
"Nona Lana! " Teriak Rian, saat melihat Lana terbaring tidak berdaya dilantai saat mwnggunakan mukenah.
"Nona bangun nona! Nona Lana! Bangun! " Rian menepuk nepuk pipi Lana, tetapi Lana tidak bergeming. Karena cemas, Rian langsung membawa Lana dalam keadaan sedang memakai mukenah ke rumah sakit.
Sesampai disana Lana langsung ditanganni oleh dokter. Setelah beberapa saat Rian menunggu, akhirnya dokter yang menangani Lana keluar.
"Bagaimana keadaannya dok? " Tanya Rian cemas.
"Anda wali wanita itu? "
"Iya dok! "Jawab Rian cepat.
"Pasien cuma mengalami sakit kepala yang parah. Dikarenakan otak pasien mencoba mengingat memori suatu kejadian. Sepetinya ini sudah lama, dan pasti nona ini juga mempunyai obat pereda nyeri. Tapi, karena pasien pingsan mungkin karena pasien tidak meminum obat itu. Jadi tolang ya pak, selalu ingatkan pasien membawa obatnya. " Jelas dokter tersebut.
Hah! Nona Lana terkena Amnesia. Dan itu hanya pada suatu peristiwa penting. Apa... Peristiwa saat Nona Anggita kecelakaan.
"Pak... Pak... Pak.... " Lamuan Rian terhenti karena mendengar dokter itu menggilnya.
"Eh iya, maaf dok. Apakah saya sudah boleh menengok pasien? " Tanya Rian. Dan dianggukin oleh dokter tersebut.
Saat memasuki ruangan Rian melihat Lana terbaring lemah. Melihat hal itu membuat Rian kasihan.
__ADS_1
"Andai saja, saya bisa mencari kebenaran tentang kejadian itu... Pasti nona tidak akan menderita seperti ini... " Guman Rian sambil memandang wajah pucat Lana. Karena baginya Lana adalah seorang yang baik dan berhati yang mulia.
Flasback on
Hari ini Rian ditugaskan oleh Angga untuk menjemput Anggita dan temannya Lana di restoran cepat saji. Setelah sampai disana, Rian langsung menuju kemeja yang telah Anggita dan Lana tempati.
"Eh itu kak Rian. Kak Rian! Sini! " Panggil Anggita.
"Nona Anggita sudah selesai makannya? Kalau sudah mari kita pulang. Nyonya besar dan tuan besar menunggu anda! "
"Ya..... Aku masih pengen main sama Lana. Eh, tapi Kamu main aja ke rumahku Lana. Papi dan mamiku pasti senang. " Ujar Anggita dengan wajah berbinar.
"Mmm. Gimana ya Git, aku ada urusan habis ini. Maaf ya Git, kapan kapan aja aku kerumah kamu. " Ucap Lana tidak enak.
Setelah itu mereka pergi ke pulang. Sebelum mengantarkan Lana, Rian mengantarkan Anggita dulu seperti yang telah diperintahkan olehnya.
"Mmm kak. " Panggil Lana ke Rian dengan ragu ragu.
"Iya. Ada apa? " Jawab Rian dingin.
"Nanti turunin aku ke panti asuhan cahaya bintang ya kak. " Rian hanya menjawab pertanyaan Lana dengan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Sesampai disana, Lana turun dari mobil dan tidak lupa dia meminta terima kasih ke Rian.
"Makasih kak. " Ucap Lana tulus.
"Mmm. "
Setelah Lana keluar, Lana langsung disambut oleh seluruh anak panti tersebut. Ada juga yang meminta gendong ke Lana, dengan senang hati Lana menggendong bocah tersebut. Melihat hal itu membuat sudut pandang Rian ke Lana berubah. Dan dia selalu tersenyum bila Lana tersenyum kepadanya.
flaschback off
*
*
*
*
*
****Maaf ya up nya dikit. Ternyata aku ada kerjaan, padahal sebenarnya hari ini aku santai, tapi apalah sudah nasib author gak bisa up banyak banyak. Semoga suka ya..
__ADS_1
See you next chapter 😘😘
♪\(*^▽^*)/\(*^▽^*****)/