
Flashback on
Kailana yang bertukar nama menjadi Maxiella, semenjak dia tiba di London. Ia selalu bekerja keras, Dimulai dari belajar saham, belajar berbagai bahasa dan belajar menembak. Saat melihat Ella bekerja keras tanpa memikirkan kandungannya, hal itu membuat keluarganya khawatir. Mereka takut Ella dan bayinya kenapa -napa, dan akhirnya Ella tidak diperbolehkan latihan menembak dan dia harus makan banyak makan makanan sehat, dan tidur teratur. Karena Perintah seluruh keluarganya itu, akhirnya Ella menuruti mereka. Tapi dia masih berusaha belajar, sehingga dia lupa untuk mengcek kandungnya, sampai tidak terasa Ella mau melahirkan.
Dia melahirkan secara normal dan didampingi oleh Abangnya yaitu Leo. Sebenarnya orang tuanya menyuruh Ella untuk melahirkan secara cesar karena anak yang di kandung oleh Ella itu adalah baby twins. Tapi Ella tetap keras kepala untuk melahirkan secara normal. Akhirnya orang tua Ella meyerah dan setuju kalau Ella melahirkan secara normal.
Sungguh berat bagi Ella karena dia melahirkan tanpa didampingi oleh ayah dari anaknya, tapi untung saja ada abangnya yang menggantikan Angga untuk mendampinginya saat melahirkan.
Setelah kedua anaknya lahir Ella langsung pingsan karena kehabisan tenaga. Setelah sadarkan diri, Ella melihat semua anggota keluarganya berkumpul untuk memberikan selamat kepada Ella.
Setelah beberapa saat dokter mendorong box bayi, yang berisi baby Gara, tapi baby Fana tidak ada disana.
Anggap aja dibawah ini mereka berbicara pakai bahasa inggris ya, author malas mencari dan menterjemahkannya.
"Bukannya bayi saya cowok dan cewek dok? Dimana bayi saya yang cewek dok? " Tanya Ella bingung.
"Maaf Nona. Bayi anda yang satu lagi masih dalam inkubator, karena kondisi bayi anda sangat lemah. Dan tidak bisa dulu disentuh sebelum kondisi bayi anda kuat nona. " Jelas dokter itu yang pastinya membuat Ella dan seluruh keluarganya menjadi panik.
"Tapi keadaan cucu saya baik - baik saja kan dok? " Panik Mama Ele.
"Tenang saja nyonya, ini biasa terjadi pada bayi kembar. Setelah mendapatkan perawatan insetif cucu nyonya akan sehat kembali. " Semua orang yang ada disana bernafas lega.
Dan benar saja setelah 1 Minggu Fana diperbolehkan diberikan ke Ella. Lalu mereka pergi dari rumah sakit setelah 3 Minggu.
Setelah usia Gara dan Fana menginjak 1 tahun, tiba - tiba saja Fana mimisan dan muntah - muntah yang disertai dengan demam. Dan setelah dibawa ke rumah sakit, Fana di diagnosa menderita Leukemia. Mendengar putri kecilnya itu menderita Leukemia membuat hati Ella hancur, dan dia juga menyalahkan dirinya sendiri karena dia terlalu fokus kepada pekerjaannya hingga dia tidak memperhatikan anak - anaknya.
Sejak hari itu, seluruh anggota Graham mencari tulang sumsum yang cocok untuk Fana. Setelah beberapa bulan mencari akhirnya mereka menemukannya, tapi saat diperiksa ternyata orang tersebut menderita hipertensi, dan tidak memungkinkan menjadi pendonor.
Dan sampai hari ini tidak ada seorang pun yang tulang sumsumnya cocok dengan Fana.
Flashback off
"Apakah tulang sumsum Angga cocok dengan Fana? Tapi.... Apakah Angga bersedia mendonorkan tulang sumsum nya ke Fana? Dia kan tidak menginginkan anak dariku, sudah pasti dia tidak mau mempertaruhkan kesehatannya untuk anak yang tidak dia harapkan. " Guman Ella hingga tak terasa dia tertidur.
Setelah 1 jam Ella terbangun, dan disebelah kasurnya dia melihat putranya Gara sedang tertidur pulas dengan memakai jaket singa nya. Sungguh menggemaskan bagi siapapun yang melihatnya.
