Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
CHAPTER 31#


__ADS_3

Setelah keluarga Graham berbincang - bincang bersama, mereka semua pergi berangkat ke tempat kerja masing - masing. Begitu juga dengan Ella, sebelum berangkat kerja dia berpamitan kepada kedua anaknya dan Mamanya yang sudah berhenti bekerja saat Ella yang mengambil alih perusahaan Yuniver Babahne Compeny.


Ella pergi berangkat kerja mengendarai Mobil sendiri. Setelah sampai di perusahaan, Ella dikejutkan dengan banyaknya bunga kesukaannya yang memenuhi ruangan, yaitu bunga Camelia yang berbagai macam warna dan bentuk. Yang berada di atas meja, di sofa dan dilantai.


"Alyssa! Alyssa! "Panggil Ella ke sekretarisnya yang bernama Alyssa Jeslyn Arkasa.


"Iya Nona, ada apa? " Tanya Lissa.


"Bunga ini dari siapa? " Tanya Ella.


"Katanya dari perusahaan Graham Dream grub nona."


"Graham dream grub.... Bukankah ini perusahaan Angga? " Guman Ella.


"Alyssa! Kamu bagikan bunga ini ke para karyawan, katakan kalau ini hadiah dari saya karena mereka sudah bekerja keras. Jangan sampai saya melihat bunga ini lagi! "Perintah Ella.


"Baik Nona. " Lalu Lissa memanggil para secqurity untuk membagikan bunga itu ke para karyawan kantor.


Beberapa menit kemudian, Ella pergi ke ruangan rapat untuk rapat dengan perusahaan Angga.


...___________🌸🌸🌸🌸___________...


Angga turun dari mobil dengan elegan dan diikuti oleh Rian dibelakang. Saat memasuki perusahaan Yuniver Babahne Compeny, banyak karyawan yang kagum dengan Angga dan Rian. Tapi mereka tidak berbisik - bisik ataupun berhenti dan bergosip, mereka terus berjalan dan melakukan pekerjaannya, karena pekerjaan mereka jauh lebih penting dari hal itu.


"Can I help you sir? " Tanya resepsionis wanita itu.


(Ada yang bisa saya bantu tuan?)


"We're for Graham Dream grub. " Kata Rian.


(Kami dari Graham Dream grub.)


"Oh sorry sir, I didn't recognize you juts now. You meet on the 35th floor, let our employees escort you the. " Ujar resepsionis tersebut.


(Oh maaf tuan, saya tidak megenali anda tadi. Anda rapat dilantai 35,biar nanti karyawan kami mengantar anda ke sana.)


Angga dan Rian mengikuti kartawan itu. Sesampai di lantai 35, mereka menuju ke ruangan yang hanya dihalangi oleh kaca. Setelah sampai karyawan tadi undur diri.


Angga dan Rian masuk, ternyata disana sudah ada beberapa orang disana, tapi Ella dan sekretarisnya belum juga kelihatan.


Dimana dia? Kenapa dia belum datang?

__ADS_1


Batin Angga, sambil celingak - celinguk ke kiri dan ke kanan. Seakan Rian tau apa yang dipikirkan oleh atasannya itu, Rian langsung membisikkan sesuatu ke telinga Angga.


"Nona Maxiella sebentar lagi datang tuan. " Perkataan Rian itu membuat Angga menjadi gelagatan.


"Memangnya saya menanyakan dia?!. " Balas Angga sambil berbisik juga, lalu dia duduk disalah satu kursi yang ada disana. Melihat reaksi Angga membuat Rian terkekeh pelan.


Beberapa saat kemudian pintu ruangan itu dimasuki oleh Ella dan 3 sekretarisnya.


"Sorry for the long wait. Now let's diskuss the project we're going to do. " Ujar Ella, dan Ella langsung membahas proyek tersebut.


(Maaf telah menunggu lama. Sekarang mari kita bahas proyek yang akan kita lakukan).


Pandangan Angga tidak pernah lepas dari Ella, saat Ella berdiri de depan membahas proyek akan mereka kerjakan. Yaitu adalah pengerjaan hotal yang bernuansa alam dan jauh dari padatnya kota london. Proyek itu disambut oleh tepukan tangan oleh semua orang yang ada disana.


Setelah semua orang pergi, Angga memanggil Ella.


"Tunggu nona Maxiella! "Panggil Angga ke Ella.


"Iya tuan Bramasta, ada apa? " Tanya Ella dengan formal. Dan itu membuat Angga sedikit risih dengan panggilan Ella.


"Anda tidak perlu memanggil nama keluarga saya, saya agak risih mendengarnya. Anda panggil saja saya dengan nama saya. " Ujar Angga dan tidak lupa ia menyelipkan senyum tipis diwajahnya.


