Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
CHAP.2 Pil penunda kehamilan


__ADS_3

...CHAPTER 3...


Setelah kepergian Rian, membuat Angga termenung mendengar ucapan Rian tadi.


Apakah memang benar yang dikatakan Rian tadi, kalau bukti yang diberikan oleh Joel itu tidaklah benar. Tapi, kalau benar untuk apa Joel melakukan itu. Sedangkan dia tidak kenal dengan Lana?, Batin Angga bingung.


...flashback On...


Saat ini Angga sangat terpuruk. Dikarenakan kematian adik kesayangannya dan mamanya stres berat karena kehilangan putri semata wayangnya, dan harus berobat keluar negeri ditemani oleh papinya. Dan perselingkuhan kekasihnya Joel dengan pria lain.


Saat dia lagi termenung diruangan kerjanya, tiba tiba asistennya Rian memberi tahu bahwa kekasihnya Joel ingin menemuinya.


Tok tok tok


"Masuk! "


"Permisih tuan, diluar ada nona Joel ingin bertemu dengan tuan. "


"Jangan biarkan dia masuk, Saya tidak mau melihat mukanya lagi! " Perintah Angga dengan nada dingin.


"Baik tuan. " Saat Rian mau membuka pintu, tiba tiba saja Joel mendorong daun pintu itu dengan keras dan berteriak memanggil nama Angga karena penjaga mencoba menghalau Joel untuk masuk.


"Maaf tuan, nona ini tiba tiba saja menerobos masuk. Jadinya kami tidak bisa menghalaunya. " Maaf salah satu security yang berkumis tebal dan berperut buncit.


"ANGGA! ANGGA! TOLONG DENGARIN PENJELASANKU GA! " Teriak Joel sambil berusaha melepaskan diri dari security tersebut.


"Saya tidak mau melihat wanita ini lagi. Jadi seret dia keluar! " Perintah Angga dingin dan dianggukan oleh mereka.


"GA DENGARIN PENJELASANKU DULU. ANGGA INI TENTANG ANGGITA! " Mendengar perkataan joel tadi membuat Angga menyuruh security itu untuk melepaskan Joel.


"Lepassin dia! Dan tinggalkan kami berdua! " mendengar perintah dari Angga tadi membuat Rian protes.

__ADS_1


"Tapi tuan... "


"Tolong tinggalkan kami! " Perintah Angga dingin. Lalu Rian dan security tersebut undur diri.


Setelah Rian dan security itu pergi, Joel mau mendekati Angga, tapi saat mau mendekat Angga menyuruh Joel tetap ditempatnya.


"Stop di sana! Jangan kamu mendekat kesini! " mendengar perkataan Angga tadi membuat Joel mengurungkan niatnya.


"Apa yang kamu tau tentang adik saya? " Tanya Angga dingin.


"Sebelum itu, aku mau balikan dengan kamu. Aku bukan selingkuh tapi mencari tau, apa motif laki laki itu ke aku. Eh ternya..... "


"Saya disini tidak mau mendengar pembelaan kamu. Saya hanya mau dengar tentang adik saya! " Bentak Angga dan itu membuat nyali Joel menciut.


"Aku menemukan bukti bukti kalau Anggita meminggal bukan karena kecelakaan tetapi, karena disengaja, yang dilakukan oleh sahabatnya sendiri! " Ucap Joel sambil menyerahkan foto bukti Anggita dan Lana bersama sebelum insiden kecelakaan itu. Melihat bukti tersebut membuat Angga marah dan bertekat untuk membalaskan dendam adiknya.


Setelah itu dia balikan dengan kekasihnya Joel karena Joel telag menyerahkan bukti bukti kasus Anggita kepadanya. Hanya sebagai tanda terima kasih bukan karena cinta.


"Aku yakin, kalau bukti yang diberikan oleh Joel itu benar. " Kekuh Angga.


__________🌸🌸🌸🌸___________


2 bulan semenjak Angga dan Lana menikah, perlakuan Angga ke Lana semakin dingin. Dan waktu libur sekolah Lana juga habis, dan hari ini setelah menyiapkan keperluan Angga lalu memasak untuk Angga sampai mengantarkan Angga ke pintu apatemen. Yah Lana dan Angga sekarang tinggal di apartemen. Karena Angga tidak mau membeli rumah dikarena tempat Angga bekerja dekat di apartemen ini. Jadinya Lana menurut saja apa yang dikatakan suaminya, karena ibunya berpesan kepadanya kalau tidak nurut sama suami itu dosa.