__ADS_1
"Sayang Mommy, maaf ya nak. Mommy tidak bisa memberikan keluarga yang utuh untukmu, dan maaf bila Mommy lebih memperhatikan Fana dari pada kamu. Kalau saja kamu tau, bahwa Daddy kamu ada di London, apakah kamu bakalan pergi ke Daddy mu dan meninggalkan Mommy sayang? " Ella sungguh takut, bila nanti Angga mengetahui bahwa Gara adalah anaknya, pasti Angga bakalan merebut Gara dari dirinya, mengingat Gara adalah anak laki - laki yang akan menjadi pewarisnya kelak. Tidak! Ella tidak akan membiarkan Angga merebut Malaikat kecilnya itu darinya.
Karena merasa terusik dari tidurnya, Gara akhirnya terjaga dari tidurnya. Disana dia melihat wajah cantik Mommy nya yang sedang memandang ke arahnya sambil tersenyum, lalu Gara membalasnya dengan senyuman yang manis melebihi madu ke Ella.
"Mommy. " Panggil Gara lirih
"Iya sayang, Gara pasti terbangun karena Mommy ya. Maaf ya sayang. "
"Gak apa - apa kok Mom. Oh ya Mom, kapan Mommy pulang? "
"Gara mau nya Mommy pulang kapan? " Tanya Ella lembut.
"Gala mau sekalang Mom. Coalnya Gala mau ke taman Mommy. " Ujar Gara dengan penuh semangat.
"Oke, sekarang Mommy beres - beres dulu, baru kita ke taman, oke. "
"Oke Mom. "
Setelah Ella membereskan barangnya, Ella dan Angga pergi ke pakiran mobil untuk mengambil mobilnya. Ella dan Gara menggunakan jeket ke sana, Walaupun London memasuki musim semi, tapi udara di London tetap saja dingin.
Ella dan Gara pergi diikuti satu mobil yang ada di belakang nya, yang berisikan pengawal yang bertugas untuk menjaga Gara.
Ella sampai di taman yang terkenal di london, yaitu ST JAMES PART LONDON.
Sungguh, pergi ke taman adalah salah satu hal yang bisa melepaskan kepenakan dan stess akibat banyaknya kerjaan. Menghirup udara taman yang segar, mendengar kicauan burung, dan melihat kehindahan kehidupan di dalam air.
Ella membentangkan tikar di bawah pohon. Gara sangat senang bermain di taman, berlari - lari dan memandangi taman bunga yang indah di dekat sana.
Saat Ella lagi asik mengawasi Gara, tiba - tiba handponenya berbunyi menandakan ada panggilan masuk.
DRRRT DRRRT DRRRT
__ADS_1
"Gara! Mommy angkat telepon dulu ya, kamu jangan main jauh - jauh. " Perintah Ella ke Gara
"Oke Mom. " Jawab Gara tanpa memalingkan wajahnya dari bunga - bunga yang ada di sana.
Ella menjentiikan jarinya, lalu salah satu pengawal nya yang berbadan besar dan kekar, yang mempunyai kepala yang botak. Dia adalah pengawal yang selalu menemani Gara bila Ella dan Leo ada keperluan yang mendadak dan harus meninggalkan Gara sebentar.
"Kamu jaga Gara! " Perintah Ella.
"Baik Nona. " Jawab pengawal itu dengan sopan.
(Ps: Seluruh pengawal, pembantu atau siapapun yang bekerja di keluarga Graham menguasai berbagai bahasa. Dan bahasa yang paling utama adalah bahasa Inggris dan Indonesia.)
Pengawal itu bermain dengan Gara. Saat sedang berlari - lari Gara tiba - tiba Gara menabrak seseorang.
BRUK
Gara tidak terjatuh ke tanah, tapi dia melayang karena ada seseorang yang menggendongnya.
"Kita ketemu lagi Gara. " Ujar seorang yang menggendong Gara.
"Pa.... "
*
*
*
*
*
*
**Maaf segini dulu ya, dan maaf aku gak update - update. Karena sekarang cuaca yang tak menentu dan kesibukkanku aku akhirnya jatuh sakit, dan sekarang alhamdulillah sudah mendingan. Dan insyaallah aku bakalan sering up lagi.
__ADS_1
...Semoga suka ya, salam dari author tukang typo. ...
...See you next chapter 😘😘♪\(*^▽^*)/\(*^▽^*)/...