"Baiklah tuan Angga. " Jawab Ella dengan nada ketus. Dan berhasil membuat Rian terkekeh saat melihat wajah suram atasannya itu, tapi kekehan Rian berhenti saat Angga menatapnya dengan tajam.


"Maaf saya tidak bisa. Saya dan anda tidak mempunyai hubungan khusus, jadi untuk apa saya memanggil nama anda. "


JLEB


Bagaikan ditusuk oleh ribuan belati, kata - Kata Ella sungguh menusuk ke dalam hatinya.


"Be-benar apa kata anda, kita tidak mempunyai hubungan apapun. " Ucap Angga dengan nada Lirih. Melihat ekspresi Angga, ada rasa bersalah didalam hati Ella.


Apakah aku salah berbicara? Tapi, kita kan memang tidak mempunyai hubungan apapun. Eh, kenapa kamu merasa bersalah Ella. Kamu harus sebisa mungkin menjauh darinya, karena kamu bukanlah Kailana yang dulu lagi, yang bisa dia permainkan. Kamu adalah Maxiella, perempuan tegas, keras dan dingin ke para pria selain keluarga dan sahabatmu.


"Apakah masih ada yang anda tanyakan tuan? Kalau tidak ada saya pamit undur diri. " Saat Ella mau pergi, pergelangan tangannya dicengram oleh Angga.


"Tunggu! "


"Lepaskan tangan saya! "Perintah Ella dingin, Angga langsung melepaskannya


"Ada apa lagi tuan Angga?" Kesal Ella.

__ADS_1


"Saya mau tanya pendapat anda, tentang bunga yang saya berikan."


"Bunga? Oh... Bunga yang banyak tadi, anda yang mengirimnya? " Lalu dianggukan kepala oleh Angga.


"Terima kasih banyak atas bunga yang anda berikan, bungan nya sungguh cantik.... " Mendengar perkataan Ella membuat Angga senang. "Tapi, saya tidak menyukai bunga. Jadi saya bagikan ke karyawan saya. " Lanjut Ella dengan nada tanpa bersalah. Angga yang awalnya senang berubah menjadi marah.


"Kenapa anda memberikan ke karyawan anda! " Ujar Angga dengan suara agak tinggi. Kalau dulu pasti Ella ketakutan melihat ekspresi marah Angga, tapi tidak dengan sekarang. Karena hal itu sudah biasa bagi Ella, mengingat perjuangannya dulu untuk bisa merebut kembali apa yang telah menjadi miliknya dari sepupu dan bibi dari pihak Mamanya.


" 'Kan tadi sudah saya bilang ke anda, kalau saya tidak menyukai bunga. Dari pada saya buang, mendingan saya berikan ke karyawan saya. " Perkataan Ella membuat Angga mengepalkan tangannya.


"Ups sorry tuan Angga. Saya harus mengakhiri pembicaraan kita ini, karena saya ada banyak urusan. Permisi. " Tanpa menunggu jawaban Angga, Ella langsung pergi keluar bersama dengan sekretarisnya Mona, Lissa dan Jakson, meninggalkan Angga yang wajah putihnya sudah memerah menahan marah.


BRAK


Tidak apa - apa Lana, tidak apa - apa. Aku pastikan berapa banyak cara yang kamu lakukan supaya aku menjauhi kamu, itu tidak akan membuatku menyerah. Aku pastikan bakalan mendapatkan hatimu itu lagi.


Lalu Angga tersenyum. Rian yang melihat perubahan ekspresi Angga itu hanya bisa mengedik ngeri.


...___________🌸🌸🌸🌸___________...


Setelah masuk ke ruangannya, Ella langsung memerintahkan sekretarisnya untuk tidak mengganggunya sebelum dia memberikan perintah untuk memperbolehkan orang lain masuk.


Ella berbaring di kamar yang ada diruangannya itu, memang sejak dulu kamar itu ada disana saat Mamanya menjabat menjadi CEO, dan Ella tidak tau untuk apa kamar itu dibuat. Entahlah Ella sudah pernah menanyakan ke Mamanya, tapi Mamanya hanya menjawab dengan satu kata yaitu 'secret', dan Ella tidak menanyakan itu lagi, biarlah itu jadi rahasia Mama Ele.


Ella membuka hijabnya dan langsung berbaring di atas kasur sambil memejam matanya. Saat memejam mata ia mengingat kenangan - kenangan perjuangannya setelah dia pergi ke London untuk merebut kembali semua haknya dari tante dan sepupunya. Dimulai dari dia belajar tentang saham, belajar berbagai bahasa, belajar menembak dan setelah melahirkan dia belajar bela diri.


Ada satu hal yang Ella sesali. Yaitu keadaan putri kecilnya yang menderita sakit leukimia.


Flashback on


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2