Kamu yang dulu nolongin tante saat hampir di tabrak mobil. " Ucap wanita itu dengan nada kecewa. Lalu samar samar Lana mengingat kejadian itu.


Flashback on


3 tahun yang lalu saat Lana mau menunggu taksi online nya setelah selesai berbelanja kebutuhan untuk dinner bersama Angga, dengan wajah senang Lana menunggu taksi jemputannya.


"Gak sabarnya aku untuk dinner bersama mas Angga nanti malam. Pasti mas Angga suka deh dengan masakan yang aku buat, secara kan aku bakalan buat makanan kesukaan mas Angga. Hehehe. " Saat Lana sedang berbicara sendiri dengan gak jelas. Tiba - tiba dia melihat wanita paruh baya yang mau di tabrak oleh mobil sedan berwarna hitam yang melaju dengan kencang.


"AWAS BUK! " Teriak Lana dan dia langsung berlari ke arah wanita itu tanpa mempedulikan barang bawaannya yang ia jatuhkan.


BUKK


Lana dan wanita itu terjatuh di pinggir jalan. Untung tadi Lana gerak cepat jadinya mereka cuma menderita luka ringan saja, melihat kejadian itu banyak orang - orang yang membantu mereka berdiri.


"Adek dan ibuk nya gak pa pa? " Tanya seseorang emak emak berdaster itu.


"Gak pa pa buk, cuma lecet saja. " Jawan Lana sopan. Setelah orang - orang yang tadi menolong Lana dan wanita itu mereka pergi setelah polisi mencatat kasus itu. Saat semua orang sudah pergi Lana berlarih menatap wanita paruh baya yang tadi dia tolong itu sedang menatapnya tanpa berkedip. Melihat tatapan wanita itu membuat Lana merasa bingung.


"Buk! Ibuk gak pa pa? " Mendengar perkataan Lana itu membuat lamuan wanita itu buyar.


"Eh, gak pa pa nak. Nama kamu siapa nak? " Tanya wanita itu sambil membelai wajah Lana dengan lembut dan entah kenapa Lana bukan merasa risih tapi dia merasa nyaman dengan apa yang dilakukan oleh wanita itu.


"Nama saya Kailana angel saputri buk, biasanya orang memanggil - manggil saya dengan Lana buk. " Sambil menampilkan senyum cerahnya ke wanita itu.


Apakah benar ini kamu? Mudah - mudahan saya tidak salah orang.


Batin wanita itu.

__ADS_1


"Kalau nama ibuk siapa? Maaf saya langcang buk, saya cuma pengen tau aja. Hehehehe" Tanya Lana cengesan. Dan itu membuat wanita itu tersenyum.


"Saya gak pa pa kok kalau kamu tanya nama saya. Nama saya Elena gonul yuniver, panggi saja saya ma.... Maksud saya tante Lena atau tante Ele. " Jelas Tante Ele.


"Oo, tante Ele ya. Mmm, tante sendirian aja? " Tanya Lana sambil celingak celinguk kiri kanan.


"Gak kok. Tadi tante sama suami tante ke sini, tetapi tadi suami tante ada urusan sebentar jadinya tante disuruh tunggu disini deh. Tapi saat tante mau menyeberang tiba tiba saja mobil itu berjalan sangat cepat. " Mendengar itu Lana mengangguk paham. Lalu tiba tiba terdengar suara orang memanggil dari belakang.


"Honey! " Panggil pria paruh baya yang memiliki mata bewarna biru, kulit putih dan rambut hitam khas orang Asia yang sudah ditumbuhi oleh uban. Tanpa berpikir panjang dia langsung memeluk tante Ele.


"Are you oke honey? " Tanya pria itu dengan nada khawatir. Yang merupakan suami tante Ele.


"I'm fine. Tadi aku ditolongin oleh dia. " Sambil menunjuk ke arah Lana, saat melihat Lana pria itu terkejut.


"She.... " Melihat ekspresi suaminya itu membuat tante Ele menganggyk.


"Lana, pekenalkan ini suami tante. " Melihat suami tente Ele itu membuat Lana mengulurkan tangannya.


"Hallo aucle, introduce my name Kailana angel saputri. " Mendengar Lana berbica dengannya menggunakan bahasa inggris membuat pria itu dan tante Ele tertawa geli. Dan itu membuat Lana bingung tentang apa yang mereka tertawakan.


"Kamu tidak perlu berbicara menggunakan bahasa inggris ke papa. " Jawab suami tante Ele ceplosan. Itu membuat dia mendapatkan pelototan tajam dari tante Ele sedangkan Lana hanya bisa bingung.


"Mak-maksudnya Om. Karna biasanya orang - orang memanggil Om dengan sebutan papa Leo, karen anak om bernama Leo " Larat suaminya tante Ele gugup. Lalu Lana mengangguk mengerti.


"Oh ya, pekenalkan nama Om, Julio gerart graham. Panggil saja om Lio. Dan terima kasih ya sudah menolong istri saya. "


"Iya sama sama om Lio." Tiba tiba handpone Lana berdering.


"Ya Hallo. "


" ....... "


"Oh iya, saya akan kesana pak. "

__ADS_1


TUT TUT TUT


"aduh. Maaf ya tante om, aku pergi dulu soalnya taksiku udah menjemput. Permisi! " Lalu Lana pergi menaiki taksi itu tanpa menganbil barang - barangnya yang tadi terjatuh karena supir taksi itu sudah memungutnya.


"Eh! Nak tunggu! " Panggil tante Ele tapi panggilan itu tidak dindengar oleh Lana.


"Sabar Honey, kita cari tau yang sebenarnya dulu. " Kata Om Lio menenangkan istrinya.


Flaschback off


"Oh aku ingat! Tante Ele dan Om Julio kan. " Sambik tersenyum lemah kepada mereka berdua.


"Kam...... " Perkataan tante Ele terpotong karena kedatangan dokter.


"Permisi tuan dan nyonya Grahan. Saya akan membacakan hasil test nona Lana. Mendengar perkataan dokter itu membuat Lana gugup.


"Nona Lana.......


*


*


*


*


*


*


**Bagi yang nanya kenapa sifat Lana seperti itu, bukannya dia orangnya kalem dan gak banyak bicara? Itu sebenarnya sifat Lana yang asli sebelum dia menikah dengan Angga, itupun sifatnya ada yang berubah semenjak kematian Anggita. Dan setelah menikah dengan Angga itu membuat dia menjadi dewasa dalam bersikap.


Nanti kalau gak ada halangan aku bakalan up tengah malam. Semoga suka ya, salam daru author tukang typo.

__ADS_1


See you next chapter 😘😘


-♪\(*^▽^*)/\(*^▽^*)/


__ADS_2