Lana menggunakan celana jeans dan kemeja kotak kotak, lalu rambut Lana diiket seperti ekor kuda, dengan sepatu bertali bewarna senada dengan celana jeansnya. Lana pergi ke kampus menggunakan taksi online, waktu yang ditempuh Lana dari apartemen ke kampusnya berkisar 30 menit kalau macet bisa satu jam atau lebih.


Sesampai dikampus Lana disambut oleh ucapan selamat oleh teman- temannya. Walaupun mereka telah mengatakan selamat di grub chat, tapi kata mereka kurang afdol kalau gak mengatakan langsung, jadinya mereka mengatakan selamat ke Lana setelah Lana tiba didepan kelas.


"Hai Lana, gimana pernikahan lho. Pasti menyenangkan ya, apalagi laki lho itu, ya ampun.... Ganteng banget. Gue juga mau punya laki kayak gitu." Goda salah satu teman Lana yang bernama Sisil


"Elo! Halunya kebangettan banget. Lana itu dapat laki ganteng karena dia juga cakep. Nah eloh apaan? " Ejek teman Lana yang bernama Irwan.

__ADS_1


Mendengar perkataan irwan tadi membuat Sisil melototkan matanya ke Irwan dan jadilah cek cok antara mereka yang memang kalau bertemu selalu berantem.


Melihat pertengkaran temannya itu membuat Lana tertawa kecil. Karena baginya kedua teman yang beda jenis kelamin itu sangat membuat dia terhibur dengan ke kocakkan mereka. Tawa Lana terhenti karena melihat Edo yang juga sang idola kampus, yang naksir saman Lana


"Hai Kai, gimana kabar kamu. Maaf aku telambat ucapin selamat buat kamu. Selamat ya semoga pernikahanmu mawadah warohma ya. " Ucap Edo sambil menyodorkan tangannya ke Lana.


"Makasih mas Edo. " Sambil membalas menjabat tangannya Edo.


"Ehem! Jangan lama lama kak Edo. ingat Lana udah punya suami, nanti marah lho suaminya. " Goda Sisil, lalu resplek Edo mengakhiri jabatan tangan Edo.


Setelah puas berbincang bincang, mereka pergi ke ruangan kelas masing masing. Setelah kelas Lana berakhir, Lana pergi pulang dengan memesan taksi online, saat menunggu ternyata taksi online Lana dibatalkan, dikarena mobilnya mogok dijalan, dan itu membuat Lana harus menunggu lama. Apalagi sebentar lagi Angga pulang, dan dia harus menyiapkan keperluan Angga. Saat menunggu taksi, lewat tiba tiba ada mobil BMW yang bewarna hitam berhenti didepannya. Saat pengemudi itu menerunkan kaca mobilnya ternyata itu adalah Edo, kakak seniornya.


"Hai Kai, lagi tunggu taksi ya? "


"Eh mas Edo. Iya mas, tadi taksi aku dibatalkan karena mobilnya mogok ditengah jalan, sekarang aku lagi nunggu taksi yang gak ada penumpangnya mas, tapi dari tadi gak ada yang kosoang. " Jelas Lana ramah.


"Kalau gitu, naik mobil aku aja. Biar aku yang anterin kamu sampai kerumah! " Tawar Edo.


"Mmm, gimana ya mas. Aku gak enak mas. "


"Gak pa pa Kai. Aku merasa senang kalau kamu aku anterin adik kalasku yang kesusahan. " Sambil menampilkan senyum tulus.


"Mmm, gimana ya mas? "


"Kalau kamu takut aku apa apain, kamu tenang aja aku jinak kok! " Canda Edo, dan itu membuat Lana tertawa.


"Baiklah mas. "Lalu membuka pintu mobil Edo dan memakai selbet. Lalu Edo melajukan mobilnya ke tempat yang Lana tunjukkan.


Dan setelah sampai Lana meminta terima kasih ke Edo dan masuk kedalam apartemennya. Saat masuk Lana disambut oleh tatapan tajam oleh Angga.


"Dari mana saja kamu? "

__ADS_1


__ADS_2